Pesawat Rimbun Air PK-OTY Tergelincir di Moenamani

Jayapura, 23/12 (ANTARA) -Kapolres Dogiyai Kompol Samuel Tatiratu kepada Antara, Jumat mengakui, pesawat naas itu tergelincir sesaat setelah mendarat di bandara Moenamani dari Timika.

Awalnya pesawat yang dipiloti Adi Susilo Pranoto dan co pilot Davin dan teknisi Arif saat mendarat tiba-tiba angin bertiup dengan kencang sehingga pesawat tergelincir dan keluar bandara.

“Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut karena hanya mengangkut kru pesawat, ” kata Tatiratu saat dihubungi dari Jayapura.

Dia menjelaskan pesawat Rimbun Air dengan nomor penerbangan PK-OTY saat ini masih di TKP namun aparat keamanan sudah memotong pagar agar sayap pesawat dapat ditarik kembali sambil menunggu konfirmasi dari komisi nasional keselamatan transportasi (KNKT).

Baca Juga :  Agustus, Erwin Gutawa Akan Bersimponi Bersama Musisi Papua

Walaupun demikian anggota TNI-Polri sudah memotong pagar agar sayap pesawat yang tersangkut dapat ditarik kembali sambil menunggu konfirmasi evakuasi dari Tim KNKT.

Aparat keamanan dibantu masyarakat sudah melakukan pembersihan sekitar badan pesawat dan menyiagakan satu alat berat eskavator milik PT. FMB untuk membantu evakuasi badan pesawat akibat ban depan patah dan ban sebelah kanan belakang masuk ke parit.

“Untuk mengetahui penyebab kecelakaan, anggota masih melakukan penyelidikan, ” kata Samuel.

Kabupaten Dogiyai merupakan salah satu kabupaten yang masuk dalam wilayah Provinsi Papua Tengah dengan ibukota Nabire.

Adapun kabupaten yang masuk dalam Provinsi Papua Tengah yaitu Kabupaten Nabire, Deiyai, Dogiyai, Paniai, dan Kabupaten Intan Jaya.

Baca Juga :  Jaga Kuliner Asli Papua, Mendorong Kelestarian Alam Papua

Jayapura, 23/12 (ANTARA) -Kapolres Dogiyai Kompol Samuel Tatiratu kepada Antara, Jumat mengakui, pesawat naas itu tergelincir sesaat setelah mendarat di bandara Moenamani dari Timika.

Awalnya pesawat yang dipiloti Adi Susilo Pranoto dan co pilot Davin dan teknisi Arif saat mendarat tiba-tiba angin bertiup dengan kencang sehingga pesawat tergelincir dan keluar bandara.

“Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut karena hanya mengangkut kru pesawat, ” kata Tatiratu saat dihubungi dari Jayapura.

Dia menjelaskan pesawat Rimbun Air dengan nomor penerbangan PK-OTY saat ini masih di TKP namun aparat keamanan sudah memotong pagar agar sayap pesawat dapat ditarik kembali sambil menunggu konfirmasi dari komisi nasional keselamatan transportasi (KNKT).

Baca Juga :  Satgas Pamtas Amankan Senpi dan 15 Butir Amunisi

Walaupun demikian anggota TNI-Polri sudah memotong pagar agar sayap pesawat yang tersangkut dapat ditarik kembali sambil menunggu konfirmasi evakuasi dari Tim KNKT.

Aparat keamanan dibantu masyarakat sudah melakukan pembersihan sekitar badan pesawat dan menyiagakan satu alat berat eskavator milik PT. FMB untuk membantu evakuasi badan pesawat akibat ban depan patah dan ban sebelah kanan belakang masuk ke parit.

“Untuk mengetahui penyebab kecelakaan, anggota masih melakukan penyelidikan, ” kata Samuel.

Kabupaten Dogiyai merupakan salah satu kabupaten yang masuk dalam wilayah Provinsi Papua Tengah dengan ibukota Nabire.

Adapun kabupaten yang masuk dalam Provinsi Papua Tengah yaitu Kabupaten Nabire, Deiyai, Dogiyai, Paniai, dan Kabupaten Intan Jaya.

Baca Juga :  Gangguan Listrik, Pembukaan FBLB Molor 3 Jam

Berita Terbaru

Artikel Lainnya