Kasus tindak pidana pencurian di Kota Jayapura memang cukup menonjol, terutama kasus pencurian kendaraan bermotor dan lainnya. Namun yang lebih memprihatinkan adalah adalah dari sekian banyak kasus kejahatan ini, ternyata juga ada yang melibatkan anak-anak di bawah umur.
Karena perbuatan inilah ia harus berurusan dengan hukum dan kini kasusnya telah masuk ke Kejaksaan Negeri Jayapura usai dilimpahkan oleh Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polresta Jayapura Kota, Jumat (29/9) siang.
Dua tersangka pembunuhan di Boven Digoel yang merupakan paman dan keponakan berinisial LA alias Lucky dan NG alias Obet terhadap korban Damianus Dias Ambokasio Yaluwo di Jalan Trans Papua Kilometer 02 pada 31 Mei 2023 sekitar pukul 06.30 WIT dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Merauke, Rabu (27/9
"Terhadap si Pelaku ES sudah ditetapkan sebagai tersangka dan telah dilakukan penahanan di Rutan Mapolres Keerom," ujar Kasat Reskrim Polres Keerom, AKP Zakaruddin saat dikonfirmasi Ceposonline.com via seluler, Rabu (27/9/2023).
"Sudah barang tentu perkara yang bersangkutan kita hentikan atau SP3 karena sudah meninggal. Tapi, proses penghentian perkara yang bersangkutan kita hentikan setelah menerima akta kematian," jelasnya.
Dari aksi penikaman itu korban sempat dilarikan ke RSUD Wamena untuk mendapat perawatan medis usai pisau tersebut berhasil dicabut korban sendiri namun nyawanya tak bisa terselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.
Pelaku berinisial F yang melihat ini langsung memanfaatkan kesempatan tersebut dengan masuk dan membawa kabur mobilnya. Untungnya saat itu HP korban tertinggal di dalam mobil yang kemudian dilakukan pelacakan dan diketahui posisi keberadaan mobil.
Kapolres Keerom, AKBP Christian Aer melalui Kasat Reskrim Polres Keerom, AKP Zakaruddin menjelaskan terduga pelaku ES kepada polisi mengakui telah melakukan penipuan kepada para korban dengan modus meminjam uang dan join kredit dengan alasan sebagai pelunasan kredit nasabah dan kebutuhan pribadi.
Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota AKP Oscar Fajar Rahadian, menjelaskan penangkapan ER berdasarkan hasil penyelidikan atas laporan polisi nomor : LP / B / 906 / IX / 2023 / Papua / Resta Jpr Kota / Polda Papua tanggal 14 September tentang pencurian.
Bagaimana tidak, sebutir peluru menyerempet bagian kepala yang kemudian mengenai telinganya usai dihadang 5 orang dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Selasa (19/9/2023) pagi.
Kapolsek Abepura AKP. Soeparmanto mengatakan kasus pencurian tersebut terjadi di Jalan Gerilyawan, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Selasa (18/7) lalu. Dimana Tersangka berinisal (ME) mencuri Sepeda Motor jenis Honda Genio warna hitam bernomor polisi PA 4955 RW, milik Korban Rini Fitriani.
Kasus yang melibatkan pelaku berinisial LW dengan korban M yang mana keduanya berstatus karyawan bank di Kabupaten Kerom kini tengah ditangani Satuan Reskrim Polres Keerom.
"Pas uangnya cair, si ES meminta ke saya untuk pinjamkan Rp 100 juta dari total kredit yang dicairkan dengan alasan untuk menutupi kredit nasabah yang lain. Sebenarnya saya keberatan namun karena sudah baku kenal makanya saya kasi, tapi dengan perjanjian dibayarkan dalam waktu dekat," jelas Hariati ke Awak media saat jumpa awak media di Arso 2, Jumat (15/9/2023).
“Soal penembakan itu benar adanya, tapi bukan saling tembak. Kasusnya sudah ditangani oleh Polres Keerom,” jelas Wakapolres Pieter Kalahatu saat dikonfirmasi Ceposonline.com di ruangan kerjanya, Kamis (14/9/2023).
Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK, didampingi Kasi Humas AKP Ahmad Nurung, SH dan Kasat Reskrim AKP Haris Baltasar Nasution, STP, SIK saat menggelar konfrensi pers terkait penangkapan kedua pelaku ini mengungkapkan bahwa kedua pelaku diringkus saat bersembunyi di rumah kost temannya di Jalan Johar Kelapa Lima Merauke.
Rekontruksi ini dilakukan di belakang halaman Kantor Mapolres Merauke. Rekontruksi ini dilakukan langsung tersangka Za sedangkan korban diperagakan oleh pemeran pengganti karena korban sampai saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Merauke.
Diduga gagal melakukan aksi penjambretan dua orang pengendara motor berinisial RH (20) dan EW (30) kehilangan keseimbangan saat melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak mobil yang terparkir di Jalan Bhayangkara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Jumat (8/9) sekira pukul 11.00 WIT.
Hanya saja, jago jago dari pria yang sedang dalam ditelusuri ini hanya sebatas daerah kompleksnya. Saat dikejar oleh penjaga kios tersebut ia langsung kabur. Video rekaman CCTV ini sempat ramai dibahas mengingat salah satu korban penjaga kios sempat dilempar dan mengeluarkan banyak darah dari kepala menetes ke wajahnya.
Kasi Pidsus Kejari Jayapura, Marvie de Queljoe mengatakan, tersangka RSSM ditangkap pada tanggal 4 September, kemudian pada, Selasa (5/9) kemarin dilakukan pemeriksaan. RS diduga melakukan korupsi uang nasabah senilai Rp 1,4 M, namun tersangka sudah kembalikan Rp 300 juta. Sehingga tersisa kerugian negara senilai Rp 1,1 M.
Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra, SH SIK mengatakan aparat kepolisian telah merespon laporan tersebut, dengan mendatangi lokasi kejadia. Untuk melakukan olah TKP, dan mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika.
Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK, melalui Kasat Lantas AKP Novi Gultom, SIK, meminta masyarakat Merauke untuk tidak membuka pemberitahuan tilang APK yang mengatasnamakan Kepolisian. Karena surat pemberitahuan tilang tersebut adalah penipuan.
“Kejadian ini bentuknya kriminal, sehingga kalau ada oknum lain yang melakukan dan mengatasnamakan TPNPB atau memang TPNPB yang melakukan ini perlu diklarifikasi juga oleh Karena itu TPNPB juga harus bicara terbuka,”ungkapnya Jumat (1/9) saat ditemui di Bandara Cargo Wamena.
“Dari luka yang ada di tubuh korban tak ada luka tembak, hanya ada luka yang diakibatkan oleh benda tajam. Saat ini pihak kami masih menyelidiki kasus ini dimana Polres Jayawiaya telah mengumpulkan bukti-bukti di TKP serta meminta keterangan dari sejumlah saksi,”ungkapnya Jumat (1/9) kemarin.
“Tadi kita sudah terbangkan jenazah korban dengan menggunakan pesawat Cargo Trigana Air Service dengan nomor penerbangan PK – YSV dari bandara Cargo Wamena yang juga disaksikan oleh pihak keluarga,”ungkapnya Jumat (1/9) kemarin.
Keempat pelaku tersebut melakukan aksinya saat rumah yang telah dincar dalam keadaan kosong dan itu dilakukan pada Rabu (9/8) lalu. Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon melalui Kasat Reskrim AKP Oscar Fajar Rahadian, saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut.
“Jenazah kami evakuasi bersama Kepolisian Resort Jayawijaya, Para Kepala Suku dan Keluarga Korban, kemudian jenazah tersebut dibawa ke RSUD Wamena Kabupaten Jayawijaya untuk diadakan autopsi,” ungkap Dandim.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, membenarkan penemuan jenazah tersebut. Kabid Humas mengatakan jenazah korban sudah ditemukan dan telah dilakukan Olah TKP oleh Kepolisian di Distrik Kolawa Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Kamis (31/8) sekira pukul 12.52 WIT.
Jenazah Michelle Kurisi Doga akhirnya ditemukan aparat gabungan TNI-Polri bersama masyarakat di wilayah Kabupaten Lanny Jaya tepatnya di perbatasan Distrik Beam dan Distrik Kolawa, Kamis (31/8).
"Kami terima laporan dari masyarakat, jadi kami piket Reskrim Polres dan Unit Reskrim Polsek Miru serta tim Identifikasi langsung respon ke TKP,"kata AKP Sinaga yang ditemui di kantor Pelayanan Polres Mimika, Rabu siang.
"Pembunuhan ini terjadi setelah dia diinterogasi mengenai tujuannya dalam perjalanan menuju ke Kuyawage, korban hendak mencari data pengungsi Nduga," ungkap Benny, Rabu (30/8).
“Untuk terduga pelaku tersebut, namanya sudah kita kantongi , namun pelaku ini juga lihai, pintar bersembunyi dan diduga sudah lari keluar kota Merauke,” jelasnya.
Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Julkifli Sinaga yang dikonfirmasi Selasa (29/8) mengatakan, penyidik sedang mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya korban lain, selain YFP (13) yang sudah melaporkan tindakan pelaku ke polisi.
“Pasukan TPNPB Batalyon Egisu Kodap III Ndugama telah membunuh satu anggota Intel Indonesia atas nama Michelle Kurisi Ndoga di Kimbim, Kabupaten Jayawijaya, Papua,” beber Sebby.
Kapolres Jayawijaya, AKBP Heri Wibowo, SIK menyatakan, dalam kasus provokasi dan penyerangan di Pasar Potikelek, pihaknya telah menetapkan seorang tersangka dengan inisial JA yang melakukan provokasi kepada warga yang lainnya, setelah kakinya terkena parang yang dibawanya sendiri saat berkelahi dengan rekannya.
Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra, SH SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Julkifli Sinaga mengatakan, pelaku LH kini telah resmi berstatus sebagai tersangka. "Tersangka merupakan guru les dari korban,"singkat Kasat Reskrim pada Senin (28/8/2023).
‘’Untuk pelaku penganiayaan berat tersebut masih dalam pengejaran teman-teman Opsnal di lapangan. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, pelaku dapat ditangkap,’’ kata Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan ditemui media ini, Senin (28/8).
Korban bernama Lius Kawangon ini menjadi satu korban yang berhasil dievakuasi dan rencananya hari ini (Selasa,29/8) akan diterbangkan ke kampung halaman. Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowomelalui keterangan tertulis mengatakan bahwa rencana pengiriman jenazah akan menempuh jalur darat.
Bocor Sobolim sendiri ternyata telah meninggal pada Juli lalu. Hanya saja sebelum dieksekusi ternyata para penambang sempat dikumpulkan jadi satu kemudian didata. Para pelaku meminta penambang menyerahkan semua identitas plus HP yang dimiliki.
Dari Informasi yang dihimpun Cenderawasih Pos berawal dari pelaku JA dan MN yang sedang mengkonsumsi miras di dalam Pasar Potikelek Wamena, lalu pelaku JA meminta uang ke salah satu kelompok masyarakat yang juga sedang mengkonsumsi Miras jenis CT di dalam Pasar Potikelek.
Belum disampaikan siapa saja pelaku penganiayaan hingga menyebabkan tewasnya warga tersebut . Namun dari video terlihat salah satu warga dinyatakan perlu segera dievakuasi akibat luka di lehernya.
Dua pelaku jambret terhadap korban Ivan Dagonala di sekitar Pintu Air, Kelurahan Maro, Merauke Papua Selatan pada 30 Juni 2023 lalu, segera diserahkan penyidik Reserse Kriminal Polsek Kawasan Pelabuhan Merauke kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi Rabu (23/8) di Kompleks Pasar Tradisional Ilaga dan korban mengalami luka tembus pada bagian pelipis hingga belakang kepala.
Keempat pelaku yang masih berstatus pelajar ini antara lain NK (14), DP (16), MJ (13) dan GL (14) tersebut diringkus bersama barang bukti hasil curian, Rabu, (23/8), kemarin.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon melalui Kasat Reskrim AKP. Oscar Fajar Rahadian menjelaskan bahwa FR dibekuk pada Senin (21/8) sekira pukul 16.30 WIT di Pasir II Distrik Jayapura Utara.
“Kami sudah upayakan untuk memberikan pengertian kepada masyarakat, namun untuk datang dan memberikan keterangan saja di Polres itu susanya minta ampun,”ungkapnya Rabu (23/8) kemarin.
Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK., MH membenarkan saat ini konflik yang berujung saling serang antar dua kubu simpatisan KNPB yang terjadi di BTN Purwodadi Sentani sudah dalam penyidikan hingga prosesnya.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi Rabu (23/8) di Kompleks Pasar Tradisional Ilaga dan Korban mengalami luka tembus pada bagian pelipis hingga belakang kepala.
DPD-PPDI Provinsi Papua Pegunungan, Sepi Wanimbo melihat, selama ini kondisi Kabupaten Jayawijaya, tidak seperti tahun sebelumnya, beberapa bulan belakangan ini, situasi keamanan tidak aman. Semua pihak harus mengambil langkah untuk menciptakan kedamaian di Wamena.
Kasus pembacokan tersebut lanjut Kapolres, saat pelaku bersama dengan teman-temannya pulang dari pasar malam dan hiburan di Lapangan Monumen Kapsul Waktu Merauke. P
Pelaku terpaksa mendapat hadiah timah panas di kaki kanan karena berusaha melarikan diri dan melawan petugas saat akan ditangkap dengan menggunakan pisau yang dipakai pelaku menikam korban.
Aksi ini disinyalir dilakukan dibawah pimpinan Titus Murib yang dikenal sebagai KKB Kepala Air. Dari aksinya ini bangunan Perpustakaan SMA N 1 Ilaga ludes terbakar. Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (17/8), di tengah momentum Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia.
Akibat dari pertikaian tersebut 2 orang simpatisan dari salah satu kubu berinisial OK (30) mengalami luka tusuk di bagian leher dan TS (27) mengalami luka tusuk di bagian bahu dan dada sebelah kanan.
Pemuda 19 tahun tersebut, harus kehilangan tangan kanan setelah ditebas parang oleh orang yang belum diketahui identitasnya. Dari video yang beredar, tangan kanan yang terpotong tersebut di atas siku korban. Kejadiannya sekitar Jalan Polder Muting, Rabu (16/8) sekitar pukul 23.00 WIT.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Ady menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi pada pukul 09.00 WIT, saat Dansatgas Pamtas Yonif Raider 300/BJW bersama tim menuju Pos Gome untuk menghadiri acara bakar batu bersama masyarakat Distrik Gome.
"Sangat disayangkan karena ada orang Papua yang turut menjadi korban, kok di tanah kita yang diberkati masih ada yang menggunakan cara cara tidak manusiawi," ucap Kapolda.
Untuk pelakunya kini masih dalam penyelidikan Kepolisian Resor Nduga. Namun dugaan pelaku berasal dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Kejadian ini terjadi di Komplek Yosoma, Jalan Batas Batu, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada Rabu (16/8).
Dari data yang dihimpun media ini korban bersama dengan para pelaku menggunakan motor, dan tepat di depan kantor KPU Provinsi Papua Pegunungan, korban langsung ditikam dari belakang dan para pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor.
"Saat ini, pelaku masih ditangani oleh bagian Provost. Yang bersangkutan menjalani penempatan khusus selama 5 hari dimulai Senin (14/8) kemarin," katanya.
“Berdasarkan kronologis kejadian, pelaku AH diduga terlibat dalam perdagangan orang dengan memfasilitasi pertemuan antara seorang korban, TM dengan seorang pemesan melalui pesan WhatsApp. AH kemudian membawa korban ke sebuah hotel di Jayapura, di mana transaksi uang terjadi,” jelas Kompol Diaritz dalam rilisnya, Selasa (15/8).
Korban kini terbaring di RSUD Merauke menjalani perawatan secara intensif karena tiga jari kiri putus, tangan kanannya juga dilaporkan nyaris putus akibat dibacok pelaku.
Tersangka juga beralasan jika dirinya tidak berniat membunuhnya. Meski demikian, dia mengaku memukul korban 3 kali dengan sebuah kayu bulat di kepala bagian belakang, telinga dan hidung. Tersangka juga mengaku antara korban dan dirinya sudah tinggal selama 1 tahun, namun belum menikah secara sah.
Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Haris Baltasar Nasution, STK, SIK, didampingi Kaur Bin Ops Reskrim Ipda Eko Irianto, SE, membenarkan pembunuhan yang dilakukan SK terhadap pacarnya tersebut.
Didampingi Kanit Turjawali Iptu Slamet Sabaryanto, Kasat Lantas melakukan silaturahmi dengan instansi terkait atas atensi dari Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Victor D. Mackbon.
Ia sempat menolak disebut sebagai pelaku, namun barang bukti Hp yang disisipkan di pinggangnya membuat ia tak berkutik. Saat itu juga pelaku langsung diamankan dan ditahan.
"Keluarga korban mencurigai pelakunya adalah suami korban sendiri FW (26) sehingga pihak keluarga melakukan aksi pembakaran terhadap rumah suami korban,"ungkapnya, kemarin Sabtu (5/8).
Ribka menyampaikan bahwa aktivitas perekonomian dan pendidikan belum berjalan normal. Sehingga itu, butuh dukungan semua pihak untuk sama sama menjaga kondusifitas keamanan di Dogiyai.
Jenasah Almarhum Matius Ropa akhirnya pada Jumat (4/8) diterbangkan menuju Kampung Halamannya di Toraja, Sulawesi Selatan menggunakan Pesawat Trigana Air IL222. Kematian Ropa menambah panjang daftar warga sipil khususnya pedagang yang tewas di Yahukimo.
Akibat perbuatannya mencuri sebuah Hp milik korban bernama Bonie Usman, seorang mahasiswa berinisial SW (23) terpaksa harus berurusan dengan aparat kepolisian.
“Kita masih berupaya mencari sejumlah saksi dan alat bukti di lapangan guna mengungkap kasus ini, kami juga sedang melakukan penyelidikan terkait CCTV yang terpasang di beberapa Ruko di wilayah itu agar bisa mencari tahu para pelakunya,”ungkapnya Kamis (3/8), kemarin.
Diungkapkan, untuk menjaga kondisi Kamtibmas di daerah ini, kejadian sekecil apapun masyarakat bisa memberikan informasi langsung kepada jajaran Polres Jayapura, melalui Bhabinkamtibmas yang tersebar di seluruh pelosok, sehingga kejadian sekecil apapun bisa diatasi dengan baik.
Penjabat Kapolsek Muara Tami AKP T.B Silitonga saat dikonfirmasi pada Rabu (2/8) membenarkan penangkapan tersebut. "JF diamankan oleh petugas berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / B / 52 / III / 2023 / Spkt / Polsek Muara Tami / Polresta Jayapura Kota / Polda Papua Tanggal 8 Maret 2023 tentang Pencurian dengan Kekerasan," ujar Kapolsek.
Hal ini disampaikan Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK., MH didampingi Kasat Reskrim AKP Sugarda A.B Trenggono, S.TK., MH saat press conference di Aula Obhe Reay May di depan awak media cetak dan elektronik. Selasa, (1/8) pagi.
Korban bernama Matius Ropa yang keseharian menjaga kios sembako dan pakaian bekas. Ia meninggal dengan tujuh luka bacok di tubuhnya. Dan meski sempat dilarikan ke rumah sakit namun dengan banyaknya luka akhirnya nyawanya tak tertolong. Korban mengalami luka parah di bagian perut dan dahi kiri.
"Kalau narkotika jenis ganja hampir setiap hari kita terima pelimpahan dari aparat kepolisian, dan berdasarkan data, Narkotika jenis ganja cukup tinggi," ungkap Kepala Kejari Jayapura, saat menghadiri sidang penetapan Perda Non ABPD di Kantor DPRD, Sabtu (29/7).
Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK., MH saat press conference mengungkapkan, kasus pencurian tersebut rugikan sekolah mencapai ratusan juta. Salah satu pelakunya merupakan murid di sekolah tersebut.
Menurut keterangan Kapolsek Abepura, AKP. Soeparmanto bahwa kasus penganiayaan tersebut berawal saat korban dan tersangka yang merupakan pasangan kekasih ini, cekcok di tempat tinggal keduanya di Perumahan Uncen bawah Abepura.
Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK., MH saat press conference di Aula Obhe Reay May Mapolres Jayapura, Selasa (1/8). menjelaskan, kasus ini baru terungkap saat korban memberanikan diri melaporkan kejadian tersebut ke ibunya.
‘’Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan (KB) dan dari pemeriksaan itu, terlapor mengakui telah menjual BBM Solar milik perusahaan dengan cara menyedot BBM itu dari alat berat milik perusahaan,’’ kata Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK melalui Kasat Reksrim AKP Haris Baltasar Nasution, STK, SIK, ketika ditemui media ini, Selasa (1/8), kemarin.
Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, S.IK saat dikonfirmasi Senin (31/7) menyatakan, korban bernama Andi Silaban (21) mengalami luka sayatan akibat senjata tajam di bagian wajah dan saat ini masih mendapatkan perawatan medis di RSUD Wamena.
‘’Pelaku jambret tersebut sudah tersangka dan langsung kita tahan,’’ kata Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Haris Baltasar Nasution, STK, SIK di dampingi Kaur Bin Ops Reskrim Ipda Eko Irianto, SE, ditemui media ini di ruang kerjanya, kemarin.
Hanya perjalanan OM tak berlangsung lama karena pada Sabtu (22/7) ia langsung dibekuk tim Resmob Numbay Polresta Jayapura di rumahnya di Tanah Hitam. OM diciduk berdasarkan hasil penyelidikan atas Laporan Polisi nomor : LP / B / 719 / VII / 2023 / SPKT / Polresta Jayapura Kota / Polda Papua, tanggal 15 Juli 2023 tentang Curas dan Pemerkosaan.
Selain tersangka berinial BM, Tim Penyidik Polsek Abepura juga menyerahkan barang bukti berupa satu buah gigi seri di bagian bawah sisi kanan milik korban, yang tanggal akibat dianiaya tersangka.
Diapun mengaku akan memberikan sanksi tegas kepada oknum Satpol PP tersebut baik secara administrasi maupun sanski kepegawaian, serta sanksi lain yang diberikan.
OM yang sudah mengintai lama langsung merencanakan niat tersebut dan berhasil. Hanya OM akhirnya dibekuk tim Resmob Numbay Polresta Jayapura Kota pada Sabtu (22/7) di rumahnya di Tanah Hitam.
Pelaku yang berinisial ER (15) tersebut adalah seorang pelajar yang baru lulus dari SMP dan masuk di salah satu SMA Negeri Merauke tahun ajaran 2023 ini. Saat melakukan aksi pencurian itu, ER tidak sendirian, namun dengan seorang temannya yang masih dalam pengejaran Tim Opsnal Polres Merauke. Dalam melakukan aksinya, pelaku menggunakan mobil.
Dijelaskan usai melakukan beberapa rangkaian penyelidikan atas peristiwa pembakaran mobil milik korban Nikson Tarage. Kasat Reskrim bersama tim opsnal dan penyidik berusaha menemukan titik terang kejadian tersebut hingga berhasil menetapkan dua orang sebagai tersangka yakni EF (18) dan MP (45).
Lession Officer (LO) Polda Papua Papua Tengah, Kombes Pol Gustaf Urbinas menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima laporan dari siapapun terkait korban sipil. Ia meminta siapa saja yang mengetahui kejadian ini bisa membuat laporan resmi sekaligus menunjukkan bukti adanya korban tewas. ”
Ia yang diduga kuat menjadi pelaku yang melakukan penganiayaan terhadap seorang petani bernama Marthen Luther (41) hingga akhirnya nyaris menimbulkan konflik antar warga. Kejadian penganiayaan itu sendiri terjadi pada Kamis (20/7) pagi di Kampung Nafri.
Kapolres Supiori Kompol Marthen, W. Asmuruf, S. Sos, M.M melalui Kasi Humas Polres Supiori AKP Nataniel Sanggenafa, S.E menyampaikan kasus pengrusakan rumah dan penganiayaan bermula saat Jefri Awom sedang bermain di dalam salah satu rumah kosong milik Nelson R beserta isterinya Rosmina R yang tidak ditempati tanpa izin sekitar pukul 16.30 WIT. Melihat hal itu, Rosmina R menegur dengan baik - baik agar pelaku bermain di luar rumah.
Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, S.IK saat dikonfirmasi membenarkan adanya temuan mayat laki –laki tanpa identitas, korban ditemukan di pinggir jalan dan dalam posisi terlentang serta tidak memakai baju dengan kondisi wajah hancur.
Tak hanya itu, akibat berusaha melawan aparat saat diamankan, salah satu kakinya terpaksa harus ditembus timah panas. Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon melalui Kasat Reskrim AKP Oscar Fajar Rahadian Minggu (23/7) siang menjelaskan bahwa OM melakukan aksinya pada Sabtu (15/7) dini hari sekira pukul 02.00 WIT.
Kapolsek menambahkan, situasi kemudian berangsur membaik setelah diberikan penjelasan kepada keluarga korban, sementara korban Nikson Tarage bersama tiga orang terduga pelaku berada di Polsek Muara Tami.
Namun karena dipengaruhi minuman keras akhirnya ketiga pemuda ini justru menganggap sopir yang mau menolong sebagai pelaku kecelakaan. Disampaikan kejadian ini terjadi pada Jumat (21/7) sekira pukul 18.40 WIT jalan Trans Arso tepatnya di depan Pemancingan Harangan Bagot, Kosa Kosso.
"Pelaku masih dalam pengejaran, nanti jika pelaku ditangkap maka kasusnya akan dilimpahkan ke Polres Jayapura,"ungkapnya, saat dikonfirmasi, Minggu (23/7)kemarin.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Benny Ady Prabowo mengatakan bahwa peristiwa tragis ini melibatkan korban bernama Wandingen Kekri dan Roheni, yang merupakan istri dan anak sambung dari pelaku berinisial MK. “Lagi dilakukan pengejaran oleh anggota Polres Jayapura,” singkat Kabid Humas.
Pemalangan yang sebelumnya dilakukan kelompok masyarakat termasuk situasi tegang kini berangsur pulih. Pihak kepolisian gabungan juga masih melakukan patroli untuk memastikan bahwa kondisi daerah kondusif.
Menurut Kapolsek Abepura. AKP. Soeparmanto, korban dianiaya oleh pelaku saat hendak ke kebunnya di Koya Koso. Dimana saat tiba di Jembatan Kampung Nafri, pelaku menghadang dan memalak korban. Tak hanya meminta uang, pelaku justru menganiaya korban menggunakan parang sehingga korban mengalami luka memar pada bagian wajah.