Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak keluarga melayangkan permohonan bantuan resmi melalui Kodim Yahukimo pada 27 Juli lalu. Permohonan disampaikan oleh Kepala Suku
Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang berujung pada tindakan kekerasan."Komnas HAM harus melakukan investigasi, jangan kemudian pilih-pilih kasus. Kalau ini tidak diinv
Pihak keluarga mendesak untuk segera disampaikan karena pihak keluarga tidak menerima jika tindakan TPNPB OPM hanya didasari kecurigaan tanpa adanya bukti fisik. "Kami menyampaikan permintaan kepada Kodap XVI Yahukimo dan Kodap III Ndugama,
Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, menegaskan tindakan menghilangkan nyawa seseorang secara sengaja merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang serius. Menurutnya, penyebaran video kekerasan juga merupakan bentuk int
​Evakuasi dua korban tewas—pasangan suami istri bernama Yentinus Kogoya dan Pam Wendakme—diwarnai kontak tembak antara personel TNI dan kelompok OPM. Insiden penembakan terhadap warga sipil tersebut sebelumnya terjadi pada Senin, 20 Juli 20
​Ketiga korban tewas ditembak di Jalan Trans, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, pada Senin, 20 Juli 2026. Korban terdiri dari sepasang suami istri Yantius Kogoya dan Selly Wenda , serta seorang perempuan dari Suku Una Ukam. Hingga kini,
Insiden maut ini terjadi di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Senin, 20 Juli 2026. Video pertama yang beredar terlihat seorang wanita menggunakan kaos hitam duduk di pinggir jalan dan di
Capaian tersebut disampaikan Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, dalam konferensi pers yang digelar di Markas Kogabwilhan III, Jalan Agimuga Mile 32, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Senin (6/7). Kegiatan itu turut d