Jaringan Damai Papua (JDP) menaruh harapan pada sosok Panglima TNI yang baru agar mewujudkan harapan Presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan konflik di tanah Papua melalui jalan damai.
Kepala Komnas HAM Frits Ramandey mengatakan, pendekatan humanis tidak boleh menjadi agenda sendiri oleh TNI, harus berbarengan dengan stakeholder lainnya dalam hal ini Kepolisian, Pemerintah Daerah, dewan adat dan pihak lainnya.
Kapolres Tolikara AKBP Dicky Hermansyah Saragih menyebut, DB merupakan pelaku utama pemicu terjadinya permasalahan yang terjadi pada minggu hingga adanya penyerangan ke Polres.
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono bakal tancap gas usai serah terima jabatan dengan Jenderal TNI Andika Perkasa di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, kemarin (20/12). Sesuai dengan perintah dari Presiden Joko Widodo, Yudo menegaskan akan memberi perhatian terhadap tiga daerah rawan strategis di Indonesia. Yakni Aceh, Natuna, dan Papua.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Panglima TNI Laksamana Yudo Margono tetap menindak tegas kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Namun, penindakan tegas tersebut juga harus dilakukan dengan pendekatan humanis.
Kapolres Yapen AKBP Herzoni Saragih mengatakan, anggota sementara melengkapi administrasi penyidikan. Sebab, ada prosedur yang harus dilengkapi untuk menangkap seorang pelaku.
Kabupaten Yapen siaga usai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) lakukan penembakan kepada aparat keamanan saat akan membuka pemalangan jalan di KM 1 Jalan Trans Yapen Saubeba-Angkaisera, Selasa (13/12).
Kepolisian Resor Puncak saat ini tengah menangani kasus penembakan yang terjadi di Kompleks Pasar Sinak sekira pukul 09.00 WIT. Pria 32 tahun itu tewas dengan mengalami luka tembak di bagian belakang kepala.
Dalam rilis penyampaian Seby Sambom, Negara kriminal Indonesia melalui pimpinan militer TNI-Polri mengklaim yang melakukan penembakan di Yahukimo adalah OTK dan hanya menewaskan 2 orang adalah informasi tang tidak benar dan direkayasa oleh TNI -Polri.
Tiga jenazah yang dipulangkan yaitu, La Aman (39), La Ati (40) dan La Usu (23). Kapolres Pegunugan Bintang, AKBP Cahyo menyampaikan bahwa dari hasil koordinasi dengan pihak keluarga yang ada di Oksibil dan juga keluarga yang ada di Muna Sulawesi Selatan disepakati bahwa ketiga jenazah dipulangkan ke kampung halaman di Muna.
Kuat dugaan jika para pelaku merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XV Ngalum Kupel. Dari informasi yang diterima Cenderawasih Pos, ketiga korban biasanya mangkal di pangkalan Kali Digoel Distrik Okaom Kabupaten Pegunungan Bintang.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal membenarkan peristiwa tersebut. Kabid Humas menjelaskan bahwa korban merupakan Bintara SPKT Polres Yahukimo dimana saat itu ia hendak menuju Bank BRI guna melakukan penarikan sejumlah uang.
Dari 2 hari pencarian akhirnya aparat berhasil menemukan beberapa korban yang sempat menghilang, melarikan diri saat kejadian. Hanya dari semua korban ternyata ada satu diantaranya yakni Ikbal ditemukan sudah tak bernyawa.
Paha kanannya jebol akibat tembakan dari KKB. Iapun harus dilarikan ke Puskesma Ilaga kemudian dievakuasi ke RS Mimika. Aparat gabungan TNI Polri hingga sore kemarin masih berjaga – jaga namun secara umum situasi di Gome berangsur kondusif.
"Memang benar dari penyelidikan yang dilakukan tim Satgas Damai Cartenz dengan Polsek Beoga terungkap pelaku penyerangan hingga menewaskan seorang pekerja merupakan anak buah Joni Botak," kata Komandan Satgas Penegakan Hukum Damai Cartenz, Komisaris Besar Polisi Gatot Suprasetyo.
