Sebanyak 540 kios atau lapak jualan milik pedagang di Pasar Phara Sentani dan 15 ruko dikawasan luar pasar ludes terbakar api. Kejadian itu terjadi, Jumat (6/1), sekira pukul 15.40.WIT.
Warga Abepura, Distrik Abepura, Kota Jayapura, digegerkan dengan penemuan mayat berjenis kelamin laki laki di Abepura Gunung, Rabu (4/1) sekira pukul 13.00 WIT. Pria yang tinggal sendiri di rumahnya ini, diketahui meninggal setelah banyak lalat mengerubuti korban di tempat tinggalnya.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura dalam pernayataannya menegaskan bahwa isu akan terjadi Tsunami adalah hoax namun warga tetap saja memilih mengungsi ke tempat yang aman.
Publik di Kota Jayapura nampaknya mendapat warning keras dari sejumlah kasus kebakaran yang melanda. Bayangkan saja, tiga hari berturut-turut kebakaran terjadi di tiga tempat berbeda.
Kepanikan warga pasca gempa yang terjadi sekira pukul 22.00 WIT ada Selasa (3/1) direspon warga dengan kepanikan. Ratusan warga yang tinggal di Dok VIII, Dok IX dan APO Pantai Distrik Jayapura Utara memilih untuk mengungsi.
Hingga tadi malam gempa susulan masih saja terjadi, kendati goncangan gempa tak sebesar Senin (2/1) lalu, namun masyarakat merasa was-was akan gempa tersebut.
Kasus kebakaran yang terjadi di Koya Barat masih dalam penyelidikan terkait apa penyebab api. Meski telah diketahui titik awal api dimana berasal dari kios fashion namun apakah dari kompor atau arus pendek atau penyebab lain ini yang belum terungkap. Selain itu ada juga laporan jika pasca kejadian ada sebuah brankas yang hilang.
Situasi gempa susulan yang terjadi sejak Senin (2/1) kemarin tidak hanya memberi efek kerusakan ringan pada bangunan infrastruktur tetapi juga menimbulkan rasa trauma. Beberapa warga mengaku sulit tidur nyenyak dan terkadang melompat sendiri ketika terjadi getaran meski bukan akibat gempa.
Kebakaran nampaknya membuka kasus awal tahun yang cukup mendapat perhatian Polresta Jayapura Kota. Bagaimana tidak dari musibah ini ada 7 tempat usaha yakni 5 kios dan 2 ruko di Jalan Protokol Koya Barat Kelurahan Koya Barat Distrik Muara Tami yang ludes terbakar. Kejadian ini terjadi pada Senin (2/1) siang sekira pukul 14.25 WIT.
Disaat sebagian besar masyarakat masih terlelap tidur tiba-tiba gempa yang lumayan kuat menggguncang Kota Jayapura dan sekitarnya, Selasa (2/1) kemarin itu membuat masyarakat panik dan langsung ke luar rumah, bangunan dan sebagainya. Gempa yang cukup kuat itu berlangsung beberapa kali dalam waktu cukup dekat.
Seorang pria dikabarkan jatuh dari atas Jembatan Youtefa pada Selasa (27/12) dini hari. Anehnya, anggota Polisi yang mendatangi lokasi dengan maksud menolong yang bersangkutan justru memarahi Polisi.
Pesawat Rimbun Air dengan nomor penerbangan PK-OTY, Jumat (23/12) sekitar pukul 13.37 WIT tergelincir saat mendarat di bandara Moenamani, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah.
Lantaran salah presepsi dua kelompok masyarakat yang bertikai di Kampung Ilekma, dimana dipicu dari kebakaran sebuah honai yang menimbulkan adanya korban jiwa
Iapun tidak mengetahui penyebab utama kejadian tersebut, namun dipastikan api muncul dari rumah milik warga. "Tidak tahu penyebabnya apa tapi memang api tiba tiba muncul dari rumahnya Pak ongen Manuputi," kata Tinus.
Seorang Anak Buah Kapal (ABK) KMN Alifah bernama Paulinus (25) yang akrab dipangggil Po mengalami kecelakaan di Kali Digoel, Kabupaten Boven Digoel, Senin (19/12) sekitar pukul 07.30 WIT.
Sebelumnya, Tim SAR Gabungan Sat Polair Polresta Jayapura Kota bersama Basarnas Kota Jayapura melakukan pencarian terhadap korban sejak Senin (19/12) sekira pukul 08:00 WIT usai dinyatakan hilang hingga Selasa (20/12) sekira pukul 13:10 WIT.
Namun para korban yang terluka tersebut sebagian sudah kembali ke rumahnya setelah menjalani perawatan di rumah sakit. ‘’Sudah ada yang pulang. Kalau dari Dinas Kesehatan, kepala dinasnya bilang sehat-sehat saja. Tidak ada yang sampai kritis,’’ katanya.
Kapolres Mappi AKBP Damianimus Edi Susanto saat dihubungi lewat telpon selulernya ke Mappi membenarkan bentrokan yang terjadi tersebut yang diperkirakan sejumlah warga maupun dari pihak aparat terluka.
“Para korban saat ini tinggalnya tidak menentu, ada yang mengamankan diri di keluarga dan masjid sekitar. Bahkan di rumah saya sendiri sekitar 30 orang yang tinggal,” kata La Misili saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (13/12).
Kepolisian Resor Puncak saat ini tengah menangani kasus penembakan yang terjadi di Kompleks Pasar Sinak sekira pukul 09.00 WIT. Pria 32 tahun itu tewas dengan mengalami luka tembak di bagian belakang kepala.
Kejadian ini terjadi di Jalan Baru Pasir III Kelurahan Angkasa Distrik Jayapura Utara, Sabtu (10/12) sore sekitar Pukul 16.30 WIT. Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon melalui Kapolsek Jayapura Utara AKP Jahja Rumra, saat dikonfirmasi via telepon selulernya membenarkan kejadian tersebut.
Kepastian ini berdasarkan keterangan para saksi dan barang bukti yang diperoleh dari TKP. Di mana, salah satu penghuni kamar kos yang ada di ujung bangunan tersebut menyalakan kompor minyak dan lupa mematikan saat keluar rumah.
Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT didampigi Kepala Distrik Tabonji Wellem Kambuam, SIP kepada wartawan di Merauke membenarkan peristiwa yang dialami warga di Kampoung Kirworo, Distrik Tabonji pada Jumat (22/12).
Namun saat ditemukan, korban dalam posisi tak bernyawa. Korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan sekitar 4 Km jika ditarik garis lulus TKP semula di hulu Sungai Kumbe, sekitar pukul 11.35 WIT. Jenazah korban ditemukan berada dalam anak sungai di antara semak-semak dan ranting pohon.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal membenarkan peristiwa tersebut. Kabid Humas menjelaskan bahwa korban merupakan Bintara SPKT Polres Yahukimo dimana saat itu ia hendak menuju Bank BRI guna melakukan penarikan sejumlah uang.
"Korban terjatuh sekira pukul 19.10 WIT akibat terkena tali jangkar," katanya. Upaya pencarian oleh rekan-rekannya langsung dilakukan, namun tidak membuahkan hasil. Pada pukul 20.20 WIT, lanjut Darmawan, 1 tim rescue dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat.
“Mayat korban ditemukan oleh masyarakat sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan luka dan darah di sekujur tubuhnya di bawah meja jualan,” ungkapnya saat ditemui di Polres Jayawijaya.
Di ditubuhnya, ditemukan sejumlah luka alat tajam. Bahkan, leher korban nyaris putus, kaki kakan korban putus dan sejumlah luka lainnya. Engelbertus Konakaimu (23), sepupu korban saat datang melaporkan kasus tersebut ke SPKT Polres Merauke mengungkapkan, Sabtu malam, dirinya masih bertemu dengan korban yang saat itu ingin bertemu dengan bosnya untuk meminjam uang.
Truk yang mengangkut 25 orang dari area perkebunan kelapa sawit yang dulunya dikelola PT Pusaka Agro Lestari (PT PAL) terbalik di sekitar pukul 11.00 WIT. Lima penumpang yang meninggal dunia diantaranya Agus Tabuni, Yulianus Magal, Yulianus Magai, Joe Wamoni dan Abraham Gobai.
Saat itu, sekira pukul 09.00 WIT ia sedang mangkal di depan Dealer Bosowa dan tercium bau tak sedap . Iapun melihat ke bawah jembatan jalan masuk Kotaraja Grand dan disitu ia melihat sosok tubuh manusia dengan posisi terlentang. Setelah itu iapun memberitahukan kepada rekannya Zainul. Setelah dicek ternyata betul ada sosok tubuh manusia yang tak lagi bernyawa.
Tak berhenti disitu, kebakaran kembali terjadi di Asrama Polisi (Aspol) Deplat Jayapura Utara. kali ini membakar sekitar 5 unit rumah dinas (Rumdin) kepolisian tepatnya tak jauh dari Bengkel Polda Papua depan Lapangan SPN Jayapura pada Kamis (17/11) siang.
“Soal kebakaran ini kita tidak bisa memandang remeh karena setiap bulan selalu saja ada yang mengalami musibah tersebut. Ini tak bisa lagi dianggap main – main karena selalu terjadi,” kata Frans kepada warga saat mendampingi Benhur Tomi Mano melakukan kunjungan di lokasi kebakaran di Rusun Dok IX, Jayapura Utara, Senin (14/11).
Mirisnya lagi disaat sedang tertimpa musibah ternyata masih ada orang yang memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan. Saat malam kejadian sebagian pemilik rumah memilih meninggalkan rumah dan mengungsi.
WAMENA —Bentrokan warga yang terjadi di Jalan Trans Kimbim tepatnya di Kampung Honelama yang melibatkan kelompok dari Woken dan Costan Elopere yang terjadi pada Sabtu dan Minggu (12-13/11) lantaran dipicu dari kecurigaan terkait kasus penganiayaan yang mengakibatkan Korban Nus Khalolik meninggal dunia
Saat malam kejadian sebagian pemilik rumah memilih meninggalkan rumah untuk mengungsi. Saat itulah ada kelompok warga yang melakukan penjarahan. Tak tanggung-tanggung pintu rumah yang digembok justru didobrak dan para pelaku langsung menjarah isi rumah. Tak hanya barang berukuran kecil tapi banyak alat elektronik yang dibawa kabur.
Kekabaran ini diduga dari ledakan minyak tanah dari salah satu gudang minyak tanah yang ada di sekitar pasar inpres. "Kebakaran ini terjadi sekitar pukul 19.25 wit, awalnya dari gudang minyak tanah disamping pasar," ujar Geri warga dok IX.
Dalam aksi itu pihak Kepolisian sempat keluarkan gas air mata untuk mengamankan dan melakukan penembakan di dalam halaman kampus, selain itu, secara terpisah usai di amankan mahasiswa sebelumnya ada juga dua mahasiswa di jemput paksa aparat karena dinilai terlibat saat menonton kejadian itu, mereka langsung ditangkap sambil aparat melakukan pemukulan kepada mahasiswa hingga berdarah di sekitaran wajah mahasiswa.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura Heri Purnomo, S.Si., mengatakan, Gerhana Bulan Total terjadi saat posisi matahari bumi bulan sejajar. Hal itu terjadi saat bulan berada di umbra Bumi, yang berakibat, saat puncak gerhana bulan total terjadi, Bulan akan terlihat berwarna merah.
Kapolres Jayawijaya AKBP. Hesman Napitupulu, SH, SIK, MH ketika dikonfirmasi membenarkan adanya satu unit rumah milik Pdt. Dorman Wandikbo ludes dilalap si jago merah beserta dengan isinya.
Dari video yang beredar terlihat darah mengalir deras dari kepala korban dan ia tewas seketika. Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Victor Mackbon melalui Kapolsek Jayapura Selatan AKP Julkifli Sinaga menyampaikan bahwa anggotanya menerima lapora pada pukul setengah 12 malam dan langsung meluncur ke TKP.
Anggota Polres dan Tim SAR Jayawijaya saat mengevakuasi mayat pria tanpa identitas dari Kali Baliem di Wilayah Kampung Pikhe, Senin, (31/10), kemarin. (FOTO: Denny/ Cepos)
Kejadian ini terjadi sekira pukul 09.15 WIT dimana menurut Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal pesawat tersebut tergelincir saat mendarat di Bandara Aminggaru Ilaga.
Sebagaimana sekira pukul 01.00 WIT telah dirawat 53 orang masyarakat akibat dugaan keracunan makanan tersebut dengan rincian laki laki dewasa sebanyak 13 orang, perempuan dewasa 22 orang, anak anak laki laki 5 orang dan anak perempuan 13 orang.
Kapolsek Abepura saat ditemui media ini di TKP mengatakan, Sekitar pukul 18.00 WIT, Ipda La Jamuali (Kanit Patroli Polsek Abepura) mendapatkan informasi dari lantas Polda melalui Radio bahwa telah terjadi penembakan di Perumahan Permata Indah Tanah Hitam. Setelah mendapatkan informasi tersebut kemudian Kanit Patroli Polsek Abepura langsung menuju TKP.
Ia bersuara lantang karena trauma dengan kejadian sebelumnya. Apalagi jarak rumah yang terbakar hanya sekitar 3 meter dari bangunannya. Untungnya warga dan unit damkar serta unit watercanon tiba lebih cepat dan melakukan upaya pemadaman.
Sejumlah video di TKP dishare berantai. Aksi para pelaku yang diduga berjumlah 9 orang ini terbilang sadis mengingat para korban tak melakukan perlawanan dan langsung dibunuh.
Akibat kecelakaan laut ini ini tiga orang dinyatakan hilang namun enam orang lainnya dinyatakan berhasil selamat. Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal menjelaskan bahwa kejadian berawal ketika kesembilan penumpang menggunakan perahu ketinting dari Distrik Atsj menuju Kampung Yefu Distrik Auyu.
“Kami sudah cek ternyata korban ini bukan tertembak oleh orang tak dikenal (OTK) seperti laporan awalnya melainkan secara tidak sengaja tertembak temannya sendiri ketika sedang bermain,” kata Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Victor Mackbon, Jumat (23/9).
Dari keterangan yang diperoleh Cenderawasih Pos, kejadian ini terjadi Kamis malam (22/9) sekira pukul 20.00 WIT di Jl.Poros Koya Timur tak jauh dari penjual Nasi Bambu. Kejadian berawal ketika korban berbonceng tiga dengan temannya bernama Muhammad Nabil dan Irzan dari Jl. Kelapa Gading Hendak ke Koya Tengah dengan tujuan mengambil uang.
Seorang warga yang namanya enggan dikorankan menyampaikan, ricuh antara warga sekitar Pasar Yaoutefa dengan penghuni Asrama Kinaonak dipicu dugaan seorang pemuda penghuni Asrama yang memukul perempuan.
Alhasil kasus penemuan bayi ini nampaknya tidak akan diteruskan ke ranah hukum. Sang ibu sudah mengakui semua kepada pihak keluarga dimana ia harus meletakkan bayi tersebut di depan pintu karena kondisinya tidak memungkinkan untuk melahirkan di rumah sakit.
Itu diketahui sekira pukul 15.00 WIT dan hingga Kamis (15/9) polisi masih menyelidiki identitas korban. Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Victor D. Mackbon melalui Kapolsek Jayapura Selatan Kompol Hendrik Seru saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa kabar ini awalnya diketahui oleh seorang pria bernama Frans (20) yang merupakan penjaga portal di dekat lokasi kejadian.
Rilis yang diterima dari Kantor SAR Merauke menyebut, Port Vila Chief sebuah kapal kontainer yang pertama kali melihat ada satu kapal dalam posisi terbalik dan mengapung di tengah laut pada Rabu siang tanggal 14 September 2022 lalu.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Victor D. Mackbon melalui Kasat Reskrim AKP Handry M. Bawiling menyampaikan bahwa bayi perempuan ini dalam kondisi hidup dan sehat.
