Tiga Warga yang Dibunuh Bukan Agen Intelijen
MIMIKA — Satuan Tugas Komando Operasi (Koops) TNI Habema membantah tuduhan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menyebut tiga warga sipil yang dibantai kemudian didokumentasikan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, sebagai agen intelijen. TNI memastikan ketiganya murni warga sipil yang menjadi korban penembakan kelompok bersenjata tersebut.
Ketiga korban tewas ditembak di Jalan Trans, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, pada Senin, 20 Juli 2026. Korban terdiri dari sepasang suami istri Yantius Kogoya dan Selly Wenda , serta seorang perempuan dari Suku Una Ukam. Hingga kini, identitas pasti para korban masih dalam proses penyelidikan aparat berwenang.
”Kelompok tersebut menuduh ketiga korban sebagai agen intelijen yang bekerja sama dengan pihak militer. Berdasarkan informasi yang kami peroleh, tuduhan tersebut tidak benar. Ketiga korban merupakan warga sipil. Mengenai tuduhan terhadap para korban, kami menyatakan tidak benar,” tegas Kepala Penerangan Operasi (Kapenops) TNI Habema, Letkol Infanteri M. Wiriartyadeguna, Kamis (23/7).
Sementara Gubernur Papua Pegunungan Dr (HC), Jhon Tabo melihat kejadian ini sudah terlalu sadis dan di luar nilai prikemanusiaan. Karenanya ia menyerahkan semua penanganannya kepada aparat keamanan. Kata Tabo jika masyarakat yang dijadikan korban maka masalah ini sudah tidak masuk akal.
“Sangat tidak masuk akal kalau masyarakat sekarang yang menjadi korban, oleh karena itu, kami serahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan. Pemerintah tetap melakukan pendekatan,”ungkap Tabo di Wamena.
Tabo menyampaikan bahwa hingga kini ia masih terus melakukan koordinasi dengan Bupati Yahukimo, dan setiap saat melakukan up date dan melaporkan semua kejadian. Secara terpisa Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga menyatakan saat ini, pihaknya telah menyiapkan dua tim pasukan. Tidak hanya untuk tempur saja tetapi juga untuk mengevakuasi.
“Dua tim kami siapkan, satu tim untuk bertempur dan satu lagi mengevakuasi korban. Hanya hingga kini kami masih terus melakukan pencarian,” kata Yudha. Ia juga meminta doa dari masyarakat agar dimudahkan melakukan pencarian dan evakuasi. “Doakan semoha korban bisa ditemukan,” tutupnya.