Jenazah Rolmo sendiri informasinya telah diterbangkan ke Manokwari, Papua Barat untuk dimakamkan. Jenazah diterbangkan dari Bandara Boven Digul. Kapolres Kabupaten Pegunungan Bintang, AKBP Cahyo menjelaskan bahwa hingga Senin (7/11) kemarin pihaknya masih menelusuri soal alasan Bocor melakukan penyerangan dan pembakaran camp serta membunuh satu pekerja.
Bocor sendiri sebelumnya membuat heboh pemberitaan di Papua karena melakukan pemenggalan kepala seorang penjaga kios di lokasi tambang di Pegunungan Bintang. Ia bahkan merekam video sambil memegang kepala tanpa badan tersebut.
Setelah diamankan, keduanya kemudian dilakukan pemeriksaan dan diduga kuat keduanya terlibat dalam gerakan kelompok Papua merdeka. Kepolisian Resor Nabire memastikan keduanya merupakan anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB). Keduanya diamankan, Jumat (21/10) sekira pukul 02.30 WIT.
Ini terjadi di Kampung Baguwo, Distrik Topiyai, Kabupaten Paniai, pada Jumat (7/10) sekira pukul 14.40 WIT. Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal saat diminta menjelaskan kronologi kejadian bahwa sekitar pukul 14.40 WIT tiga orang warga sipil beserta 1 personel TNI selesai mengantar Profil Tank (tangki air) di Distrik Aradide dan akan kembali ke Kampung Enarotali. Pada saat melewati SMP 1 Ekadide empat orang Guru Honorer meminta untuk ikut menumpang ke Kampung Enarotali dengan menggunakan 2 unit truk sipil.
Ketiganya juga memiliki peran yang berbeda beda dimana MN bertugas untuk mencari dan membeli amunisi, BK sebagai pembeli dan pemodal dan YA sebagai penjual amunisi. Amunisi – amunisi ini nantinya akan disuplai kepada Undinus Kogoya, pimpinan KKB Intan Jaya.
Hanya harga dan prosenya tidak mudah. Bahkan harus ada yang berakhir dengan korban nyawa seperti di Mimika. Anthon menyebut bahwa ada penghubung atau kaki tangan TPN OPM yang menjadi korban dari kasus mutilasi di Timika lalu. “Itu ada yang kami beli. Harganya tidak murah tapi bisa kami beli. Dananya dari masyarakat kumpul – kumpul sedikit demi sedikit kemudian kami beli senjatanya,” beber Anthon melalui ponselnya, Ahad (18/9).
Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Cahyo menyampaikan bahwa dari kejadian penyerangan dan pembakaran alat berat ini pihaknya tengah fokus untuk memulihkan psikologi para pekerja.
Aksi KKB yang mendadak itu membuat para pekerja lari tunggang langgang menyelamatkan diri. Yang lebih menyedihkan lagi para pelaku membakar 6 alat berat yang terdiri dari 5 buah excavator dan 1 buah buldozer.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal menyampaikan bahwa ini bagian dari aksi terror KKB. Kejadian tersebut terjadi pada Senin (12/9) malam sekira pukul 20.00 WIT dimana kelompok ini masuk dalam wilayah Ngalum Kupel yang dipimpinan Nason Mimin. Kejadian pembakaran ini baru dilaporkan oleh warga setempat kepada aparat pada pukul 23.00 WIT.
"Namun saya cek ke seluruh pimpinan dan anggota wilayah batalyon-batalyon, kompi-kompi hingga regu serta semua anggota inteljen telah saya pastikan bahwa mereka semua ada dan sehat tidak ada pasukan saya yang korban," katanya.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal mengungkapkan, peristiwa penembakan itu terjadi pada Selasa (30/8), sekira pukul. 10.00 WIT, saat korban sedang mengerjakan jalan di Mamba, Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya Papua.
Untungnya dalam melakukan aksinya ini tidak menimbulkan korban jiwa dan dugaan sementara aksi pembakaran ini diduga dilakukan oleh KKB Paniai yang dipimpin Stefanus Kobogau dan Ayun Waker yang merupakan anggota KKB Kodap VIII Kemabu Kabupaten Intan Jaya.
