Kopi Tua Klaim Sebagai Pelaku

Video Pembantaian Tiga Warga Sipil Tuai Kecaman

YAHUKIMO – Kekerasan bersenjata kembali memakan korban jiwa di Tanah Papua. Tiga warga sipil dilaporkan meninggal dunia akibat penembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) pimpinan Kopitua Heluka, Komandan Operasi Kodap Yahukimo.

Insiden maut ini terjadi di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Senin, 20 Juli 2026. Video pertama yang beredar terlihat seorang wanita menggunakan kaos hitam duduk di pinggir jalan dan dikelilingi 8 pria yang beberapa diantaranya memegang senjata api laras panjang.

Wanita tersebut ditembak dari belakang setelah diber aba-aba oleh salah satu pimpinan mereka. Saat itu juga korban langsung jatuh tersungkur. Sementara divideo lainnya, terlihat seorang pria dan seorang wanita nampak duduk di pinggir jalan dan tak lama langsung dieksekusi.

Terlihat keduanya ditembak di bagian kepala dan seketika itu juga langsung tersungkur bersimbah darah. Video ini beredar luar di media sosial dan menuai banyak kecaman.

“Pengecut, perempuan dieksekusi padahal tanpa senjata,” tulis pemilik akun Topan. Ada juga yang mempertanyakan keberadaan menteri hukum dan ham. “Menteri ham mana woi, ini warga sipil,” tulis pemilik akun Verdi Raditya.

Baca Juga :  Tak Ada PSU, PSS di Kabupaten Yahukumo

Ada juga yang menulis OPM pengecut karena warga sipil yang justru dibunuh seperti ditulis pemilik akun Highlinder. Dalam video itu ada juga statemen dari sosok yang mengaku sebagai Kopi Tua. “Orang Papua mata-mata harus berhenti. Saya Kopi Tua bersama pasukan saya tidak meminta pembangunan, tidak meminta jalan trans jadi kami tolak,” ujarnya.

Ia juga mengancam bahwa akan melakukan sweeping di jalan. “Kepada rakyat Yahukimo entah pegawai, masyarakat, perempuan, pemuda, hamba Tuhan atau siapa kami akan tembak dan kami tidak segan-segan. Kami sudah mulai dan kami ambil 3 nyawa,” wantinya. Sementara Kepala Penerangan Komando Operasi (Koops) TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, mengonfirmasi kabar penembakan tersebut.

Menurut Wirya, pihaknya menerima informasi awal dan memantau klaim resmi yang dirilis oleh Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB terkait pertanggungjawaban atas aksi kekerasan tersebut. ​Ketiga korban tewas terdiri dari sepasang suami istri, Kumis Kogoya beserta istrinya, serta seorang perempuan dari Suku Unaukam. Hingga kini, aparat keamanan masih mendalami detail kronologi dan melengkapi identitas para korban.

Baca Juga :  Tewas Saat Menolong Rekan dari Serangan KKB

“Koops TNI Habema menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban. Kehilangan warga sipil akibat tindak kekerasan merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun. Setiap masyarakat Papua berhak hidup dengan aman, bekerja, membesarkan keluarga, dan membangun masa depan tanpa rasa takut,” tegas Letkol Inf. Wirya, Rabu (22/7).

Menanggapi aksi teror bersenjata tersebut, Koops TNI Habema langsung berkoordinasi dengan kepolisian dan aparat terkait untuk menggelar penyelidikan serta mengejar para pelaku. Langkah penegakan hukum dijanjikan bakal bergulir sesuai ketentuan yang berlaku demi menjamin keselamatan warga di wilayah pesisir hingga pegunungan Papua.

​Wirya menekankan bahwa seluruh pergerakan prajurit di lapangan tetap berpijak pada prinsip profesionalisme dan perlindungan masyarakat. Koops TNI Habema akan terus bekerja secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai hukum untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat serta memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tutup Wirya. (mww/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Video Pembantaian Tiga Warga Sipil Tuai Kecaman

YAHUKIMO – Kekerasan bersenjata kembali memakan korban jiwa di Tanah Papua. Tiga warga sipil dilaporkan meninggal dunia akibat penembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) pimpinan Kopitua Heluka, Komandan Operasi Kodap Yahukimo.

Insiden maut ini terjadi di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Senin, 20 Juli 2026. Video pertama yang beredar terlihat seorang wanita menggunakan kaos hitam duduk di pinggir jalan dan dikelilingi 8 pria yang beberapa diantaranya memegang senjata api laras panjang.

Wanita tersebut ditembak dari belakang setelah diber aba-aba oleh salah satu pimpinan mereka. Saat itu juga korban langsung jatuh tersungkur. Sementara divideo lainnya, terlihat seorang pria dan seorang wanita nampak duduk di pinggir jalan dan tak lama langsung dieksekusi.

Terlihat keduanya ditembak di bagian kepala dan seketika itu juga langsung tersungkur bersimbah darah. Video ini beredar luar di media sosial dan menuai banyak kecaman.

“Pengecut, perempuan dieksekusi padahal tanpa senjata,” tulis pemilik akun Topan. Ada juga yang mempertanyakan keberadaan menteri hukum dan ham. “Menteri ham mana woi, ini warga sipil,” tulis pemilik akun Verdi Raditya.

Baca Juga :  Teror di Yahukimo, Pengantar Galon Tewas Mengenaskan

Ada juga yang menulis OPM pengecut karena warga sipil yang justru dibunuh seperti ditulis pemilik akun Highlinder. Dalam video itu ada juga statemen dari sosok yang mengaku sebagai Kopi Tua. “Orang Papua mata-mata harus berhenti. Saya Kopi Tua bersama pasukan saya tidak meminta pembangunan, tidak meminta jalan trans jadi kami tolak,” ujarnya.

Ia juga mengancam bahwa akan melakukan sweeping di jalan. “Kepada rakyat Yahukimo entah pegawai, masyarakat, perempuan, pemuda, hamba Tuhan atau siapa kami akan tembak dan kami tidak segan-segan. Kami sudah mulai dan kami ambil 3 nyawa,” wantinya. Sementara Kepala Penerangan Komando Operasi (Koops) TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, mengonfirmasi kabar penembakan tersebut.

Menurut Wirya, pihaknya menerima informasi awal dan memantau klaim resmi yang dirilis oleh Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB terkait pertanggungjawaban atas aksi kekerasan tersebut. ​Ketiga korban tewas terdiri dari sepasang suami istri, Kumis Kogoya beserta istrinya, serta seorang perempuan dari Suku Unaukam. Hingga kini, aparat keamanan masih mendalami detail kronologi dan melengkapi identitas para korban.

Baca Juga :  Tewas Saat Menolong Rekan dari Serangan KKB

“Koops TNI Habema menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban. Kehilangan warga sipil akibat tindak kekerasan merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun. Setiap masyarakat Papua berhak hidup dengan aman, bekerja, membesarkan keluarga, dan membangun masa depan tanpa rasa takut,” tegas Letkol Inf. Wirya, Rabu (22/7).

Menanggapi aksi teror bersenjata tersebut, Koops TNI Habema langsung berkoordinasi dengan kepolisian dan aparat terkait untuk menggelar penyelidikan serta mengejar para pelaku. Langkah penegakan hukum dijanjikan bakal bergulir sesuai ketentuan yang berlaku demi menjamin keselamatan warga di wilayah pesisir hingga pegunungan Papua.

​Wirya menekankan bahwa seluruh pergerakan prajurit di lapangan tetap berpijak pada prinsip profesionalisme dan perlindungan masyarakat. Koops TNI Habema akan terus bekerja secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai hukum untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat serta memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tutup Wirya. (mww/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya