‘’Selain dosis ketiga, juga untuk dosis pertama dan kedua, kalau masih ada. Termasuk anak umur 6-11 tahun yang kemungkinan belum mendapat vaksin di sekolahnya. Kita juga buka di sini,’’ kata Serofina.
Keputusan tersebut dilakukan setelah Menkes melakukan rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo terkait dinamika syarat booster untuk mudik pada anak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum, M.Kes menyampaikan, giat Vaksinasi Covid-19 di Kantor Dinkes mencapai 285 orang.
Jumlah animo masyarakat yang datang mencapai ratusan pendaftar yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatanan Kabupaten Merauke, Tim kesehtan TNI dan Tim Kesehatan dari Klinik Pratama Polres Merauke.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevil Muskita menjelaskan, kasus Covid-19 di Kabupaten Merauke hingga saat ini belum berakhir. ‘’Kasus harian masih ada hampir setiap hari,’’ katanya melalui telepon selulernya, Senin (18/4).
Direktur RSUD Dok II dr. Anton T Mote menyampaikan, antisipasi menghadapi lonjakan pasien saat lebaran sudah menjadi protap rumah sakit setiap tahunnya.
"Dari sekian distrik yang sebelumnya dilaporkan memiliki data kasus penyebaran Covid-19, saat ini hanya Distrik Sentani Kota yang masih tercatat mempunyai laporan Covid-19,"ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, khairul Lie dalam rilis yang diterima wartawan, Senin (18/4) kemarin.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua dr Silwanus Sumule menyampaikan, angka cakupan vaksinasi tertinggi di Papua ada pada Kota Jayapura sebanyak 194,155 untuk Dosis 1 dan sebanyak 143,579 atau 61 persen untuk Dosis 2.
Sebagaimana giat Vaksinasi Covid-19 Rabu (13/4) di Kantor Dinkes Provinsi Papua mencapai 200 orang, terbanyak adalah mereka yang melakukan vaksinasi dengan Dosis ke 3.
"Tidak akan bisa menjadi nol, karena covid ini sudah dinyatakan sebagai penyakit endemik, dia sudah jadi endemi," ujarnya di balik telepon genggamnya pada Kamis, (15/4).
Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan dr. Andreas Pekey, Sp.PD menyampaikan, jumlah pasien Covid-19 di RSUD Jayapura masih ada dan jumlahnya naik turun dimana dihari yang sama ada yang masuk dan juga ada yang diperbolehkan pulang karena sudah sehat.
Intruski Menteri Dalam Negeri nomor 21 tahun 2022 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level 3, level 2 dan level 1 serta mengoptimalkan posko penanganan Corona Virus Disease 2019 di tingkat desa dan Kelurahan untuk pengendalian penyebaran Corona di Wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.
“Untuk Covid walaupun kita sudah mengalami penurunan, tetapi sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri kita tetap diminta untuk waspada,” kata Musa'ad.
"Kita masih di level 3 ya, karena vaksin lansia dan anak-anak masih tergolong rendah. Ini yang kita sayangkan,"ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura dr Ni Nyoman Sri Antari.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khairul Lie mengungkapkan, secara umum untuk vaksin Covid-19 saat ini vaksin pertama sudah mencapai 79,22%, vaksin dua sudah mencapai 57,8 persen dan Booster baru mencapai 5,4 persen. "Jadi capaian Booster kita memang masih sangat rendah," kata Khairul Lie, di Sentani, Selasa (12/4).
‘’Permintaan untuk vaksin dosis ketiga atau booster saat ini memang ada peningkatan yang cukup signifikan. Makanya, kita melakukan permintaan vaksin booster ke provinsi untuk mengantisipasi permintaan yang meningkat tersebut,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita kepada wartawan di Merauke, Selasa (12/4).
“Untuk Covid walaupun kita sudah mengalami penurunan, tetapi sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri kita tetap diminta untuk waspada,” kata Asisten Bidang Kesra Setda Provinsi Papua, DR. Muhammad Musa'ad, Selasa (12/4).
Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua dr Silwanus Sumule menyampaikan, untuk Provinsi Papua sendiri Level 1 terdapat 7 Kabupaten yakni Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Keerom, Kabupaten Waropen, Pegunungan Bintang, Asmat, Kabupaten Supiori dan Kab Yalimo.
Legal and Stakeholder Relation Manager Bandara Sentani, Surya Eka mengatakan, ”Gerai vaksin booster (Covid-19) disediakan secara gratis bekerja sama PT Angkasa Pura I dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Jayapura, Polda Papua dan Lanud TNI AU Silas Papare
Gerai vaksinasi presisi Polresta ini dikoordinir langsung Wakapolresta Jayapura Kota AKBP Supraptono, S.Sos., M.Si bekerjasama dengan Pengurus Mesjid Raya Baiturrahim dan menghadirkan tenaga vaksinator dari Sidokkes Polresta Jayapura dibantu Bid Dokkes Polda Papua.
Salah satu isi pertemuan itu ialah rencana kedua negara untuk kembali membuka wilayah perbatasan dari kedua negara. Sekedar diketahui, alasan perbatasan ditutup sejak beberapa tahun belakangan ini alasan Pandemi kala itu.
Direktur RSUD Abepura dr. Dessy Urbinas menyampaikan pihaknya masih tangani pasien Covid-19. Dengan masih adanya pasien Covid-19 yang dirawat dirinya mengingatkan kepada masyarakat untuk senantiasa menaati protokoler kesehatan.
Berdasarkan grafik kasus positif dalam kurun satu minggu di Provinsi Papua 30 Maret Tahun 2022, jumlah kasus positif Covid di wilayah Papua 24-30 Maret sebanyak 118, dimana sebelumnya pada 17-23 Maret sebanyak 376.
‘’Tiga kasus baru yang ditemukan itu dari hasil pemeriksaan swab antigen,’’ kata Nevile R. Muskita saat dihubungi media ini lewat telepon selulernya, Kamis (7/4).
"Kita telah memutuskan beberapa kebijakan, menyesuaikan dengan kondisi di kota kita bahwa telah melandainya kasus di bawah angka 10 orang. Ini patut kita syukuri," ujar Wali Kota Jayapura, Dr. Drs. Benhur Tomi Mano, M. M saat memimpin rapat.
Tercatat capaian vaksin di Kantor Dinkes Senin (4/4) mencapai 211 orang diantaranya Dosis I sebanyak 41 orang, Dosis II sebanyak 59 orang dan Dosis III sebanyak 111 Orang
"Puji syukur bahwa dalam 3 hari terakhir yakni Jumat sampai hari Minggu ini tidak ada lagi kasus baru Covid-19 tersebut," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Nevile R. Muskita, ketika dihubungi Minggu (3/4).
Direktur RSUD Abepura dr. Dessy Urbinas menyampaikan, jumlah pasien Covid-19 yang ditangani di RSUD Abepura sejak 22 Januari hingga 1 April 2022 dengan catatan dirawat sebanyak 80 orang dan sembuh sebanyak 58 orang.
Dikatakan Supraptono, secara teknis pengawasannya merupakan tupoksi dari KSOP termasuk kebijakan swab test. "Swab dan tidaknya kurang tahu, bisa ditanyakan ke kesehatan pelabuhan, mereka sudah main tekniknya sendiri. Satgas sudah tidak turun lagi ke situ," imbuhnya.
"Data yang diperoleh tersebut dari mana. Kan data dari Puskesmas. Karena dokter dan petugas Puskesmasnya keliling ke kampung-kampung mencari, kemudian mengobati kusta yang ada di sana," katanya.
Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan dr. Andreas Pekey, Sp.PD menyampaikan, sebelumnya pihak RSUD Jayapura merawat sebanyak 25 hingga 30 pasien Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Robby Kayame, SKM, M.Kes memyampaikan, terkait percepatan Vaksinasi di daerah pegunungan pihaknya sudah melatih para tenaga perawat, dokter hingga vaksinator.
