Friday, April 12, 2024
25.7 C
Jayapura

Tujuan Sandera Pilot Susi Air untuk Papua Merdeka

JAYAPURA-Jubir Jaringan Damai Papua Yan Cristian Warinussy menyarankan agar Egianus dan pasukannya mempertimbangkan untuk menerima tawaran. Terutama tawaran demi kemanusiaan membebaskan Pilot Susi Air. “Pilot Susi Air bukan merupakan tujuan utama dari TPNPB melakukan penyanderaan, ini sebatas menujukan kepada semua pihak bahwa Egianus dan pasukannya sedang memperjuangkan Papua Merdeka dan pesannya sudah tersampaikan,” kata Yan saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (24/2). Menurut Yan, setelah 18 hari berlalu, Egianus sudah harus mempertimbangkan untuk memberi ruang kepada pilot dibebaskan. Dalam kaitan itu, harus dibicarakan dan harus ada jaminan keamanan dari semua pihak diantaranya, pemerintah distrik, kabupaten dan juga pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga TNI-Polri. “TNI-Polri harus mampu memberikan jaminan pilot tersebut dikembalikan tanpa adanya kontak senjata. Bila perlu, dia (Pilot-red) dikembalikan lewat perantara yang diberikan kepercayaan penuh oleh kedua belah pihak baik TNI-Polri maupun TPNPB. Yang pasti, Kapten Philip Mark Merthens dalam keadaan hidup tidak terluka, dan diserahkan kembali kepada perusahaan yang menggunakan jasanya,” tegas Yan.
Baca Juga :  MRP: Stop Bicara Pemekaran, Ayo Bangun Daerahmu!
Menurut Yan, 18 hari penyanderaan Pilot asal Selandia baru waktu yang cukup bagi TPNPB untuk menunjukan ke dunia. bahwa, yang diperjuangkan selama ini bukan untuk membuat kacau atau membunuh orang dan lainnya. Namun tujuannya semata mata untuk Papua Merdeka “Paling tidak, pernyataan tegas dari seorang Egianus Kogoya bahwa yang mereka perjuangnkan adalah Papua Merdeka dan semua orang sudah tahu itu bahkan termasuk TNI-Polri juga Pemerintah Indonesia,” kata Yan. Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo menyampaikan, upaya membebaskan pilot tersebut dari tangan KKB dengan cara komunikasi secara sosial budaya. “Saya sudah kirim masyarakat masuk ke Distrik Paro untuk melakukan komunikasi langsung (dengan KKB). Kondisi pilot yang disandera sesuai informasi dari lapangan baik dan sehat,” kata Kondomo saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (14/2).
Baca Juga :  Santa Claus Keliling, Koramil Kimaam Bagikan Bingkisan Natal 
Kondomo mengaku upaya yang dilakukan Pemerintah Nduga saat ini sementara membangun koordinasi dan komunikasi dengan KKB pimpinan Egianus Kogoya yang berada di wilayah tersebut. “Mudah mudahan kehadiran pemerintah di Distrik Paro bisa diterima kelompok KKB dan menyerahkan sandera tersebut. Yang kami utamakan keselamatan pilot,” kata Kondomo.  Diberitakan sebelumnya, KKB Pimpinan Egianus Kogoya membakar dan menyandera pilot Susi Air pada Selasa (7/2) lalu. (fia/wen)
JAYAPURA-Jubir Jaringan Damai Papua Yan Cristian Warinussy menyarankan agar Egianus dan pasukannya mempertimbangkan untuk menerima tawaran. Terutama tawaran demi kemanusiaan membebaskan Pilot Susi Air. “Pilot Susi Air bukan merupakan tujuan utama dari TPNPB melakukan penyanderaan, ini sebatas menujukan kepada semua pihak bahwa Egianus dan pasukannya sedang memperjuangkan Papua Merdeka dan pesannya sudah tersampaikan,” kata Yan saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (24/2). Menurut Yan, setelah 18 hari berlalu, Egianus sudah harus mempertimbangkan untuk memberi ruang kepada pilot dibebaskan. Dalam kaitan itu, harus dibicarakan dan harus ada jaminan keamanan dari semua pihak diantaranya, pemerintah distrik, kabupaten dan juga pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga TNI-Polri. “TNI-Polri harus mampu memberikan jaminan pilot tersebut dikembalikan tanpa adanya kontak senjata. Bila perlu, dia (Pilot-red) dikembalikan lewat perantara yang diberikan kepercayaan penuh oleh kedua belah pihak baik TNI-Polri maupun TPNPB. Yang pasti, Kapten Philip Mark Merthens dalam keadaan hidup tidak terluka, dan diserahkan kembali kepada perusahaan yang menggunakan jasanya,” tegas Yan.
Baca Juga :  MRP: Stop Bicara Pemekaran, Ayo Bangun Daerahmu!
Menurut Yan, 18 hari penyanderaan Pilot asal Selandia baru waktu yang cukup bagi TPNPB untuk menunjukan ke dunia. bahwa, yang diperjuangkan selama ini bukan untuk membuat kacau atau membunuh orang dan lainnya. Namun tujuannya semata mata untuk Papua Merdeka “Paling tidak, pernyataan tegas dari seorang Egianus Kogoya bahwa yang mereka perjuangnkan adalah Papua Merdeka dan semua orang sudah tahu itu bahkan termasuk TNI-Polri juga Pemerintah Indonesia,” kata Yan. Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo menyampaikan, upaya membebaskan pilot tersebut dari tangan KKB dengan cara komunikasi secara sosial budaya. “Saya sudah kirim masyarakat masuk ke Distrik Paro untuk melakukan komunikasi langsung (dengan KKB). Kondisi pilot yang disandera sesuai informasi dari lapangan baik dan sehat,” kata Kondomo saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (14/2).
Baca Juga :  Sempat Balas Tembakan, Lima KKB Terkapar di Kali
Kondomo mengaku upaya yang dilakukan Pemerintah Nduga saat ini sementara membangun koordinasi dan komunikasi dengan KKB pimpinan Egianus Kogoya yang berada di wilayah tersebut. “Mudah mudahan kehadiran pemerintah di Distrik Paro bisa diterima kelompok KKB dan menyerahkan sandera tersebut. Yang kami utamakan keselamatan pilot,” kata Kondomo.  Diberitakan sebelumnya, KKB Pimpinan Egianus Kogoya membakar dan menyandera pilot Susi Air pada Selasa (7/2) lalu. (fia/wen)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya