Untuk keberangkatan Minggu (17/7) pagi tujuan Makassar menggunakan pesawat Lion Air diberangkat jenazah Taufan Amir, Daeng Marannu/Maramli dan Sirajuddin. Jenazah Mahmud Ismaun diterbangkan ke Palu, dan Yuda Nurusinga diterbangkan ke Medan.
Dari laporan yang diterima Cenderawasih Pos, para korban diberondong peluru di empat lokasi. Pertama di dalam kios kemudian di atas truk, di tanjakan pinggir jalan, di belakang kios kelontongan dan terakhir di arah jalan menuju Batas Batu.
Adapun korban-korban yang pada umumnya tukang dan pedagang ini dari laporan yang diterima Cenderawasih Pos meninggal akibat luka tajam seperti terkena bacokan. Dari tujuh warga yang meninggal salah satunya adalah Orang Asli Papua.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon, SH., SIK., MH., M.Si., melalui Kapolsek Heram, AKP. Frangky Rumbiak menyampaikan bahwa kemungkinan korban meninggal sudah lebih dari 1x24 jam.
Proses evakuasi pesawat ini diakuinya berjalan lancar dan aman. Adapun perjalanan dari Bandara Keneyam ke Bandara Moses Kilangin menurutnya memakan waktu kurang lebih satu jam. Proses evakuasi pesawat ini juga mendapat pengawalan ketat dari aparat TNI-Polri yang berada di Kabupaten Nduga.
Apalagi sebelumnya terdengar bahwa Polres Mamberamo Tengah juga sempat dipalang. Terkait situasi tersebut satu kompi Brimob diturunkan ke Kobakma, ibukota Kabupaten Mamberamo Tengah untuk memperkuat personel yang sudah ada.
“Minggu depan tim dari Dinas Kesehatan Provinsi ke lapangan setelah dana cair. Sementara dari Kementrian Kesehatan dimungkinkan tiba di Asmat pada 17 Juli mendatang,” ungkap dr Aaron kepada Cenderawasih Pos, Minggu (10/7).
Aksi pemalangan yang dilakukan ini karena massa yang berjumlah lima ratusan orang itu merasa kesal lantaran aspirasi mereka yang berupa 12 poin pernyataan sikap yang sudah diberikan di Mapolres Mamberamo Tengah pada tanggal 13 Juni lalu belum mendapat jawaban.
Warga mengaku ketakutan dan memilih mencari aman. Apalagi menurut informasi ada sejumlah kantor telah dipalang termasuk Mapolres Mamberamo Tengah. Warga memilih menggunakan jalur darat menuju, Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Supriyanto Ridwan, S.E, mengungkapkan, pencarian tersebut ditutup sesuai Undang-Undang No. 29 tahun 2014.’’Hari ini, merupakan batas pencarian karena sudah berlangsung selama 7 hari. Ini sesuai dengan UU Nomor 29 tahun 2014.
Evakuasi dilakukan Jumat (8/7) oleh Tim SAR Gabungan menggunakan RIB Basarnas 400 PK. Para penumpang yang selamat ini langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara seorang penumpang yang juga selamat sudah terlebih dahulu dibawa oleh pihak keluarga.
Kapolsek Potowaiburu, Iptu Sondy Tahapary yang dikonfirmasi, Kamis (7/7/2022) setelah beredarnya kabar tersebut mengatakan, Kadistrik Mimika Barat Jauh bersama rombongan saat ini sedang berteduh di Amar karena gelombang tinggi serta hujan deras. Perahu yang ditumpangi adalah perahu distrik yang dikemudikan oleh pegawai Distrik Mimika Barat Jauh.
Ia menekankan agar kasus ini bisa dituntaskan secara terang benderang. Publik perlu mendengarkan keterangan dari masyarakat tetapi juga perlu mendengarkan keterangan dari aparat keamanan. Ini agar berimbang dan kejadian tersebut tidak digoreng sana sini dan dibawa ke ruang politik.
Sebanyak enam ABK (Anak Buah Kapal) KM Bulusaraung berhasil diselamatkan. Mereka adalah Baharuddin (42) selaku nahkoda, Anjas (33), Hedir (35), Riski (20), Hamka (35), dan Naba (30). Peristiwa naas ini dialami KM Bulusaraung di sekitar Muara Kali Maro, Rabu (6/7) dinihari.
