- Advertisement -spot_img

TAG

ADAT

Pemerintah Didesak Batalkan Proses Pengangkatan DPRK

Adanya tuntutan ini, karena melihat fenomena politik saat ini, dimana LMA tanah Papua sebagai pencetus lahirnya Pasal 6A UU Nomor 2 tahun 2021 tentang Otonomi Khusus (Otsus) sama sekali tidak diakomodir sebagai bagian dari panitia seleksi ataupun tim pengangkatan DPRP dan DPRK.

Hasil Pemetaan Wilayah Adat Bakal Didorong jadi Perda

Pj. Bupati Jayawijaya, Tonny M. Mayor, S.Pd , MM  mengatakan, pemetaan wilayah adat memang penting dan perlu dilakukan agar peta wilayah adat bisa terdokumentasikan dengan baik secara tertulis.  Sehingga generasi muda ini harus mengetahui batas-batas wilayah adat, batas-batas hak ulayat, karena sebagian besar ini sekolah keluar dari Kabupaten Jayawijaya.

Masyarakat di Merauke Tolak Program Stategis Nasional

Suku-suku ini masih konsisten dan tegas menolak kehadiran program pemerintah tersebut hadir di atas tanah adat mereka. Dalam pertemuan itu, masyarakat adat menilai tindakan pembongkaran hutan yang telah dilakukan pemerintah lewat PT. Jonlin Group di Ilwayab jelas-jelas  melanggar hak-hak masyarakat adat.

Perekrutan DPRK Jalur Pengangkatan Adat Dinilai Salahi Aturan

   Max Abner mengatakan dalam proses perekrutan DPRK ditemukan banyak kejanggalan, namun ia tidak menyebutkan namanya secara detail. Seharusnya kata Max Abner dalam perekrutan DPRK itu harus melibatkan MRP sebagai lembaga representasi  kultural dan keaslian orang asli Papua (OAP).

Dishut LH Lanjutkan Pelatihan Budidaya Jamur Bagi Masyarakat Adat

   Plt. Kepala DKLH Provinsi Papua, Aristoteles Ap mengatakan, program pelatihan budidaya jamur dilakukan dengan melihat potensi-potensi yang ada di dalam kawasan hutan terutama terkait dengan pemanfaatan hasil limbah yang telah dibuang atau tidak digunakan lagi, namun bisa dimanfaatkan salah satunya dengan budidaya jamur ini.

Daniel Toto : Sama sama Anak Negeri  Lima Paslon Jangan Saling Menjatuhkan

Daniel menjelaskan, dalam Pilkada Kabupaten Jayapura ia juga berharap adat harus ikut mensukseskan Pilkada Kabupaten Jayapura. Dimana seluruh masyarakat adat di seluruh tanah Papua harus terlibat aktif dalam mensukseskan Pilkada yang merupakan agenda negara untuk menentukan pemimpin lima tahun ke depan.

Baru Ada Satu Wilayah Hukum Adat yang Tersertifikasi

Peraturan ini dibentuk untuk memberikan perlindungan dan proteksi dan juga memberikan jaminan hukum terhadap hak ulayat milik masyarakat hukum adat. Khusus di Papua implementasi dari peraturan tersebut belum berjalan maksimal.

Persoalan Tapal Batas Kampung Wakia Beres

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mimika, Petrus Yumte mengatakan bahwa persoalan tapal batas di Kampung Wakia, Distrik Mimika Barat Tengah kini telah selesai dan wilayah tersebut masuk ke dalam wilayah administrasi Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. 

Perdasus tentang Hak Ulayat Dinilai Melemahkan Hak Masyarakat Adat

  Ketua Komnas HAM Papua Frits Ramandey mengatakan dasar dari kegiatan tersebut karena adanya pengaduan masyarakat adat terkait substansi dari perdasus tersebut yang dianggap melemahkan hak hukum masyarakat adat dalam mengambil tanah adat yang dikuasai secara sepihak oleh pihak kedua misalnya koorporasi, atau pemerintah dan lainnya.

Soal Lingkungan, Para Paslon Jangan Hanya “Jualan Kecap”

Disampaikan bahwa Hutan Papua adalah salah satu hutan hujan tropis terakhir yang masih utuh di Indonesia. Selama ratusan tahun telah berfungsi sebagai rumah bagi keanekaragaman hayati serta memainkan peran penting dalam pengaturan iklim global. Namun, ancaman terhadap hutan Papua telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Dua Marga Minta Keuskupan Agung Bersurat ke Presiden

Dijelaskan oleh Ketua LBH Papua Pos Merauke, Teddy Wakum bahwa Jumat (13/9) lalu, Marga Moiwend dan Gebze selaku pemilik hak ulayat tanah dan hutan adat di Distrik Ilawayab, Kabupaten Merauke mendatangi Keuskupan Agung Merauke untuk menyerahkan surat yang di dalamnya berisi permohonan kepada Uskup Agung agar ikut bersuara atas penderitaan warga yang tanah dan hutannya sedang diserobot dan digusur paksa oleh pemerintah atas nama PSN.

Luas Tanah Adat Hanya Tersisa Sekitar Dua Persen

Menurutnya, itu menjadi isu krusial dalam era otonomi khusus. Pihaknya kemudian mencoba melihat isu itu dan ini kemudian bisa menjadi latar belakang pemikiran pemerintah kota membuat perlindungan secara khusus kepada masyarakat adat dengan afirmasi positif.

BMD-Dipo Sowan ke Rumah Ketua LMA Port Numbay

  George Awi menegaskan sebagai orang adat, dirinya mendukung seluruh pasangan calon, baik Walikota maupun Gubernur. Khusus BMD-Dipo,  George Awi menilai figur Boy Markus Dawir sebagai anak adat Port Numbay tidak perlu diragukan, karena saat ini terpilih kembali menjadi anggota DPR Papua .

Revisi Tata Ruang, Perhatikan Potensi Ekonomi di Dua Wilayah Adat

Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Komunikasi dan Informatika setempat menyebut revisi tata ruang Provinsi Papua, sementara berproses dan cukup panjang setelah dilakukan sinkronisasi dengan Provinsi Daerah Otonomi Baru (DOB) pada 30 Maret 2023.

Audiens Dengan DAS, Semuel Terima Masukan dan Saran

Pj Bupati Jayapura Semuel Siriwa mengatakan, pertemuan ini sifatnya hanya audiens saja, sekaligus silahturahmi antara Samuel Siriwa sebagai Pj Bupati Jayapura yang baru saja dilantik.

Semuel Siriwa Diterima Masyarakat Adat

Pj Bupati Jayapura Semuel Siriwa mengatakan,  kegiatan penyambutan secara adat ini sebuah penghargaan yang luar biasa bagi dirinya, yang menerima hingga menobatkan dirinya sebagai anak adat.

Masyarakat Adat Tolak Merauke “digarap” Investor

Aksi ini merupakan yang kedua kalinya, setelah sebelumnya menggelar aksi demo ke Kantor DPR Kabupaten Merauke beberapa waktu lalu. Aksi demo ini diawali dari Lingkaran Brawijaya (Libra) Merauke menuju Kantor Sementara Majelis Rakyat Papua Selatan di Jalan Raya Mandala dengan long march.

MRP Berharap Lembaga Adat Tidak Mengomentari Satu Pasangan Calon

Ia mengatakan dari usulan tersebut, MRP terlebih dahulu akan melakukan klarifikasi keaslian atau faktual terhadap dokumen keaslian orang asli Papua (OAP) dari para calon kepala daerah nantinya. Kemudian kata Izak, dilanjutkan dengan pasal 20 ayat (2), juga diatur dalam Perdasi dan Perdasus.

Masyarakat Adat, Antar SBM Minang Anthon Kho

Acara minang dan sejumlah sikap dan pernyataan dari masyarakat adat berlangsung di Kampung Paray, Distrik Biak Kota.  Masyarakat adat yang terdiri dari Mananwir, Kereth, Bar dan Marga dari berbagai wilayah di Kabupaten Biak Numfor hadir di tempat itu.

Penolakan Aksi 15 Agustus Bermunculan

Sekalipun diawal dikatakan akan dilakukan dengan jalan damai namun ujung - ujungnya dipastikan terjadi kericuhan dan aksi - aksi anarkis. Mirisnya lagi tak ada satupun pihak yang  menyatakan siap bertanggungjawab.

Masyarakat Hukum Adat Ada Namun Terkesan Tak Diakui

Selaku Ketua Kelompok Khusus DPR Papua, ia menyatakan bahwa akan mendorong beberapa pasal dalam Perdasi diantaranya, pasal pendidikan budaya dan pasal yang akan membina dan pengawasan tentang pembentukan komisi masyarakat adat.

Jaga Tanah Adat, Libatkan Perempuan Dalam Pembangunan

“Tujuan kita bentuk Manawir itu untuk selamatkan tanah, bukan untuk jual tanah. Saya setuju dan itu sudah kami bicara terus menerus. Saya mau kita membuka pikiran kita. Karena masalah jual tanah itu Mananwir yang jadi sorotan,” ungkap Yan Piter Yarangga.

Benda Arkeologi Jati Diri orang Papua Harus Dijaga

  Ketua Mambesakologi Tanah Papua Daniel Randongkir di Jayapura, Jumat, mengatakan benda arkeologi merupakan warisan turun-temurun masyarakat adat Papua sehingga keberadaannya harus selalu ada di daerah ini.

Wouma dan Asolokobal Sepakat Berdamai Dengan Inisiasi Adat

PJ Gubernur Papua pegunungan Dr. Velix Vernando Wanggai menyatakan pemerintah terus bersifat aktif untuk membangun langkah -langkah menuju proses perdamaian, sesuai dengan dengan konteks budaya , dan menuju proses perdamaian ini komunikasi terus dibangun baik secara individual tiap komunitas sejak konflik itu terjadi

Menapaki Peran LMA-Tsingwarop Melawan Tantangan Zaman Demi Nilai-nilai Adat

Ketua LMA-Tsingwarop, Litinus Niwilingame mengatakan, LMA-Tsingwarop menyiapkan strategi baik secara internal maupun secara eksternal guna menyikapi banyak hal yang terjadi di wilayah Tsingwarop.

Mediasi Konflik di Wouma Menuju Kesepakatan Damai dengan Insiasi Adat

Pj. Gubernur Papua Pegunungan mengatakan, poin penting dalam pertemuan ini adalah keinginan dari kedua belah pihak untuk menghentikan pertikaian dan bersama-sama menuju perdamaian atau kesepakatan damai.

KAP Biak Lakukan Walk-Out Pada Konfrensi Pusat KAP-Papua 

Aksi ini dilakukan sebagai wujud ketidakpuasan dan kekecewaan karena jalannya penyelenggaraan kegiatan, yang mengagendakan pemilihan Ketua KAP-Papua yang baru, itu tidak sesuai dengan aturan yang telah diatur dalam ADRT KAP-Papua. 

Kantor Dishub Dipalang, Masyarakat Adat Minta Ganti Rugi Rp 4,4 Miliar

Para pemilik  hak ulayat tersebut juga bertemu dan diterima oleh Sekretarius Daerah Kabupaten Merauke  Yermias Ruben Ndiken, S.Sos di Lantai III  Kantor bupati Merauke. Seusai  menerima para pemilik  hak ulayat tersebut Sekda Yermias Ndiken menjelaskan bahwa pihaknya telah bertemu dengan para pemilik hak ulayat  tersebut yang digunakan oleh Dishub Kabupaten Merauke.

Pemerintah Janjikan Anak Adat Diprioritaskan

"Akan dibuat  dalam kesepakatan, memberikan afirmasi prioritas kepada semua, berlaku kepada semua di wilayah adat yang lain di kota Jayapura. Sehingga semua berlaku dan prioritas untuk anak-anak pemilik ulayat sehingga ada keadilan,"kata Frans Pekey.

Terkait DPRK, Masyatakat Adat  Ajukan Gugatan di PTUN

   Meski belum dipastikan mengenai materi gugatan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat adat Papua itu, namun dia menyebutkan hal gugatan itu terkait dengan tuntutan masyarakat adat  untuk masuk ke dalam kepanitiaan seleksi termasuk juga dalam anggota DPRK. 

Banyak Tambang Emas di Papua Masih Dikelola Masyarakat Adat

“Ada tambang rakyat di daerah itu, yang tadinya masyarakat mendulang dengan menggunakan alat manual namun kini sudah mulai menggunakan alat berat,” kata Soleiyan.

Kunker Ke Wamena, Wapres Titip Empat Pesan

Menurutnya, pendekatan berbasis kearifan lokal dan konteks wilayah dapat memperkuat penerimaa dan dukungan masyarakat serta mengurangi potensi konflik sehingga implementasi strategi pembangunan menjadi lebih relevan dan efektif.

Pemekaran Tak Membatasi Hak Politik OAP

Menanggapi hal ini Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Pdt. Liypiyus Biniluk, mengatakan wilayah adat hanya berbicara administrasi. Sementara hak politik tidak ada aturan mengatur terkait itu.

Tokoh Adat Dukung Frans Pekey Maju Pilkada Walikota

   Terkait hal ini, Frans Pekey pun mendapatkan doa dan dukungan dari tokoh adat, Ondoafi Kampung Tobati, agar dirinya maju dan terpilih sebagai Walikota Jayapura. Tak hanya itu, Kepala Kampung Tobati, Otniel Meraujde secara terang-terangan menyampaikan dukungannya di hadapan masyarakat yang hadir dalam peresmian sejumlah fasilitas yang dibangun oleh pemerintah Kampung Tobati.

Ondoafi Tobati Laut: Satukan Suara untuk BTM!

Tokoh adat yang ada di Port Numbay, kata dia, harus bergandengan tangan untuk melakukan konsolidasi kepada semua masyarakat yang ada, baik warga orang asli Papua maupun pendatang yang mendiami Kota Jayapura. "Tugas kita sekarang merangkul masyarakat, jangan sampai berjalan pada pilihan yang lain," tegasnya.

Dukung Pembangunan Rumah Adat

Dalam kunjungannya, Wakapolres Asmat menyampaikan tujuan dari kegiatan tersebut, yang salah satunya adalah memberikan bantuan kepada masyarakat Kampung Amborep yang sedang mempersiapkan pembangunan rumah adat Jew.

Besarnya Anggaran Kampung Harus Berdampak Pada Masyarakat

    Dikatakan Max, dengan besarnya anggaran yang turun ke kampung, maka harus berdampak kepada masyarakat dan membawa perubahan sesuai dengan potensi potensi yang ada di kampung masing masing. “Baik itu potensi sumber daya manusianya maupun sumber daya alamnya,” kata Max.

Kekerasan Terhadap Perempuan di Papua Harus Dicegah

Total sebanyak 54 perempuan yang dilantik menjadi pengurus LP3A2 Provinsi Papua. Rumasukun meyakini bahwa Ormas LP3A2 tak hanya mengurusi perlindungan bagi perempuan dan anak ada, namun akan menjadi penolong bagi kaum pria yang bergerak di sektor pemerintahan, karena lebih tahu dari mana provinsi ini harus dibangun.

Konflik di Nabire Berakhir Damai

Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang kemasyarakatan, SDM dan Pengembangan Otsus, Ukkas, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak, Nenu Tabuni, dan Kepala Dinas Kebakaran dan penyelamatan, Penanggulangan bencana dan satpol PP, Victor Fun, Pemerintah Kabupaten Nabire yang diwakili oleh Kasatpol PP, Kapolres Nabire, AKBP Wahyudi Satriyo Bintoro, Pimpinan dan Anggota Majelis Rakyat Papua Tengah (MRPT), Kepala suku Mee dan Moni serta beberapa perwakilan tokoh pemuda dan Masyarakat.

Tarian Adat Suku Kamoro Mulai Asing di Kalangan Muda-mudi 

Dominggus mengatakan, sementara nama Mimika yang kini kita kenal artinya suatu tempat, nama Mimika diambil dari kata Mimiaika yang artinya banjir sedang berjalan atau arus sedang berjalan. 

Frans Pekey: Penting Untuk Penguatan Lembaga Adat 

Frans Pekey, kepada wartawan usai peresmian rumah adat itu mengungkapkan, pemerintah terus mendorong penguatan kelembagaan  masyarakat adat,  salah satunya dengan pembangunan rumah adat ondoafi yang dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah kampung dan Pemerintah Kota Jayapura.

Diminta Untuk Alokasi Dana Otsus Untuk Pembangunan Honai Adat

Anggota MRP Papua pegunungan Ustad Ismail Asso menyatakan Apa itu Honai Kaneke? Honai adalah tempat dimana benda-benda sacral seperti Hareken (batu hitam / axe) atau Kanc Eken atau Kaneke (benda pusaka) disitu tersimpan didalam lemari.

Cakada Harus Ikuti Aturan yang Ada

Ramses juga meminta Cakada tetap menjaga kondusifitas Kamtibmas di Kabupaten Jayapura. Tidak boleh membuat gerakan tambahan sehingga membuat gaduh atau suhu politik di Kabupaten Jayapura jadi  memanas.

Pilih Pemimpin Harus Lihat Kapabilitas dan Eksistensinya

  Dimana masyarakat adat Tabi-Saireri meminta agar pemimpin di Papua Induk harus diisi oleh orang asli Papua berwilayah adat Tabi Saireri. Pun demikian diberbagai wilayah adat lain di tanah Papua juga menuntut hak yang sama, bahwa pemimpin dserah harus diisi oleh anak asli dari wilayah adat setempat.

Respon YPMAK Soal Isu Demo Tanggal 18 April 2024

Direktur YPMAK, Vebian Magal didampingi lima benerapa kepala suku dan perwakilan suku kerabat saat ditemui menegaskan, oknum kelompok yang ingin melalukan aksi demo pada 18 April 2024 berkaitan dengan pengelolaan dana 1 persen bukanlah bagian dari dua suku besar di Mimika dan lima suku kerabat.

Selamatkan Hutan Butuh Kolaborasi Agama dan Adat

   Agar program ini berjalan dengan baik, pemerintah tidak saja membiarkan masyarakat bekerja sendiri, tetapi pemerintah juga memberikan dukungan penuh terutama dengan penyiapan bibit tanaman pohon secara gratis kepada masyarakat.  Program ambil bibit gratis ini diharapkan menjadi supaya untuk menarik perhatian masyarakat supaya terus menjaga kawasan hutan di papua dengan melakukan penanaman pohon.

Peranan IKB Jayawijaya Dalam Pembangunan Lembah Baliem Sejak Tahun 70an

Ketua IKB Jayawijaya Gotlief Sihombing menyatakan saat ini masyarakat batak yang ada di Jayawijaya tak bisa dipisahkan dengan daerah ini, oleh karena itu dilakukan ibadah syukuran lepas sambut Tahun ikatan keluarga Batak Jayawijaya 2023-2024 dengan maksud mensyukuri kebaikan Tuhan.

Ratusan Orang Ajukan Petisi Selamatkan Hutan Adat Papua

  Surat tersebut ditujukan kepada Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Manado, yang memeriksa, Nomor Putusan Banding; 92/B/LH/2023/PT.TUN.MDO dan mengadili perkara lingkungan hidup dan perubahan iklim nomor No. 6/G/LH/2023/PTUN.JPR.

Sah, Nerlince Wamuar Pimpin MRP

Dia menjelaskan penetapan Pimpinan lembaga kultur itu dilakukan melalui rapat pleno,  yang digelar pada Kamis (25/1). Dimana  selain pleno penetapan ketua definitif,  juga dilakukan pleno penetapan wakil ketua 1 yang dijabat oleh Robert Horik, Waket, Max Apner Ohee.

Forum  Adat Bersama Malind Anim Temui Pj Gubernur Papua Selatan 

  Kedatangan Forum Adat Bersama Malind Anim Kabupaten Merauke itu untuk mengklarifikasi sekaligus memberikan pernyataan terkait dengan  surat penolakan pelantikan terhadap Ketua  MRP Papua Selatan periopde 2023-2028 Damianus  Katayu beberapa waktu lalu.   

Di Jayapura Gibran Bakal Blusukan Pasar dan Bagi Susu

  “Kunjungan Gibran Jumat (26/1) akan bertemu dengan tokoh adat Papua perwakilan dari beberapa wilayah adat, kemudian kunjungan ke pasar untuk mensosialisasikan program visi misi Prabowo-Gibran ke depannya,” ucap Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo Gibran Wilayah Papua, Ronald Antonio, kepada Cenderawasih Pos, Kamis (25/1).

Cegah Konflik Sosial, Wajib Saling Menghargai dan Menghormati

Yanto berharap, siapa saja orangnya apakah OAP dan non OAP harus bisa menjalankan tiga hal tersebut, supaya tidak terjadi konflik sosial di tengah- tengah masyarakat, tidak ada ketimpangan sosial di masyarakat dan keadilan akan tercipta secara baik,  karena adanya rasa saling menghormati, menghargai serta memanusiakan manusia . Tentunya ini adalah salah satu point penting dalam hidup bermasyarakat.

Jelang Pemilu, Patroli dan Sweeping Harus Terus Ditingkatkan

Aparat keamanan diminta selalu melakukan patroli dan sweeping,  terutama di daerah merah yang ada di Sentani, guna menghindari hal- hal yang tidak diinginkan, sehingga deteksi rawan dini gangguan Kamtibmas di Kabupaten Jayapura benar-benar bisa dibaca dan dikuasai.

Masyarakat Tabi Harus Bisa Jadi Pemimpin di Papua   

Kepala Suku Pouw, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Heskiel Pouw menyatakan masyarakat adat Tabi harus menjadi pemimpin di Tanah Papua. Salah satu putra Tabi yang menurutnya layak menjadi pemimpin di tanah Papua adalah Benhur Tomi Mano.

Gelar Pertemuan dengan Tokoh Grimenawa

Pertemuan dengan para tokoh Grimenawa ini  untuk melakukan dialog dan membahas peristiwa kericuhan yang terjadi dan bagaimana langkah penanganan dalam melakukan penyelesaian masalah yang terjadi Kampung Karya Bumi Besum, Distrik Namblong.

LMA Biak Rasa Kehilangan Sosok Pemimpin Hebat, Almarhum Lukas Enembe

“Sebagai manusia biasa kami memang merasa kehilangan sosok pemimpin yang hebat menurut LMA Biak,”ungkap Ketua Lembaga Masyarakat Adat ( LMA ) Kabupaten Biak Numfor, David Rumansara ketika di hubungi Cenderawasih Pos Selasa,(2/1/2024).

Uncen Kampus Biak Bersama LMA dan Dewan Adat Byak Gelar Public Lecture

Public Lecture itu di gelar dengan tajuk Otonomi Khusus ( Otsus ) dan pemenuhan hak politik orang asli Papua ( Suku Byak ) menuju Pemilu 2024 dengan narasumber utama Laus D.C. Rumayom, S.Sos, M.Si Dosen Hubungan Internasional, Universitas Cenderawasih Jayapura

Dewan Adat Byak Kesal Dengan Sikap Anggota DPRD Asli Biak

Pasalnya pada saat setiap kali persidangan dilakukan kebanyakan dari mereka sibuk mengotak – atik hand phone tanpa focus memperhatikan program yang dibahas bersama dalam persidangan.   

Tingkatkan Mutu, Sekolah Adat Negeri Papua Gandeng Uncen 

  Direktur Sekolah Adat Negeri Papua Origenes Monim  Selasa mengatakan, Uncen tertarik mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka belajar dengan penerapan bahasa daerah di satuan pendidikan mulai SD-SMA/SMK atau sederajat.

HUT DWP Kabupaten Yalimo Gelar Lomba Peragaan Busana Adat

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Yalimo Dr. Nahor Nekwerk, Sekda Dr. Isak Yando, Ketua DPRD Kabupaten Yalimo Markus Walilo, Perwira Penghu bung Kodim Jayawijaya , para Asisten  Setda , OPD di lingkungan Pemkab Yalimo serta tamu undangan lainnya ,

Masyarakat Kampung Yongsu Spari akan Tempuh Jalur Hukum

"Kami sudah mendatangi Polres Jayapura  dan diminta membuat pengaduan terkait dugaan penggelapan dana kampung," kata masyarakat adat Kampung Yongsuspari, melalui kuasa hukumnya,  Edison Awoitauw, Senin (4/12).

Wabup Thomas Safanpo Resmikan Rumah Adat Jew Kampung Sawa

"Dalam bahasa Asmat Jew berarti "roh", maka Jew memiliki arti sukma atau jiwa yang menghidupkan dan menggerakkan kehidupan bersama," kata  Danramil Sawaerma Letda Inf Roesli Rajab, Jumat (17/11/2023).   

Perda Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat Sangat Penting

Ketua Dewan Adat Keerom, Jack Mekawa mengatakan, adanya MoU tersebut merupakan harapan bagi masyarakat adat di Negeri Tapal Batas, Kabupaten Keerom. “Dengan adanya penandatanganan MoU ini juga merupakan program kerja utama sejak dilantik sebagai Ketua DAK Keerom,” ungkap Jack Mekawa kepada awak media.

LMA: Anak Adat Harus Menjadi Tuan di Negerinya Sendiri

Masing-masing Surat yang akan dikirim ke 6 MRP itu yakni Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan Tengah dan Papua Selatan. Dimana dalam surat tersebut berisi penolakan terhadap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang bukan berasal dari wilayah adat di mana 6 provinsi itu berada.

Komunikasi Tokoh Adat Semakin Kuat Bebaskan Pilot Susi Air

"Perkembangannya, kita makin memperkuat komunikasi dengan para tokoh adat di sana," kata Moeldoko dalam konferensi pers di Gedung Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jakarta, Kamis.

Masyarakat Kampung Yogonima, Bakal Gelar Pesta Adat Bernunsa  Suku Hugula

“Anak-anak sekolah minggu Rayon Aryom sudah punya tempat ibadah bagus jadi jangan malas sekolah minggu. Tapi hari minggu lonceng bunyi sudah datang ke rumah sekolah minggu duduk menyanyi puji Tuhan,”ujarnya saat ibadah syukuran selesai direhabnya  rumah sekolah minggu Rayon Aryom, Jemaat GKI Bait-El Aryom - Soryar, Jumat,(10/11).

20 Kampung Bakal Ditetapkan Jadi Kampung Adat di Biak

Ketua Lembaga Masyarakat Adat ( LMA ) Kabupaten Biak Numfor, David Rumansara mengatakan, dari seleksi yang dilakukan oleh tim yang bertugas melakukan seleksi terhadap kampung – kampung di Kabupaten Biak Numfor berhasil mendapat 20 kampung yang di nilai memenuhi syarat untuk ditetapkan menjadi kampung adat pada 19 distrik di Kabupaten Biak Numfor.

Dewan Adat dan LMA Biak Usulkan Loth Yensenem Jadi Pj. Bupati Biak Numfor

Ketua Lembaga Masyarakat  Adat ( LMA ) Kabupaten Biak Numfor, David Rumansara mengatakan, usulan pihaknya itu telah disampaikan ke DPRD Biak Numfor untuk dilanjutkan kepada Penjabat Gubernur Provinsi Papua dan Menteri Dalam Negeri ( Mendagri ) RI di Jakarta. 

Pemerintah Tidak Sembarang Ambil Tanah Hak Ulayat

   “Pemerintah Provinsi tidak gegabah orang bilang tidak takabur, tidak ya, pemerintah provinsi ini pemerintah, negara. Negara tidak sembarang mengambil tanah orang, tentu mengikuti aturan-aturan yang berlaku” kata Kondomo saat menanggapi  Polemik lokasi kantor Gubernur di Walesi Senin (23/10) kemarin

Sejumlah Ketua Adat Papua Temui Ganjar, Akui Ada Rasa Cocok

"Kami sangat respons dan kami butuh orang yang merendah, merendah tahu kesakitan rasa seperti apa. Dia bisa ke bawah, ke tengah, dan bisa ke atas juga menyesuaikan," kata Ketua Suku Tehit Papua Barat Daya, Orgenis Richard Sadrafle, Sabtu (21/10).

Perjuangan TPN-OPM Makin Kabur, Yuranus Jikwa: Jangan Tembak Warga Sipil!

“Jadi pernyataan Juru Bicara (Jubir)  TPN-OPM, Sebby Sambom dan kekerasan yang dilakukan TPN-OPM terhadap warga sipil di Tanah Papua kian meresahkan dan mengaburkan perjuangan,” ucap Yuranus Jikwa melalui rilis yang diterima Ceposonline.com, Kamis (19/10/2023).

Tolak Aktivitas ULMWP di Tanah Papua

   Sebab, menurut Kundrat Tukayo, salah satu tokoh Pemuda Adat Tabi,  masyarakat Papua menginginkan ketenangan dan kesejahteraan.  Oleh karena itu, dirinya meminta kelompok tersebut menghentikan lobi-lobi politik yang memperjuangan kemerdekaan bagi Papua.

Serahkan Sertipikat bagi Masyarakat Hukum Adat dan Rumah Ibadah di Papua

Tidak hanya itu, Hadi Tjahjanto juga menyerahkan  sertipikat wakaf untuk Masjid Ammal Marwah di Distrik Sentani, Sertipikat untuk Gereja GKI Pengharapan dan Sertipikat Gereja Masehi Advent Hari ke Tujuh di Distrik Jayapura Utara.

Kucurkan Dana Bantuan Modal Usaha Bagi OAL

Plh. Sekda Kabupaten Lanny Jaya Tendien Wenda,S.Th,.S.IP,.M.Si mengatakan, melalui bantuan pemda seluruh pengusaha Orang asli Lanny Jaya Beam- Kuyawagge  dapat berkembang dengan baik dan hasilnya berdapak nyata dalam membangun sector usaha.

Bangun Sejumlah Infrastruktur Publik, Rumah Layak Huni hingga Sarana Air Bersih

Salah satu tujuan pemerintah pusat menyalurkan  Dana Desa (ADD) di setiap kampung   untuk mempercepat proses pembangunan di kampung sesuai dengan kebutuhan di masing-masing kampung. Dana yang mengalir ke kampung ini bisa mencapai miliaran rupiah, bisa melebihi Organisasi Perangakt Daerah di Kota Jayapura.

Kunjungi Papua, Menteri Hadi Serahkan Sertipikat Tanah Ulayat Suku Sawoi Hnya

Sertipikat yang diberikan, merupakan Sertipikat Hak Pengelolaan tanah ulayat suku Sawoi Hnya untuk pengembangan kawasan pertanian bagi kurang lebih 130 Kepala Keluarga atau 600 masyarakat dengan total luas tanah sebesar 699,7 Hektar.

Kalau Sudah Bikin Acara Adat tidak Bisa di Ganggu Gugat 

Didimus juga menyatakan bahwa pihaknya  tidak mau terjadi masalah tanah lagi,  tapi sekali sepakat harus jalankan, jangan membingungkan pemerintah dan pihak lain yang ingin membangun  di wilayah ini

Masyarakat Adat Welesi dan Wouma Serahkan Surat Pelepasan Tanah Adat

Pemberian surat pelepasan hak ulayat tanah kepada Pemerintah Provinsi diwarnai dengan tradisi adat bakar batu dengan jumlah wam  (babi) 40 ekor di lokasi pembangunan kantor gubernur Papua Pegunungan.

LMA Biak Harap Prioritaskan Anak asli Isi Kursi DPRD Usungan Partai Politik

Pihaknya berharap demikian karena anak-anak asli setempat memiliki daya saing dan nilai tawar yang rendah bila di banding dengan warga bukan asli setempat sehingga tidak mungkin bisa mencalonkan diri sebagai calon anggota DPRD kabupaten / kota pada salah satu daerah di luar Papua.

Kantornya Rusak, Ketua Dewan Adat Byak Mun Supiori Kesal

Ia menilai hal tersebut merupakan suatu unsur kesengajaan karena tanpa disadari dengan membakar sampah pada bagian pohon yang telah mengering menyebabkan dahan pohon patah dan roboh menimpah gedung Kantor Dewan Adat Byak Mun Supiori yang dipinjam pakai tersebut.

Kantor Sementara Dinas Pemuda dan Olahraga Tertimpah Pohon

Kantor Dewan Adat Byak Mun Supiori yang dipinjam pakai oleh Dinas Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Supiori pada Selasa, (3/10) siang sekitar pukul 10.30 WIT tertimpah pohon kering berukuran besar tinggi yang patah dan roboh.

Ormas Pertama di Tanah Papua adalah Dewan Adat Byak

Dewan Adat Byak menurut Gerald Kafiar resmi berdiri sebagai organisasi kemasyarakat pertama di Tanah Papua pada tahun 1947 dan di pimpin oleh Manfun Kawasa Byak Markus O. Kaisepo. Untuk itu kata dia Dewan Adat Byak merupakan organisasi kemasyarakatan terbesar, terdewasa dan terkemuka di atas Tanah Papua.

Dianggap Kebiasaan Buruk, Pemerintah Sebut Tak Ada “Uang Permisi” Buka Palang

Saat ditanya Cepos, Senin (2/10), apakah ada kemungkinan pemerintah akan melakukan pembayaran uang permisi terhadap pemilik ulayat, sebagai syarat untuk membuka palang? Dengan tegas Frans Pekey menjawab, hal itu tidak akan dilakukan. Pemerintah Kota Jayapura akan mengambil kebijakan sesuai dengan aturan yang ada.

Soal Kantor Pemkot Dipalang, Ini Penjelasan Lengkap Pj.Walikota

Diakuinya dalam proses pembangunan perkantoran kala itu, ada masyarakat adat dari suku Hamadi Machbi, lakukan komunikasi dengan pemerintah Kota Jayapura terkait tanah tersebut hingga berujung pada aksi pemalangan. Bahkan kata dia, aksi pemalangan ini sebenarnya sudah terjadi beberapa kali sejak pemerintahan Walikota Kambu dan Walikota Benhur Tomi Mano hingga terbaru Senin (2/10).

Kantor Wali Kota Jayapura Dipalang, Ini Alasanya

Aksi palang memalang fasilitas milik pemerintah yang dilakukan oleh oknum masyarakat adat, di kota Jayapura belakangan ini memang semakin marak. Jika sebelumnya menyasar Kantor Gubernur Papua, lembaga pendidikan fasilitas kesehatan hingga kantor BPBD Provinsi Papua, saat ini menyasar Kantor Walikota Jayapura.

Masih ada 5 Distrik Yang Belum Dipetakan Wilayah Adatnya

Sekda Jayawijaya Thony M Mayor, SPd, MM menyabutkan pemetaan wilayah adat Klen Suku ini memang haru berjalan, namun dari keterangan tim yang telah turun ke lapangan masih ada 5 Distrik yang belum  dilakukan pemetaan wilayah adat seperti Bolakme, Melagalome, Tagime, Tagineri dan Koragi

Moment Promosikan  Pariwisata, Dorong Perputaran Ekonomi Masyarakat Kampung

Kampung Skouw Yambe, salah satu kampung adat di Kota Jayapura yang letaknya berada di Distrik Muara Tami. Letak kampung ini cukup jauh dari pusat Kota Jayapura, kurang lebih butuh waktu sekitar 1  jam bahkan lebih, untuk bisa sampai ke kampung yang memiliki pantai berharap langsung dengan samudra pacific ini.

Masih Duduki Kantor KONI Papua, KKB Ancam Tanam Pohon Pisang di Stadion Mandala

Belum terlihat satupun dari masyarakat adat ini untuk bergeser dari tempat duduk mereka tepatnya di. depan pintu masuk Kantor KONI Papua.

Masyarakat Adat Demo di Kantor PMTPSP

  Mereka  meminta dilakukan pencabutan SK Nomor 82 tahun 2021 yang dikeluarkan Dinas PMPTSP lantaran dianggap merugikan dan menyalahi. Putusan PTUN Jakarta telah menolak gugatan yang diajukan PT Megakarya Jaya Raya dan PT Kartika Cipta Pratama atas surat keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga menjadi dasar untuk meminta SK ini dicabut.

Weyasu Hadir di Nepal, Menyuarakan Masyarakat Adat Soal Hutan

“Kami organisasi masyarakat adat Indonesia, Thailand, Philippines dan Nepal di fasilitasi oleh CI untuk berkonsultasi dan berdialog berbagi pengalaman dari negara masing tentang kendala serta tantangan mengakses pendanaan untuk mendukung masyarakat adat dalam menjaga, mengelola dan melestarikan hutan yang merupakan sumber kehidupannya,” ungkap Weyasu kepada Cenderawasih Pos via telepon selulernya, Rabu (16/9).

DRPD Juga Tetapkan Perda Perlindungan Hak Masyarakat Adat

Wakil Ketua DPRD Biak Numfor, Adrianus Mambobo, S.Pd mengatakan, Perda tentang Pengakuan dan Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat sama dengan Perda tentang Kampung Adat, karena belum ada nomor registrasinya dari pemerintah daerah Biak Numfor untuk diundangkan.   

Usul Wisata Bahari Dipadukan dengan Kearifan Lokal

Nurushafa Assauqiyah mengungkapkan rasa antusiasmenya bertemu langsung dengan Menteri Sandiaga Uno. Sebab selama ini bagi para finalis kebanyakan mereka hanya melihat dari televisi ataupun media massa lainnya.  Momen ini adalah peluang emas untuk berinteraksi dan berdialog dengan tokoh sentral di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Giliran Aliansi LMA Suku Kima-Hima Gelar Aksi Demo

Mereka tiba di depan Kantor Sementara Gubernur Papua Selatan sekitar pukul 12.00 WIT, dan langsung menggelar aksi demo damai. Satu persatu memberikan orasi terkait pemilihan dan penetapan anggota MRPS tersebut. 

Hutan Papua Bukan Utang Negara

   Sebab menurut Gempar Papua, langkah pemerintah memperluas pembangunan di Papua bagian dari eksploitasi, untuk mengggeruk hasil alam Papua. "Kami minta kepada antek antek Indonesia stop berdalil membangun Papua, karena itu hanya untuk menanam investasi kolonialisme Indonesia," kata Fara, peserta Aksi saat berorasi.

Dua Tahun Terakhir Pemkot Beri Perhatian Khusus Masyarakat Adat

   "Pemerintah Kota Jayapura dari tahun ke tahun, terutama di dua tahun terakhir, kita juga memberikan perhatian khusus kepada masyarakat adat Port Numbay dengan program penguatan kelembagaan masyarakat adat melalui lembaga keondoafian yang ada," kata Dr. Frans Pekey, Rabu (9/8).

LMA Harap Pemkab Berdayakan Masyarakat Adat

“Kalau ada dana dari Pemkab langsung diberikan kepada masyarakat adat,  sehingga mereka bisa bangun obyek wisata yang mereka miliki dan mereka sendiri promosikan keluar,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Selasa,(1/8). 

Pemprov Fasilitasi Tua-tua Adat Temui Mendagri

Ketua Forum Intelektual Muda Tabi-Saireri, Yulianus Dwaa menyampaikan, dalam pertemuan tersebut, masing masing perwakilan menyampaikan unek unek mereka dihadapan Plh Gubernur dan Plh Sekda Derek Hegemur termasuk Ketua Pansel.

Ondoafi: Kami Harapkan Pemilihan MRP tidak Diisi Orang-orang dari Wilayah Lain

Komponen masyarakat adat Saireri dengan tegas menolak usulan Plh Gubernur Papua terkait rekrutmen bakal calon anggota MRP. Karena tidak sesuai sengan Perdasi No 5 tahun 2023 Pasal 2 ayat 1, 2 dan 3 tentang keanggotaan dan persyarakat, bagian satu keanggotaan.

Hasil Seleksi Anggota MRP Ditolak Ondoafi Tabi-Saireri

Seruan penolakan disampaikan para kepala suku, ondoafi dan masyarakat adat di depan halaman Kantor Gubernur Papua, Kamis (27/7). Tidak hanya itu, mereka juga memasang spanduk di pelataran Kantor Gubernur dengan berbagai tulisan.

LMA  Minta Kasus Intimidasi Wartawan Diseriusi

   “Kan sama-sama dilindungi, aparat menjalankan tugasnya mengamankan dan wartawan juga menjalankan tugasnya meliput. Semua ada undang-undang yang mengatur. Jadi tidak bisa merasa lebih hebat atau bisa seenaknya menekan pihak-pihak lain,” cecar George Awi pada wawancara, Jumat (14/7).

Latest news

- Advertisement -spot_img