-Rumah Solidaritas Papua menyoroti meningkatnya eskalasi kekerasan dan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat di sejumlah wilayah Papua sepanjang Januari hingga Mei 2026. Koalisi masyarakat sipil menilai situasi keamanan di tanah
Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Komando Wilayah XVI Yahukimo mengklaim telah menembak mati delapan orang pendulang emas ilegal di wilayah Korowai dan Yahukimo. Klaim tersebut disampaikan
Kejadian berlangsung di Cafe, Resto, Bar and Live Music Panhead, Palembang, sekitar pukul 02.40 WIB. Terduga pelaku diketahui berinisial RN, 23, yang juga merupakan anggota TNI. Kapendam II/Sriwijaya Letkol Inf Yordania, memastikan terduga
Peristiwa penembakan terjadi sekitar siang hari saat korban dalam perjalanan di wilayah Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami satu luka tembak di bagian leher kiri serta delapan luka lainnya
Korban diketahui bernama Yones Yohame (35), seorang ASN Pemerintah Kabupaten Yahukimo. Ia meninggal dunia setelah mengalami luka tembak di bagian dada kanan. Pada dalam peristiwa yang terjadi di Kompleks Perumahan Eselon
Komnas menilai terdapat indikasi bahwa pelaku penembakan warga sipil di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, bukan berasal dari kelompok TPN-OPM. Penilaian tersebut didasarkan pada pola korban serta karakteristik kejadian d
Kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai sistem pengamanan di kawasan tambang yang selama ini dikenal memiliki pengamanan berlapis serta berstatus sebagai objek vital nasional tersebut.
VP Corporate Communications PTFI, Katri Krisnati, saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp pada Rabu malam menyampaikan bahwa keluarga besar PTFI sangat berduka atas kehilangan satu orang rekan karyawan tersebut. Adapun
Tampak sejumlah personel keamanan bersenjata lengkap merupakan unsur gabungan dari Satgas Korpasgat, Satgas Rajawali, Satgas Yonif 126 dan Brimob Polda Papua yang berjaga di area apron dan landasan pacu.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo mengungkapkan, hingga kini pesawat yang ditembak belum dapat kembali beroperasi karena mengalami kerusakan di sejumlah bagian akibat tembakan. "Pesawat masih bel