Tentang kapal naas tersebut seperti yang disampaikan Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika dalam rilis yang diterima media ini dimana KM Usaha Baru yang tenggelam tersebut dilaporkan Rahman anggota Koramil Kokonao ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika pada Rabu (6/7) sekira pukul 11.00 WIT.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dari kronologisnya dijelaskan bahwa kecelakaan kendaraan dinas milik Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Puncak Jaya yang mengakibatkan 6 orang meninggal dan 29 lainnya luka-luka ini terjadi di Kampung Tukwi, Distrik Gurage Kabupaten Puncak Jaya pada Rabu (6/7) sekira pukul 12.13 WIT.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Robby Kayame menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan semua permintaan seperti obat-obatan, alat fogging, abate serta kebutuhan lain tentang pengendalian fisik.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Robby Kayame menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan semua permintaan seperti obat-obatan, alat fogging, abate serta kebutuhan lain tentang pengendalian fisik.
Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, SIK., kepada wartawan menjelaskan bahwa kejadian ini bermula pada pukul 08.00 WIT dimana saat ini ada Bamus pemilihan kepala kampong, dimana warga berkumpul.
Sekadar diketahui, KM Setia Makmur 06 yang merupakan kapal pancing cumi-cumi yang membawa 25 awak dilaporkan tenggelam di sekitar Laut Arafura pada tanggal 2 Juli 2022 sekira pukul 01.00 WIT dinihari di koordinat 08°.28’.00’’ S - 136°.35’.00’’ E atau berjarak 426 Km ke arah barat dari Dermaga Merauke. Dalam kejadian ini, 10 orang dinyatakan selamat. Sedangkan 15 ABK lainnya dinyatakan hilang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat, Yonathan Kambu menyampaikan, hingga kini kasus demam berdarah telah mencapai 37 kasus dan 1 kasus meninggal dunia yakni seorang anak berusia 9 tahun.
“Kejadian kebakaran tidak teratasi dengan baik karena banyaknya kendala yang kita hadapi,” kata Kepala Seksi Pemetaan dan Penanganan Kebakaran pada Satpol PP dan PBD Provinsi Papua Zeth Alex Awak, S.IP saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (4/7) kemarin.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Robby Kayame menyebutkan, secara lisan Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat telah menyampaikan informasi tersebut kepadanya. Namun, laporan tertulis belum disampaikan.
Diduga korban mengidap penyakit epilepsy dan saat kambuh tidak ada yang memperhatikan kemudian terjatuh terperosok. Warga sendiri tak lama menemukan korban namun sayangnya saat itu nyawanya tak lagi tertolong.
Olah TKP terhdap kasus tersebut dilakukan Senin (27/6) setelah korban ditemukan dalam posisi tergantung dan meninggal dunia. Namun, Selasa (28/6), polisi kembali mendatangi TKP dan melakukan olah TKP.
Seorang prajurit TNI bernama Prada Bryl Kholif Al Rohman gugur dari aksi saling tembak tersebut. Pihak TNI juga belum bisa memberikan data lebih lantaran kondisi jaringan komunikasi yang sulit tembus.
Polisi sendiri kata Kapolda Mathius Fakhiri belum bisa menentukan siapa pelaku pembunuhan tersebut dan hingga kini masih menunggu. “Secara teknis kepolisian kami sedang mendalami urut-urutan dari waktu ke waktu kejadian. Kami minta dari Polda mempelajari, sebab pasti ada saksi karena disekitar itu ada kantor atau rumah,” kata Fakhiri saat ditemui disela-sela kegiatan lomba dayung di Pantai Dok II, Selasa (28/6).
Pesawat AMA jenis Pilatus Porter dengan nomor registrasi PK-RCQ memiliki rute Sentani – Oksibil, mendarat darurat di Kampung Molof Kabupaten Keerom, Selasa (28/6).
Kapolres Jayawijaya, AKBP. Muh Safei. AB, SE menyatakan, kasus ini merupakan perkelahian antara masyarakat yang berawal dari Miras yang mengakibatkan ketersinggungan salah satu pihak, kemudian melakukan pelemparan, sehingga melibatkan kelompok dan terjadilah aksi saling serang malam Minggu, kemarin.
Korban tewas saat bermain badminton di GOR DPR Kabupaten Deiyai, Minggu (26/6) sekira pukul 21.34 WIT. Korban diketahui bekerja sebagai pedagang yang tinggal di Distrik Waghete, Kabupaten Deiyai.
Bentrok antara warga dari Kabupaten Lanny Jaya yang berdomisili di kampung tersebut dengan warga dari Distrik Witawaya Kabupaten Jayawijaya ini dipicu kasus penganiayaan yang menimpa dua warga Dani Tabuni (23) dan Pius Kogoya (50).
Tugas yang belum selesai setelah berhasil mengevakuasi seluruh korban yakni bagaimana mengamankan kotak berwarna oranye tersebut. Dari kotak ini nantinya seluruh percakapan yang ada di pesawat akan terekam dan diketahui bagaimana bisa terjadi crash landing.
Hanya saja kabar sang pilot langsung menjalani operasi pada tulang kaki sebelah kiri. Ia dioperasi dalam kondisi sadar dan rencananya Sabtu (25/6) hari ini akan dirujuk ke rumah sakit khusus orthopedic yang berada di Solo, Jawa Tengah.
Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus Maclarimboen mengatakan, mayat bayi malang itu saat ditemukan masih terlilit tali pusar. Pertama kali ditemukan oleh dua orang saksi berinisial HA (55) dan LT (48) sekira pukul 09.00 WIT saat keduanya sedang mencari makanan sisa untuk pakan babi.
Tercatat ada enam rumah milik anggota TNI di Kodam Lama Jayapura yang dilahap api. Hanya saja hingga berita ini dibuat tidak ada penjelasan apapun dari pihak Kodam XVII Cenderawasih terkait penyebab dan korban dari kebakaran tersebut.
"Lokasi itu, bisa kita daratkan helikopter tanpa harus menggunakan tali dalam penyelamatan itu. Semua korban dalam keadaan selamat, dan sadar. Walaupun ada yang luka-luka tapi semua sudah dievakuasi ke rumah sakit untuk penanganan medis," kata Letkol Slamet.
Beruntung, tujuh orang korban termasuk pilot selamat. Mereka berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dari Badan SAR Nasional (Basarnas), TNI, Polri, instansi swasta, dan masyarakat setempat. Berdasar laporan Basarnas, lima orang dievakuasi ke Timika. Dua orang lainnya tetap di Duma.
Kapolresta Jayapura Kota AKBP Dr. Victor D. Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si melalui Kapolsek Heram AKP Frangky Rumbiak saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Kapolsek mengatakan, kebakaran diduga berawal dari korsleting listrik yang terjadi di dalam kamar bagian depan rumah korban, dimana saat itu anak pemilik rumah yakni Johanis yang berada di bagian belakang mencium bau hangus seperti karet terbakar.
Kecelakaan maut terjadi di Ring Road Distrik Jayapura Selatan yang mengakibatkan dua pengendara sepeda motor meninggal dunia. Keduanya tewas seketika di lokasi kejadian dan kini kasusnya tengah dalam penanganan Unit Lalu Lintas Polsek Jayapura Selatan.
Jenazah korban telah tiba di Merauke Kamis (16/6) dan telah dibawa ke kampung halamannya di Maluku Tenggara. Kapolres Merauke AKBP. Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kasat Polair AKP Okto Samosir, SH, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.
Kapolres Merauke AKBP. Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kasie Humas Iptu Bambang Soetrisno, saat dikonfirmasi membenarkan penemuan jenazah di teras rumah warga di Kampung Tof-tof, bernama Gabriel Mane RT. 02/RW 01, Distrik Elikobel.
Dikatakan, tragedi Wasior Wondama bermula dari aksi masyarakat menuntut ganti rugi atas hak ulayat yang dikelola oleh perusahaan pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) seperti PT. Darma Mukti Persada (DMP), PT. Wapoga Mutiara Timber (WMT) dan CV. Vatika Papuana Perkasa (VPP).
Nasib malang dialami seorang pria bernama Boas Richart Wally (22). Ia terjatuh dari Jembatan Youtefa saat akan buang air kecil dan akhirnya meninggal setelah tubuhnya terbentur lantai. Kejadian ini terjadi Selasa (14/6) sekira pukul 06.00 WIT.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim BMKG Jayapura, Heri Purnomo menyebutkan bahwa fenomena astronomi yang akan terjadi pada tanggal 14 Juni dan 14 Juli 2022, berpotensi menimbulkan gelombang/air pasang naik. Sebab fenomena tersebut menurutnya bersamaan dengan fase pasang air laut tertinggi.
Bentrok antar warga ini, mengakibatkan seorang warga atas nama Otopinus Murib (39) meninggal dunia. Selain itu, beberapa warga juga dilaporkan mengalami luka-luka.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH., saat dikonfirmasi mengatakan Unit Investigasi Subsatgas Lidik Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz Bersama Polres Nduga melakukan olah TKP selama dua jam lebih.
Satu balita bernama Piliter yang sebelumnya dilaporkan terlempar ke luar pesawat berhasil ditemukan. Namun sayangnya bayi berusia 2,5 tahun ini ditemukan dalam keadaan tak bernyawa alias sudah meninggal.
Setelah dilakukan pengejaran terhadap dalang penyuplai amunisi KKB, pada Selasa (7/6) sekira pukul 17.40 WIT, tim gabungan berhasil mengamankan tersangka yang berinisial JS dan tersangka AK yang merupakan oknum anggota Satgas Apter Kodim Persiapan Intan Jaya. Keduanya diamankan di jalan Cendrawasih Kampung Yokatapa Kabupaten Intan Jaya.
"Waktu mereka landing dan kemudian parkir lalu menurunkan semua penumpang dan barang-barang, saat terparkir itu mereka ditembaki secara brutal,” ucap Yosep Mayau kepada sejumlah wartawan di Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (8/6) kemarin.
Dua petak Ruko milik Komarudin (42) yang digunakan untuk berjualan sembako bertempat di Jalan Protokol Koya Barat Distrik Muara Tam dilahap si jago merah, Rabu (8/6) dini hari sekira pukul 03.30 WIT. Kapolresta Jayapura Kota AKBP Dr. Victor D. Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si melalui Kapolsek Muara Tami Kompol Junan Plitomo, S.Sos., M.H saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa kebakaran tersebut.
Kapolres menjelaskan, pihaknya kini meningkatkan patroli di Nduga. Anggota tetap melaksanakan patroli seperti biasa untuk memberi rasa aman kepada masyarakat, usai berpatroli anggota kembali ke pos.
“Ada orang lain yang sengaja memprovokasi mereka (KKB-red). Ada kepentingan politik tertentu yang memengaruhi kelompok Egianus untuk masuk melakukan penyerangan dan melakukan gangguan di Keneyam,” ungkap Namia Gwijangge saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Rabu (8/6).
Heli ini bernasib naas karena mendarat darurat di pepohonan. Pesawat yang disewa Pemkab Mimika ini dijadikan sebagai Puskesmas keliling udara. Belum diketahui berapa yang menjadi korban dari insiden ini namun dipastikan ada seorang balita berusia 3 tahun hilang karena terlempar.
Donwori menyebutkan istrinya sebut saja Sephia, sudah satu bulan istrinya dibawa kabur pria idaman lain (PIL) istrinya, Donjuan (bukan nama sebenarnya). Kasus ini sebenarnya sudah dilaporkan ke Polres Boven Digoel, namun belum membuahkan hasil.
Motor yang dikendarai bertabrakan dengan mobil yang membuat keduanya langsung tergeletak berlumuran darah. Sang suami, Anthonius dilaporkan meninggal di lokasi kejadian sedangkan sang istri meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan, Timika George L.M. Randang, SIP, MAP melalui Ksb. Ops Syahril SE langsung memberangkatkan Tim SAR gabungan dengan peralatan pendeteksi bawah air Aquaeye dan peralatan selam menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian korban.
Kepala Damkar Kota Jayapura, Veronica S. Kirana mengaku mengalami beberapa kendala sehingga api sulit untuk padam. "Kami sudah melakukan upaya pemadaman, namun ada kendala yang kami hadapi,”ungkapnya.
Motor yang dikendarai korban bersenggolan dengan truk kontainer kemudian terpelanting ke aspal dan sempat terseret kemudian meninggal. Pemuda yang berstatus mahasiswa Fakultas Kedokteran Uncen ini tewas di TKP saat akan melambung kendaraan lain.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, karena seluruh awak kapal berhasil diselamatkan KM Surya Wijaya. Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji,M.Hum melalui Kasat Polairud Polres Merauke AKP Okto Samosir, SH, saat dikonfirmasi membenarkan, Senin (30/5).
Selain aksi-aksi demonstrasi penolakan yang dilakukan sebelumnya, pertanggal 22 Mei dini hari hingga tanggal 23 Mei, terjadi aksi pembakaran yang menyebabkan ratusan warga di Kabupaten Dogiyai, Minggu (22/5). Hal ini mengakibatkan warga menggungsi di Mako TNI-Polri akibat rumah dan kios yang mereka tempati dibakar oleh sekelompok orang.
Pelaku yang awalnya ingin menghipnotis korban malah mendapat perlawanan dari korban. Korban yang keburu sadar langsung menarik baju pelaku sambil berteriak sehingga menarik perhatian warga.
Nasib malang dialami seorang remaja bernama Ricki Ridho Korwa. Ia tenggelam saat berekreasi bersama keluarganya di Pantai Base-G Distrik Jayapura Utara, Sabtu (28/5).
Belum ada statemen resmi dari pihak kepolisian terkait kasus ini namun jenazah korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara. Dari laporan yang diterima Ceposonline.com jenazah ditemukan tak jauh dari Venue Paralayang, Skyland Distrik Jayapura Selatan.
Ia tergantung dengan posisi leher terikat tali nylon seukuran kelingking orang dewasa. Mata perempuan ini juga terbuka dengan posisi kepala miring ke kiri. Dugaan kuat jika wanita berusia 21 tahun ini tewas dengan cara gantung diri.
"Kita perlu memeriksa lebih lanjut lagi untuk memastikan identitas korban berdasarkan ciri-ciri korban. Ada ciri-ciri dari keluarga yang bisa ditemukan, antemortemnya, sidik jarinya, antemortem di gigi atau di DNAnya," kata Kapolres Jayapura, AKBP Fredrickus Maclarimboen, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Minggu (29/5).
Polisi yang langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pendataan. Dari keterangan saksi bernama Afano (25) dijelaskan bahwa Kamis (26/5) sekira pukul 02.30 WIT saat itu dirinya sedang berada di ujung jembatan dan menjaga portal yang menuju ke bagian bawah jembatan.
Berdasarkan penelusuran media ini, bangunan yang terbakar itu merupakan bekas tempat tinggal para pekerja bangunan yang sebelumnya mengerjakan saluran drainase yang terletak di samping Hotel Grand Tahara Sentani.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Gustav R. Urbinas, S.H., S.IK., M.Pd melalui Kapolsek Jayapura Selatan Kompol Hendrik Seru, S.H membenarkan kejadian penemuan mayat tersebut.
Pihak Damkar sendiri bukan berarti mulus menjalankan upaya pemadaman melainkan selalu saja ada kendala di lapangan. Upaya penanganan kebakaran dikatakan bisa maksimal apabila ada sinergitas dengan stakeholder lain termasuk penyiapan sarana prasarana.
Sihar Tobing mengaku sangat kesal dengan kondisi itu. Pasalnya, jika dilihat dari beberapa kasus kebakaran yang terjadi di Kota Sentani sejauh ini, belum ada satupun korban kebakaran ini yang merasa harta bendanya berhasil terselamatkan oleh keberadaan pemadam kebakaran di Kabupaten Jayapura.
Dari keterangan Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota, Kompol Ida Pollimina Waymramra, SE., S.IK kejadian ini terjadi pada Rabu (4/5) pagi sekira pukul 06.00 WIT dimana akibat tabrakan ini satu orang meninggal dunia dan empat orang pejalan kaki lainnya terluka.
Dari 14 hari terakhir kasus pertama terjadi pada kebakaran di Km 9, Holtekamp Distrik Muara Tami, Kota Jayapura pada 27 April yang menewaskan 3 penghuni rumah. Selang beberapa hari atau pada 1 Mei, masih di wilayah Kota Jayapura tepatnya di Argapura, Distrik Jayapura Selatan, 6 unit rumah dan kios ludes terbakar
Menariknya untuk kasus kebakaran di Base G ini, bisa dipastikan karena unsur kesengajaan. Sebuah rumah di Jl Tanjung Ria justru ludes dibakar pemiliknya. Penyebabnya karena pelaku kesal dengan istrinya yang melakukan transaksi pembelian barang secara online.
Peristiwa kebakaran yang menghanguskan sejumlah ruko, ternyata ikut menghanguskan bangunan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Negara Indonesia (BNI) Sentani, Senin (2/5).
Api yang melahap nomor rumah juga ikut terhubung dengan kabel sentral wifi sehingga memutuskan akses mulai dari Argapura hingga Entrop “Jaringannya terganggu lagi, karena kabelnya terbakar. Itu melihat saja hampir semua kabel terbakar,” ujar salah satu teknisi Telkom saat di lokasi kebakaran.
Pihak kepolisian juga telah mengambil langkah-langkah penyelidikan untuk mengungkap apa penyebab kebakaran. Hanya hingga kemarin pihak Labfor dan penyidik Polsek Muara Tami serta Polresta Jayapura Kota masih belum bisa menyimpulkan apa penyebab terjadinya kebakaran.
Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut namun dari tiga korban yang meninggal, dua di antaranya masih balita. Polisi hingga kemarin malam juga masih menyelidiki kasus tersebut.