Kepala Kantor Wilayah DJPb Papua Burhani menyebut, banyak hal yang melatar belakanginya. Adanya basis Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB-red) di daerah tersebut dan dari sisi geografis.
“Mereka (KKB-red) mengklaim orang yang dibunuh adalah intel, padahal orang-orang sipil yang bekerja di daerah tersebut. Kami rasa ini kekejaman yang keterlaluan. Dimana di antara korban tersebut ada seorang ustaz dan pendeta,” ungkap Uskup Leo Ladjar saat ditemui Cenderawasih Pos di Jayapura, Senin (25/7).
Kenapa demikian ? Menurut Anthon Raharusun, sebab ideologi tersebut, bukan sebuah ideologi yang radikal. Tetapi dilain sisi, cara-cara yang dilakukan kelompok ini menurut dosen di STIH Biak ini seringkali sangat ekstrim.
Juru Bicara JDP, Yan Warinussy, JDP menyatakan sikap keprihatinan ini sekaligus mengecam aksi brutal terhadap warga sipil. Eksistensi dan eskalasi pergerakan KKB yang disebut telah berlangsung lebih dari 50 tahun itu, terus meningkat dan malah menyasar warga sipil.
"Pemerintah akan tegas memburu dan menindak mereka yang menamakan diri sebagai KKB. Musuh kita, musuh rakyat bukan Papua, tetapi KKB yang ada di Papua," kata Mahfud dalam pemaparan media secara daring bersama Kantor Staf Presiden (KSP) di Jakarta, Kamis (21/7).
Namun analisa lain disampaikan salah satu akademisi Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Marinus Yaung yang justru menganggap kelakuan kelompok sipil bersenjata ini merupakan ungkapan rasa frustasi dari sebuah diplomasi yang dianggap gagal.
“Kami belum mendapatkan aduan terkait dengan peristiwa tersebut. Namun peristiwa ini sudah diberitakan oleh media maka dalam mekanisme kita bisa menjadikanya sebagai pengaduan proaktif,” kata Frits kepada Cenderawasih Pos, Kamis (21/7).
Jenazah korban pembunuhan Adis Haryadi dimakamkan pihak keluarga di Merauke, Kamis (21/7). Korban dipenggal KKB pimpinan Elkius Kobak dan jenazahnya dimakamkan tanpa kepala. (foto:Kapolres Pegunungan Bintang for Cepos)
Komandan Korem (Danrem) 172/Praja Wira Yathi, Brigjen TNI J.O Sembiring menegaskan bahwa 13 orang yang diserang oleh Kelompok Separatis Teroris (KST) pada Sabtu (16/7) di Kampung Nogolait, Kabupaten Nduga merupakan warga sipil.
Kamal mengatakan korban bernama Roy Manampiring (42) telah dievakuasi dan telah dibawa ke Puskesmas Keneyam. “Jenazah (Roy Manampiring) merupakan salah satu korban pembunuhan pada hari Sabtu (16/7) lalu oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Pimpinan Egianus Kogoya tepatnya di tanjakan Adu Mama 2 Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga,” kata Kamal dalam rilisnya, Rabu (20/7).
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH., membenarkan tentang kejadian pembunuhan tersebut. Dimana korban bernama Adis Haryadi yang tewas dengan kondisi kepala dipenggal.
Islam Payage mengaku prihatin dengan kondisi tersebut dan menganggap perbuatan KKB ini tidak manusiawi apalagi dua diantaranya adalah tokoh agama. Ia meyakini dari kejadian ini ada banyak umat yang merasa berduka dan prihatian atas tragedi kemanusiaan tersebut.
Atas kejadian ini Forkom LKN telah melakukan rapat yang dihadiri para pengurus Ormas Paguyuban Nusantara Papua yang ada di Kota Jayapura. Dalam rapat tersebut, dikeluarkan pernyataan sikap sehubungan dengan tragedi kemanusiaan berupa rentetan peristiwa pembunuhan atau pembantaian rakyat sipil yang telah terjadi di beberapa daerah khususnya di daerah Nogolait, Kabupaten Nduga.
