Komnas HAM: Pelaku Penembakan di Puncak Diduga dari TNI

Pangkogabwilhan Diminta Segera Mengklarifikasi

JAYAPURA-Beberapa warga dilaporkan tertembak di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Pegunungan pada Selasa, 14 April lalu. Penembakan terhadap sipil ini menambah daftar kekerasan bersenjata yang terjadi di tanah Papua. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua mendesak Pangkogabwilhan segera memberikan klarifikasi resmi terkait insiden penembakan yang terjadi di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Pegunungan, Selasa (14/4). Peristiwa tersebut diduga menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil, termasuk anak-anak.

Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, menyatakan pihaknya tengah melakukan pendalaman dan verifikasi lapangan terkait peristiwa yang dilaporkan menewaskan sejumlah warga dan ada yang terluka.

Baca Juga :  Sembunyi Kamar Mandi Hingga Memilih Lompat ke Jurang

“Kami menduga kuat pelaku penembakan adalah satuan TNI, sehingga Pangkogab harus segera memberikan klarifikasi resmi,” tegas Frits, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (17/4).

Pangkogabwilhan Diminta Segera Mengklarifikasi

JAYAPURA-Beberapa warga dilaporkan tertembak di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Pegunungan pada Selasa, 14 April lalu. Penembakan terhadap sipil ini menambah daftar kekerasan bersenjata yang terjadi di tanah Papua. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua mendesak Pangkogabwilhan segera memberikan klarifikasi resmi terkait insiden penembakan yang terjadi di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Pegunungan, Selasa (14/4). Peristiwa tersebut diduga menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil, termasuk anak-anak.

Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, menyatakan pihaknya tengah melakukan pendalaman dan verifikasi lapangan terkait peristiwa yang dilaporkan menewaskan sejumlah warga dan ada yang terluka.

Baca Juga :  Tidak Kejar Harta, BTM Hanya Ingin Ubah Papua yang Lebih Baik

“Kami menduga kuat pelaku penembakan adalah satuan TNI, sehingga Pangkogab harus segera memberikan klarifikasi resmi,” tegas Frits, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (17/4).

Berita Terbaru

Artikel Lainnya