Merujuk data GISAID Indonesia 2024, saat ini sebagian besar kasus Covid-19 di Indonesia masih didominasi varian JN.1. Meski terjadi peningkatan kasus Covid-19, Syahril mengklaim hal itu tidak diikuti dengan peningkatan angka rawat inap (hospitalisasi) dan kematian.
"Kolaborasi baik tersebut juga berhasil melewati bencana gempa bumi di Kota Jayapura dan sekitarnya yang terjadi sejak Januari lalu. Gubernur mengapresiasi kolaborasi yang terbangun selama ini, sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik meskipun kita berada dalam situasi kebencanaan,” ucap Derek.
“Sangat disayangkan dan sedih serta miris ketika membaca alasan pelaku pembunuhan dokter spesial paru Mawartih Susanti di Nabire yang menyatakan ia membunuh karena sakit hati uang honorarium insentif pelayanan covidnya dikurangi,” kata salah satu akademisi Uncen, Marinus Yaung, Selasa (4/4).
Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum menerangkan, untuk vaksinasi hari Sabtu capaiannya sebanyak 91 orang. Dengan dosis I sebanyak 11 orang, dosis 2 sebanyak 16 orang, dosis 3 sebanyak 59 orang dan dosis 4 sebanyak 5 orang.
Untuk hari pertama tercatat sebanyak Pfizer 45 Vial diantaranya dosis 1 52 orang, dosis 2 sebanyak 55 orang, dosis 3 sebanyak 261 orang dan dosis 4 sebanyak 35 orang.
Belum lama ini, Pemerintah Pusat menambahkan beberapa jenis vaksin dalam program imunisasi rutin lengkap (gratis), untuk diberikan kepada bayi. Dua diantaranya adalah vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) dan Rotavirus.
Jumlah warga yang melakukan pemeriksaan Covid-19 melalui polymerase chain reaction (PCR) di Balai Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Papua menurun dratis sejak akhir tahun 2022. Penurunan jumlah pemeriksaan ini seiring dengan dicabutnya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh Presiden.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura dr Ni Nyoman Sri Antari mengungkapkan, walaupun PPKM sudah dicabut, namun untuk Satgas Covid-19 tidak dibubarkan, namun tetap bekerja sesuai Tupoksinya.
Tingginya kasus Covid-19 di Tiongkok mendorong pembelian obat secara besar-besaran. Pasar gelap memanfaatkan peluang ini dengan menjual obat-obat palsu. Beberapa versi palsu dari obat generik India juga telah memasuki pasar gelap Tiongkok.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jayawijaya hingga saat ini sudah zero Covid -19, namun Ispa dan diare yang mendominasi. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, dr. Willy. Mambieuw, Sp.B menyatakan, di awal Tahun 2023 ini, kasus Covid-19 sudah zero, memang beberapa waktu lalu sempat ada pasien, namun kini sudah dinyatakan sembuh sehingga sudah tidak ada lagi pasien Covid.
Kepala Penanggulangan Bencana Daerah (PBD) Provinsi Papua Secara Zoom atau Virtual mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) penjelasan terkait pasca pencabutan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Senin (2/1) lalu.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mencabut kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hal ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 50 dan 51 Tahun 2022.
Ketua Harian Satgas Covid-19 Provinsi Papua, Welliam R Manderi menyebut, kendati kasus Covid-19 sudah melandai. Namun masyarakat diminta tetap terapkan Protokol Kesehatan (Prokes)
Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan dr. Andreas Pekey, Sp.PD menyampaikan, pasien tersebut saat ini sedang mendapatkan penanganan medis di RSUD Dok II.
Puluhan Nakes RSUD Abepura melakukan aksi protes terhadap pihak management RSUD Abepura, Jumat (16/12). Aksi protes ini lantaran sejak bulan Juli 2020 sampai sekarang mereka belum menerima pembayaran dana insentif Covid-19.
“Segera lakukan vaksinasi di layanan kesehatan setempat, yang belum booster segera lakukan booster,”Tegas Kepala Dinas Provinsi Papua dr Robby Kayame kepada Cenderawasih Pos.
Pakar kesehatan yang merupakan Direktur Pascasarjana Universitas YARSI Prof. Tjandra Yoga Aditama mengajurkan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) sebagai langkah antisipasi lonjakan kasus Covid-19 di masa libur natal dan tahun baru (Nataru).
Penjabat Wali Kota Jayapura Frans Pekey mengatakan, dalam rapat evaluasi Satgas Covid-19 Kota Jayapura yang dilaksanakan beberapa hari lalu, memang Kota Jayapura di PPKM level I dimana aktivitas warga dan pelaku usaha bisa dilakukan secara full, termasuk kegiatan ibadah kapasitas juga sudah 100 %
“Jika ada warga yang meminta atau mau melakukan vaksinasi maka kami layani, jika ada permintaan Vaksinasi kami susun jadwalnya dan melayani mereka,” terang dr Aaron saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (19/12).
“Segera lakukan vaksinasi di layanan kesehatan setempat, yang belum booster segera lakukan booster,”Tegas Kepala Dinas Provinsi Papua dr Robby Kayame kepada Cenderawasih Pos belum lama ini.
"Segera bayar intensif Covid-19 kami dari Juli sampai Desember 2020, Oktober - Desember 2021, juga insentif Januari sampai Desember 2022," tuntutan para Nakes saat aksi.
Pj Wali Kota Jayapura Frans Pekey mengatakan, berdasarkan hasil kesimpulan keputusan rapat bersama Satgas Covid-19 Kota Jayapura yang nantinya akan dibuatkan instruksi Wali Kota Jayapura dan diedarkan ke masyarakat, yakni Pemkot Jayapura saat ini masih di PPKM level I sesuai Instruksi Mendagri.
“Saya harap masyarakat bisa mengambil bagian untuk melakukan vaksinasi, karena diri kita adalah garda terdepan dalam memerangi Covid-19,” tegas dr Roby Kayame kepada Cenderawasih Pos, Rabu (14/12).
Kepala seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat Darsono menerangkan, untuk dosis I sebanyak 41.556 orang, Dosis II sebanyak 20.742 orang dan Dosis III sebanyak 4.053 dan dosis 4 sebanyak 114 orang.
“Sebab kita tahu sendiri bahwa cakupan vaksinasi di Papua masih lambat dan belum memenuhi ketentuan oleh pemerintah pusat dalam hal ini 70 persen dari cakupan vaksinasi,” kata Manderi belum lama ini.
Sebagaimana kasus Covid-19 di Kabupaten Asmat menurun per tanggal 3 Desember. Dari yang sebelumnya lima kasus kini turun menjadi satu kasus berdasarkan peta sebaran kasus Covid-19 Kabupaten Asmat per 8 Desember
Ketua Harian Satgas Covid-19 Provinsi Papua, Welliam R Manderi menyebut, Provinsi Papua sifatnya hanya mengkoordinir. Sehingga itu, semua kabupaten/kota selalu siap dalam menghadapi Nataru dengan segala langkah langkah yang dilakukan.
Yang juga mengingatkan warga akan pentingnya Prokes, sebab kita tahu sendiri bahwa cakupan vaksinasi di Papua yang masih lambat dan belum memenuhi ketentuan oleh pemerintah pusat dalam hal ini 70 persen dari cakupan vaksinasi.
“Perlunya Prokes, kita tahu sendiri bahwa kita punya cakupan vaksinasi lambat dan belum memenuhi ketentuan oleh pemerintah pusat dalam hal ini 70 persen dari cakupan vaksinasi,” kata Manderi kepada Cenderawasih Pos.
Tak hanya itu, Satgas Covid-19 Kota jayaupra juga tetap melakukan penanganan jika ada kasus, ada obat-obatan yang disiapkan, ada juga vaksinasi di setiap ada acara. Selain itu, masyarakat juga diminta tetap hati-hati dan waspada terapkan Prokes, karena saat ini Covid-19 varian XBB sudah masuk Kota Jayapura.
“Vaksin tersebut nantinya akan didistribusikan ke 29 kabupaten/kota bagi mereka yang membutuhkan,”Kata dr Robby kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (25/11).
Kepala Dinas Provinsi Papua dr Robby Kayame mengharapkan masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di sekitar Stadon Lukas Enembe turut mengambil bagian untuk melakukan vaksinasi.
Kepala Balitbangkes Jayapura dr. Anthonius Oktavian mengatakan petugas litbangkes saat ini masih meneliti sample dari masyarakat yang terjangkit virus Covid-19.
"Selain karena masih masuk zona hijau, penegasan ini juga bertujuan agar jelang natal dan tahun baru (Nataru) produk/daging yang akan dikonsumsi oleh masyarakat hanya produk yang berkualitas," ujar Muhlis, Selasa (22/11).
Ia juga meminta semua pihak tetap dukung dan mensuport kabupaten/kota untuk pengendalian Covid-19. Baik di rumah sakit, fasilitas kesehatan maupun Puskesmas setempat.
Sekertaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum menyebut, dilakukannya vaksinasi dalam tiga kali seminggu untuk mengurangi kerumunan mencegah penularan Covid dan memberikan jeda waktu untuk Nakes istirahat dan melakukan pekerjaan kantor.
Sekertaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum menyebut, dilakukannya vaksinasi dalam tiga kali seminggu untuk mengurangi kerumunan mencegah penularan Covid dan memberikan jeda waktu untuk Nakes istirahat dan melakukan pekerjaan kantor.
Namun sayang untuk pelayanan vaksin saat ini, sudah tidak seperti dulu. Dimana dulu Dinkes banyak yang membuat kegiatan vaksinasi dan orang yang vaksin berkurang, tapi justru kini terbalik orang yang mau vaksinasi, tapi layanan vaksinasi sudah tidak seperti dulu lagi.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Roby Kayame menyebut, perlunya revitalisasi penguatan tim baik tingkat Provinsi maupun kabupaten/kota untuk mengatur kembali strategis.
“Minggu depan kita adakan vaksinasi, namun kita sasar yang Lansia terlebih mereka adalah orang orang rentan,”kata Sekertaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum, Selasa (15/11).
"Kasus Covid-19 di Kota Jayapura kini kembali meningkat, sudah mencapai 37 kasus dari data hari Kamis (10/11) malam lalu. Jadi kita memang harus hati-hati karena saat ini musim buah sehingga banyak yang bisa kena batuk pilek, tetapi ingat Covid dari pandemi menjadi endemi berarti masih ada walaupun sudah tidak membahayakan,"katanya, kemarin.
Sekertaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum menyampaikan menyampaikan, dengan adanya Surat Edaran tersebut menandakan biasanya kasus Covid dari Jawa akan datang ke Papua.
Pembina HKN sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura dr Ni Nyoman Sri Antari mengakui, HKN adalah salah satu kegiatan dalam rangka mempererat talisilahturahmi antara sesama instansi pelayanan kesehatan di Jayapura. Sebab, selama ini instasi pelayanan kesehatan dianggap kerja sendiri –sendiri, apakah itu Rumah Sakit, Dinas Kesehatan, imigrasi, KKP, dan lainnya.
Dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 yang diperingati pada 12 November, Dinas Kesehatan Provinsi Papua akan menggelar vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat sekitar.
Terlepas dari stok vaksin sebanyak 1000 vial tersebut, dr Aaron mengaku jika Dinas Kesehatan Provinsi juga baru saja menerima stok vaksin Covid-19. “Untuk saat ini tidak jadi masalah dengan stok vaksin karena stok vaksin kita tercukupi,”Kata dr Aaron kepada Cenderawasih Pos, Senin (7/11)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita, kepada wartawan mengungkapkan, untuk vaksinasi Covid-19, pihaknya menyiapkan 50 vial vaksin Fhiser. ‘’Hari ini kita siapkan 50 vial vaksin Fhiser. Seluruhnya merek Fhiser,’’ kata Nevil.
Nevile mengungkapkan, terhadap 5 obat sirup anak yang dilarang beredar seluruhnya sudah ditarik dari peredaran pasar di Merauke baiuk apotik maupun toko obat. Terhadap 7 obat sirup anak lainnya yang ditemukan etilen glikol yang menjadi penyebab pemicu gagal ginjal terhadap sejumlah anak tersebut, Nevile Muskita mengaku belum mendapatkan surat edaran dari Kementrian Kesehatan maupun BPOM Pusat.
Sebagaimana kata dr Aaron, sebanyak 1000 vial stok vaksin Covid-19 yang dikirim pusat telah tiba dan sudah didistribusikan kepada kabupaten/kota yang mengalami kekosongan stok vaksin-19 di aplikasi SMILE.
Sekertaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum menyebut, stok vaksin tersebut telah didistribusikan kepada kabupaten/kota yang mengalami kekosongan stok vaksin-19 di aplikasi SMILE.
Dimana masyarakat umum yang melakukan vaksinasi dosis 1 sebanyak 29.942, dosis 2 sebanyak 13.915, Dosis 3 sebanyak 2.844. Disusul remaja dengan dosis 1 sebanyak 4.993, Dosis 2 sebanyak 1.765.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita mengatakan, dirinya sudah meminta ke Dinas Kesehatan Provinsi Papua untuk dapat mengirimkan vaksin booster dalam rangka Hari Kesehatan Nasional tersebut.
Bagi masyarakat yang belum vaksin kata Manderi, diharuskan untuk vaksin. Sebagaimana di Provinsi Papua cakupan vaksinasi belum mencapai data yang memuaskan, baik dosis 2 maupun dosis tiga.
“Walaupun secara nasional kasus Covid-19 sudah menurun begitu juga di Papua, tetapi masyarakat dianjurkan untuk selalu taat dan patuh terhadap protokol kesehatan,” kata Manderi kepada Cenderawasih Pos, Selasa (1/11).
Menurutnya, untuk mencapai New Normal dan masuk pada kehidupan yang seperti sedia kala. Semua orang harus mematuhi protokol kesehatan dan kebijakan ini dilakukan oleh setiap daerah.
Saya pikir semua penyakit kalau tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan kematian. Begitu juga dengan Covid-19, kalau tidak ditangani dengan baik, maka bisa menyebabkan kematian,’’ katanya.
“Cakupan vaksin kita masih rendah, tetapi kita berupaya setiap orang yang sudah vaksin baik 1 2 ditindaklanjuti ditingkatkan vaksin ke-3 dan lainnya,” Kata Welliam R Manderi saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos.
Menurut Welliam, untuk mencapai New Normal dan masuk pada kehidupan yang seperti sedia kala. Maka semua orang harus mematuhi protokol kesehatan, kebijakan ini dilakukan oleh setiap daerah.
Meski begitu, pihaknya masih melakukan pengawasan terhadap kemungkinan munculnya penyakit Covid-19. Apalagi di negara lain masih ada ketemuan kasus positif Covid-19, salah satunya di Singapura.
“Yang belum kedapatan vaksin bisa menunggu stok Vaksin yang akan diberikan oleh Kadin Papua. Kami juga sudah bersurat ke Kadin terkait dengan stok vaksin tersebut,” kata dr Aaron kepada Cenderawasih Pos, Jumat (21/10).
“Kami targetkan sebanyak 300 orang, untuk warga yang belum kebagian nantinya bisa menunggu Vaksin dari Kadin Provinsi Papua,” kata dr Aaron saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (19/10).
Diakui Nevile Muskita bahwa permintaan vaksin tersebut khususnya untuk dosis ketiga atau booster masih cukup tinggi, terutama bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan keluar Merauke dengan menggunakan transportasi udara.
Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron menyampaikan, stok vaksin Covid-19 itu rencanakan akan dikirim ke Wamena dan Mimika yang berdasarkan aplikasi SMILE stok vaksin mereka mengalami kekosongan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penyakit Pengendalian (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum, M.Kes menambahkan, kedatangan vaksin dari Ternate dimanfaatkan dengan baik oleh.
“Kami segera menyurat supaya Kadin Provinsi Papua bisa memberikan Vaksin kepada Dinkes,”Kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron, Jumat (14/10)
Jokowi menyatakan bahwa kehadiran vaksin IndoVac merupakan buah kerja keras para sumber daya manusia (SDM) muda. Peneliti ini yang menggarap pembuatan vaksin tersebut dari hulu sampai ke hilir. "Ini memakan waktu, IndoVac dari awal sampai sekarang, satu setengah tahun. Sudah diam, enggak pernah bersuara, tahu-tahu jadi IndoVac," ucapnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum menyampaikan, Pemerintah Pusat akan mengirim stok vaksin jenis Pfizer yang dibawah dari Nusa Tenggara Barat.
Namun di satu sisi pihaknya telah mengembalikan ribuan jenis vaksin ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia karena sudah masuk kategori expired date atau tidak bisa lagi digunakan.
Dikatakan Manderi, berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Papu sampai saat ini stok vaksin masih kosong dan menunggu pendistribusian vaksin dari pusat. Terkait kosongnya stok vaksin tersebut, warga diminta bersabar.
Sebelumnya, berdasarkan peta sebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Asmat, kasus aktif Covid di daerah tersebut per 8 Oktober sebanyak tiga kasus. Kini per tanggal 10 Oktober kamarin kasus Covid menjadi empat kasus.
“Warga yang tinggal di perbukitan misalnya, ketika ada informasi BMKG berkaitan dengan cuaca ekstrim maka mereka harus siaga artinya sudah bersiap-siap harus ke mana. Jangan sampai sudah terjadi banjir baru kalang kabut,”Kata Manderi kepada wartawan.
Diketahui, hampir sebulan ini stok vaksin di sejumlah daerah di Papua telah habis. Padahal, animo warga cukup tinggi untuk mendapat vaksinasi khususnya booster lantaran menjadi syarat untuk bepergian ke luar daerah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Papua, Aaron Rumainum menyampaikan, ketersediaan stok vaksin Covid-19 ini terlihat dari aplikasi SMILE atau Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik Elektronik.
Sebelumnya, berdasarkan peta sebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Asmat, kasus aktif Covid-19 di daerah tersebut per 28 September lalu sebanyak 4 kasus. Kini per tanggal 5 Oktober kamarin kasus Covid menjadi 3 kasus.
“Untuk SMILE Mimika sudah beres, minimal Kementrian Kesehatan jangan menghukum 1 Papua. Harusnya, ada reward untuk kabupaten/kota yang sudah melaporkan SMILE dengan beres,” kata dr Aaron, Rabu (5/10).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, Dr. Willy E Mambieuw, Sp.B menyatakan, ketersediaan vaksinasi dan imunisasi itu punya batas waktu kedaluwarsa, sehingga kalau memang tak digunakan, maka harus dikembalikan lagi karena memang harus dihitung, berapa yang terpakai dan tak terpakai.
Berdasarkan data satok vaksin per tanggal 4 Oktober 2022, daerah yang masih memiliki stok vaksin yakni Kabupaten Asmat, Biak Numfor, Deiyai, Jayapura, Keerom, Kepulauan Yapen, Mappi, Nabire, Sarmi, Tolikara dan Kota Jayapura.
Dalam surat yang dikirim Dinas Kesehatan Provinsi Papua kepada Direktur Pengelolaan Imunisasi Ditjen P2P, Kemenkes RI mengajukan permintaan vaksin Covid-19 Pfizer sebanyak 1.950 vial.
"Stok vaksin kita sudah kosong, kita belum bisa lakukan pelayanan di Puskesmas. Tapi jika ada bantuan (vaksin-red) dari Dinkes Papua tentu bisa dilayani," katanya, Senin (26/9) kemarin.
Saat ini pihaknya masih menunggu distribusi vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat. Kelangkaan stok vaksin ini terjadi baru beberapa hari belakangan ini dan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kesehatan Provinsi.
“Covid-19 harus diwaspadai dan diantisipasi, karenanya kita akan pastikan stok untuk vaksin kemudian juga distribusinya harus merata di semua daerah. Terutama daerah daerah rawan,” kata Musa’ad saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (26/9).
Lanjut dr Andreas menjelaskan, RSUD Jayapura terakhir merawat pasien Covid-19 pada Kamis (22/9). Namun, rumah sakit sendiri tetap masih melayani pasien Covid-19 jika itu ada.
Ia juga menyebut di beberapa titik di Kantor Bappenda tersedia Hand sanitizer termasuk tempat untuk cuci tangan bagi karyawan maupun pengunjung di Kantornya.
Disusul 8 kasus aktif di Kabupaten Mimika, 1 kasus aktif di Merauke dan 2 kasus aktif Covid di Biak Numfor dan 1 kasus aktif di Deiyai. Sementara beberapa kabupaten lainnya di Papua 0 kasus aktif.
‘’Untuk booster kedua ini masih dikhususkan untuk Nakes. Untuk masyarakat umum belum,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita, ketika ditemui media ini Kamis (15/9) lalu.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum menyebut, kosongnya stok vaksin Covid-19 di gudang Dinas Kesehatan Papua bepengaruh terhadap capaian vaksinasi di Papua.
Menurut dr Aaron, kekosongan vaksin Covid-19 bukan hanya terjadi di Papua. Melainkan di beberapa daerah di Indonesia. Sehingga itu, ia meminta masyarakat untuk tidak panik.
Kepala Pelni Cabang Papua-Jayapura Whendy Imkotta menjelaskan, penumpang yang mau beli tiket harus sudah mengetahui persayaratan-persayaratan apa saja yang harus dilengkapi.
Disusul Kabupaten Mimika sebanyak 51 kasus aktif, 6 kasus aktif di Jayapura, 4 kasus aktif di Biak Numfor, 5 kasus di Keerom, 3 kasus di Kabupaten Nabire dan 2 kasus aktif di Puncak Jaya.
“Proses pembelajaran sudah dilakukan secara tatap muka, untuk daring yang sekarang dilakukan karena kondisi keamanan sekolah dan ada permintaan,” kata Lobya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (12/9).
Dalam Surat Edaran tersebut, Percepatan vaksinasi dosis lanjutan / Booster bagi masyarakat dimana melaksanakan pengawasan, monitoring, dan evaluasi secara ketat terhadap percepatan pelaksanaan vaksinasi dosis lanjutan (booster) di seluruh kabupaten/kota.
Dalam Surat Edaran tersebut, Percepatan vaksinasi dosis lanjutan / Booster bagi masyarakat dimana melaksanakan pengawasan, monitoring, dan evaluasi secara ketat terhadap percepatan pelaksanaan vaksinasi dosis lanjutan (booster) di seluruh kabupaten/kota.
Dalam Surat Edaran tersebut, memperhatikan kondisi terkini dan berpedoman pada dasar hukum di atas, Pemerintah Provinsi Papua menerapkan kebijakan Pencegahan, Penanggulangan COVID-19 dengan PPKM di Provinsi Papua mulai tanggal 19 Juli hingga 20 Oktober 2022.
Ketua Harian Satgas COVID-19 Papua, Weliam R Manderi menegaskan, kendati Papua dalam status PPKM level 1, namun warga harus tetap waspada terhadap penyebarluasan Covid-19 di bumi cenderawasih.
Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia yang menginstruksikan agar melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada kondisi Covid-19 di enam wilayah sesuai dengan kriteria level situasi pandemi berdasarkan asesmen oleh Kementerian Kesehatan serta lebih mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19.