Aksi KKB yang mendadak itu membuat para pekerja lari tunggang langgang menyelamatkan diri. Yang lebih menyedihkan lagi para pelaku membakar 6 alat berat yang terdiri dari 5 buah excavator dan 1 buah buldozer.
Kapolsek menerangkan, saksi Adi yang merupakan tetangga kamar, merasa curiga karena tidak melihat almarhum beberapa hari terakhir. Kemudian sekitar pukul 07.00 WIT pagi, saksi kembali memanggil, namun tidak ada respon dan karena curiga saksi kemudian mengajak tetangga kos untuk mendobrak pintu kamar almarhum.
Kabid Damkar Kota Jayapura, Margaretha Veronita Kirana yang ditemui di lokasi kejadian membenarkan kondisi tersebut. “Iya, rumah ini sudah lama kosong dan memang tak ada aliran atau jaringan listrik lagi yang masuk, tapi kami juga bingung kok bisa terbakar ya,” jelas Veronita usai melakukan pembasahan.
‘’Dalam laporannya, Emanuel menceritakan kronologi kejadian bahwa kedua korban pergi memancing ikan pada hari Jumat (9/9) kemarin pukul 10.30 WIT menuju ke kali Mandobo. Namun hingga sore hari, keduanya tidak kunjung pulang dan pihak keluarga berusaha mengubungi menggunakan saluran telepon seluler,’’ katanya.
Pesawat ini tergelincir saat melakukan pendaratan. Saat sedang landing, tiba-tiba pesawat tergelincir keluar dari jalur bandara. Untungnya dari kecelakaan ini tidak terjadi korban jiwa. “Hanya empat orang yang mengalami luka-luka dan sudah mendapat perawatan,” ujar Kombes Kamal, Selasa (30/8).
Terkait dengan peristiwa 22 agustus itu, Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) sudah mendapatkan informasi sejak hari H kejadian berdasarkan sumber yang berada di Mimika.
Empat orang korban diantaranya Arnold Lokbere, Irian Nirigi, Lemaniel Nirigi dan Atis Tini dibunuh dan jenazahnya dimutilasi di Kelurahan Kamoro Jaya SP 1. Bagian tubuh korban lantas diisi dalam 6 karung dan dibuang pelaku di Kali Pigapu, Distrik Iwaka.
Korban mengalami sejumlah luka berat akibat sabetan parang. Ia dinyatakan meninggal di lokasi kejadian. Polisi sendiri tengah mengejar para pelaku yang telah diketahui identitasnya tersebut.
Jenazah Sugeng, warga Jalan Ternate Kelurahan Seringgu Jaya, Merauke, tiba di Pelabuhan Perikanan Nusantara Merauke, Selasa (23/8) menggunakan kapal yang dinahkodainya. Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Merauke untuk dilakukan visum.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan kejadian tersebut berawal dari adanya informasi dari masyarakat yang melaporkan terkait kejadian laka laut di Tanjung Kuda Kampung Bukisi, Distrik Demta, Kabupaten Jayapura yang membawa rombongan Kepala Kampung Muris Kecil dan masyarakat sekira 13 orang termasuk motoris.
Kapolres Jayawijaya, AKBP Hesman Napitupulu, SH, SIK, MH menyatakan, kasus kebakaran yang terjadi 15 Agustus lalu, pihaknya masih melakukan penyelidikan, belum ada laporan polisi dan laporan pengaduan dari masyarakat terkait kebakakaran tersebut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Spuriyanto Ridwan, SE., mengungkapkan, ketiga korban ditemukan oleh tim SAR Gabungan yang terus melakukan pencarian di sekitar tempat kejadian perkara.
Untungnya dalam melakukan aksinya ini tidak menimbulkan korban jiwa dan dugaan sementara aksi pembakaran ini diduga dilakukan oleh KKB Paniai yang dipimpin Stefanus Kobogau dan Ayun Waker yang merupakan anggota KKB Kodap VIII Kemabu Kabupaten Intan Jaya.
Dari informasi yang dihimpun Cenderawasih Pos di lapangan menyebutkan, sekitar pukul 22.15 WIT., diduga terjadi penganiayaan terhadap dua anggota Kodim 1702/Jayawijaya di depan Tugu Salib di Jalan Yos Sudarso, Distrik Wamena.
Kapolsek Heram, AKP. Frangky Rumbiak menerangkan, tiga petak rumah yang terbakar diketahui milik almarhum Martinus Uropmabin, Kris Worembai (52) dan Alosius Yawalka (50). Dimana menurut saksi bernama Natalis Uropmabin (25) yang tinggal di rumah almarhum Martinus Uropmabin, api diduga berasal dari lilin yang dinyalakan di dalam rumah.
“Jaraknya sekitar 150 meter dari lokasi kejadian. Saat ini tim gabungan dibantu masyarakat setempat masih melakukan pencarian terhadap tiga orang korban lainnya,” ujar Kombes Kamal dalam rilisnya, Jumat (19/8).
Kapolres Mappi, AKBP Damianus Dedy Susanto, SIK, SH, MH, melalui Kasat Reskrim Iptu Andi Suhidin, SH, M.Si saat dihubungi koran ini melalui selulernya membenarkan musibah kebakaran yang menimpa Kapal LCT Cahaya Arrohim dan Kapal kayu Purnama.
Polisi belum menyimpulkan apa penyebab kebakaran dan kasus ini dan masih ditangani Polres Dogiyai. Untungnya dengan upaya yang ada api akhirnya berhasil di padamkan 1 jam kemudian dan tidak sampai membakar seluruh gedung.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal saat dikonformasi, Minggu (14/8) siang mengatakan, korban Arif pertama kali ditemukan pada pukul 18.30 WIT oleh saksi berinisial MM di sekitar SMA Negeri I Kampung Ekeitadi, Distrik Paniai Timur.
Kedua korban adalah Ahmad Rifai (42) dan Yohanes Pasaban (39). Yohanes Pasaban tewas karena mengalami luka tusuk di bagian dada tengah dengan kedalaman tusukan 4cm, lebar luka 3 cm dan panjang luka 1 cm, Luka robek di bagian dada kanan dengan panjang luka 5 cm, lebar 1/2 cm.
Kapolres Jayapura, AKBP. Fredrickus Maclarimboen, mengungkapkan, pihaknya melalui Satuan Polair di Danau Sentani, awalnya menerima laporan dari masyarakat terkait temuan jenazah pria tanpa identitas.
Diduga korban yang tinggal di Abe Pantai ini mengoperasikan truk dalam keadaan mengantuk dan posisi ban mobil tiba-tiba keluar dari badan jalan kemudian terguling. Korban mengalami luka memar pada bagian tangan dan diduga mengalami patah bagian leher hingga meninggal dunia di tempat kejadian.
Selain dua bangunan rumah makan dan pangkas rambut yang rata dengan tanah, juga showroom yang berisi 7 mobil dan 10 roda dua habis terbakar. Belum diketahui penyebab kebakaran ini. Polisi masih melakukan penyelidikan. Namun data yang dihimpun di TKP menyebutkan, api diperkirakan berasal dari rumah makan yang ada di samping showroom.
Danrem 172/PWY, Brigjen TNI J.O Sembiring tak menampik adanya insiden tersebut. Dimana menurut J.O Sembiring terkait adanya informasi kejadian meninggal dunianya personel TNI Satgas Yonif Mek 203/AK Pos Balingga Kabupaten Lanny Jaya hal tersebut benar adanya dan terjadi pada Kamis (4/8).
Kejadian ini dilaporkan terjadi di Doyo Baru Distrik Waibu Kabupaten Jayapura, Minggu (31/7) pagi dimana menurut Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal kasus ini dilaporkan oleh warga yang melihat keributan tersebut.
"Dari peristiwa ini tidak ada korban jiwa, namun hanya kerugian materil yang diperkirakan kurang lebih Rp 10 juta," ujar Kanit Lantas Ipda Adhita, kepada Cendrawasih Pos, Jumat (29/7).
