Friday, June 14, 2024
23.7 C
Jayapura

Kapolda : Banyak Kelompok Ingin Mendapat Pengakuan

JAYAPURA – Kapolda Papua, Irjend Pol Mathius Fakhiri menyatakan bahwa saat ini banyak kelompok yang berafiliasi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)  yang ingin mendapatkan pengakuan. Alhasil berbagai cara dilakukan untuk menarik perhatian dan dianggap sebagai satu pemimpin baru di kelompok barunya. Hal tersebut dianggap sudah biasa dimana jika mendapatkan senjata hasil rampasan maka orang tersebut langsung mendeklarasikan diri sebagai pimpinan atau komandan.

“Untuk Yahukimo saya pikir ini bisa juga digunakan untuk pengalihan isu yang dilakukan oleh satu kelompok yang memang mencari popularitas. Lihat saja setelah di Nduga berhasil dengan  membawa pilot maka mereka di Yahukimo juga action dan ini biasa,” jelas Fakhiri di Mapolda Papua, Koya Koso, Selasa (14/3).

Baca Juga :  BLM Juga Membahas Perekonomian Hingga Olahraga

  “Setelah mendapat   senjata kemudian minta pengakuan, diangkat menjadi panglima atau pimpinan dalam kelompoknya. Kadang mereka juga ingin disebut komandan dan sanking banyaknya komandan akhirnya kami juga bingung,” sindirnya.

Kelompok Yahukimo sendiri menurutnya masih terdiri dari 1 kelompok dan dari diamankannya 1 orang yang berafiliasi dengan KKB ia menyatakan bahwa keterangan dari 1 pelaku ini akan digali sedalam –  dalamnya untuk membantu pengejaran pelaku penembakan selama ini. Lalu berkaitan dengan pesawat disini Fakhiri sedikit menyayangkan karena pesawat sipil juga dijadikan sasaran.

Padahal secara aturan pesawat sipil tak boleh diganggu. “Dan setahu saya sudah 3 kali terjadi gangguan terhadap pesawat sipil. Inikan seharusnya tidak boleh sebab di undang – undang penerbangan dan hukum perang juga tidak membenarkan ada tindakan gangguan apalagi penembakan terhadap warga sipil,” tegasnya.

Baca Juga :  Dibukanya Ekspor Kelapa Sawit, Harga Minyak Goreng di Papua Tidak Bergejolak

   Polisi kata Fakhiri sudah menyampaikan untuk tidak mengganggu  penerbangan di Papua dan jangan hanya pikir untuk diri sendiri sebab masih ada masyarakat yang akan memanfaatkan penerbangan tersebut.

“Untuk Yahukimo kami dibantu TNI akan memperkuat dimana tempat terjadi penembakan terhadap pesawat dan pasca penembakan pesawat pihak maskapai memang meminta kepastian keamanan. Ini akan kami lakukan dan nanti saat saya bertemu bupati akan saya sampaikan juga persoalannya,” tutup Fakhiri.(ade)

JAYAPURA – Kapolda Papua, Irjend Pol Mathius Fakhiri menyatakan bahwa saat ini banyak kelompok yang berafiliasi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)  yang ingin mendapatkan pengakuan. Alhasil berbagai cara dilakukan untuk menarik perhatian dan dianggap sebagai satu pemimpin baru di kelompok barunya. Hal tersebut dianggap sudah biasa dimana jika mendapatkan senjata hasil rampasan maka orang tersebut langsung mendeklarasikan diri sebagai pimpinan atau komandan.

“Untuk Yahukimo saya pikir ini bisa juga digunakan untuk pengalihan isu yang dilakukan oleh satu kelompok yang memang mencari popularitas. Lihat saja setelah di Nduga berhasil dengan  membawa pilot maka mereka di Yahukimo juga action dan ini biasa,” jelas Fakhiri di Mapolda Papua, Koya Koso, Selasa (14/3).

Baca Juga :  BLM Juga Membahas Perekonomian Hingga Olahraga

  “Setelah mendapat   senjata kemudian minta pengakuan, diangkat menjadi panglima atau pimpinan dalam kelompoknya. Kadang mereka juga ingin disebut komandan dan sanking banyaknya komandan akhirnya kami juga bingung,” sindirnya.

Kelompok Yahukimo sendiri menurutnya masih terdiri dari 1 kelompok dan dari diamankannya 1 orang yang berafiliasi dengan KKB ia menyatakan bahwa keterangan dari 1 pelaku ini akan digali sedalam –  dalamnya untuk membantu pengejaran pelaku penembakan selama ini. Lalu berkaitan dengan pesawat disini Fakhiri sedikit menyayangkan karena pesawat sipil juga dijadikan sasaran.

Padahal secara aturan pesawat sipil tak boleh diganggu. “Dan setahu saya sudah 3 kali terjadi gangguan terhadap pesawat sipil. Inikan seharusnya tidak boleh sebab di undang – undang penerbangan dan hukum perang juga tidak membenarkan ada tindakan gangguan apalagi penembakan terhadap warga sipil,” tegasnya.

Baca Juga :  PSBS Biak Berharap Liga 2 Segera Bergulir

   Polisi kata Fakhiri sudah menyampaikan untuk tidak mengganggu  penerbangan di Papua dan jangan hanya pikir untuk diri sendiri sebab masih ada masyarakat yang akan memanfaatkan penerbangan tersebut.

“Untuk Yahukimo kami dibantu TNI akan memperkuat dimana tempat terjadi penembakan terhadap pesawat dan pasca penembakan pesawat pihak maskapai memang meminta kepastian keamanan. Ini akan kami lakukan dan nanti saat saya bertemu bupati akan saya sampaikan juga persoalannya,” tutup Fakhiri.(ade)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya