Wednesday, May 29, 2024
28.7 C
Jayapura

KKB Klaim Sandera Pilot Susi Air

Kapolri Sebut Tim Gabungan Damai Cartenz Fokus Cari Pilot dan Penumpang

JAKARTA – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM) mengklaim sebagai pihak yang bertanggung jawab atas aksi pembakaran pesawat Susi Air Pilatus Porter PC 6/PK-BVY. Pembakaran terjadi dibawah kepemimpinan Egianus Kogeya.

“Kami TPNPB KODAP III Ndugama-Derakma sudah membakar satu pesawat jenis Susi Air nomor registrasi PK-BVY di lapangan terbang distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua,” kata Juru Bicara TPNPB OPM, Sebby Sambom, Selasa (7/2).

Selain itu, TPNPB OPM juga mengklaim menyandera sang pilot dan penumpangnya. Mereka menyatakan tidak akan melepaskan para sandera. “Pilotnya kami TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma tahan dan dia menjadi sandera kami, dan penyanderaan ini merupakan kedua kalinya yang kami lakukan,” jelas Sebby.

  Sementara itu kantor berita ANTARA melaporkan usai membakar pesawat Susi Air organisasi kelompok pimpinan Egianus Kogoya dikabarkan menyandera 15 pekerja bangunan yang sedang mengerjakan pembangunan Puskesmas di Paro, Kabupaten Nduga.

“Memang ada laporan 15 pekerja yang sedang membangun puskesmas Paro di sandera KKB. Laporan tersebut masih didalami untuk memastikan kebenarannya,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny kepada ANTARA, Selasa malam (7/2) di Jayapura.

Baca Juga :  BNI Wilayah 16 Tanah Papua Lakukan Operasional Terbatas

Kasusnya masih didalami karena dari laporan ke 15 pekerja itu, diduga oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya sebagai agen intelijen dan itu yang selalu diungkap, walaupun kenyataannya mereka memang karyawan atau tukang bangunan dan saat ini dilaporkan dibawa ke Mapnduma .

Kabid Humas Polda Papua ketika ditanya nasib pilot Susi Air belum ada perkembangan. “Kami belum dapat memastikan bagaimana kondisi pilot Susi Air Philip Merthens beserta lima penumpangnya, ” aku Kabid Humas Polda Papua Kombes Benny.

Terpisah, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyebut tim gabungan masih terus mencari keberadaan pilot dan penumpang Susi Air yang pesawatnya dibakar Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua.

“Terkait dengan perkembangan pilot dan penumpang yang disandera KKB saat ini memang sedang dalam pencarian,” kata Listyo di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (7/2).

Pesawat milik Susi Air dengan Nomor Penerbangan SI 9368 tersebut dibakar KKB di Lapangan Terbang Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Selasa pagi. “Kami tim gabungan dari Operasi Damai Cartenz saat ini sedang melakukan operasi pencarian, sedangkan untuk hasilnya nanti akan kami informasikan,” tambah Listyo.

Baca Juga :  Salat Ied Dianjurkan di Rumah Saja

terpisah, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri memastikan pembakaran pesawat Susi Air oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tidak berkaitan dengan penanganan kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur nonaktif Papua, Lukas Enembe di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Peristiwa pembakaran itu terjadi setelah pesawat dilaporkan hilang kontak pada pukul 06.17 WIT. “Tidak ada,” kata Mathius Fakhiri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (7/2).

Fakhiri menjelaskan, aksi pembakaran itu terjadi setelah sebelumnya terjadi pengancaman kepada pekerja puskesmas di lokasi. Pesawat tersebut digunakan untuk mengevakuasi pekerja puskesmas. “Ada pengancaman terhadap pekerja puskesmas. Kita berusaha untuk evakuasi. Namun kemarin pesawat yang kita kirim tadi pagi ya dibakar,” papar Fakhiri.