Sementara pelaku penembakan berasal dari pos Brimob Satgas Damai Cartenz. Kasus ini mendapat perhatian serius dari Polda Papua dan Kodam XVII/Cenderawasih dimana masing-masing telah mengirimkan tim untuk melakukan pengecekan.
Dari laporan yang disampaikan, kejadian ini terjadi pada Rabu (27/7) dini hari sekira pukul 00.01 WIT. Korban diketahui merupakan seorang pria bernama Adrian (22) yang berstatus sebagai mahasiswa.
Aksi saling serang antar kedua kelompok warga yang sama -sama ikut dalam acara tersebut dapat dilerai dengan cepat dari panitia maupun aparat kepolisian yang turun ke lapangan.
Jenazah korban pembunuhan Adis Haryadi dimakamkan pihak keluarga di Merauke, Kamis (21/7). Korban dipenggal KKB pimpinan Elkius Kobak dan jenazahnya dimakamkan tanpa kepala. (foto:Kapolres Pegunungan Bintang for Cepos)
Kamal mengatakan korban bernama Roy Manampiring (42) telah dievakuasi dan telah dibawa ke Puskesmas Keneyam. “Jenazah (Roy Manampiring) merupakan salah satu korban pembunuhan pada hari Sabtu (16/7) lalu oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Pimpinan Egianus Kogoya tepatnya di tanjakan Adu Mama 2 Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga,” kata Kamal dalam rilisnya, Rabu (20/7).
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH., membenarkan tentang kejadian pembunuhan tersebut. Dimana korban bernama Adis Haryadi yang tewas dengan kondisi kepala dipenggal.
Islam Payage mengaku prihatin dengan kondisi tersebut dan menganggap perbuatan KKB ini tidak manusiawi apalagi dua diantaranya adalah tokoh agama. Ia meyakini dari kejadian ini ada banyak umat yang merasa berduka dan prihatian atas tragedi kemanusiaan tersebut.
Atas kejadian ini Forkom LKN telah melakukan rapat yang dihadiri para pengurus Ormas Paguyuban Nusantara Papua yang ada di Kota Jayapura. Dalam rapat tersebut, dikeluarkan pernyataan sikap sehubungan dengan tragedi kemanusiaan berupa rentetan peristiwa pembunuhan atau pembantaian rakyat sipil yang telah terjadi di beberapa daerah khususnya di daerah Nogolait, Kabupaten Nduga.
Setelah itu TPNPB kembali menembak lima orang yang sedang berjaga kios di jalan Batas Batu. “Lalu setelah menguasai jalan Batas Batu di Nogolait, tiba-tiba muncul 1 truk lewat. Kami tahan dan periksa dan saat itu 4 orang merunduk dan dianggap mencurigakan sehingga mereka kembali menembak 4 orang tersebut,” bebernya.
Ia berpendapat bahwa tidak semua daerah perlu ditangani dengan cara yang sama yang akhirnya masyarakat sipil jadi korban. Ini bisa lebih parah apabila ada provokasi elit politik yang berkembang dari waktu ke waktu.
Penyerangan terhadap warga sipil bukan kali pertama terjadi di Kabupaten Nduga. Dimana pada Desember tahun 2018 lalu, puluhan warga sipil pekerja di PT Istaka Karya juga tewas akibat dibantai KKB.
Namun untungnya Minggu siang kemarin petugas melaporkan jika rombongan DPRP yang berada di speedboat tersebut berhasil masuk ke arah Serui dan sampai ke Serui, sore kemarin dengan selamat.
Dua tokoh agama tersebut adalah Pdt Eliaser Baye S.Th dan Ustaz Daeng Marannu. Pendeta Eliaser sendiri merupakan gembala GKII Kemah Injil di daerah Yeretma sedangkan Daeng Marannu merupakan seorang da'i yang biasa berdakwah di Masjid Kenyam, Kampung Nogolait, Nduga.
Saat melepas jenazah korban kepada pihak keluarga di Timika, Minggu (17/7), Bupati Namia menyampaikan ungkapan belasungkawa dan berdoa agar ini menjadi kejadian terakhir di Nduga.