Siaran pers Kemenkes yang dikutip dari kantor berita Antara, Jumat (17/6), memperlihatkan Jawa Barat dan Banten menempati urutan kedua dan ketiga dengan penambahan 208 dan 129 kasus. Disusul Jawa Timur di posisi keempat dengan penambahan 62 kasus. Bali di posisi kelima dengan penambahan 45 kasus.
“Vaksinasi harus ditingkatkan, meskipun vaskinasi kita saat ini sudah meningkat namun diharapkan yang belum vaksin saya mengimbau untuk melakukan vaksinasi,”Kata Musa’ad kepada Cenderawasih Pos.
Kenaikan kasus ini terjadi seiring munculnya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di tanah air. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menyatakan varian tersebut menjadi ‘Varian yang Menjadi Perhatian’.
“Kondisi kita hari ini belum terjadi peningkatan kasus Covid yang signifikan, kalau pun ada kasus itu semunya dibawah lima,” kata dr. Sumule kepada Cenderawasih Pos, Rabu (15/6) yang ditemui di Jayapura.
"Kemarin kita ada1 dari WNA yang sudah sembuh dan sekarang ada warga Kota Jayapura yang keluar kota, kemudian dia pulang dan sakit," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Dr. Ni Nyoman Sri Antari, Senin (13/6).
Meski kasus Covid-19 sudah mereda, namun untuk mendukung program vaksinasi nasional, Rumah Sakit Bahanykara TK III Jayapura tetap melakukan vaksinasi massal di RS Bhayangkara setiap Senin hingga Jumat.
Hingga saat ini progres capaian vaksin Covid-19 di Kabupaten Jayapura cukup baik. Untuk vaksin dosis 1 saat ini sudah mencapai lebih dari 80 %. Sementara pemberian vaksin Covid-19 dosis kedua sudah mencapai 60 %.
“Vaskinasi terus didorong, kolaborasi bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, dan komponen masyarakat lainnya. Terus giat melaksanakan vaksinasi dengan harapan capaian kita bisa memenuhi apa yang kita harapkan,” kata Musaad beberapa hari lalu.
Kepala Dinas Kesehatan, dr. Willy Mambieuw, Sp.B menyatakan, sudah hampir dua bulan Jayawijaya sudah zero dari Covid -19, ini ditunjukkan dengan tidak ada lagi pasien yang dirawat, baik di ruang isolasi RSUD Wamena maupun yang melakukan isolasi mandiri di rumah.
Muskita menjelaskan, 2 pasien Covid-19 yang dirawat sebelumnya sudah sembuh, namun setelah kedua pasien tersebut sembuh, ada lagi 1 kasus baru sehingga Merauke belum bisa masuk zero kasus Covid-19. ‘’Tapi, mudah-mudahan setelah 1 pasien ini sembuh, tidak ada lagi kasus baru sehingga kita bisa zero,’’ harapnya.
Mendagri menginstruksikan kepada Gubernur Papua dan Bupati/Wali kota untuk wilayah Kabupaten/Kota dengan kriteria Level 1. Terkait dengan instruksi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Dr Roby Kayame menganggap hal itu sesuatu yang bagus.
Di beberapa kesempatan di luar ruangan, sebagian warga di Papua mulai tak menggunakan masker. Namun dalam ruangan, warga masih tetap menggunakan masker.
Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan dr. Andreas Pekey, Sp.PD menyebut satu pasien tersebut dengan kondisi sudah membaik dan sedang dalam proses penangan medis di rumah sakit.
Semantara dosis 2 sebanyak 25,32 persen atau setara dengan 654,203 peserta vaksin dan dosis 3 sebanyak 5,85 persen atau setara dengan 151,493 peserta vaksin di Papua.
Dalam surat edaran yang ditandatangani Gubernur Papua Lukas Enembe 16 Mei tertulis, kebijakan memperhatikan kondisi terkini dan bepedoman pada dasar hukum yang ada. Pemerintah Provinsi Papua menerapkan kebijakan pencegahan, penanggulangan Covid-19 dengan PPKM di Provinsi Papua mulai tanggal 17 Mei hingga 18 Juli 2022 mencakup :
"Namun hari ini, Jumat (3/6), kami mendapatkan 1 pasien terkonfirmasi dengan kondisi stabil, telah mendapat perawatan di RSUD Abepura, meski pasien ada maupun tidak ada kesiapan kami tetap maksimal dalam hal penanganan Covid-19," katanya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (3/6) kemarin.
Frans Pekey juga menyampaikan terima kasih kepada para Lansia karena dulu dengan semangat jiwa raga terus berjuang mempertahankan kemerdekaan. "Saya berterima kasih kepada para Lansia. Hari lanjut usia nasional ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepedulian semua pihak akan pentingnya keberadaan Lansia," ujarnya.
Setelah sempat zero kasus Covid-19 pada 11 Mei lalu, kini kasus Covid-19 kembali muncul di Kota Jayapura. Kepala Dinas Kesehatan Ni Nyoman Sri Antari menyampaikan terkait 1 warga negara asing dari Korea Selatan yang masuk ke Kota Jayapura telah positif covid.
Sehingga itu lanjut dr Andreas, bagi mereka yang belum melakukan vaksinasi maka mulailah melakukam vaksinasi mulai dari Dosis 1, Dosis 2 dan Dosis 3 atau booster atau vaksin ketiga
"Masyarakat harus tetap punya iktikad baik untuk vaksinasi ya karena kita harus menjaga herd immunity atau kekebalan massal. Terutama vaksin ke tiga kita masih sangat kurang," ujarnya kepada wartawan.
“Vaksin jangan kendor, yang belum vaksin harus segera vaksin, dosi 1, dosis 2 dan dosis 3 atau booster,” imbau dr Aaron saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (31/5).
Wiku di Bali Nusa Dua Convention Center (BDCC), Badung, Bali, Jumat mengatakan jumlah kasus positif pada keseluruhan orang yang dites pada level nasional konsisten menunjukkan tren penurunan.
Peninjauan Gerai Vaksin Covid-19 ini dimulai pukul 08.30-11.00 WIT, dengan melibatkan personel Satuan Binmas dan Personil Seksi Urdokkes Polres Merauke
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita ketika dihubungi menjelaskan, kedua warga yang terkonfirmasi Covid-19 tersebut diketahui saat akan menjalani perawatan di RSUD Merauke.
erakhirnya masa jabatan Walikota dan Wakil Wali Kota Jayapura dan beralih ke karteker atau Penjabat Walikota, tidak menghentikan pergerakan dari satgas Covid-19. Hal ini disampaikan Penjabat Wali Kota Jayapura, Dr. Frans Pekey
Adapun cakupan imunisasi Covid-19 Booster dimana Kabupaten Mimika sebanyak 21-30 persen, Kota Jayapura, Biak Numfor, Boven Digul dan Merauke sebanyak 11-20 persen, Nabire, Kabupaten Jayapura, Keerom Asmat, Mappi sebanyak 6-10 persen.
Plt Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Papua Protasius Lobya mengatakan dengan diberlakukannya kembali tatap muka penuh maka perlu ada perhatian penting bagi seluruh sekolah.
"Vaksinasi Covid-19 tetap dilaksanakan, namun masuk menjadi program rutin pelayanan di setiap Puskesmas, "kata Edward Sihotang saat dikonfirmasi Cendrawasih Pos Jumat (27/5) kemarin.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum menyebut masih beradanya diangka 0 persen di dua Kabupaten tersebut lantaran penolakan warga yang tidak mau divaksin serta kondisi keamanan.
“Vaksinasi untuk anak selalu ada di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Papua, kalau ada anak yang mau vaksin maka kami suntik vaksin. Namun kalau tidak ya tidak menjadi masalah,” kata dr. Aaron kepada Cenderawasih Pos, Selasa (24/5).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura Ni Nyoman Sri Antari di Jayapura, Kamis, mengatakan pelonggaran penggunaan masker di area terbuka telah diterapkan warga setempat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita menyambut baik pelonggaran protokol kesehatan (Prokes) yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi untuk di luar ruangan, di tempat bukan kerumuman.
"Masyarakat diperbolehkan tidak menggunakan masker apa bila di luar ruangan terbuka yang tidak padat orang, sementara diruangan publik yang tertutup tetap menggunakan masker," katanya kepada Cenderawasih Pos, Senin (23/5) kemarin.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum menyampaikan, hingga saat ini capaian vaksinasi di Papua persentasenya dibawa 70 persen. Namun pihaknya optimis, capaian yang diberikan kepada Papua soal vaksinasi bisa tercapai.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum menyampaikan, dalam giat vaksinasi Covid-19 yang digelar Jumat (20/5). Capaian sebanyak 79 orang.
Polda Papua hingga kemarin masih mobile mengecek daerah mana saja yang masih menjalankan vaksinasi. Bahkan Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, S.I.K turun langsung untuk memastikan bahwa upaya pembentukan herd immunity itu masih berjalan.
"Ini adalah untuk sekian kali saya kesini mulai dari saya Kapolres dan Dansat Brimob dan hari ini sebagai Kapolda Papua saya kesini untuk melihat tempat saya dibentuk,"Ungkapnya Jumat (20/5)
Kepala Bidang Pencegahan dan pengendalian penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum menyampaikan, berdasarkan data pada Januari untuk Dosis 1 sebanyak 356, Dosisi 2 388 dan Dosis 3 sebanyak 1101.
"Kami masih menyiapkan ruangan Covid-19 dan saat ini ada satu pasien yang masih dirawat dan kemungkinan besar akan segera kembali,"Ungkapnya ketika bertandang ke Graha Pena Papua, Kamis (19/5).
Ketua Harian Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, William R Manderi kepada Antara di Jayapura, Kamis (19/5), mengatakan sampai dengan hari ini target capaian vaksinasi Papua masih di bawah 70 persen.
Dalam arti bahwa mereka yang terpapar Covid-19 ini rata-rata tidak bergejala atau dengan gejala ringan, sehingga akan terdeteksi ketika dilakukan pemeriksaan karena melakukan pengobatan dengan penyakit lainnya.
Menurut Willem, adanya kelonggaran penggunaan masker sebagai kebijakan pemerintah harus didukung karena menandakan penanganan Covid-19 dilakukan pemerintah sudah mulai terkendali.
Pernyataan ini disampaikan Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro sebagai bentuk tanggapan atas instruksi pemerintah pusat yang melonggarkan pemanfaatan masker.
Asisten I Biang Pemerintahan Doren Wakerkwa, mengatakan, sampai dengan saat ini angka kasus terkonfirmasi di Papua sudah melandai, pendeteksian kasus baru juga sudah sangat kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Tjandra Yoga Aditama menyebut kejadian hepatitis akut berat yang kini banyak dibicarakan bermula dari laporan kepada WHO dari International Health Regulation (IHR) National Focal Point negara Inggris pada 5 April 2022.
Wadir Pelayanan Medik dan Keperawatan dr. Andreas Pekey, Sp.PD mengatakan, angka kasus Covid-19 di Papua terus menurun terbukti di RSUD Jayapura sampai dengan saat ini tidak ada lonjakan kasus yang signifikan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Aaron Rumainum, M.Kes., menjelaskan pihaknya dalam satu minggu melayani 3 kali penyuntikan vaksinasi bagi masyarakat disekitar kantor Dinas Kesehatan Provinsi Papua.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Aaron Rumainum, M.Kes., mengatakan cakupan vaksinasi di Papua baru 33 persen untuk dosis pertama.
"Khusus level 3 yakni Kabupaten Merauke, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Lanny Jaya," katanya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (13/5) kemarin.
Namun Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Aaron Rumainum, M.Kes., mengatakan meski ada daerah yang nol kasus seperti data terakhir Kabupaten dan Kota Jayapura harus tetap waspada yakni dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan vaksin.
Benhur juga mengungkapkan bahwa kini status PPKM Kota Jayapura sudah berada di level 2. Namun pihaknya meminta agar masyarakat tidak kendor prokes. "Jangan lepas masker di tempat umum, jaga kebersihan dan membawa handsanitizer," tandasnya.
Hepatitis adalah peradangan pada hati atau liver. Hepatitis bisa disebabkan oleh infeksi virus, bisa juga disebabkan oleh kondisi atau penyakit lain, seperti kebiasaan mengonsumsi alkohol, penggunaan obat-obatan tertentu, atau penyakit autoimun. Jika disebabkan oleh infeksi virus, hepatitis bisa menular.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Aaron Rumainum, M.Kes., mengatakan, berdasarkan dengan data yang pihaknya terima, tercatat bahwa angka kasus di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapur sampai dengan 11 Mei lalu tidak terdapat kasus terkonfirmasi.
"Dinas Kesehatan Provinsi Papua tetap mengimbau agar pelaksanaan vaksinasi bisa terus dilakukan disemua Kabupaten dan Kota yang ada di Papua," katanya kepada Cenderawasih Pos belum lama ini.
"Kasus Covid-19 sudah sangat berkurang namun demikian prokes wajib dilaksanakan termasuk vaksin,"Katanya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (10/5) kemarin.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule menjelaskan sesuai dengan peraturan Mentri Dalam Negeri daerah di Papua tercatat masukLevel1, 2 dan 3.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi Papua dr. Aaron Rumainum di Jayapura mengatakan hingga kini belum ada laporan dari berbagai rumah sakit mengenai ada pasien Hepatitis akut.
"Harapan kami paling tidak bisa dapat mengejar vaksinasi dosis kedua. Karena itu sangat berpengaruh terhadap kualitas perlindungan masyarakat. Sedangkan Booster atau pemberian vaksin dosis ketiga itu lebih kepada masyarakat yang mobilitasnya tinggi,"kata Edward Sihotang, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (10/5).
Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule menjelaskan rata-rata kasus terkonfirmasi di Papua masih dibawah 5 kasus sampai dengan posisi Minggu (8/5) kemarin.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Aaron Rumainum, M.Kes., mengatakan pihaknya siap melaksanakan vaksinasi yang dilaksanakan di Dinkes Papua di lantai 3.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke terhitung sejak akhir April 2022 mengakhiri kerja sama dengan pihak Manajemen Hotel Akat untuk menampung pasien Covid-19 yang menjalani Isolasi Terpusat (Isoter).
"Kabupaten Jayapura sudah terbebas dari Covid-19," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khairul Lie dalam rilis yang diterima media ini, Sabtu (6/5).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Robby Kayame menjelaskan kalaupun ada yang sakit, dampaknya hanya sebentar dan tidak membahayakan, karena peningkatan antibodi setiap orang khususnya mereka yang sudah divaksin semakin baik.
"Khususnya vaksinasi booster, saat ini sangat didominasi mengingat kebutuhan masyarakat saat ini dikhususkan saat Lebaran dan sebagai salah satu persyaratan mudik," katanya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (6/5) kemarin.
Walaupun demikian, jika ada pasien yang sakit terpaksa harus dilakukan rawat inap tetap dicek kesehatannya dengan diperiksa dulu melalui rzpid antifen atau PCR apakah terpapar Covid-19 atau tidak, sehingga sebelum dilakukan rawat inap petugas di IGD langsung memberitahukan terlebih dahulu prosedur sebelum pasien dilakukan rawat inap kepada keluarga atau pasien sendiri.
Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano mengatakan perkembangan Covid-19 sudah turun. "Sekarang ini sudah melandai. Datanya di beberapa rumah sakit sudah nol, tidak ada yang rawat inap," ujarnya.
Kapolres Jayawijaya AKBP. Muh Safei AB, SE menyatakan, untuk Papua sendiri diberikan target dari PBNU Pusat hanya 1.500 orang yang divaksin, namun capaiannya melebihi target yang diberikan hingga mencapai 2.500, artinya ada kelebihan 1000 orang dari target yang diberikan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum, M.Kes., yang dikonfirmasi Cenderawasih Pos menyampaikan bahwa belum ada temuan kasus penyakit Hepatitis misterius atau Hepatitis akut.
"Rumah Sakit Bhayangkara sudah tidak merawat pasien Covid dan terakhir masih merawat pasien Covid pada bulan April atau 1 bulan lalu di tanggal 4 tanggal 5 setelah itu tida ada lagi dan memang pasien yang di rawat saat itu usianya masih muda rata-rata usia 40-50 tahun tanpa ada komorbid bukan OTG dengan positif PCR,"Ucapnya.
Terkait dengan cakupan vaksinasi di Papua, Dinkes Papua akui cakupan vaksinasi terus meningkat, baik tahap 1, 2 dan 3. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Robby Kayame menjelaskan vaksin dosis tahap 1 sebanyak 32 persen, dosis kedua 24 persen, dan dosis 3,61 persen.
Dikatakan, sejak Posko Lebaran tersebut aktif, pihaknya setiap hari melakukan vaksinasi bagi warga Merauke. Tidak hanya memberikan vaksinasi dosis kedua dan ketiga, namun juga masih memberikan untuk dosis pertama. ‘’Tapi, paling banyak itu untuk booster ketiga,’’ jelasnya.
"Puluhan vaksinator tersebar di 19 fasilitas kesehatan milik Dinkes dan mitra kerja TNI/Polri," ungkap Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Biak Ruslan Epid di Biak.
Diapun mengatakan sampai saat ini baik pemerintah pusat maupun daerah terus berupaya untuk menekan tingkat kasus Covid-19 hal ini bertujuan agar kiranya pada tahun ajaran baru mendatang segala aktifitias sekolah bisa diberlakukan tatap muka secarah penuh.
“Hari ini ada 10 orang yang kami layani untuk vaksin, kalau sudah jumlahnya ratusan orang kita tidak berani layani lagi,” kata dr Aaron kepada Cenderawasih Pos, Kamis (28/4).
“Kita boleh ke tempat tempat ibadah, bahkan mudik saja sudah bisa dilakukan. Semua boleh salat Id dan itu tidak jadi masalah, buktinya PON saja sukses sewaktu Covid masih sedang tinggi tingginya saat itu dan kita bisa melewati itu,” tuturnya.
Warga binaan Lantamal XI Merauke yang tinggal di Rumah Tinggal Sementara (RTS) di samping Markas Komando (Mako) Lantammal XI Merauke, jalan Nowari antusias mengikuti vaksinasi yang digelar oleh Lantamal XI Merauke.
"Walaupun kasus Covid-19 sudah melandai di Kota Jayapura, namun laporan data sebaran Covid-19 Kota Jayapura setiap harinya masih dilaporkan oleh Satgas Covid-19 Kota Jayapura melalui Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura dan saya terus pantau juga," katanya, Senin (25/4) kemarin.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Robby Kayame menjelaskan, angka terkonfirmasi sendiri hampir sudah tidak ditemukan, rata-rata 1 minggu hanya 1 kasus bahkan tidak ditemukan kasus sama sekali.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Robby Kayame menyampaikan, terkait dengan animo warga yang melakukan vaksinasi ini tak terlepas dari masyarakat sudah melihat hasilnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum mengatakan, masyarakat Papua kini telah sadar betapa pentingnya vaksinasi bagi mereka.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua Aaron Rumainum di Jayapura menerangkan, berdasarkan data (23/4) vaksin dosis pertama 33,19 persen lalu vaksin ke dua 24,61 persen dan vaksin dosis ketiga mencapai 4,26 persen.
Dalam rangka mendukung program pemerintah, Kejaksaan Negeri (Kejari) Merauke, bekerjasama dengan Puskesmas Kelapa Lima Merauke menggelar vaksin booster bagi seluruh pegawai Kejaksaan Negeri Merauke, Jumat (22/4).
“Sehingga kejadian ini telah ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO, untuk itu pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk pencegahan penyebaran virus ini. Demikian juga oleh lembaga administrasi Negara terkait dalam penyelenggaraan pelatihan,” ucap Derek saat membuka pelatihan bagi CPNS, Jumat (22/4) kemarin.
-Meski penyebaran kasus covid-19 sudah mereda, dan pandemic Covid-19 ini sudah dianggap sebagai endemic, namun belum bisa serta merta aktifitas pendidikan di Kota Jayapura berjalan normal seperti sebelum adanya Covid-19.
Sebagaimana pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura tersisa satu pasien dari sebelumnya jumlahnya mencapai 80 pasien. Sementara pasien yang dirawat di RSUD Jayapura tersisa empat pasien.
Lanjut dr Sumule, terkait vaksinasi harus terus dilakukan karena sesuai dengan ketentuan yang ada, sesuai dengan fakta fakta dan sesuai jurnal bahan bacaan yang ada.
Data yang dihimpun Cenderawasih Pos dari Satgas Percepatan Penanganan Covid -19 hingga 19 April kemarin, 10 orang masih dalam perawatan setelah ada tambahan dua pasien baru, 18 April, jumlah pasien yang dirawat 8 orang.
Kapolres Jayawijaya, AKBP. Muh Safei AB, SE mengakui, memang ada program baru untuk melakukan sejuta vaksinasi yang dimotori oleh PBNU dan Kepolisian Republik Indonesia yang turun kepada jajarannya sampai ke tingkat Polres di daerah karena program ini dilakukan secara nasional di seluruh Indonesia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum, M.Kes menyampaikan, untuk Dogiyai cukup berat karena terjadi penolakan di daerah tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum, M.Kes menyampaikan, capaian vaksinasi Selasa (20/4) mencapai 233 orang.
Salah satunya di Distrik Airu. Berdasarkan keterangan dari Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Edward Sihotang, saat ini hanya Distrik Airu yang cakupan vaksinasinya nol persen atau belum ada satu warga pun yang mau menerima vaksin Covid-19.
Kendati Covid-19, kini bukan lagi sebuah pandemi melainkan telah berubah menjadi endemic, namun pencegahan melalui vaksinasi masih terus digencarkan. Capaian vaksinasi di Kota Jayapura sendiri untuk dosis 1 sebanyak 83,84%, dosis 2 sebanyak 62,08% dan dosis 3 sebanyak 10,22%.