Meski begitu jumlah masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 di 4 distrik itu tidak terlalu signifikan. Status 4 distrik itu kini masih zona kuning penyebaran Covid-19.
Direktur RSUD Wamena, dr. Felly Sahureka, M.Kes menjelaskan, waktu menunggu pasien 1 jam untuk pemeriksaan dokter, masih sesuai standar nasional, khususnya di masa pandemi ini.
"Kalau Instruksi Presiden, juga dari MUI sudah boleh ibadah 100% di tempat ibadah masing-masing, berlaku untuk semua. Musala atau Masjid, Gereja, Pura dan Vihara. Dan boleh shaf rapat saat salat tarawih, seperti biasa, cuman prokes (protokol kesehatan) dijaga," ujarnya.
‘’Sejak penundaan pemberangkatan calon jamaah haji Indonesia ke Arab Saudi, yang dimulai 2020 lalu sampai sekarang sudah ada 7 calon jamaah yang meninggal dunia,’’ kata Dikriwati.
Penurunan ini karena adanya 46 orang yang dinyatakan sembuh. Artinya masih ada tambahan kasus dalam sehari sebanyak 7 kasus. Yang sehari sebelumnya, jumlah kasus secara kumulatif sebanyak 5.447 kasus menjadi 5.454 kasus.
‘’Kita juga memberikan beras sebanyak 10 Kg yang merupakan bantuan dari Kapolri kepada setiap warga yang datang melakukan vaksinasi,. baik dosis pertama, kedua maupun ketiga,’’ katanya.
Katua Harian Satgas Covid-19 Papua, Weliam R Manderi menyampaikan, imbauan ini sudah tercantum dalam Surat Edaran Gubernur Papua yang terbaru tepatnyan pada tanggal 15 maret.
Memperhatikan kondisi terkini dan berpedoman pada dasar hukum, pemerintah Provinsi Papua menerapkan kebijakan pencegahan, penangulangan Covid-19 dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Provinsi Papua mulai 15 maret hingga 16 Mei 2022.
Kepala Seksi pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Provinsi Papua Yama Moto Sasarari menyampaikan, Presiden Jokowi mengatakan bahwa yang mau mudik persyaratan utamanya adalah harus vaksin pertama, kedua dan ketiga (booster).
Target Vaksinasi yaitu 1.000 dosis, terdiri atas 300 dosis untuk anak usia 6-11 Tahun, 100 dosis untuk lansia, 500 dosis untuk vaksin dosis I dan dosis II dan 100 dosis vaksin dosis III/Booster.
Bupati Mappi Kristosimus Yohanes Agawemu dalam penyampaiannya mengucapkan selamat datang dan selamat atas kepercayaan yang diberikan negara kepada Kapolda Papua, putra kebanggaan masyarakat Papua wilayah Selatan.
"Sebagian besar wilayah Kabupaten Jayapura saat ini sudah berstatus zona hijau. Artinya tidak ada lagi kasus yang ditemukan atau masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19" kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khairul Lie dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Jumat (25/3).
Sementara vaksinasi dosis satu jumlah peserta vaksin sebanyak 933,882 atau 36,14 persen dan untuk dosis kedua jumlah peserta vaksin sebanyak 711,027 atau 27,52 persen.
Sebagaimana, aktivitas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skow sempat ditutup lantaran maraknya Covid-19 kala itu. Bahkan, kunjungan antar negara sempat ditiadakan guna mengikuti peraturan pemerintah kala itu.
Asisten I Sekda Jayawijaya, Drs. Tinggal Wusono, MAP menyatakan, dinas kesehatan melakukan kegiatan analisis situasi Covid-19, karena covid ini sudah 2 tahun, sehingga bisa disampaikan kepada pemangku kepentingan guna melihat situasi terbaru di Kabupaten Jayawijaya ini seperti apa.
Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Robby Kayame, SKM, M.Kes menyampaikan hal itu tidak menjadi masalah. Pasalnya untuk Papua sendiri kasus Covid mulai menurun.
"Kami dari Satgas Covid-19 berdasarkan laporan dari Dinas Pendidikan, Kabid PAUD dan dewan pengawas sekolah TK/PAUD bahwa mereka juga sudah rindu untuk belajar tatap muka, maka kita tinjau kondisi sekolahnya apa sudah mengikuti standar prokes apa belum," ujarnya.
Dengan melandainya kasus Covid-19 di Kota Jayapura, Pemkot Jayapura menurut Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., beberapa aturan mulai dilonggarkan.
"Dari segi pelayanan memang sudah tidak efektif lagi, karena medis kita lebih 10 orang sedangkan yang dirawat hanya 8 orang. Ini kan sudah tidak efisien dalam penanganan," ujarnya Senin (21/3).
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa dan Bali. Kebijakan itu tertuang dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 18 Tahun 2022.
Dari data yang dikeluarkan tim Satgas Percepatanb Penanganan Covid -19 Jayawijaya, sejak 15 Maret, 14 pasien yang dinyatakn sembuh, sedangkan yang terpapar 2 orang, sehingga angka covid -19 masih pada posisi 142.
"Walaupun temuan kasus kita saat ini sudah mulai berkurang, kami berharap masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan seperti tetap menjaga jarak dan selalu menggunakan masker," kata Mathius Awoitauw.
Jumlah warga yang meninggal akibat terpapar Covid-19, kini tembus 280 orang. Ini setelah dalam 2 hari terakhir berturut-turut, Rabu dan Kamis (17/3) kemarin, tercatat 2 orang meninggal karena Covid. Satu Orang meninggal pada Rabu dan Kamis kemarin juga 1 orang meninggal.
Diakuinya, angka pasien yang dirawat di RSUD Jayapura, mengalami naik dan turun, sebelumnya diangka 17, turun keangka 13 dan saat ini menjadi angka 15 pasien.
Ia meminta pemda dan pemkot untuk menggencarkan protokol kesehatan dan vaksinasi kepada masyarakat, apalagi bulan April mendatang sudah masuk bulan Ramadhan dimana umat Islam menjalankan ibadah puasa.
"Kami berharap sekolah-sekolah yang ada di daerah zona hijau tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar,"kata Mathius Awoitauw di Kantor Bupati Jayapura, Kamis (17/3) kemarin.
“Ini (memberikan mobil ambulans) untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ucap Robby di Loby Gedung A Mapolda Papua, Rabu (16/3) saat menyerahkan satu unit kenderaan ambulan kepada Polda Papua.
"Regional Papua Selatan 79,9% dosis pertama dan dosis kedua 54%, Papua Tengah dosis pertama 28,1%, dosis tahap ke dua 22,5%, regional Papua Pegunungan Tengah 4,4% dosis kedua 3,4%," katanya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (16/3) kemarin.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Edward Sihotang mengatakan, capaian vaksin Covid-19 di Kabupaten Jayapura sampai saat ini untuk dosis kedua baru mencapai 55%."Semestinya posisi kedua ini untuk waktu saat ini sudah harus di atas 70%," kata Edward Sihotang, Rabu (16/3).
Meski sudah ada kemudahan, namun untuk jumlah penumpang yang turun dan naik Kapal Pelni di Pelabuhan Jayapura masih belum terlihat ada peningkatan, atau cenderung normal.
Menurut WHO, tes mandiri adalah tes bisa dilakukan oleh individu di mana pun. Mereka akan mengumpulkan spesimennya lalu melakukan tes dan mengartikan secara mandiri hasil tes tersebut. Syarat melakukan tes mandiri ini adalah alat yang digunakan sensitifitasnya lebih dari 80 persen. Dengan adanya tes mandiri maka tes Covid-19 lebih merata.
"Level 1, terdapat 2 Kabupaten, yakni Waropen dan Kabupaten Intan Jaya, sementara level 2, ada 20 Kabupaten di Provinsi Papua," katanya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (15/3) kemarin.
Ketua Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid -19 yang juga Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, M.Si menyatakan, sesuai data yang ada, angka kesembuhan sudah sangat tinggi, kalau tidak salah sekarang tinggal 100 lebih yang dirawat.
"Yang kita lakukan ada dua hal pertama mengecek Posko PPKM Mikro apakah ini masih aktif atau tidak. Dan ternyata dari kunjungan pengamatan lapangan mereka masih aktif seperti semula," ujar Rustan, saat ditemui Selasa (15/3).
"Temuan kasus baru yang terkonfirmasi positif covid 19 di Kabupaten Jayapura belakangan ini memang cenderung melandai, tapi masih ada empat distrik yang masuk dalam zona merah penyebaran Covid- 19" kata Edward Sihotang, Selasa(15/3).
Kadis Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari mengatakan turunnya kasus dibarengi dengan sedikitnya pasien covid yang dirawat di tempat isolasi terpusat (Isoter) di LPMP. "Dari menurunnya kasus, pemanfaatan LPMP juga mulai berkurang. Saat ini hanya terdapat empat pasien di LPMP," ujarnya.
Sedangkan 6 Maret, ada 11 pasien yang dinyatakan sembuh, namun ada 29 pasien baru, untuk 7 Maret, 5 orang yang ditemukan terpapar, sedangkan yang sembuh 4 pasien, pada 8 Maret, ada 11 pasien yang sembuh dan ada 8 orang pasien baru.
Wilayah Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke yang dalam 2-3 bulan terakhir ini masuk zona hijau, kembali menjadi merah setelah ditemukan 21 orang positif terpapar Covid-19 sejak Sabtu (12/3).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, dr. Willy E Mambieuw, SpB kepada Cendrawasih Pos menyatakan, pihaknya sudah mendapat surat dari Kementerian Kesehatan untuk tidak perlu melakukan PCR dalam mendiagnosa pasien Covid -19, yang digunakan cukup dengan Swab Antigen saja.
Dalam rapat evaluasi tersebut semua pihak sepakat bahwa angka kasus Covid-19 di Kota Jayapura telah melandai, dan oleh karenanya aktivitas jam malam kini diperpanjang. "Yang awalnya batas jam malam hingga pukul 21.00 WIT kini diperpanjang menjadi 22.00 WIT, berdasarkan keputusan bersama," ujar Benhur.
"Keputusan Mendagri ini pastinya sangat membantu masyarakat juga dalam hal ini. tidak lagi kesulitan pada saat mengurus persyaratan keberangkatan, selain itu ini juga merupakan upaya peningkatan vaksinasi," katanya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (11/3) kemarin.
General Manager Kantor Pelni Cabang Jayapura, Wendhy menyebutkan untuk para PPDN melalui laut khususnya yang mengunakan angkutan kapal Pelni atau yang dikenal masyarakat kapal putih, tetap mengikuti kebijakan pemerintah berdasarkan SE Satgas Penangan Covid-19 No.11 Tahun 2022 & SE Kemenhub RI No.24 Tahun 2022.
Aturan tersebut adalah Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 11 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Dalam aturan terbaru, hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen tidak lagi menjadi syarat mutlak untuk bepergian di dalam negeri bagi pelaku perjalanan yang telah memenuhi ketentuan.
"Kita terjadi refocusing anggaran besar-besaran, sehingga anggaran kita sangat dipotong habis untuk anggaran Covid-19, jadi kita sangat terbatas pada program dan kegiatan kita di Kota Jayapura, sangat kecil sekali, kita fokus penanganan covid dan juga vaksin untuk kota," ujarnya.
Dalam rapat tersebut dirumuskan sejumlah ketentuan yang juga mengacu pada instruksi Kementerian Dalam Negeri No. 14 tahun 2022 dan disesuaikan dengan keadaan di Kota Jayapura. Salah satunya, menyangkut aktifitas ekonomi masyarakat yang diperlonggar. Dari sebelumnya pukul 06.00 WIT sampai 21.00 WIT, diperlongar satu jam.
Menurutnya, kasus covid di Kota Jayapura sudah mulai menurun, setelah sempat naik pesat beberapa minggu yang lalu. Namun dirinya tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Debora B. Rumbino mengungkapkan bahwa aktifias belajar di sekolah memang dibatasi 50 %. "Iya anak sekolah ada yang belajar tatap muka dan ada yang daring (dalam jaringan). PTM (Pembelajaran Tatap Muka) dilakukan dengan batasan 50% kehadirian," ujarnya.
"Kebijakan tersebut akan diatur dan ditetapkan dalam surat yang diterbitkan oleh kementerian dan lembaga terkait dalam waktu dekat, " kata Humas AP1 Bandara Sentani, Surya Eka, Selasa (8/3).
"Pelaksanaan vaksinasi presisi dan pendistribusian bantuan beras Kapolri berlangsung di Gerai Vaksinasi Presisi bertempat di Gedung Rusun Mako Polres Jayapura. Kegiatan dilaksanakan oleh Tim Nakes dari Poliklinik Polres Jayapura,"kata Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus Maclarimboen, Selasa (8/3).
Menurut Rustan Saru, sesuai prosedur pada aturan Kementerian Kesehatan terdapat peraturan baru terkait penanganan jenazah yang meninggal akibat Covid-19. "Boleh dimakamkan di tempat umum, tidak lagi dipisahkan khusus Covid, tapi boleh dimakamkan di mana saja.”ungkapnya, Senin (7/3) kemarin.
Koordinator Isolasi Terpusat Rumah Sehat LPMP Papua sekaligus Kepala Seksi SDM Dinas Kesehatan Kota Jayapura Emi menyampaikan, 27 pasien Covid-19 yang saat ini berada di LPMP dengan kondisi membaik. “Sebanyak 27 pasien ini mengalami gejala ringan,” kata Emi kepada Cenderawasih Pos.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita menjelaskan, kedua pasien Covid-19 yang meninggal tersebut memiliki gejala berat dan menjalani perawatan di ICU RSUD Merauke.
Pemerintah memutuskan untuk mencabut kewajiban tes antigen maupun PCR pada Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) baik moda darat, kereta api, laut maupun pesawat udara.
"Jumlah kasus Covid-19 yang ditemukan oleh tim belakangan ini sudah mulai turun dan kami bersyukur karena tidak ada kasus berat yang terjadi, " kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khairul Lie ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (7/3) kemarin.
"Sebelumnya jumlah warga yang terpapar Covid-19 mencapai lebih dari 600 orang. Tapi sekarang masih ada 300 pasien. Jumlah yang sembuh juga cukup banyak sampai saat ini," kata Khairul Lie.
Berdasarkan data per Sabtu (5/3), jumlah kasus Covid-19 secara kumulatif di Kabupaten Merauke sebanyak 5.043 kasus. Dari jumlah tersebut, yang sementara dalam perawatan atau isolasi sebanyak 356 kasus.
"Meningkatnya kasus Covid- 19 Saat ini, kedua negara telah menutup akses perbatasan meski angka kasus saat ini menurun namun belum ada pembahasan lebih lanjut antar kedua negara, untuk membuka akses perbatasan," katanya kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (5/3) kemarin.
"Kami belum mendapat informasi terkait surat edaran tersebut, pada dasarnya kami masih menerapkan Instruksi Mentri Dalam Negeri yang menyatakan Papua masuk dalam level 2 dan 3," katanya kepada Cenderawasih Pos, Minggu (6/3) kemarin.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Aaron Rumainum, M.Kes., mengatakan cakupan vaksinasi dari daerah-daerah memang tetap berjalan namun daerah-daerah pegunungan Papua belum tercapai maksimal tetap belum maksimal.