Friday, June 14, 2024
23.7 C
Jayapura

Pencarian Pilot Menyebar ke Empat Kabupaten

Polisi Sebut Egianus Tidak Cuma Menggertak, Tapi Dia Lakukan Apa yang Dikatakan

JAYAPURA – Kasus penyanderaan pilot Susi Air Kapten Philip Mark Merthens (37) belum juga berakhir walau sudah berlangsung selama dua bulan atau 59 hari sejak peristiwa tersebut terjadi pada 7 Februari 2023 di Distrik Paro, Nduga hingga kini titik posisinya juga belum diketahui.

Berbagai upaya sudah dilakukaan oleh aparat gabungan TNI-Polri, mulai dari penempataan pasukan hingga membentuk tim negosiasi yang dikoordinasi Penjabat Bupati Nduga Namia Gwijangge.

Proses pencarian kini mencakup beberapa kabupaten yang berbatasan dengan Nduga. Dijelaskan Satgas Damai Cartnez bahwa pada bulan pertama penyanderaan, pelaku penyanderaan yakni Egianus Kogoya sempat terdeteksi berada di Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya.

Namun ketika personel TNI-Polri tiba di wilayah tersebut, keberadaan Egianus dan kelompoknya, sudah tidak terlihat di Kuyawage dan diyakini telah kembali ke Nduga.

Baca Juga :  Jalur Jayapura-Yalimo Diperketat

Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Faizal Ramadhani menjelaskan, salah satu alasan mengapa hingga kini aparat keamanan belum berhasil menemukan Kapten Philip adalah karena mereka sangat berhati-hati.

Hal ini dilakukan karena, sosok Egianus Kogoya memiliki rekam jejak yang cukup kelam dalam hal pembunuhan.  “Dengan adanya ancaman yang dikeluarkan pimpinan KKB tersebut, aparat keamanan ingin memastikan keselamatan pilot berkewarganegaraan Selandia Baru tersebut. Egianus ini biasanya tidak cuma menggertak, dia lakukan apa yang dia katakan, makanya kami tidak boleh gegabah,” kata Faisal dalam rilisnya, Kamis (6/4) lalu.

Di sisi lain kata Faisal, adanya informasi dari berbagai pihak membuat wilayah pencarian semakin luas. Kini pencarian sang pilot sudah mencakup empat kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan, mulai dari Nduga, Lanny Jaya, Yahukimo dann Puncak. “Sudah menyebar di 4 kabupaten yaitu Nduga, Lanny, Puncak dan Yahukimo,” katanya.

Baca Juga :  Saatnya Perempuan Diberi Kesempatan dan Membuktikan Jadi Pemimpin di Papua

Faizal tak menampik dimana  korban  yang berjumlah satu orang kemudian pelaku yang tidak terlalu banyak namun ini membuat proses pencarian menjadi lebih sulit dan menemui berbagai kendala. “Luas wilayah pencarian di empat kabupaten di Papua Pegunungan ini mencakup (35.378 kilometer persegi), ini membuat kita membutuhkan waktu untuk mencari keberadaan pilot dan temui berbagai kendala,” kata Faizal.

Namun dengan segala kendala tersebut, Faizal memastikan tim gabungan TNI-Polri akan berusaha maksimal untuk bisa menyelamatkan Kapten Philip dalam keadaan hidup. Menurut dia, semua pihak harus bisa bersabar dan memberi dukungan dalam bentuk apapun agar operasi ini bisa segera berhasil dilakukan. “Kami minta dukungan doa dari semua pihak karena kami akan terus maju untuk menyelamatkan pilot dari tangan KKB,” imbuhnya. (ade/wen)

Polisi Sebut Egianus Tidak Cuma Menggertak, Tapi Dia Lakukan Apa yang Dikatakan

JAYAPURA – Kasus penyanderaan pilot Susi Air Kapten Philip Mark Merthens (37) belum juga berakhir walau sudah berlangsung selama dua bulan atau 59 hari sejak peristiwa tersebut terjadi pada 7 Februari 2023 di Distrik Paro, Nduga hingga kini titik posisinya juga belum diketahui.

Berbagai upaya sudah dilakukaan oleh aparat gabungan TNI-Polri, mulai dari penempataan pasukan hingga membentuk tim negosiasi yang dikoordinasi Penjabat Bupati Nduga Namia Gwijangge.

Proses pencarian kini mencakup beberapa kabupaten yang berbatasan dengan Nduga. Dijelaskan Satgas Damai Cartnez bahwa pada bulan pertama penyanderaan, pelaku penyanderaan yakni Egianus Kogoya sempat terdeteksi berada di Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya.

Namun ketika personel TNI-Polri tiba di wilayah tersebut, keberadaan Egianus dan kelompoknya, sudah tidak terlihat di Kuyawage dan diyakini telah kembali ke Nduga.

Baca Juga :  Sebut Kelompok yang Berseberangan Tak Harus Dimusuhi dan Diperangi

Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Faizal Ramadhani menjelaskan, salah satu alasan mengapa hingga kini aparat keamanan belum berhasil menemukan Kapten Philip adalah karena mereka sangat berhati-hati.

Hal ini dilakukan karena, sosok Egianus Kogoya memiliki rekam jejak yang cukup kelam dalam hal pembunuhan.  “Dengan adanya ancaman yang dikeluarkan pimpinan KKB tersebut, aparat keamanan ingin memastikan keselamatan pilot berkewarganegaraan Selandia Baru tersebut. Egianus ini biasanya tidak cuma menggertak, dia lakukan apa yang dia katakan, makanya kami tidak boleh gegabah,” kata Faisal dalam rilisnya, Kamis (6/4) lalu.

Di sisi lain kata Faisal, adanya informasi dari berbagai pihak membuat wilayah pencarian semakin luas. Kini pencarian sang pilot sudah mencakup empat kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan, mulai dari Nduga, Lanny Jaya, Yahukimo dann Puncak. “Sudah menyebar di 4 kabupaten yaitu Nduga, Lanny, Puncak dan Yahukimo,” katanya.

Baca Juga :  Lima Tahun DPO, Master Kriminal di Jayapura Dibekuk

Faizal tak menampik dimana  korban  yang berjumlah satu orang kemudian pelaku yang tidak terlalu banyak namun ini membuat proses pencarian menjadi lebih sulit dan menemui berbagai kendala. “Luas wilayah pencarian di empat kabupaten di Papua Pegunungan ini mencakup (35.378 kilometer persegi), ini membuat kita membutuhkan waktu untuk mencari keberadaan pilot dan temui berbagai kendala,” kata Faizal.

Namun dengan segala kendala tersebut, Faizal memastikan tim gabungan TNI-Polri akan berusaha maksimal untuk bisa menyelamatkan Kapten Philip dalam keadaan hidup. Menurut dia, semua pihak harus bisa bersabar dan memberi dukungan dalam bentuk apapun agar operasi ini bisa segera berhasil dilakukan. “Kami minta dukungan doa dari semua pihak karena kami akan terus maju untuk menyelamatkan pilot dari tangan KKB,” imbuhnya. (ade/wen)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya