"Pasca kebakaran di Gedung D Kantor Bupati Jayapura dan bagian ruangan Sekda Kabupaten Jayapura membuat jaringan instalasi listrik bermasalah, akhirnya untuk sementara waktu Pj Bupati Jayapura berkantor di rumah jabatan Bupati Jayapura di Kemiri,"ucapnya, Selasa (14/11).
Untuk masyarakat Kota Jayapura bisa jadi lebih kental dengan informasi kebakaran bangunan namun siapa sangka kebakaran lahan hingga kini terus terjadi. Selain mereka yang bergelut dengan api rasanya tidak banyak orang yang peduli terhadap kebakaran yang terjadi di kawasan lahan maupun hutan.
Liborius, tetangga dari John Towap mengaku bahwa rumah tersebut sebenarnya ditempati. Karena pemilik rumah lebih banyak berada di Tanah Merah, Ibukota Kabupaten Digoel. Karena di sana, juga memiliki rumah. Namun saat kejadian malam itu, John Towap bersama istri dan cucunya tinggal di rumah tersebut.
Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A.Maclarimboen, mengungkapkan sampai saat ini untuk perkembangan kasus kebakaran terakhir di Gedung D Komplek Perkantoran Bupati Jayapura di Gunung Merah, Sentani, masih dalam penyelidikan dan Polres Jayapura telah melakukan Kegiatan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“tiga rumah tersebut dihuni oleh Tison wenda rumah pertama, Kalvin rumah kedua dan Rumbasa Wambrauw di rumah ke tiga, dimana api bermula dari rumah nomor 1 usai dua orang datang yang tak dikenal datang mencari pemilik rumah tersebut,”ungkapnya jumat (3/11) kemarin.
"Usia bangunan gedung D yang terbakar sudah 20 tahun lebih sejak pemerintah Kabupaten Jayapura lokasinya dipindah dari APO di Kota Jayapura, sehingga secara bangunan memang harus diperhitungkan. Jika sudah mengalami kebakaran api menyala selama 5 jam tentu rawan kekuatan materialnya,’’ucap Sekda Hana, Jumat (3/11) kemarin.
Untuk kesiapan Pemkab Jayapura jika terjadi kebakaran di lingkungan Kantor Pemkab Jayapura, maka di Kantor Bupati Jayapura nanti akan dipasang hydrant di beberapa titik, supaya suatu saat jika terjadi kebakaran tidak perlu lagi cari air sampai berjam- jam.
"Kita sudah tempati kantor sementara Selasa lalu, sambil kita lakukan pembersihan dan penataan ruangan. Memang secara fasilitas sarana dan prasarana di kantor sementara ini belum lengkap, tapi kita coba lengkapi sedikit demi sedikit supaya kita nyaman dalam bekerja,"ungkapnya, Jumat (3/11) kemarin.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura Jan W.Rumere melalui Kabid Damkar Rustam mengatakan, adanya informasi kebakaran, pihaknya sudah mengerahkan personel dan armada Damkar untuk tiba lokasi kejadian.
"Situasi sekarang di Kota Jayapura memang panas, bahkan secara nasional. Kita juga perlu menjaga sumber-sumber air kita. Di dalam rumah juga misalnya instalasi listrik jangan kita bikin tahu-tahu, undang mereka yang profesional supaya pasang kabel itu baik-baik," katanya
Namun jika dianggap masih bisa tercover dengan penggabungan, maka menurutnya sebaiknya tetap digabung. “Kalau menurut saya jika itu sesuai aturan, silahkan saja, tapi ini juga perlu dilihat dari beban kerja,” kata Abisai Rollo saat diwawancarai beberapa waktu lalu di Jayapura.
Walaupun ada barang bukti yang sudah diamankan Polres Jayapura untuk dilakukan penyelidikan, namun unsur siapa balik ini semua dan tujuannya apa, pihaknya minta masyarakat tidak berspekulasi atau membuat opini publik yang menyesatkan.
Apalagi perkembangan jumlah penduduk membuat pemukiman semakin padat. Ditambah lagi untuk mengamankan perkantoran di lingkungan Pemkab Jayapura tentu dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai.
"Hal yang saat ini sudah terjadi dengan beberapa kali kebakaran di Komplek Perkantoran Bupati Jayapura, maka kami tidak boleh diam, kami minta harus ada evaluasi besar besaran dan menyeluruh,"ungkapnya, kepada wartawan di Kantor DPRD Kabupaten Jayapura, Selasa (31/10)kemarin.
Kejadian kebakaran sendiri terjadi pada Rabu (23/8) dini hari dan sejumlah saksi telah dimintai keterangan termasuk mendatangkan tim Labfor dari Makassar. Meski demikian hingga kini pihak DPR Papua belum juga mendapat penjelasan terkait penyebabnya.
Untuk itu, pihaknya akan melakukan pendataan apa saja yang terbakar lalu diserahkan datanya ke Inspektorat maupun bagian asset, supaya bisa dijadikan pegangan atau bukti jika dilakukan pemeriksaan.
Empat unit rumah milik Mesak Rumbekwan ludes terbakar. Hanya yang membedakan adalah jika di Batu Putih terjadi sekira pukul 05.00 WIT dan diduga disebabkan karena arus listrik pada kabel, di Tanjung Ria terjadi sekira pukul 23.00 WIT diduga disebabkan oleh obat nyamuk.
Proses pemadaman diakui tidak mudah mengingat titik api berada di ketinggian lereng. Jika dilihat dari visualnya, sekitar 40 meter untuk sampai ke titik api dari bawah. Tiga unit water cannon dibantu AWC dari Polda Papua dan Lantamal serta mobil tanki PDAM.
“Ya sampai sekarang kami juga tidak tahu apa yang menyebabkan kebakaran. Apakah ada kesengajaan atau seperti apa. Yang tahu adalah pihak kepolisian tapi sampai sekarang kami juga masih menunggu,” jelas Sekwan DPR Papua, Dr Juliana Waromi di ruang kerjanya, Senin (30/10/2023).
Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Hana Hikoyabi ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa kebakaran yang menghanguskan sejumlah Kantor Dinas di Gedung D Kantor Bupati Jayapura. “Ya benar, ada sejumlah gedung Kantor Dinas yang terbakar,” ucap Hana Hikoyabi ketika dihubungi Ceposonline.com via telepon selulernya, Minggu (29/10/2023) pagi.
Dari informasi percakapan media sosial yang beredar, disebutkan kantor Dinas Lingkungan Hidup dan beberapa kantor dinas di gedung D itu dipastikan hangus terbakar. Disebutkan juga peristiwa itu terjadi. Minggu (29/10/2023) dini hari sekira pukul 4.30-5.00 WIT
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo menyebut, kronologis kebakaran ini mengungkap bahwa api pertama kali terlihat sekira pukul 03.30 WIT oleh saksi Ahmad (39) dan saksi Ansar.
Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, S.IK saat dikonfirmasi membenarkan adanya kebakaran yang terjadi di Jalan Irian Wamena yang mengakibatkan 6 unit Ruko hangus terbakar. Meski upaya pemadaman sudah dilakukan melalui 3 unit mobil pemadam kebakaran yang dibantu mobil tangki air dari Pikeyro dan Aquen.
Dikatakan, pemerintah terus menerus memberikan imbauan kepada masyarakat, namun bila tak diindahkan maka musibah dengan kerugian besar akan menanti. Feronita memberi sejumlah catatan yang harus dipahami warga terkait bagaimana cara untuk menghindari musibah kebakaran.
Bahkan tercatat dalam sebulan terakhir ada lima kejadian yang sudah terjadi. Mulai dari kebakaran di Gelanggang, lalu di Yoka, kemudian terjadi lagi di APO 45, lalu berlanjut di Yapis Dok V dan Kamis (28/9) kemarin tiga tempat usaha di Tanah Hitam juga ludes.
Berdasarkan sampel yang diambil atau diteliti dari sisa-sisa kebakaran adalah abu. Abu itu negatif dari bahan-bahan bakar hidrokarbon maupun pelarut yang mudah menyala atau terbakar seperti dari bensin dan lainnya.
"Saya lihat pas api sudah membesar. Karena panik saya langsung teriak minta tolong kepada warga yang lainnya," ucap Nurniah Nio salah satu warga yang berhasil ditemui Ceposonline.com, Kamis (28/9/2023).
Hal ini dikarenakan terkendalanya sarana dan prasarana di Damkar mulai dari mobil Damkar hanya ada 1 unit, mobil water suplai juga 1 unit, dengan kondisi jumlah penduduk yang semakin padat dan perkembangan pembangunan perumahan, perkantoran yang banyak tentu berpengaruh terhadap potensi kebakaran jika masyarakat tidak waspada dan hati hati.
Diduga akibat arus pendek listrik atau korsleting listrik, satu unit rumah milik Yuli Kadiwaru (47) di Dok V Atas tepatnya di Jalan Lembah Bahari RT 006 RW 007 habis terbakar api. Kebakaran ini terjadi Minggu (24/9) pagi dan menghanguskan seluruh isi rumah.
“Minggu lalu kami diberitahu bahwa tim Labfor masih membutuhkan sample di lokasi kejadian. Jadi ada beberapa barang bukti lainnya yang perlu dilengkapi,” kata Kasat Reskrim Poresta, AKP Oscar di halaman Mapolresta Jayapura, Rabu (20/9) kemarin.
"Saya atas nama Kementerian Sosial Republik Indonesia, turut perihatin atas musibah yang terjadi. Kita tidak tau, musibah ini akan terjadi kapan saja, untuk itu, saya harapkan para korban kebakaran tetap kuat dan tabah, serta tetap berdoa kepada Tuhan untuk minta perlindunganNya," ungkap BTM.
Pembakaran rumah kos ini, pas penemuan mayat wanita di perempatan Jalan Thamrin dan Pattimura. Massa yang awalnya melakukan ritual bakar darah di lokasi penemuan mayat, langsung membakar sebuah rumah kos yang berada di lokasi tersebut.
Api baru berhasil dipadamkan satu setengah jam kemudian dengan bantuan dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Jayapura yang dipimpin langsung Kabid Damkar Veronita Kirana dengan dibantu personel Polresta Jayapura Kota bersama Pawas AKP Teguh dan masyarakat setempat.
Upaya pihak pemadam kebakaran juga sudah dilakukan namun karena akses ke lokasi yang berada di lereng tebing akhirnya cukup menghambat sehingga rumah di samping RSUD Dok II ini ludes tak tersisa.
Menurut Wini Ohe, anak dari Abner Ohee, kebakaran ini bermula dari meteran listrik yang terpasang di depan rumahnya padam. "Meteran listrik padam, jadi saya kasi nyala," jelasnya kepada Ceposonline.com, Jumat (15/9/2023) sore.
Pasca kebakaran, KPU Kabupaten Jayapura saat ini berkantor di kantor Dinas Koperasi dan UMKM di Hawai, Distrik Sentani Timur. Sementara pegawai di kantor Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jayapura, beraktivitas di Rumah Dinas Wakil Bupati Jayapura di Kemiri.
Diakui, dampak dari peristiwa kebakaran tersebut, diperkiraan kerugian sekitar Rp 4 miliar karena semua dokumen maupun lainnya banyak yang tidak terselamatkan ludes terbakar dan yang terselamatkan tentu dokumen yang ada di aplikasi.
Namun bagaimanapun juga dengan kota yang terus didatangi penduduk hingga memunculkan kawasan pemukiman baru, tentunya memiliki potensi lebih terjadi kebakaran. Ini diperparah dengan sikap tak peduli terhadap musibah yang kapan saja bisa terjadi. Bentuk antisipatif hingga kini masih jauh dari harapan.
Politisi Partai Golkar ini mengaku sangat prihatin dengan kejadian ini, karena yang terbakar, kantornya sepi dan terjadi pada malam hari. Sehingga ia tidak mau menduga atau berspekulasi ini ada apa, apalagi di komplek kantor Bupati Jayapura ada Pos Polisi yang berjaga dan ada petugas Satpol PP, namun masih bisa kecolongan.
Untuk itu, adanya tingkat kerawanan potensi terjadi kebakaran jika kewaspadaan masyarakat lemah, dan jika tidak didukung dengan sarana prasarana (sarpras) yang menunjang sudah tentu menjadi faktor kendala di lapangan.
Dari kejadian tersebut Polres Jayapura telah memeriksa 9 orang saksi, salah satunya yang melihat pertama kali kejadian tersebut diantaranya dari pegawai BPS (Badan Pusat Statistik) dan Sat Pol PP Kab. Jayapura, untuk menyelidiki penyebab kebakaran.
Kapolsek Agats AKP Okto Samosir, SH saat dihubungi media ini mengungkapkan, Tim Labfor dari Polda Papua telah turun ke Agats-Asmat pada Senin (28/8) dan telah melakukan oleh TKP. ‘’Kemarin sudah turun ke Agats, dan langsung melakukan olah TKP. Siang kemarin, olah TKP tersebut sudah selesai dilakukan,’’ jelasnya.
‘’Belum diketahui penyebab kebakaran, apakah dari korsleting listrik atau ada penyebab lain. Tapi hari ini rencana, petugas dari Labfor Polda Papua akan turun ke Asmat untuk melakukan olh Tempat Kejadian Perkara (TKP),’’ tandas Kapolsek.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, di Jayapura, Jumat mengatakan dengan dilakukannya olah TKP hari ini, diharapkan dapat diketahui penyebab terjadinya kebakaran yang menghanguskan bangunan tempat tiga dinas berada.
“Apakah ada aktor intelektual atau ada kelompok yang memang sengaja menciptakan situasi daerah yang tidak kondusif. Kami juga meminta masyarakat tetap tenang dengan situasi terkini dan memberikan kesempatan kepada aparat keamanan untuk mengungkap semuanya,” kata Esau usai mendatangi TKP.
Sekwan juga merasa aneh jika kendaraan yang diparkir tanpa aki bisa terbakar sehingga muncul dugaan jika ada unsur kesengajaan. Namun ia masih meyakini kasus ini bisa diungkap pihak kepolisian.
"Jadi sudah 4 orang yang penyidik ambil keterangannya sejak kemarin dan masih ada beberapa saksi lagi yang harus dimintai keterangannya sehingga pemeriksaan masih terus berlanjut," ujar AKP Oscar.
Tiga kantor yang berada di JL Kurima Distrik Dekai tersebut yakni Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) habis terbakar.
Setiap rangka mobil diperiksa dengan teliti, baik yang terlihat secara kasat mata maupun harus membongkar kap mobil lebih dulu. Ini untuk mencari tahu darimana asal api sebelum menghanguskan belasan mobil.
Kejadian ini menurut Kabid Damkar Kota Jayapura, Feronita Kirana pihaknya baru tahu justru dari WA Grup. “Tidak ada yang melaporkan, kami tahunya dari WAG. dan langsung ditindaklanjuti pos terdekat, ” kata Feronita paginya.
Untuk tiga kantor yang mengalami kebakaran yakni Kantor KPU Kabupaten Jayapura, Kantor Arsip dan Perpustakaan dan Kantor Radio Kenambay Umbay yang berada di paling belakang Kompleks perkantoran Gunung Merah Sentani.
Kebakaran tersebut menghanguskan beberapa tempat usaha seperti warung makan, kios, dua tempat pangkas rambut, salon, bengkel motor, bengkel motor laut jhonson dan tempat penjual gorden serta menelan korban jiwa.
Kabid Damkar Kota Jayapura Marghareta V. Kirana, mengatakan dari hasil pertemuan dengan pihak Dinas Karhutla keduanya bersepakat akan melakukan giat Forum Komunikasi Lintas Instansi, serta para tokoh adat dan lintas paguyuban. Kegiatan ini bertujuan untuk berdialog terkait penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kota Jayapura.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Dr. Victor D. Mackbon, melalui Kapolsek Jayapura Selatan AKP Frets Lamahan menyampaikan bahwa dugaan sementara kebakaran terjadi akibat korsleting listrik. Ini lantaran asal mula api berasal dari meteran listrik milik salah satu rumah korban.
Api menyebar dengan cepat lantaran di sisi –kiri dan kanan dari 12 Banguna kos –kosan itu menyimpan BBM Industri yang biasdanya di perjual belikan (Enceran) kepada masyarakat, namun dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa dan hanya menimbulkan kerugian material yang diperkirakan sebesar RP 1 Milyar.
“Barang-barang kios serta dokumen penting seperti Ijazah, SD,SMP,SMA dan Ijazah sarjana dan akte nikah semuanya ikut ludes terbakar selain itu termasuk sejumlah uang dan 4 handone, satu buah laptop ikut terbakar tidak ada yang selamat,” beber pria asal Jombang Jawa timur itu.
Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, S.IK saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden kebakaran tersebut. Dimana kebakaran terjadi di los kedua deretan kios dan awal api diduga berasal dari pintu kios nomor tiga, namun tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Tidak hanya anak-anak, tapi juga warga yang menjadi korban kebakaran tersebut untuk bagaimana menghilangkan trauma yang dialami warga akibat kehilangan tempat tinggal maupun harta benda lainnya.
Dijelaskan ada sebuah rumah semi permanen yang terbakar dan sebanyak 2 unit Damkar diturunkan.
Api, kata Kabid Damkar diduga akibat korsleting listrik dan kemudian merambat ke dinding dan membakar isi rumah. Api akhirnya bisa dikendalikan dan dipadamkan sekira pukul 05.30 WIT, namun sebagian besar rumah ludes terbakar.
‘’Untuk sementara diduga penyebab kebakaran itu dari mesin genset pembangkit listrik. Saat itu kabel yang terkupas dan ada percikan api dan diawali dari satu rumah, dimana rumah tersebut juga menjual berbagai kebutuhan pokok,’’ kata Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK, kepada wartawan di Merauke, Jumat (30/6).
‘’Sampai sekarang, data yang kita terima masih simpang siur. Karenanya kami harus turun langsung untuk melihat kondisi yang dialami warga yang kena musibah kebakaran kemarin,’’ kata bupati.
‘’Untuk penyebab kebakaran, masih dalam penyelidikan. Kita belum tahu penyebab kebakaran sekitar 50-an rumah termasuk beberapa kios warga di Wanam tersebut,’’ kata Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK, saat dihubungi Cenderawasih Pos Minggu (25/6) kemarin.
"Saya yakin bahwa teman-teman dari Damkar sudah punya data untuk titik-titik yang bisa digunakan untuk memasang hidran tersebut. Prinsipnya kita terus berupaya untuk menambah jumlah dan kapasitas hydrat dari kota Jayapura," kata Frans Pekey, Senin (19/6).
"Ada satu orang korban kebakaran, sehingga kami menyerahkan santunan sebesar Rp 5 Juta sesuai dengan aturan," kata Kepala Balai Besar Kementerian Sosial Republik Indonesia regional 6 Maluku Papua, Jhon Mampioper, Senin (19/6).
Adapun jenis bantuan yang disalurkan diantaranya Pampers Bayi 3 box (18 paket), Pembalut wanita 5 box (120 paket), Selimut 50 lembar, Tikar 75 lembar., Kasur 70 lembar, Makanan siap saji 200 paket, Lauk pauk 75 paket., dan Makanan Anak 200 paket, dan juga pakaian 72 paket.
Diantara 9 rumah ini ada juga yang dijadikan tempat aktifitas judi Togel. Lokasinya ikut terbakar dan terlihat hasil rekapan nomor perminggu dan perbulan yang masih terpampang. Padahal hanya beberapa meter dari lokasi judi Togel ini ada masjid yang cukup besar.
Kebakaran ini terjadi sekitar Jam 13.0 WIT, api berasal dari rumah kos yang ditempati oleh bapak Adam, belum tahu penyebabnya apa, tapi dipastikan api berasal dari dalam rumah," ujar Ketua RT.
Sainudin menyebut, sekitar 50 unit rumah Kontrak ludes terbakar. Tidak ada korban jia dalam pristiwa tersebut, namun di pastikan kerugian mencapai ratusan juta.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady menyampaikan bahwa kasus kebakaran dua rumah ini terjadi di Pancuran Kampung Kibologome Distrik Ilaga Kabupaten Puncak, Sabtu (20/5) sekira pukul 15.30 WIT. Kabid Humas mengatakan kebakaran tersebut berawal dari adanya masyarakat yang melihat asap hitam disekitar dua lokasi rumah tersebut.
‘’Berdasarkan laporan dari pihak SMK Santo Antonius, kerugian material akibat kebakaran itu diperkirakan Rp 1 miliar,’’kata Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Haris Baltasar Nasution, STK, SIK ditemui media ini, Senin (15/5).
Hanya untuk hasilnya dikatakan masih menunggu kurang lebih sepekan. Polisi juga meminta tak ada opini liar yang ditumbuhkan dari kejadian ini sebab tak satupun yang menginginkan terjadi musibah.
‘’Diperkirakan dari korsleting listrik. Karena tadi asap tebal pertama dilihat anak-anak dari atap gedung bangunan,’’ kata seorang guru SMK Santo Antonius yang berada di Jalan Misi, Kelurahan Mandala Merauke itu.
‘’Penyebab kebakaran belum diketahui. Masih dalam penyelidikan,’’ tandas Kapolres. Namun kerugian material atas kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp 500 juta. ‘’Kerugian diperkirakan 500 juta rupiah,’’tandas Kapolres. Dari hasil pendataan yang dilakukan, sedikitnya 15 kios dan 2 lapak tempat mama-mama Papua berjualan ludes terkabar.
‘’Kebetulan saya sedang piket di Asrama dan diinformasikan bahwa terjadi ada kebakaran di Semangga. Kebetulan pemilik rumah saya kenal karena tetangga, sehingga saya langsung datang dan membantu memadamkan api bersama masyarakat,’’ kata Martinus.
Kapolres menjelaskankan, pihaknya meneirma laporan adanya kebakaran ini sekitar pukul 03.00 WIT lewat anggota yang piket pada malam itu. ‘’Setelah anggota piket menerima laporan, selanjutnya anggota langsung menuju TKP untuk membantu memadamkan dan mengamankan tempat kejadian perkara,’’ tandas Kapolres.
Kabid Damkar Kota Jayapura, Feronita S Kirana menyampaikan bahwa jelang perayaan lebaran diyakini banyak orang memilih untuk mudik atau sekedar bertandang ke rumah keluarga maupun kerabat. Saat itu dikatakan akan ada banyak rumah yang mungkin ditinggalkan dalam keadaan kosong maupun dijaga, namun hanya satu atau dua orang.
JAYAPURA-Satu unit rumah di kompleks SMAN 4 Jayapura di Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Sabtu. Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran. Namun menurut keterangan dari keluarga korban, api diduga dari ledakan korek api.
Bangunan dengan atap berbentuk kerucut ini ludes dari bawah hingga ujung atapnya. Untungnya dari kebakaran di lokasi yang biasa ditempati anak jantung kota tersebut tidak ada korban jiwa.
Kapolres Yahukimo AKBP Arief Kristanto, menjelaskan bahwa sebelum kejadian sekitar pukul 21.30 WIT aparat Gabungan TNI-Polri melakukan Patroli di Kota Dekai dan setelahnya kembali ke Mako Polres Yahukimo untuk Konsolidasi.
Warga pun dengan cepat memadamkan api dengan alat seadanya, sembari menunggu mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk memadamkan api. Tak ada korban jiwa dari kejadian tersebut.
Kebakaran yang terjadi di Jl Perikanan Hamadi Distrik Jayapura Selatan diyakini masih ada kaitannnya akibat gempa pada Kamis (9/2) sore kemarin. Gempa dengan magnitude 5,4 SR membuat guncangan yang cukup kencang dan disinilah diduga ada sebuah kompor yang dalam posisi menyala kemuudian terjatuh.
Pasca kebakaran di Tempat Hiburan Malam (THM) Bolevard I di Entrop Distrik Jayapura Selatan, polisi masih mendalami penyebab kebakaran. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah karena konsleting listrik atau arus pendek.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP Kota Jayapura, Veronita M. Kirana mengatakan, setelah ada informasi adanya kejadian kebakaran di Boulevard Bar I, Entrop, petugas Damkar langsung di turunkan untuk membantu memadamkan api dengan menggunakan 3 unit mobil
Kabid Damkar Kota Jayapura, Margaretha V S Kirana mengatakan dirinya menerima informasi kebakaran via telepon dari salah satu anggota RAPI sekira pukul 04.57 WIT. Saat itu juga ia langsung berkoordinasi dengan tim Damkar.
Rumah dinas Kapolda Papua yang berada di Jalan Trikora Nomor 48 RT 01/RW 02 Kelurahan Trikora Distrik Jayapura Utara, Selasa (17/1) terbakar. (Humas for Cepos)
Kapolres Jayapura, AKBP Fredrickus Maclarimboen mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan dan telah memeriksa sekitar 13 saksi . Di samping itu pihaknya juga masih menunggu hasil uji laboratorium forensik terkait pengambilan sampel abu di sekitar lokasi kejadian.
Kepala Satpol -PP dan PBD Provinsi Papua, Welliam R Manderi menyebut pihaknya sudah menyampaikannya kepada pemerintah dalam hal ini sekda dan gubernur untuk melakukan pengadaan mobil pemadam kebakaran.
Kepala BPBD Kabupaten Jayapura, Jan Wilem Rumere mengatakan, sebanyak 5 kepala keluarga yang terkena dampak dari peristiwa kebakaran Pasar Pharaa Sentani, Jumat (6/1) lalu, saat ini sudah dipindahkan ke tempat tinggal sementara.
Mama Ipang, salah satu warga yang ada dilokasi kejadian mengungkapkan api tiba-tiba muncul dan membesar dari salah satu rumah kost yang ada dibagian ujung timur dari deretan kost tersebut.
Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura mulai membangun kios atau lapak jualan darurat bagi ratusan pedagang, yang menjadi korban yang terkena dampak dalam peristiwa kebakaran di Pasar Pharaa, Sentani, Jumat (6/1).
Pasar youtefa yang terbakar, Sabtu (7/1) pekan kemarin memang bukan tempat tinggal. Namun, tempat usaha bagi para pedagang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Lantas saat semua ludes terbakar, hal urgen apa yang harus dilakukan, agar para pedagang ini bisa tetap bertahan memenuhi kebutuhan hidupnya?
Di saat masyarakat merasa cemas dengan penangkapan Gubernur Papua Lukas Enembe, kabar kebakaran di Dok IX menambah kepanikan warga sekitar. Berbagai isu berkembang liar, tentang penyebab kebakaran, namun beruntung kebakaran yang menimpa bekas warung kopi itu dapat dengan cepat diatasi dan tak menjalar ke tempat lain.
Semangat pada pedagang di Pasar Yotefa untuk berdagang memang tak bisa diragukan. Meski api baru saja membakar 173 kios dan lapak dagangan di Pasar Youtefa pada Sabtu (7/1) namun sesaat kemudian sudah ada beberapa pedagang yang langsung mendirikan lapak baru.
Di tengah kepungan asap para pedagang ini mulai memaku dan memasang tiang – tiang baru untuk kembali berjua
Bulan Januari yang biasanya erat dengan meningkatkan curah hujan hingga menyebabkan banjir, tapi kali ini seolah hujan enggan turun. Justru, musibah kebakaran mengagetkan penghuni pasar Youtefa Abepura, Sabtu (7/1) pagi pekan kemarin.
Kejadian musibah kebakaran yang sering terjadi di Kota Jayapura beberapa hari ini, menjadi perhatian Pj Wali Kota Jayapura Frans Pekey. Frans Pekey mengakui, musibah kebakaran yang terjadi beberapa hari, tentu sangat merugikan secara materiil walaupun tidak ada korban jiwa. Namun jika hal ini terus terjadi tentu sangat disayangkan.
Merespon bencana kebakaran di Pasar Youtefa, Kota Jayapura Papua, Sabtu (7/1) pagi pekan kemarin, BBPPKS di Jayapura langsung melakukan tanggap darurat bencana.