Pernyataan itu disampaikan Theo menyusul tewasnya delapan pendulang emas ilegal di Distrik Korowai yang diduga dilakukan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) dalam operasi bersenjata pada 17-20 Mei 2026. Menurut Theo
Kasus pembunuhan terhadap pendulang emas di tanah Papua kembali terjadi dan dinilai sebagai peristiwa berulang di wilayah rawan konflik bersenjata.
Sebelumnya, pada April 2025, insiden serupa terjadi di Kabupaten Yahukimo yang menewaskan 11
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman bagi warga sipil yang semestinya steril dari eskalasi konflik bersenjata. Di tengah simpang siur informasi yang berkembang cepat di
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua menilai pendekatan keamanan dalam penanganan konflik bersenjata di Papua perlu dievaluasi. Sebab, pendekatan ini dinilai memicu meningkatnya korban jiwa dan pengungsian masyara
Karenanya YKKMP berencana akan memasang baliho hak-hak masyarakat sipil khususnya di Distrik Sinak dan Kembru, Kabupaten Puncak. Ini sebagai upaya perlindungan warga di wilayah terdampak konflik bersenjata. Langkah ini dilakukan menyusul re
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22 WIT di Jalan Jenderal Sudirman, Dekai. Dan yang terbaru aksi kekerasan kembali terjadi pada Kamis (30/4/2026) berupa percobaan pembunu
Menurut pemerhati isu-isu militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, penyempurnaan komando operasi di Papua tidak ubahnya penguatan. Khususnya pada aspek teritorial dan intelijen se
Operasi Damai Cartenz khususnya mencatat prestasi dalam pengungkapan 12 kasus menonjol, termasuk penangkapan Daftar Pencarian Orang (DPO) pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Aske Mabel dan jaringan penyuplai senj
Hanya saja niat baik pemerintah memekarkan provinsi baru tentu untuk melaksanakan pembangunan bisa tidak maksimal apabila terus dilakukan pengiriman pasukan non organik atas persetujuan Kemenhan dan Panglima TNI dan maup
Eskalasi kekerasan yang terus meningkat di Papua diprediksi akan terus memakan korban jiwa baik warga sipil maupun aparat keamanan. Ini dikatakan tak lepas karena aktor utama sumber kekerasan berdarah ini belum sadar dan