Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum menyatakan, pelayanan Vaksinai yang dilakukan pada hari Sabtu agar tidak menganggu aktivitas kerja pegawai yang ada di Kantor.
Sementara daerah lainnya seperti seperti Kabupaten Mimika, Jayapura dan Mamberamo Raya terdapat 1 kasus aktif Covid-19. Untuk beberapa wilayah lainnya di Papua sudah o kasus atau tidak ada.
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah yang dibantu otoritas penyelenggara transportasi umum bersama menyelenggarakan pengendalian perjalanan orang dan transportasi umum yang aman Covid-19 dengan membentuk Pos Pengamanan Terpadu.
Untuk cakupan imunisasi Covid-19 booster Kabupaten Mimika mencapai 21-30 persen. Sementara Kota Jayapura, Boven Digoel, Merauke, Biak, Nabire, Kabupaten Jayapura dan Keerom 11-20 persen. Asmat, Mappi, Supiori, Sarmi 6-10 persen. Yapen, Jayawijaya, Waropen, Pegunungsn Bintang dan Mamberamo Tengah 1-5 persen.
"Bioterorisme merupakan serangan terorisme yang memanfaatkan bakteri, virus, hingga wabah penyakit. Sasarannya bisa jadi manusia, hewan, atau tumbuhan," katanya di ruang kerjanya, Jumat, (28/8).
Kepala Satpol PP Kota Jayapura Kompol Muhsin N mengakui, tujuan dari patroli dan sosialisasi tersebut untuk mengajak masyarakat dan pelaku usaha supaya tetap menaati Surat Edaran (SE) yang telah dikeluarkan wali kota dalam penanggulangan Covid-19.
Berdasarkan infografis yang dikeluarkan oleh pemerintah Kabupaten Jayapura, saat ini ada 5 distrik di Kabupaten Jayapura dilaporkan sejumlah warganya terpapar Covid-19. Empat distrik itu yakni Nimbokrang, Yapsi, Waibhu dan Sentani.
Terkait dengan surat edaran tersebut, maka persyaratan perjalanan dalam negeri yakni setiap orang yang melaksanakan perjalanan dengan kendaraan pribadi maupun umum bertanggung jawab atas kesehatannya masing-masing, serta tunduk dan patuh pada syarat dan ketentuan yang berlaku.
Imbauan yang ditujukan BPBD ini tidak terlepas dari beberapa kejadian di tanah Papua seperti kejadian di Distrik Walma, Kabupaten Yahukimo dan wilayah lainnya di Provinsi Papua.
“Kondisi ekonomi global yang banyak mempengaruhi ekonomi dalam negeri sangat dibutuhkan kemandirian dalam mengelola dan menggunakan produk-produk lokal/dalam negeri,” kata Derek kepada wartawan usai giat campaign manager Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) di GOR Cenderawasih, Rabu (24/8).
Hal ini tentunya mengindikasikan bahwa Covid-19 ini belum benar-benar hilang dari penyebarannya. Karena itu dia meminta masyarakat juga tetap mematuhi protokol kesehatan dan tetap memiliki kewaspadaan yang tinggi terkait penyebaran Covid-19.
Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr Silwanus Sumule mengimbau warga masyarakat untuk jangan kendor dalam menerapkan protokol kesehatam. “Yang belum vaksin ayo vaksin dan Nakes segera lakukan booster ke dua,” imbaunya.
Selain vaksinasi, Presiden juga perintahkan jajaran terkait untuk lebih memperketat pemeriksaan di pintu-pintu masuk ke Indonesia. Begitu juga tempat lain dengan interaksi yang tinggi. “Betul-betul dicek secara ketat," tutur Kepala Negara.
Terkait dengan hal itu, Satgas Covid berharap masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dan gencar melakukan vaksinasi. “Protokol kesehatan tetap dijaga dan vaksinasi harus digencarkan, dengan demikian 95 persen harapan kita warga tervaksin bisa tercapai,” harapnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr Aaron Rumainum menyebut Papua berpotensi adanya kasus cacar monyet lantaran ada sebagian warga Papua yang melakukan perjalanan keluar negeri.
Selain itu, kata dr Aaron, kendati tidak ada pelayanan vaksinasi di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Papua. Namun, pihaknya masih melakukan pelayanan jika ada instansi atau perkantoran yang meminta untuk divaksin.
