Satu yang menjadi kendala adalah medan di wilayah pegunungan yang tidak mudah untuk dilalui. Banyak kawasan pegunungan yang cukup tinggi ditambah dengan curahh hujan serta wilayah yang sulit dijangkau.
Pembanguan nasional dapat berjalan sampai di pelosok NKRI dan Masyarakat terlindung dari segala ancaman sehingga bisa hidup aman dan damai merupakan impian masyarakat yang berada di wilayah Papua. Hal tersebut menjadi salah satu alasan dari Tim Gabungan Kolaborasi TNI, Polri, BIN, BSSN dan Stackeholder lainnya untuk terus melakukan tugasnya melindungi masyarakat Papua dan melaksanakan pencarian keberadaan pilot Susi Air yang dibawa dan disandera oleh gerombolan Kelompok Separatis Teroris (KST) di Papua.
Berbagai upaya sudah dilakukaan oleh aparat gabungan TNI-Polri, mulai dari penempataan pasukan hingga membentuk tim negosiasi yang dikoordinasi Penjabat Bupati Nduga Namia Gwijangge.
Beredarnya informasi beberapa hari terakhir bahwa aparat TNI Polri telah melakukan kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang melakukan penyanderaan pilot Susi Air, Philips Mark Marthens mendapat tanggapan dari Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2023 Kombes Donny Charles Go.
Seorang prajurit TNI bernama Pratu Hamdan tewas setelah tertembak oleh Kelompok bersenjata. Kelompok yang oleh TNI disebut sebagai Kelompok Separatis Teroris (KST) wilayah Nduga yang pimpinan Egianus Kogoya.
Pastor Jhon menyampaikan bahwa untuk merumuskan berbagai macam dasar kekerasan kekerasan yang terjadi hanyalah dengan cara berbicara sebagai sesama manusia. “Saya pikir ini ide lama yang belum dijalankan. Berbicaralah, dialoglah untuk mendengar dan mencaritahu apa yang sebenarnya menjadi masalah. Masalah yang puluhan tahun tak selesai,” kata Pastor Jhon di Entrop, Rabu (29/3).
Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri menyampaikan bahwa saat ini anggotanya tengah mendekati Gome untuk mengecek informasi tersebut. Hanya Kapolda baru bisa memastikan bahwa yang dibakar adalah kantor distrik sedangkan rumah – rumah guru saat ini aparat sedang melakukan pengecekan.
Komnas HAM dan Pembela HAM turut disorot setiap kali peristiwa penembakan yang terjadi di tanah Papua. Pasalnya, mereka dianggap diam ketika korban penembakan adalah TNI-Polri. Namun bersuara ketika korban penembakan adalah sipil atau KKB.
"Diduga kuat yang melakukan pembakaran adalah kelompok Jelek Waker dan Numbuk Telenggen,"Ungkap Komandan Korem 173 Praja Vira Braja, Brigjen TNI Sri Widodo kepada Cenderawasih Pos, Rabu (29/3)
Selain ditetapkan sebagai tersangka, mereka juga masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang identitas dan fotonya akan disebar ke sejumlah kepolisian resort (polres). "Lima belas orang yang jadi tersangka dan masuk DPO adalah anggota KKB yang melakukan pembakaran terhadap pesawat jenis Pilatus milik Susi Air," katanya.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan olah TKP dilakukan untuk mengumpulkan dan mencari keterangan, petunjuk, barang bukti dan identitas para pelaku penembakan untuk kepentingan penyelidikan.
Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua Lenis Kogoya berjanji akan turun tangan melakukan pendekatan untuk membebaskan pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens yang telah 1,5 bulan disandera kelompok kriminal bersenjata pimpinan Egianus Kogoya.
"Jadi pelaksanakan patroli yang diarahkan Bapak Kapolda, Kaopsdamai Carten dan Bapak Danrem guna melakukan pencegahan antisipasi agar kota Kenyam Kabupaten Nduga tetap aman dari gangguan-gangguan,"ungkap Kapolres Nduga AKBP Rio Alexander Panelewen.
Direktur PT Irian Bhakti Papua, Yarius Balingga menyampaikan bahwa pihaknya siap menjamin proses pendistribusian beras ke daerah – daerah. Dan meski telah berbeda provinsi namun proses pendistribusian masih berjalan seperti biasa.
Saat itu bocah tersebut menyampaikan bahwa ia ingin ke bandara untuk menjemput jenazah sang ayah yang ditembak orang jahat. Video yang berdurasi sekitar 15 detik tersebut sang anak menggunakan pakaian berwarna biru gelap dengan nada sedih dan mata berkaca kaca.
Korban akan dimakankan di Merauke tempat dimana sang istri berdomisili. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny menyampaikan bahwa melihat eskalasi keamanan di Puncak Jaya, Polda Papua akhirnya melakukan penebalan dengan mengirimkan 1 Satuan Setingkat Pleton (SSK).
Jadi Pasukan TPNPB tembak 4 anggota TNI/Polri dalam waktu yang sama pihak TPNPB Kodam Sinak dibawah Pimpinan Militer Murib Bertanggungjawab atas Serangan ini, dan Penanggungjawab tertinggi ada pada Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM dibawah Pinpinan Gen Goliath Naaman Tabuni.
“Sebenarnya hal hal seperti ini tidak perlu terjadi, jika ada masalah harus diselesaikan secara baik. Tidak boleh menghilangkan nyawa orang lain dengan senjata, siapa pun tidak boleh menjadi korban di tanah ini,” tegas Ribka saat menghubungi Cenderawasih Pos, Minggu (26/3) malam.
JDP pun sangat menyayangkan kematian "tukang ojek" tersebut. Sehingga itu, pihaknya mendesak institusi keamanan dan penegak hukum seperti Polri dapat mengungkap motif penembakan atas diri dan menewaskan kematian sia-sia "tukang ojek" tersebut.
Lanjut Theo, jika yang bersangkutan memiliki amunisi harusnya ditangkap lalu diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan. Sebab, dengan langsung ditembak dan meninggal bagaimana penyidik tahu darimana pemasukan senjata dan amunisi tersebut.
Pasca tewasnya seorang tukang ojek bernama Irwan, tim gabungan TNI Polri langsung melakukan pengejaran dan dibantu dengan video udara akhirnya terdeteksi ada satu rombongan sekitar 20 orang yang hendak melintas dari Kampung Mundidok ke Kampung Kimak.
“Pembebasan dan negosiasi pembebasan sandra menurut saya ini waktu yang sudah terlalu lama, sehingga ini perlu menjadi catatan dan evaluasi total. Masa aparat kita sekian banyak namun tidak bisa melakukan negosiasi untuk pembebasan sandera yang sudah mau 2 bulan,” papar Mandenas saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (23/3)
Sudah 45 hari berlalu Kapten Philip Mark Merthens disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya. Sejak disandera pada 7 Februari 2023. Baru dua kali Pilot asal Selandia Baru itu muncul melalui Vidio yang dibagikan melalui media sosial.
Polres Puncak kini tengah mendalami kasus yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Keadian ini terjadi di pertigaan jalan Kimak, Distrik Ilaga Kabupaten Puncak, Rabu (22/3) sekira pukul 09.20 WIT.
ET yang berusia 22 tahun sebelumnya terpantau melalui observasi udara, drone dimana terlihat sekitar 20 orang membawa 2 pucuk senjata api sedang melakukan penyeberangan dari Kampung Mundidok menuju ke arah Kampung Kimak.
JAYAPURA - Aparat gabungan TNI-Polri berhasil merobohkan seorang remaja berinisial ET saat terdeteksi melintas bersama Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Mundidok Kabupaten Puncak, Rabu (22/3). ET yang berusia 22 tahun sebelumnya terpantauu melalui observasi udara dimana terlihat sekitar 20 orang membawa 2 pucuk senjata api sedang melakukan penyeberangan dari Kampung Mundidok menuju ke arah Kampung Kimak.
United liberation Movement For West Papua ( ULMWP) Menyerukan kepada masyarakat internasional agar memberikan perhatian serius dalam menyelesaikan konflik dan krisis kemanusiaan yang sedang terjadi di West Papua.
Pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens sampai saat ini masih disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Kondisi ini dikhwatirkan bisa menimbulkan simpati berlebih dari sang pilot kepada para penyanderanya.
“Untuk Yahukimo saya pikir ini bisa juga digunakan untuk pengalihan isu yang dilakukan oleh satu kelompok yang memang mencari popularitas. Lihat saja setelah di Nduga berhasil dengan membawa pilot maka mereka di Yahukimo juga action dan ini biasa,” jelas Fakhiri di Mapolda Papua, Koya Koso, Selasa (14/3).
“Kami sempat mengalami kendala akibat kurangnya saksi yang berada di lokasi kejadian, namun dari beberapa keterangan yang kami peroleh dan sampel yang telah kita ambil dari TKP, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengungkap penyebab kebakaran tersebut,” ujarnya.
Meski demikian upaya pencarian terus dilakukan dan tim gabungan masih di lokasi untuk menyisir berbagai lokasi. Areal pencarian juga tidak lagi hanya dilakukan di daerah Nduga saja melainkan sudah melebar ke tiga kabupaten yakni Kabupaten Nduga, Kabupaten Lanny Jaya, hingga Kabupaten Jayawijaya.
Sebby menyebut pihaknya membakar gedung sekolah lantaran pendidikan di Papua dapat melumpuhkan kesadaran akan kepapuaan sehingga banyak generasi Papua sulit melihat masalah yang ada di depan mata.
Bukan hanya mengungsi, sebagian warga di beberapa kampung di Nduga malah memilih tidak berkebun lantaran takut dengan operasi yang dilakukan TNI-Polri dalam rangka pencarian terhadap pilot asal Selandia Baru itu.
Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (Pembela HAM) Theo Hesegem menyebut sejak dulu warga Nduga hidup dalam bayang bayang konflik bersenjata dan tidak nyaman.
“Berita yang beredar di media sosial bahwa mengeluarkan uang Rp 5 M untuk ketemu Egianus kembalikan pilot adalah berita yang tidak benar,” tegas Sipe saat menghubungi Cenderawasih Pos, Sabtu (11/3).
Hingga kini polisi masih terus melakukan penelusuran terkait kasus tewasnya dua warga sipil di Yahukimo yakni Elkius dan Victor Sampa. Belum ada perkembangan berarti dari kasus ini namun keterangan saksi menyebut jika korban sebelumnya mengendarai motor dan ditembak saat berkendara.
Sebulan lebih sudah drama penyanderaan pilot Susi Air, Philip Mehrtens yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya berlangsung. Selama itu pula public masih terus bertanya – tanya bagaimana kabar dan kondisi sang pilot. Namun pada Jumat (10/3) siang kemarin Jubir TPN OPM, Sebby Sembom merilis soal kabar pilot asal Selandia Baru tersebut.
Tim Gabungan TNI Polri terus melakukan pencarian keberadaan Pilot Susi Air Capt Philip Mark Marhtens di wilayah Nduga dan sekitarnya serta dikembangkan ke wilayah lainnya. Terkait perkembangan proses pencarian Pilot Susi Air tersebut, Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O. Sembiring selaku Dankolaksops TNI saat jumpa Pers di Makorem 172/PWY, Jumat (10/3/2023) mengatakan tugas pokok Tim Gabungan TNI Polri melakukan pencarian Pilot masih berlangsung dan berkolaborasi dengan semua pihak.
Sebulan lebih aksi penyanderaan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya berlangsung. Selama itu pula publik masih mempertanyakan kondisi dan kabar sang pilot Pesawat Susi Air, Philip Mehrtens.
Komandan Satgas Damai Cartenz 2023 Kombes Pol. Faizal Rahmadani mengakui saat ini pencarian Pilot Susi Air berkebangsaan Selandia Baru diperluas hingga ke Kabupaten Lanny Jaya.
Pernyataan tegas disampaikan Pendam XVII Cenderawasih terkait beredarnya flyer terkait seorang wanita bernama Tarina Murib (35) yang tewas kemudian dinarasikan sebagai korban mutilasi adalah hoax.
Aparat kepolisian klaim, kelompok KKB pimpinan Egianus Kogoya menewaskan seorang bocah, akibat tidak mendapat dukungan bahan makanan dari kepala Kampung di Kuyugawe. Korban merupakan anak Kepala Kampung Pimbinom, Distrik Kuyugawe, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan.
Operasi cipta kondisi gabungan dengan Satgas Operasi Damai Cartenz dipimpin oleh Kasat Reskrim Ipda Yoga Dwi Arjuna di depan Mapolres Lanny Jaya sejak pukul 09.00 WIT berhasil mengamankan 8 pria beserta beberapa barang yang disinyalir memiliki kaitan dengan Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB.
Aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kian brutal. Belum tuntas pengejaran terhadap pelaku penembakan di Yahukimo yang menewaskan seorang anggota TNI, kini seorang prajurit TNI di Kabupaten Puncak yakni Praka Jumardi. Tak hanya itu, kejadian Jumat (2/3) pagi tersebut juga menewaskan seorang warga sipil bernama Terina Murib.
Rabu (1/3) Susi Pudjiastuti sebagai pendiri Susi Air menyampaikan harapannya agar pilot berkewarganegaraan Selandia Baru itu segera dibebaskan tanpa syarat.
Tak hanya itu, Dandim 1715/Yahukimo Letkol Inf Johanis Victorianus Tethool juga tertembak di bagian tangan dan paha. Ia kini tengah dirawat. Aksi kontak tembak Rabu (1/3) sekira pukul 15.30 WIT dimana terdengar suara rentetan tembakan dari arah statistik Jalan Paradiso Distrik Dekai, Yahukimo.
“Pilot Susi Air bukan merupakan tujuan utama dari TPNPB melakukan penyanderaan, ini sebatas menujukan kepada semua pihak bahwa Egianus dan pasukannya sedang memperjuangkan Papua Merdeka dan pesannya sudah tersampaikan,” kata Yan saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (24/2).
Sebagaimana, Pilot asal Selandia Baru itu disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya pada 7 Februari 2023. Itu artinya, 21 hari sudah Philip Mark Merthens bersama KKB. “Kita berikan dukungan pada semua tim yang sedang bekerja untuk pembebasan Pilot Susi Air,” kata Frits kepada Cenderawasih Pos, Senin (27/2).
Menurut Frits, pasca penyanderaan Pilot Susi Air. Warga Sipil di Distrik Paro dan sekitarnya sudah menyelamatkan diri dengan mengunsi. Adapun yang berada di sekitar sandera saat ini adalah kelompok sipil bersenjata (KSB) yang memegang senjata.
Juru Bicara Jaringan Damai Papua Yan Cristian Warinussy menilai menjadi hal yang dipertanyakan jika saat ini Egianus menggunakan masyarakat dalam hal ini anak anak dan perempuan sebagai tameng.
Menurut Yan, setelah 18 hari berlalu, Egianus sudah harus mempertimbangkan untuk memberi ruang kepada pilot dibebaskan. Dalam kaitan itu, harus dibicarakan dan harus ada jaminan keamanan dari semua pihak diantaranya, pemerintah distrik, kabupaten dan juga pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga TNI-Polri.
Kepala Komnas HAM Papua Frits Ramandey mengaku, hingga kini Komnas HAM telah mendapatkan 3 kali konfirmasi bahwa pilot dalam keadaan baik, diperlakukan secara manusiawi dan ada publikasi tentang keberadaan pilot tersebut.
Dikatakan dari bukti yang ada mengetahui jika selama ini Egianus Kogoya selalu saja melakukan tindakan biadab, dimana ia selalu menjadikan anak anak dan juga perempuan sebagai tameng untuk berlindung diri.
Kapten Philip Mark Merthens, disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya pada 7 Februari 2023. Itu artinya, sudah 18 hari Pilot asal Selandia Baru itu berada di tangan KKB.
Warga di dua distrik juga memilih mengungsi lantaran khawatir dengan ancaman Egianus yang kerap suka berbuat nekat bahkan menghilangkan nyawa orang tak bersalah.
Diakui, saat ini pihaknya masih mengedepankan negoisasi guna menghindari jatuhnya korban. "Namun kami bisa memastikan kondisi pilot Philip dalam keadaan baik-baik saja walaupun masih berada bersama kelompok KKB pimpinan Egianus Kogoya," jelas Irjen Pol. Fakhiri.
Panglima mengatakan bahwa pihaknya tidak menambah pasukan untuk melakukan penindakan terhadap KKB pimpinan Egianus Kogoya yang menyandera Kapten Philip Mark Merthens.
Wakil Presiden Ma’ruf Amin menegaskan aparat keamanan Indonesia dari unsur TNI maupun Polri memiliki kemampuan dan kekuatan untuk membebaskan pilot Susi Air Philips Mark Methrtens (37) dengan cepat dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.
Upaya Pembebasan pilot maskapai Susi Air, Philips Mark Methrtens,37, dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) mengutamakan tindakan persuasif. Hal ini ditegaskan Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono.
Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring meminta Egianus Kogoya, salah satu pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan segera menyerahkan diri ke polisi.
Tak hanya peralatan kamera dan alat komunikasi yang berhasil disita oleh Tim gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Operasi Damai Cartenz 2023 beberapa hari lalu. Pada Minggu (19/2) tim ini kembali mengamankan puluhan barang bukti (BB) milik kelompok kriminal bersenjata (KKB) Wilayah Nduga. Tim Gabungan TNI-Polri mengamankan barang temuan di Camp Simal yang diduga merupakan camp dari kelompok KKB Ndugama.
Evakuasi terhadap warga Alama ini lantaran pasca gerombolan KKB membakar pesawat Susi Air dan dibawa oleh Pilot Capt Philip Mark Mahrtens. Mereka terus melakukan aksi teror di beberapa wilayah di daerah pegunungan.
Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius Fakhiri, S.I.K mengatakan bahwa hingga kini pihaknya masih terus melakukan upaya – upaya untuk melakukan penyelamatan terhadap Pilot Susi Air Capt.
Meski berada di dalam hutan dan jauh dari banyak hal apalagi teknologi, ternyata peralatan dokumentasi dan publikasi yang dimiliki Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tak kalah canggih. Malah peralatan seperti kamera foto maupun video dan alat komunikasi lainnya sudah seperti peralatan foto wedding.
Kodam sendiri menunjuk Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O. Sembiring sebagai Dankolaksops TNI untuk memimpin pelaksanaan operasi ini dan berkolaborasi bersinergi dengan Damai Cartenz pimpinan Kombes Pol Faisal.
Bahkan pada Selasa (14/2) tim Satgas Damai Cartenz telah berhasil sampai di Lapter Paro tempat dimana pesawat Susi Air dibakar oleh kelompok Egianus. Disini tim yang dipimpin oleh Kaops Satgas Damai Cartenz, Kombes Pol Faisal Ramadhani ini juga melakukan olah TKP dan juga pembersihan lokasi runway.
Juru Bicara JDP Yan Christian Warrinusy menyebut, jalan damai dengan mendorong terjadinya dialog informal diantara pemerintah Indonesia dengan TPNPB atau yang diesbut sebagai KKB menjadi hal penting yang mesti dikedepankan saat ini.
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, menyampaikan sampai saat ini berbagai upaya yang dilakukan TNI/Polri dalam penanganan Pilot Susi Air Capt Philip Mark Mahrtens yang masih ditahan oleh kelompok KST pimpinan Egianus Kogoya
"Pemerintah akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan penyelamatan terhadap sandera dengan pendekatan-pendekatan yang sifatnya persuasif, karena yang diutamakan adalah keselamatan sandera," kata Mahfud dalam video keterangan pers yang disiarkan kanal YouTube Kemenkopolhukam, seperti dipantau di Jakarta, Selasa.
"Dengan kejadian ini, kami tidak akan berhenti terbang di wilayah Papua, dan kami tetap terbang di tempat lain, namun tolong kami diberi perlindungan," ujar Melinasary selaku Chief Of Operation.
Dari sejumlah foto dan video yang dikirim oleh juru bicara TPNPB, Sebby Sembom terlihat sang pilot berdiri diapit oleh Egianus dan kelompoknya. Kawanan Egianus juga membawa senjata lengkap dan berdiri mengawal sang pilot, Philips Max Marthens.
Setelah delapan hari pasca melakukan pembakaran pesawat Susi Air sekaligus menyandera sang pilot, pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata wilayah Nduga, Egianus Kogoya akhirnya pada Selasa (14/2) ia terang - terangan menunjukkan bahwa sang pilot benar benar berada ditangan mereka.
Direktur LP3BH Yan Christian Warrinusy meminta Presiden Joko Widodo dan parlemen nasional DPR RI untuk tidak mudah mempercayai pernyataan para petinggi TNI dan Polri di tanah Papua maupun di Jakarta mengenai situasi keamanan di bumi cenderawasih yang selalu dikatakan tidak aman karena ulah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN PB) dengan julukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI terus melakukan koordinasi dengan pemerintah Selandia Baru dalam upaya menyelamatkan pilot Susi Air yang hilang setelah insiden pembakaran pesawat oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua pada Selasa (7/2).
Tambahan pasukan dari TNI-AD dikirim lagi ke Papua melalui Pangkalan Udara TNI-AU Halim Perdanakusuma kemarin (10/2) sore. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menuturkan, pasukan itu diberangkatkan untuk mendukung operasi oleh Mabes TNI.
Aparat keamanan menyampaikan bahwa ada sejumlah warga Paro yang memilih eksodus meninggalkan Distrik Paro menuju Keneyam. Ini tak lepas dari cara – cara KKB yang keras tidak manusiawi.
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menyatakan bahwa sejauh ini belum ada bukti maupun saksi yang melihat pilot Susi Air tersebut dibawa dan disandera oleh KST. ”Saat (pesawat) itu dibakar, dia (pilot, Red) larinya ke mana, lari sendiri atau dibawa, sampai saat ini belum ada info,” ungkap dia saat diwawancarai usai menutup Rapat Pimpinan (Rapim) TNI di Jakarta, kemarin.
Selain menerjunkan pasukan, mereka mengambil langkah negosiasi melalui pendeta dan tokoh masyarakat setempat. Sementara lima orang penumpang pesawat dan 15 pekerja bangunan dipastikan telah dievakuasi.
Helikopter yang digunakan adalah Heli Polri Bell-412EP/P-300 dan Heli Karakal TNI AU EC-725/HT-7201. Ke 18 warga yang sebagian besar adalah pekerja bangunan Puskesmas ini langsung diterbangkan dari Nduga menuju Lanud Yohanis Kapiyau Kabupaten Mimika.
Ia menduga pembakaran dan penyanderaan yang dilakukan kelompok Egianus ini dikarenakan ada barang milik Egianus yang tak bisa terangkut pesawat. Yaung juga menyebut bahwa jika betul sang pilot disandera oleh kelompok KKB maka itu merupakan hal bodoh yang dilakukan. Mereka justru kehilangan simpati pada kelompok ini lantaran akan melanggar hukum humaniter.
“Kami TPNPB KODAP III Ndugama-Derakma sudah membakar satu pesawat jenis Susi Air nomor registrasi PK-BVY di lapangan terbang distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua,” kata Juru Bicara TPNPB OPM, Sebby Sambom, Selasa (7/2).
Pembakaran pesawat sekaligus dugaan penyanderaan seorang pilot bernama Philip Marthens yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya diyakini bukan tanpa alasan kuat. Salah satu akademisi Universitas Uncen yang juga pengamat social politik, Marinus Yaung menyampaikan bahwa Egianus tidak akan mengambil tindakan yang tak biasa jika tak memiliki alasan kuat.
Upaya pengejaran dan penangkapan terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata hingga kini masih terus dilakukan Polda Papua melalui Satgas Damai Cartenz. Tahun 2023 dinyatakan sebagai tahun penegakan hukum disamping cara soft approch yang masih dilakukan.
Direskrim Umum Polda Papua, Kombes Pol Faisal Ramadhani menyampaikan bahwa upaya pengejaran dan penangkapan terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) hingga kini terus dilakukan.
Dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang masih berstatus mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo berhasil diringkus oleh aparat Kepolisian di Kabupaten Boven Digoel, Rabu (18/1) sekitar pukul 09.00 WIT.
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakiri, SIK menyatakan elit politik dari kelompok –kelompok yang ada di Papua seperti Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) sedang memainkan isu Pelanggaran HAM dari penanganan –penanganan konflik yang dilakukan oleh TNI dan Polri
Kekhawatiran dari warga yang berdomisili di Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang buntut dari aksi – aksi yang dilakukan kelompok TPN OPM baik dengan membakar maupun menembak akhirnya mendapat respon langsung dari Panglima Kodam XVII Cenderawasih, Mayjend TNI Muhammad Saleh Mustafa.
Pangdam XVII Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa mengatakan pilot Anton Gobay yang ditangkap pihak berwenang di Filipina pada Sabtu, 7 Januari 2023, berupaya memasok senjata api untuk kelompok Kriminal Bersenjata di Papua.
-Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O menyampaikan apresiasi kepada KST pimpinan KST, Lamek Alepki Taplo karena pasca warga kiwirok kembali kekampung halaman KST, tidak melakukan aksi teror dan mengangg aktifitas masyarakat Kiwirok, sehingga situasi tetap kondusif.
Selama dua hari belakangan ini sudah ratusan warga Nusantara di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, memilih mengungsi ke Jayapura. Mereka memilih mengungsi lantaran daerah tersebut saat ini dalam kondisi tidak aman akibat adanya aksi kriminal yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata.
Aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Wilayah Pegunungan Bintang belum usai. Setelah sebelumnya membakar kantor Dinas P dan P dan gedung SMK N 1 Oksibil, kelompok yang disinyalir dilakukan oleh KKB Kodap XXXV Bintang Timur ini kembali membakar bangunan pemerintah. Yang dibuat menyala pada Rabu (11/1) adalah Kantor Dukcapil.
Kendati sudah banyak prajurit baik TNI dan Polri berguguran ditembak KKB, namun Panglima TNI Laksamana Yudo Margono tetap melakukan pendekatan yang humanis dalam menghadapi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Tanah Papua.
Aksi brutal dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Pegunungan Bintang. Kelompok yang diduga di bawah komando, Ati Mimin Kodap XXXV Bintang Timur ini kembali berulah. Setelah sebelumnya membakar tower satelit Telkom, kini kelompok pecahan Lamek Taplo itu kembali menyerang wilayah Oksibil pada Senin (9/1) kemarin.
Aksi brutal dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Pegunungan Bintang. Kelompok yang diduga di bawah komando, Ati Mimin Kodap XXXV Bintang Timur kembali berulah.
Tiga anggota polisi yakni Briptu Fransiskus Ronsumbre, Ipda Jaenuddin dan Brigpol Freying terkena luka tembak. Briptu Ronsumbre mengalami luka tembak di bagian lengan kanan atas, sedangkan Ipda Jaenuddin dan Brigpol Freying mengalami luka akibat terkena serpihan peluru.
Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O Sembiring mengakui bahwa memang terjadi sedikit ada gangguan dari KKB di wilayah teritorialnya, menjelang natal dan tahun baru, namun pihaknya akan terus beupaya untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menjaga situasi Kamtibmas tetap aman.