Setelah itu TPNPB kembali menembak lima orang yang sedang berjaga kios di jalan Batas Batu. “Lalu setelah menguasai jalan Batas Batu di Nogolait, tiba-tiba muncul 1 truk lewat. Kami tahan dan periksa dan saat itu 4 orang merunduk dan dianggap mencurigakan sehingga mereka kembali menembak 4 orang tersebut,” bebernya.
Ia berpendapat bahwa tidak semua daerah perlu ditangani dengan cara yang sama yang akhirnya masyarakat sipil jadi korban. Ini bisa lebih parah apabila ada provokasi elit politik yang berkembang dari waktu ke waktu.
Penyerangan terhadap warga sipil bukan kali pertama terjadi di Kabupaten Nduga. Dimana pada Desember tahun 2018 lalu, puluhan warga sipil pekerja di PT Istaka Karya juga tewas akibat dibantai KKB.
Dua tokoh agama tersebut adalah Pdt Eliaser Baye S.Th dan Ustaz Daeng Marannu. Pendeta Eliaser sendiri merupakan gembala GKII Kemah Injil di daerah Yeretma sedangkan Daeng Marannu merupakan seorang da'i yang biasa berdakwah di Masjid Kenyam, Kampung Nogolait, Nduga.
Saat melepas jenazah korban kepada pihak keluarga di Timika, Minggu (17/7), Bupati Namia menyampaikan ungkapan belasungkawa dan berdoa agar ini menjadi kejadian terakhir di Nduga.
Untuk keberangkatan Minggu (17/7) pagi tujuan Makassar menggunakan pesawat Lion Air diberangkat jenazah Taufan Amir, Daeng Marannu/Maramli dan Sirajuddin. Jenazah Mahmud Ismaun diterbangkan ke Palu, dan Yuda Nurusinga diterbangkan ke Medan.
Dari laporan yang diterima Cenderawasih Pos, para korban diberondong peluru di empat lokasi. Pertama di dalam kios kemudian di atas truk, di tanjakan pinggir jalan, di belakang kios kelontongan dan terakhir di arah jalan menuju Batas Batu.
Adapun korban-korban yang pada umumnya tukang dan pedagang ini dari laporan yang diterima Cenderawasih Pos meninggal akibat luka tajam seperti terkena bacokan. Dari tujuh warga yang meninggal salah satunya adalah Orang Asli Papua.
Jenazah Pratu Anumerta Beryl Kholif Al Rohman diberangkatkan ke kampung halamannya pada Jumat (1/7) siang kemarin. Upacara pengantaran jenazah dilaksanakan di Lapangan Air Nav Bandara Sentani Kabupaten Jayapura dan dihadiri Kasrem 172/PWY Kolonel Inf Bayu Sudarmanto, Para Kasi Korem 172/PWY dan Para Kabalakaju Korem 172/PWY.
Jenazah sempat disemayamkan satu malam di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang sambil menunggu cuaca membaik dan selanjutnya dievakuasi ke Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura menggunakan helikopter Caracal milik TNI AU.
Penangkapan ini dijelaskan Direskrimum Polda Papua, Kombes Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., SIK., MH., berawal ketika anggota Polres Yalimo sedang patroli dan melihat pengendara sepeda motor yang perilakunya mencurigakan.
Seorang prajurit TNI bernama Prada Bryl Kholif Al Rohman gugur dari aksi saling tembak tersebut. Pihak TNI juga belum bisa memberikan data lebih lantaran kondisi jaringan komunikasi yang sulit tembus.
Polisi sendiri kata Kapolda Mathius Fakhiri belum bisa menentukan siapa pelaku pembunuhan tersebut dan hingga kini masih menunggu. “Secara teknis kepolisian kami sedang mendalami urut-urutan dari waktu ke waktu kejadian. Kami minta dari Polda mempelajari, sebab pasti ada saksi karena disekitar itu ada kantor atau rumah,” kata Fakhiri saat ditemui disela-sela kegiatan lomba dayung di Pantai Dok II, Selasa (28/6).
Korban tewas saat bermain badminton di GOR DPR Kabupaten Deiyai, Minggu (26/6) sekira pukul 21.34 WIT. Korban diketahui bekerja sebagai pedagang yang tinggal di Distrik Waghete, Kabupaten Deiyai.
Direktorat Kriminal Umum Polda Papua dan Polres Jayawijaya kembali melakukan reposisi kasus pembunuhan anggota Brimob Batalyon D Wamena Bripda Fernando Diego Rumaropen dan perampasan senjata jenis sniper styer serta AK 101 yang terjadi tanggal 18 Juni lalu.
Kelompok tersebut telah mengakui bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut serta perampasan dua senjata jenis AK 101 dan SSG08. Kedua senjata itu sedang dikirim dari Distrik Napua ke Nduga.
Dari pantauan Cenderawasih Pos, prosesi pemakaman jenazah dimulai pukul 13.20 WIT., dimana pihak keluarga yang dipimpin Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, M.Si., melepas jenazah dan diserahkan kepada Kapolres Jayawijaya AKBP. Muh. Safei AB, SE., untuk dimakamkan.
Hasil pengembangan penyelidikan tewasnya Bripda Diego Rumaropen di Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya mulai menemukan titik terang. Polisi menyebut bahwa pelaku merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dari wilayah Kabupaten Nduga.
Pertemuan bersama dengan Avsec Angkasa Pura, Lanud Silas Papare, Satgas Kopasgat, Security Officer Screening Bandara Sentani dan Para Protokol Bandara Sentani tersebut dilaksanakan di Aula Base Ops Lanud Silas Papare, Jum’at (17/6) lalu.
Umar Pagawak yang merupakan kakek dari almarhum Bripda Diego Rumaropen menyatakan, jika keluarga besarnya sangat tidak puas dan mempertanyakan apakah seorang Danki tidak tahu kalau lokasi yang digunakan untuk menembak sapi itu daerah rawan. Sebab anggota yang sudah lama berada di Wamena, jika ingin ke sana juga pasti membawa 5 sampai dengan 10 orang.
Dari data yang dihimpun Cenderawasih Pos, korban Bripda Diego Rumaropen mengikuti Danki Brimob Batalyon D Wamena, AKP. Rustam untuk menembak sapi karena diminta oleh pemiliknya atas nama Alex Matuan.
Dari data yang dihimpun cepos online, korban Bripda Diego Rumaropen mengikuti Danki Brimob Batalyon D Wamena, AKP. Rustam untuk menembak sapi karena diminta oleh pemiliknya atas nama Alex Matuan.
Ini agar tak lagi ada korban jiwa akibat pembacokan ataupun penembakan yang menimpa warga sipil. Pekerjaan seperti tukang ojek kata salah satu anggota DPR Papua, Yulius Miagoni menjadi satu pekerjaan yang cukup berisiko.
Polisi hanya memintai keterangan terkait aksi tersebut untuk mengecek bagaimana aksi itu dilakukan karena sempat mengganggu dan membuat resah warga di sekitar lokasi aksi atau mimbar bebas.
Empat orang tersebut adalah EH (20), ET (20), YF (23) dan WM (26). Selain empat orang ini, polisi juga mengamankan 9 unit sepeda motor yang digunakan oleh peserta guna mendukung operasional kegiatan mimbar tersebut.
Dua kasus dugaan penjualan amunisi senjata api yang melibatkan oknum prajurit TNI Angkatan Darat yaitu Praka AKG dan Prada YW mendapat atensi dari Markas Besar TNI AD (Mabesad) di Jakarta.
Polda Papua menyatakan siap memberi perlindungan kepada para pihak yang sempat disebut oleh TPNPB-OPM untuk dijadikan target sasaran karena ikut mendorong Daerah Otonom Baru (DOB).
Juru Bicara TPNPB, Sebby Sembom menyatakan bahwa kelompok Egianus Kogeya bertanggung jawab atas aksi penembakan itu. Bahkan mereka mengklaim bahwa TPNPB sempat menguasai lapangan terbang dan menembaki pesawat selama 15 menit. “Dalam aksi ini tidak ada perlawanan dari pihak TNI-Polri,” klaim Sebby.
KKB dilaporkan menembak pesawat Semuwa Aviasi Mandiri (SAM) Air jenis caravan dengan nomor registrasi PK-SMG. Pesawat yang terbang dari Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya ini, ditembak saat pesawat sudah mendarat di Bandara Kenyam sekira pukul 10.50 WIT.
TPNPB menyatakan siap menembak mati aktor oknum pemekaran DOB dan Otsus Jilid II di Papua. Hal tersebut disampaikan dalam siaran pers manajemen markas pusat Komnas TPNPB-OPM, Senin (6/6) kemarin.
“Pelantikan ini adalah simbol perlawanan terhadap Negara Indonesia, juga menolak Otsus, Pemekaran dan Daerah Otonomi Baru (DOB),” kata Demianus kepada Cenderawasih Pos, Selasa (31/5) lalu.
Selain menebar teror, Kelenak Murib juga melakukan tindak kekerasan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa baik dari kubu TPNPB-OPM maupun dari TNI-Polri serta warga sipil. Hal ini membuat berang Bupati Puncak, Willem Wandik, SE., M.Si.
Hampir 20-an rumah maupun kios yang terbakar dan sempat muncul isu bahwa kebakaran ini adalah by design alias sengaja direncanakan oleh pihak TNI-Polri untuk menciptakan situasi daerah yang rawan hingga akhirnya patut dibangun Polres.
Pengibaran BK ini dilakukan di sebuah papan reklame tepatnya dipertigaan jalan Yosudarso-patimura, sedangkan lokasi painnya di ujung pagar kantor Balai Taman Nasional Lorenz Wamena yang berada di Jalan SD Percobaan Wamena, dan saat ditemukan semua sudah diturunkan oleh Anggota Polres Jayawijaya.
Pasalnya, pembangunan di Kabupaten Puncak tidak bisa berjalan dengan baik. Bahkan dalam waktu yang singkat, banyak rumah dibakar serta pelayanan pendidikan maupun kesehatan tidak bisa berjalan dengan baik. Termasuk tidak sedikit nyawa yang melayang baik itu warga sipil, anggota TNI-Polri maupun TPNPB-OPM.
Kejadian itu terjadi pada Jumat (27/5) lalu, dimana dua anggota TPNPB yang tewas adalah Aminggau Labene dan Laris Murib. Kejadian ini terjadi sekira 17.00 WIT di Jalan Towenggi, Ilaga ibu kota Kabupaten Puncak Papua.
"Jadi saya akan datang ke Polda klarifikasi dan didampingi Paham, LBH, SKPKC, Elsam Papua, AMP papua, dan beberapa pengurus KNPB, mereka akan kawal sama - sama," kata Warpo di Waena, Minggu (29/4).
Sesaat kemudian, pelaku berupaya menembak, namun petugas bisa mencegahnya setelah mendengar pelaku mengongkang senjata laras pendek. Petugas yang mendengar kongkangan senjata itu berteriak dan menghindar.
Setelah sebelumnya membuang beberapa kali tembakan di Bandara Amingguru kini kelompok tersebut dilaporkan telah membakar perumahan guru di Distrik Ilaga. Kejadian itu terjadi Jumat (13/5) lalu.
Ia menjelaskan yang menjadi salah satu pengaruh operasi penumpasan KKB akan berlangsung jangka panjang adalah penguasaan medan yang dominan oleh para kelompok KKB.
“KKB pimpinan Tinus Murib melakukan penembakan dari arah bukit Teletabis, Kampung Eromaga, Distrik Omukia dengan perkiraan jarak sekitar 600 meter ke arah Pos Runway 25 Satgas Lanud Kopasgat BKO Kodam XVII/Cenderawasih Bandara Aminggaru Ilaga,” kata Kamal, Jumat (13/5).
Pelaku berinisial MT yang merupakan gerombolan Kelompok Separatis Teroris (KST) terpaksa ditembak mati lantaran melakukan perlawanan saat aparat gabungan TNI-Polri melakukan penyergapan.
Dalam kontak tersebut, dua prajurit tertembak yaitu Sertu Sudirno yang terkena tembakan di siku tangan kanan lalu Praka Zubaidi terkena tembakan di hidung sebelah kanan tembus di bibir atas sebelah kiri. Namun menurut Kapendam XVII Cenderawasih, Letkol Kav Herman Taryaman keduanya dalam keadaan sadar dan telah melakukan penanganan medis.
Inisial dari pria tersebut juga belum diinformasikan ke media. “Kami belum tahu yang ditangkap kemarin dari kelompok mana, masih diperiksa dulu,” kata Kapolres Nduga, AKBP I Komang Budhiarta melalui ponselnya, Kamis (28/4) kemarin.
Ini wajib dilakukan mengingat Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) bergerilya tanpa mengenal waktu. Jika lalai maka nyawa taruhannya. Sebab KKB selalu memantau dan mencari waktu yang tepat untuk menyerang.
Pihak KKB atau TPNPB-OPM biasanya akan mengeluarkan statemen bahwa warga sipil yang dieksekusi merupakan mata – mata atau intelejen yang menyamar sebagai tukang ojek. Namun hingga kini tudingan tersebut tak pernah dibuktikan.
Praka Dwi gugur akibat penyerangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menembaki Pos Satgas Kodim Mupe Yonif 3 Mar Kalikote, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua pada Jumat sore (22/4) lalu.
Sinyal untuk saling membalas ini juga terlihat dari statemen yang disampaikan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sembom yang meminta agar warga yang tinggal di Kenyam untuk sementara waktu menjauhi empat titik yakni Keneyam, Nogolaid, Yosema hingga ke Batas Batu.
“Pemekaran juga penting bagi orang lain. Tapi bagi saya lebih penting rehabilitasi nama baik bangsa Indonesia terkait dugaan pelanggaran HAM yang terburuk di Papua. Dimana selama ini pemerintah Indonesia diintervensi oleh masyarakat internasional dan isu tersebut menjadi isu global,” tuturnya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (22/4).
Kejadian ini dibenarkan Dirkrimum Polda Papua, Kombes Pol Faisal yang menjelaskan bahwa kejadian ini terjadi pada Jumat (22/4) sekira pukul 12.00 WIT di Kampung Nogolaid, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga.
Polisi bahkan tak segan-segan lebih selektif terhadap kelompok yang kini dipimpin oleh Agus Kosay tersebut dalam hal mengeluarkan Surat Tanta Terima Pemberitahuan (STTP) yang menjadi lampu hijau untuk dilakukan aksi penyampaian pendapat di muka umum.
“Kita masih terus berusaha membangun komunikasi dengan semua pihak, termasuk dengan OPM, tokoh agama, tokoh adat,” kata Ketua Komnas HAM RI saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Minggu (17/4).
Sehari pasca kejadian pihak aparat keamanan melakukan olah TKP. Hanya saja hingga kemarin polisi masih belum mengetahui apa alasan para pelaku melakukan penembakan tersebut.
Polisi menduga bahwa ini dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) namun dari kelompok mana belum bisa dipastikan. Kejadian penembakan ini terjadi di Kampung Lumbuk, Distrik Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya.
Dirinya mengkritisi penanganan keamanan yang dilakukan selama ini dan penanganan keamanan bukan hal yang tepat dan malah memperburuk situasi Papua. “Untuk itu, sudah selayaknya penanganan keamanan di Papua dievaluasi,” ucapnya via telepon selulernya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (8/4).
Tercatat ada 15 unit rumah yang dibakar kelompok tersebut. Meski tak ada korban namun warga mengaku panik. Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal menjelaskan bahwa pembakaran satu unit rumah di Ilaga ini terjadi sekira pukul 18.05 WIT yang diawali dengan terdengar letusan senjata api yang diduga dari senjata api genggam (pistol).
Polisi mulai mendapati gambaran siapa Mr X yang dengan tega membunuh pasangan suami istri ini plus melukai sang anak yang masih balita tersebut. Hanya hingga kini Polisi masih menelusuri terduga pelaku yang disebut bukan berdomisili di Kabupaten Yalimo.