“Untuk di Papua, khususnya Kota Jayapura belum ada kasus cacar monyet, masyarakat diharapkan tenang dan tidak perlu khawatir tetap waspada dan hati-hati saja pada penyebaran Covid-19 yang masih ada,” ungkapnya, kemarin.
"Kami harap pelayanan vaksinasi di Rumah sakit maupun Puskesmas bisa dilakukan 3 (tiga) kali seminggu," ujar dr Aaron Rumainum saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (19/8) pekan kemarin.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum menyambut baik dengan adanya pembatasan waktu tersebut.
Sementara Kota Jayapura, Boven Digul, Merauke, Biak, Nabire, Kabupaten Jayapura, Keerom mencapai11-20 persen. Asmat, Mappi, Supiori, Sarmi 6-10 persen. Untuk Yapen, Jayawijaya, Waropen, Peg Bintang dan Mamberamo Tengah 1-5 persen.
Melalui Instruksi ini, Pj. Wali Kota Jayapura Dr Frans Pekey, MSi, meminta semua pihak untuk menjalaninya dengan kesadaran bersama. Sebab, ini demi menjaga keselamatan dan kesehatan bersama serta untuk meminimalisir dampak penyebaran Covid-19 yang akan semakin berkurang.
"Kami harap pelayanan vaksinasi di Rumah sakit maupun Puskesmas bisa dilakukan 3 (tiga) kali seminggu," ujar dr Aaron Rumainum saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (19/8).
Berdasarkan rapat evaluasi penanganan Covid-19 yang dipimpin Penjabat Wali Kota Jayapura, Dr. Frans Pekey, M.Si., didampingi ketua DPRD Kota Jayapura, Abisai Rollo, SH., MH., dan Forkopimda Kota Jayapura, Jumat (19/8), diputuskan dilakukan pembatasan aktivitas masyarakat.
Kini kasus penyebaran Covid-19 sudah masuk zona merah di 3 distrik yakni Distrik Jayapura Utara, Distrik Jayapura Selatan dan Distrik Abepura, sedangkan kelurahan yang zona merah ada di kelurahan Hamadi dan Tanjung Ria.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura dr.Ni Nyoman Sri Antari, Kamis (18/8) kemarin mengatakan penyebaran Covid-19 sangat cepat, karena itu dalam menjaga dan memutus mata rantai penyebaran Covid -19 di Kota Jayapura diharapkan masyarakat bisa tetap menerapkan protokol kesehatan dimanapun berada harus selalu menggunakan masker baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan.
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Muhammad Musa'ad mengatakan, penerapan prokes tersebut tidak terlepas dari Papua masih dalam situasi Pandemi Covid-19. Sehingga aturan menggunakan masker dan membatasi peserta akan di terapkan.
Kadis Kesehatan Sri Antari mengakui, tiga distrik di Kota Jayapura sudah zona merah, yakni Distrik Jayapura Utara, Jayapura Selatan dan Abepura, namun yang kasus tinggi ada di Jayapura Selatan di Kelurahan Hamadi.
Sebagaimana kasus Covid-19 di Papua khususnya di Kota Jayapura saat ini kembali mengalami peningkatan, berdasarkan data 10 agustus, kumulatif positif 15.289, sembuh 14.900, meninggal sebanyak 277 dan dirawat 112.
"Untuk dosis I sebanyak 22 orang, Dosis II 22 orang, dosis III 103 orang dan dosis IV 21 orang," terang Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum, Kamis (11/8)
“Kami belum pikirkan soal tempat terpusat isolasi untuk penanganan warga yang terkena covid-19 seperti dulu, karena harus dilakukan rapat evaluasi terlebih dahulu dan kami harap masyarakat dengan semakin meningkatnya kasus Covid-19 protokol kesehatan harus terus dilakukan termasuk dalam melaksanakan vaksinasi hingga Booster," katanya, Rabu (10/8) kemarin.
Rencananya Pemkot Jayapura akan menggelar rapat evaluasi tanggal 19 Agustus mendatang dengan mengundang Forkopimda maupun komponen masyarakat untuk memberikan masukan supaya dalam pengambilan keputusan bisa lebih adil dan bijaksana.
Jika melihat dari laporan harian Satgas Covid 19, angka ini terus mengalami kenaikan. Untuk itu, Polresta Jayapura Kota sendiri mulai mempersiapkan plan B apabila angka positif Covid telah berada pada level mengkhawatirkan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum mengimbau tenaga kesehatan dan masyarakat umum yang mau divaksin dengan moderna, baik dosis I, II, III dan IV bisa mendatangi Kantor Dinkes.
"Masyarakat tetap harus waspada dan hati-hati terhadap lonjakan penyebaran virus Corona saat ini, walaupun kita sudah melakukan vaksin booster, namun masih tetap bisa terkena kembali Covid-19, tapi tidak separah terkena bagi orang yang belum melakukan vaksin atau yang vaksin belum sampai booster.”tuturnya.
Kalapas Merauke Lukas Frans Laksana saat ditemui media ini disela-sela vaksinasi bagi warga binaan Lapas Merauke ini mengungkapkan, vaksinasi yang dilakukan ini dalam rangka mendukung program pemerintah.
Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan, dr. Andreas Pekey, Sp.PD menyampaikan, mereka dirawat bukan karena covidnya. Tapi karena penyakit lainnya, terutama pasien pasien dengan masalah tulang (ortopedi-red).
“Pemkot Jayapura terus melakukan kampanye sosialisasi penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat dan diminta juga BUMN/BUMD serta perkantoran membantu pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan secara ketat di kantornya.
Bahkan saat ini sudah ada tiga distrik di Kota Jayapura yang kembali dinyatakan zona merah Covid-19. Ketiga distrik tersebut adalah Distrik Jayapura Utara, Jayapura Selatan dan Abepura.
Dengan cakupan vaksinasi tersebut, dr Aaron menyampaikan perlu mengkonfirmasikannya kepada Dinas Sosial terkait jumlah penduduk yang ada di Papua harus dicek ulang
Untuk itu, dalam melihat trend kasus Covid-19 nantinya usai memperingati HUT Kemerdekaan RI Tingkat Kota Jayapura akan dilakukan rapat evaluasi penanggulangan virus Corona di Kota Jayapura bersama Pj Wali Kota Jayapura, OPD di lingkungan Pemkot Jayapura dan Forkopimda dan komponen masyarakat.WWW
Menurutnya, lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah lapangan usaha pertambangan dan penggalian sebesar 29,92 persen. Pertumbuhan ini terjadi karena naiknya produksi emas dan tembaga PT Freeport Indonesia pada triwulan ini dibandingkan dengan triwulan kedua 2021.
“Kami harap dengan kasus Covid-19 yang terus meningkat, dimanapun kita berada baik di luar ruangan maupun dalam ruangan sebaiknya menggunakan masker, jangan sampai kita kembali terkena virus Corona lagi,’’ujarnya.
Tingkatkan kembali kegiatan tracing and testing, lakukan edukasi massif atau dan terus menerus tentang upaya pencegahan karena pandemic belum berakhir. Mengimbau para pemangku kebijakan Bupati/walikota TNI-Polri untuk melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan cakupan vaksinasi booster serta laksanakan protokol kesehatan.
“Saya pikir imbauan pemerintah baik dari pusat, instruksi Menteri Dalam Negeri dan edaran edaran yang dikeluarkan oleh Gubernur maupun Bupati dan Walikota itu mernjadi dasar untuk bagaimana kepatuhan kita atau kedisplinan kita terhadap protokol kesehatan,” kata Manderi kepada Cenderawasih Pos.
Seiring kasus Covid-19 di Kota Jayapura terus naik, Satgas Covid-19 Jayapura menurutnya mengikuti trend kasus dan akan melakukan evaluasi pada bulan ini untuk mengambil langkah-langkah lebih lanjut.
Terkait dengan hal itu, Ketua Harian Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, William R Manderi meminta warga yang belum vaksin diharapkan bisa menjaga imunitas kesehatannya.
Per data tanggal 1 Agustus, kasus aktif di Kota Jayapura mencapai 12 kasus, Kabupaten Mimika sebanyak 21 kasus, Merauke 9 kasus dan Kabupaten Jayapura sebanyak 5 kasus.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua, dr Silwanus Sumule mengatakan, Kota Jayapura perlu diberikan perhatian, khusus menyangkut hal ini, lantaran kenaikan kasus aktif dalam sepekan ini meningkat dua kali lipat.
“Sekarang sudah ada aturan terbaru jika ada pasien Covid-19 meninggal dunia bisa dimakamkan di pemakaman umum, tidak lagi di pemakaman khusus Covid-19. Pihak keluarga bisa memilih dalam hal pemakaman yang penting harus menggunaan peti jenazah,” jelasnya Selasa (26/7) kemarin.
Sementara Kota Jayapura lima kasus aktif, Kabupaten Jayapura 5 kasus aktif, Kabupaten Merauke 7 kasus aktif, Jayawijaya 2 kasus aktif, Biak Numfor 1 kasus aktif dan Nabire 2 kasus aktif.
Dari data tersebut, cakupan booster di Kabupaten Mimika sebanyak 21-30 persen, Boven Digoel, Kota Jayapura, Merauke, Biak Numfor, Nabire Keerom dan Kabupaten Jayapura sebanyak 11-20 persen.
Frans Pekey mengakui, sebelumnya kasus covid-19 sudah Zero atau 0 kasus, tidak ada lagi ditemukan kasus Covid-19. Namun sekarang meningkat menjadi 9 kasus bertahap mengalami terus kenaikan. Oleh karena itu, masyarakat tetap diminta waspada dan hati-hati dalam menerapkan Prokes jangan sampai lengah.
Kepala seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat Sudarsono,SKM menyebut, 21 Juni lalu kasus terakhir Covid di Asmat. “Yang terkonfirmasi positif Covid ada di wilayah Agats, sementara Distrik lainnya di Asmat zona hijau,” terang Sudarsono saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Minggu (24/7)
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum menyampaikan, titik pelaksanaan vaksinasi tersebut dilakukan baik itu di Rumah Sakit yang ada di Jayapura milik TNI-Polri, swasta maupun rumah sakit milik pemerintah serta klinik.
Penjabat Wali Kota Jayapura Dr Frans Pekey, M.Si.,mengakui meningkatnya kasus penyebaran covid-19 di kota Jayapura yang kini sudah ada tujuh orang terpapar. Hal ini dikarenakan masyarakat dalam melakukan vaksinasi untuk tahap 2 dan 3 belum maksimal capaiannya. Selain itu, saat ini ada pelonggaran yang diberikan pemerintah terhadap aktifitas masyarakat dan pelaku usaha. Di satu sisi, protocol kesehatan juga mulai kendor di masyarakat.
Selain Kota Jayapura, kasus peningkatan kasus Covid juga terjadi di Kabupaten Mimika. Sebagaimana data 15 juli tercatat 5 kasus aktif sementara 21 juli tercatat sebanyak 12 kasus. Begitu juga di Kabupaten Nabire.
Humas Angkasa Pura 1 Bandar Udara Sentani Surya Eka menjelaskan, sejak pelayanan gerai vaksin itu dibuka Jumat (8/7) lalu, jumlah masyarakat yang mendapatkan layanan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau boster lebih didominasi penumpang pesawat. Meskipun ada juga beberapa pengantar atau masyarakat lainnya juga yang turut memanfaatkan fasilitas tersebut.
William Manderi menyampaikan surat edaran dari pusat tetap menjadi bagian dari perhatian Pemerintah Provinsi Papua, salah satunya tentang percepatan vaksinasi dosis III yang menjadi perhatian.
Salah satu upaya yang dilakukan misalnya dengan memberdayakan Puskesmas atau petugas Puskesmas, untuk terus melakukan pendekatan secara persuasif ke masyarakat di tingkat distrik dan kampung yang ada di wilayah kerjanya.
Sebagaimana kasus aktif Covid-19 di Kota Jayapura sebanyak tiga kasus aktif, Mimika lima kasus, Jayapura 2 kasus dan Kabupaten Merauke tercatat pada satu kasus. Sementara beberapa wilayah lainnya 0 kasus Covid-19.
Ketua Harian Satgas Covid-19 Provinsi Papua, William Manderi mengatakan, cakupan vaksinasi di Papua hingga saat ini mencapai 34 persen. Sementara secara nasional mencapai 96 persen.
Penjabat Wali Kota Jayapura Dr Frans Pekey, M.Si., dalam rapat evaluasi penanggulangan Covid-19 di Kota Jayapura bersama Satgas Covid-19, tokoh agama, tokoh masyarakat point pentingnya, memang masyarakat saat ini sudah dilonggarkan dalam melaksanakan kegiatan di ruangan, dan diperbolehkan tidak memakai masker saat di luar ruangan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita, saat dihubungi media ini menjelaskan, pihaknya 2 hari lalu sudah menyurat ke KKP untuk dapat dilakukan pelayanan pemberian booster bagi pelaku perjalanan yang belum melakukan vaksin dosis ketiga di Bandara Mopah Merauke.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Robby Kayame menyampaikan, hingga saat ini Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Papua yang berlokasi di Kotaraja masih melayani warga yang ingin melakukan vaksinasi.
Berdasarkan info grafis perkembangan Covid-19 Satgas Pengendalian Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, kasus aktif di Mimika sebanyak 4 kasus, Jayapura 1 kasus dan Merauke 1 kasus.
“Ada beberapa daerah yang sudah melakukan ini sebagai syarat utama dalam penerbangan, kedepan bisa dibicarakan artinya supaya disamping keamanan tapi masyarakat juga harus punya kesadaran,” kata William kepada wartawan, Selasa (12/7).
“Kalau vaksinasi kita masih tertinggal jauh karena bukan hanya masalah geografis, tapi ada masyarakat tidak punya NIK. Ada yang tidak bisa vaksinasi karena tidak punya NIK, ada pula yang sudah divaksinasi tapi tidak bisa masuk karena tidak ada NIK,” Jelasnya kepada wartawan, Selasa (12/7).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Ted. Y. Mokay mengatakan, kewajiban melaksanakan vaksin Covid-19 bagi siswa disekolah ini sebenarnya sudah disampaikan oleh pemerintah sejak awal, ketika pemerintah mulai menggalakan program vaksin Covid- 19 kepada masyarakat.
Selain itu dia juga mengharapkan sebaiknya sekolah-sekolah sudah harus melaksanakan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru di saat hari libur, sehingga saat ini hanya fokus pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar siswa di sekolah.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr Robby Kayame menyampaikan, kekhawatiran di Papua beda dengan 2020 lalu. Karena hari ini SDM-nya sudah siap, strategi siap, SOP dan peralatannya juga siap semua
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr Robby Kayame mengaku tidak terlalu khawatir lagi menghadapi Covid-19, sebab sudah ada pengalaman sebelumnya sejak Covid-19 mulai masuk ke Papua pada 2020 lalu. Apalagi saat ini, baik itu personil, strategi maupun peralatan dan lainnya sudah dalam posisi siap.
"Kami berharap keberadaan gerai ini memberikan kemudahan bagi calon penumpang pesawat yang berangkat dari Bandara Sentani dalam mendapatkan Vaksinasi Booster Covid-19," kata Surya Eka, Jumat (8/7).
“Kami harap dalam rangka antisipasi penularan Covid-19, teman-teman yang menjalankan ibadah Idul Adha harus gunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan,”Kata Robby Kayame kepada Cenderawasih Pos.
Menurutnya, saat ini memang pelonggaran sudah diberikan oleh pemerintah dalam membuat kegiatan, melakukan aktivitas, maupun dalam bekerja dan lainnya, hingga hal ini juga bisa memicu penyebaran Covid-19. Apalagi bagi masyarakat yang belum melakukan vaksinasi tentu ini juga sangat berpengaruh.
"Salah satu poin yang ditegaskan dari Instruksi Presiden itu harus tersedia gerai booster . Saat ini kami sedang lakukan koordinasi dengan pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Bandara Sentani terkait penyiapan gerai vaksin di bandara," kata Surya Eka saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (6/7).
‘’Kita masih menunggu petunjuk lebih lanjut. Pasti instruksi atau pernyataan presiden akan diikuti Menteri Kesehatan dalam bentuk edaran atau pemberitahuan ke tingkat daerah. Tentu kita akan menyesuaikan dengan instruksi dari pusat tersebut,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Nevil R.Muskita kepada wartawan, Rabu (6/7).
Terkait dengan perkembangan Covid tersebut, Kepala Bidang Pencegahan Penyakit (P2P Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum meminta warga untuk tetap terapkan protokol kesehatan dan vaksinasi.
PPKM Level 1 pada Kabupaten dan Kota sebagaimana dimaksud dilakukan dengan menerapkan kegiatan pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr Robby Kayame mengaku tidak terlalu khawatir lagi menghadapi Covid-19, sebab sudah ada pengalaman sebelumnya sejak Covid-19 mulai masuk ke Papua pada 2020 lalu. Apalagi saat ini, baik itu personel, strategi maupun peralatan dan lainnya sudah dalam posisi siap.
Kepala Administrator PLBN Skouw Indonesia-Papua Nugini Yan Z Numberi menyebutkan, kendala pelintasan PLBN Skouw belum juga dibuka lantaran masalah kesiapan soal Covid -19. Sehingga itu, perlu diperhitungkan kembali.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum menyebutkan, jumlah penerima vaksin Covid-19 terbanyak berada di bulan April yakni mencapai 2.746 orang.
Ia mengimbau masyarakat melakukan vaksinasi dengan bisa mendatangi tempat tempat pelayanan kesehatan, dengan vaksin menjaga tubuh dan juga bisa menjaga orang lain dari penularan Covid-19.
Untuk Kota Jayapura memiliki delapan kasus aktif Covid-19, Kabupaten Jayapura dua kasus aktif, Biak Numfor dua kasus aktif, Sarmi satu kasus aktif dan Kabupaten Intan Jaya satu kasus aktif.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum menyampaikan, terdapat empat kabupaten yang telah mencapai target kelengkapan dan ketepatan pada minggu ke-24 yaitu Kabupaten Mappi, Biak, Jayapura, dan Kabupaten Mimika.
Terkait dengan kasus tersebut, Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua dr Silwanus Sumule meminta warga yang belum divaksinasi untuk segera menghubungi pihak puskesmas dan rumah sakit serta dinas kesehatan untuk segera melakukan vaksinasi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum menyampaikan, 11 Kabupaten tersebut yakni Kabupaten Waropen, Yapen, Supiori, Yahukimo, Puncak, Puncak Jaya, Nduga, Intan Jaya, Dogiyai, Deiyai dan Mamberamo Raya.
Dorongan tersebut tidak terlepas dari pasien Covid-19 usia 32 tahun itu, dari sisi pemberian vaksinasi data data yang ada menunjukan yang bersangkutan belum pernah dilakukan vaksinasi covid.
Berdasarkan data cakupan imunisasi Covid-19 kabupaten/kota di Papua pertanggal 15 Juni tahun 2022. Kabupaten Merauke kisaran 81-90 persen, Kota Jayapura 71-80 persen, Keerom 61-70 persen dan Kabupaten Jayapura dan Mimika 51-60 persen.
Setelah empat hari menjalani penanganan medis di salah satu Rumah Sakit di Kota Jayapura, seorang perempuan yang terkonfirmasi Covid-19 meninggal dunia pada Jumat (24/6) sekira pukul 15:40 WIT. Atas meninggalnya pasien Covid-19 32 tahun itu, Tim Satgas Covid Provinsi Papua menyampaikan turut berduka cita.
Dari data cakupan imunisasi Covid-19 kabupaten/kota di Papua pertanggal 15 Juni 2022, untuk cakupan imunisasi Covid dosis I di Waropen mencapai 5.512, sementara Dosis II sebanyak 3.913.
Hal ini berdasarkan data info grafis perkembangan Covid-19 Satgas Pengendalian Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua per tanggal 21 Juni tahun 2022.
Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan data 16 Juni dengan kasus aktif sebanyak delapam kasus aktif Covid-19 di Kota Jayapura. Ditanggal yang sama untuk Kabupaten Mimika sebanyak 1 kasus aktif, sementara Kabupaten Jayapura empat kasus aktif.
Kabupaten Merauke sampai sekarang ini belum masuk zona hijau. Pasalnya, hingga saat ini masih 1 pasien Covid-19 yang dirawat. Kepala Dinas Kesaehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita, saat dihubungi media ini mengungkapkan, 1 pasien Covid-19 yang dirawat beberapa waktu lalu sudah dinyatakan sembuh.
Dalam waktu dekat, pintu Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw direncanakan akan dibuka. Beberapa kali rapat antara kedua negara PNG dan Indonesia telah dilakukan menjelang dibukanya kembali PLBN.
Terkait dengan vaksinasi, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum menyebutkan Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan pasien Tuberkolusis (TBC) berhak mendapatkan vaksinasi virus corona.
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid Papua dr Silwanus Sumule mengatakan, hingga saat ini belum ada langkah langkah khusus yang dibuat selain daripada langkah langkah umun yang dilakukan.
"Terkait pemberitaan dari provinsi memang ada 7 kasus ya. 7 kasus positif itu kami di kota mengklarifikasi, kami cari, kita kalau mengeluarkan infografis biasanya kita cari di all record," ujar Sri Antari, Jumat (17/6).