Ditempat yang sama Pangdam XVII/ Cenderawasih Mayjen TNI Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengaku jika secara umum situasi keamanan di Papua Pegunungan cukup baik, namun ada sedikit dinamika diwilayah Kabupaten Yahukimo, namun TNI juga sudah mengambil langkah.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan proses evakuasi dilakukan dengan mengedepankan aspek keamanan mengingat lokasi kejadian masih berpotensi menimbulkan ancaman.
“Informasi yang kami terima, pada Senin dan Selasa terjadi dua peristiwa pembunuhan terhadap tiga warga sipil di wilayah Yahukimo. Hari ini Satgas TNI Gabungan sedang melaksanakan proses evakuasi dan sejauh ini dua korban telah berhasil dievakuasi,” ujar Tri Purwanto, Kamis (23/7).
Dikatakan aparat menghadapi sejumlah kendala di lapangan karena belum mengetahui secara pasti kondisi lokasi kejadian. Selain medan yang sulit, aparat juga mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan dari kelompok bersenjata saat proses evakuasi berlangsung. “Kami tidak mengetahui secara pasti posisi korban dan harus mengantisipasi jangan sampai saat proses evakuasi aparat mendapat gangguan dari pihak OPM,” katanya.
Tri menjelaskan, pelaksanaan evakuasi berada di bawah kendali Satgas Habema dengan melibatkan aparat komando kewilayahan. Sementara Kodam XVII/Cenderawasih memberikan dukungan penuh terhadap operasi tersebut. Usai dievakuasi, jenazah korban akan dibawa ke Koramil atau Kodim setempat untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga atau dimakamkan sesuai hasil koordinasi dengan pemerintah daerah.
Ditempat yang sama Pangdam XVII/ Cenderawasih Mayjen TNI Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengaku jika secara umum situasi keamanan di Papua Pegunungan cukup baik, namun ada sedikit dinamika diwilayah Kabupaten Yahukimo, namun TNI juga sudah mengambil langkah.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan proses evakuasi dilakukan dengan mengedepankan aspek keamanan mengingat lokasi kejadian masih berpotensi menimbulkan ancaman.
“Informasi yang kami terima, pada Senin dan Selasa terjadi dua peristiwa pembunuhan terhadap tiga warga sipil di wilayah Yahukimo. Hari ini Satgas TNI Gabungan sedang melaksanakan proses evakuasi dan sejauh ini dua korban telah berhasil dievakuasi,” ujar Tri Purwanto, Kamis (23/7).
Dikatakan aparat menghadapi sejumlah kendala di lapangan karena belum mengetahui secara pasti kondisi lokasi kejadian. Selain medan yang sulit, aparat juga mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan dari kelompok bersenjata saat proses evakuasi berlangsung. “Kami tidak mengetahui secara pasti posisi korban dan harus mengantisipasi jangan sampai saat proses evakuasi aparat mendapat gangguan dari pihak OPM,” katanya.
Tri menjelaskan, pelaksanaan evakuasi berada di bawah kendali Satgas Habema dengan melibatkan aparat komando kewilayahan. Sementara Kodam XVII/Cenderawasih memberikan dukungan penuh terhadap operasi tersebut. Usai dievakuasi, jenazah korban akan dibawa ke Koramil atau Kodim setempat untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga atau dimakamkan sesuai hasil koordinasi dengan pemerintah daerah.