Oleh karena itu, Fakhiri memastikan akibat aksi pembakaran dari KKB itu saat ini kepolisian daerah Papua tengah melakukan penyelidikan. “Ya ada gangguan sedikit dari kelompok bersenjata. Kita sudah berusaha tangani nanti kita akan ke sana untuk bagaimana masyarakat di sana,” tegasnya.(antara)

Kapolri Sebut Tim Gabungan Damai Cartenz Fokus Cari Pilot dan Penumpang

JAKARTA – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM) mengklaim sebagai pihak yang bertanggung jawab atas aksi pembakaran pesawat Susi Air Pilatus Porter PC 6/PK-BVY. Pembakaran terjadi dibawah kepemimpinan Egianus Kogeya.

“Kami TPNPB KODAP III Ndugama-Derakma sudah membakar satu pesawat jenis Susi Air nomor registrasi PK-BVY di lapangan terbang distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua,” kata Juru Bicara TPNPB OPM, Sebby Sambom, Selasa (7/2).

Selain itu, TPNPB OPM juga mengklaim menyandera sang pilot dan penumpangnya. Mereka menyatakan tidak akan melepaskan para sandera. “Pilotnya kami TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma tahan dan dia menjadi sandera kami, dan penyanderaan ini merupakan kedua kalinya yang kami lakukan,” jelas Sebby.

  Sementara itu kantor berita ANTARA melaporkan usai membakar pesawat Susi Air organisasi kelompok pimpinan Egianus Kogoya dikabarkan menyandera 15 pekerja bangunan yang sedang mengerjakan pembangunan Puskesmas di Paro, Kabupaten Nduga.

“Memang ada laporan 15 pekerja yang sedang membangun puskesmas Paro di sandera KKB. Laporan tersebut masih didalami untuk memastikan kebenarannya,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny kepada ANTARA, Selasa malam (7/2) di Jayapura.

Baca Juga :  Gagalkan Penyelundupan Munisi Tajam

Kasusnya masih didalami karena dari laporan ke 15 pekerja itu, diduga oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya sebagai agen intelijen dan itu yang selalu diungkap, walaupun kenyataannya mereka memang karyawan atau tukang bangunan dan saat ini dilaporkan dibawa ke Mapnduma .

Kabid Humas Polda Papua ketika ditanya nasib pilot Susi Air belum ada perkembangan. “Kami belum dapat memastikan bagaimana kondisi pilot Susi Air Philip Merthens beserta lima penumpangnya, ” aku Kabid Humas Polda Papua Kombes Benny.

Terpisah, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyebut tim gabungan masih terus mencari keberadaan pilot dan penumpang Susi Air yang pesawatnya dibakar Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua.

“Terkait dengan perkembangan pilot dan penumpang yang disandera KKB saat ini memang sedang dalam pencarian,” kata Listyo di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (7/2).

Pesawat milik Susi Air dengan Nomor Penerbangan SI 9368 tersebut dibakar KKB di Lapangan Terbang Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Selasa pagi. “Kami tim gabungan dari Operasi Damai Cartenz saat ini sedang melakukan operasi pencarian, sedangkan untuk hasilnya nanti akan kami informasikan,” tambah Listyo.

Baca Juga :  Kesungguhan Pemerintah Papua Ingin Berubah dan Mengejar Ketertinggalan

terpisah, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri memastikan pembakaran pesawat Susi Air oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tidak berkaitan dengan penanganan kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur nonaktif Papua, Lukas Enembe di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Peristiwa pembakaran itu terjadi setelah pesawat dilaporkan hilang kontak pada pukul 06.17 WIT. “Tidak ada,” kata Mathius Fakhiri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (7/2).

Fakhiri menjelaskan, aksi pembakaran itu terjadi setelah sebelumnya terjadi pengancaman kepada pekerja puskesmas di lokasi. Pesawat tersebut digunakan untuk mengevakuasi pekerja puskesmas. “Ada pengancaman terhadap pekerja puskesmas. Kita berusaha untuk evakuasi. Namun kemarin pesawat yang kita kirim tadi pagi ya dibakar,” papar Fakhiri.

Oleh karena itu, Fakhiri memastikan akibat aksi pembakaran dari KKB itu saat ini kepolisian daerah Papua tengah melakukan penyelidikan. “Ya ada gangguan sedikit dari kelompok bersenjata. Kita sudah berusaha tangani nanti kita akan ke sana untuk bagaimana masyarakat di sana,” tegasnya.(antara)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya