Merespons tragedi terbaru yang menewaskan seorang pemancing bernama Firman (22) pada, Selasa (14/7) dini hari, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jayapura menegaskan akan segera melakukan evaluasi total terhadap aspek keselamatan di je
Salah satu saksi, Berto (35), mengungkapkan bahwa kejadian itu berawal saat kedua kendaraan tersebut datang dari arah bersamaan yakni dari Jembatan Merah. Setibanya di tempat kejadian perkara, truk tangki BBM Pertamina h
Wakapolres Jayawijaya Kompol F.D Tamaila mengaku Operasi Zebra merupakan langkah strategis Polri dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir sehingga hal
Awalnya, korban ditemukan mengalami kecelakaan di lokasi tersebut. Namun, ketika dievakuasi oleh petugas, terlihat luka tikam di dada kanan. Korban sempat mendapatkan perawatan medis, namun dinyatakan meninggal dunia pad
Menggunakan sarung tangan dan rompi berwarna pink, Rustan dan Kabalai Jalan menuntaskan pengecetan sebaris. Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Papua - Papua Pegunungan, Denny Firmansyah menyampaikan, pengecata
Dia mengatakan dari kasus itu menyebabkan ada korban mengalami luka berat dan ada juga korban yang mengalami luka ringan.
"Jadi hanya Luka berat dan luka ringan tidak ada korban jiwa dan 11 kecelakaan ini terjadi di 11 titik wilayah yang berbeda,"kata kompol Kormarul, di kantor Polsek Abepura, Senin (6/1).
Kaanevopsda Polda Papua, AKBP Johan Valentino Nanuru melalui Kasubbag Min Opsnal Dit Lantas Polda, AKP Suhardi Syailatua merincikan 92 Kasus Kecelakaan Lalulintas yang ditemukan selama operasi lilin cartenz 2024.
Kapolresta merincikan pada tahun 2023 korban meninggal dunia Sebanyak 81 orang, luka berat sebanyak 519 orang. Untuk luka ringan sebanyak 1.325 orang. Sedangkan pada tahun 2024, korban meninggal dunia sebanyak 77 orang, luka berat sebanyak 462 orang, luka ringan sebanyak 1.406 orang.
Akumulasi kasus pelanggaran lalu lintas di jajaran Polres di wilayaha Polda Papua hingga kini terbilang masih cukup tinggi. Dimana jumlah kasusnya mencapai puluhan ribu. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas, masih perlu untuk ditingkatkan.
Ratusan bahkan jumlahnya mencapai ribuan tumpukan unit sepeda motor yang menjadi barang bukti (BB) kecelakaan lalu lintas selama ini kini menjadi barang rongsokan di belakang Kantor Lantas Polres Merauke.
Menurut Endy Irawan, kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu inti permasalahan yang terjadi akibat kelalaian di bidang keselamatan. Ia menemukan banyaknya kejadian anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor. Padahal pada rentang umur ini belum diizinkan mengendarai kendaraan, dibuktikan dengan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
PJ Bupati Jayawijaya Thony M Mayor, S.Pd, MM menegaskan apa yang diberikan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat di kurulu ini adalah bantuan duka. Bukan denda adat atau lain –lain karena dalam insiden lakalantas tersebut hingga saat ini belum diketahui pelakunya.
Kapolres Merauke AKBP I Ketut Suaryana, SH, SIK melalui Kasat Lantas AKP Novi Gultom, SIK membenarkan laka tunggal yang terjadi tersebut. Menurut Kasat Lantas, laka tunggal ini berawal saat korban mengendarai sepeda motor Kawasaki KLX D-Tracker No. Pol PA 1006 FT yang saat itu diduga dalam pengaruh minuman beralkohol melaju dari arah selatan ke utara atau dari arah Jalan Ahmad Yani menuju Lingkaran Brawijaya (Libra).
"Tahun 2024 kita terus berikan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat agar berhati-hati dalam berkendara di jalan. Jangan mengkonsumsi Miras saat berkendara, jika mengantuk jangan dipaksakan berkendara dan pastikan kendaraan yang digunakan benar- benar tidak ada masalah,"ungkapnya, Kamis (11/1)kemarin.
"Untuk keseluruhan jumlah Lakalantas yang terjadi di wilayah Kabupaten Jayapura di tahun 2023, total laporan polisi atau kasus sebanyak 237 kasus (LP). Mengalami peningkatan, dari 213 kasus pada tahun 2022 menjadi 237 kasus pada tahun 2023," ujarnya.
“Selama pergantian tahun, kasus terbanyak yang ditangani adalah kecelakaan lalu lintas. Bahkan ada dua orang yang meninggal dunia,” kata Aloysius saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (3/1).
“Ini salah satu atensi yang saya sampaikan kepada anggota, bagaimana kecelakaan masih tinggi setiap malam pergantian tahun. Saya meminta kepada anggota untuk ini diperhatikan,” jelas Kapolresta Kombes Victor Mackbon, Kamis (14/12).
Ia diduga melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi, datang dari arah Koya menuju Jayapura. Dan setibanya di TKP ia kehilangan kendali, kemudian keluar jalur dan menabrak bak sampah yang berada di bahu kiri jalan.
Sosialisasi ini diberikan Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK melalui Kanit Laka Satlantas Polres Merauke Ipda Nardi S., di Lapangan apel Mapolres Merauke, Jumat (3/11/2023). Sosialisasi ini penting diketahui tidak hanya oleh anggota dan keluarga dari Polri tapi juga oleh seluruh masyarakat Merauke.
“Sopir RW ini memang sempat kabur dan sempat dilakukan pengejaran dan akhirnya kami bertemu pihak keluarga dan keluarga menjamin akan menghadirkan pelaku,” kata Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota, Kompol Dian Novita Pietersz, Senin (23/10).
Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen,.S.IK., MH melalui Kasat Lantas Iptu Baharudin Buton, SH saat dikonfirmasi membenarkan bahwa telah terjadi kasus kecelakaan tunggal hingga mengakibatkan 2 orang meninggal dunia.
DM (31)meregang nyawa setelah motor Satria FU PA 5036 AT yang dikendarainya tidak bisa dikendalikan akibat kecepatan tinggi, sehingga menabrak pembatas jalan yang membuat korban atau pengendara terpental mengenai pohon yang berada di tengah pembatas jalan.
Korban yang menggunakan Honda Blade sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong. Kasus ini kini ditangani unit lalu lintas Polsek Abepura. Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon, melalui Kapolsek Abepura AKP Soeparmanto, menjelaskan bahwa peristiwa kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIT dini hari tadi
“Kerusakan di tugu Harmoni atau tugu FKUB itu karena laka tunggal sebuah mobil truck Mitsubhisi Colt Deisel PA 8937 AL yang dikendarai oleh Isak,” ujar Kapolsek saat dikonfirmasi Ceposonline.com via seluler, Minggu (24/9/2023) pagi ini.
"Kami juga melakukan teguran terhadap pelanggar lalu lintas di tahun 2023 sebanyak 5.892. Jika dibandingan tahun 2022 sebanyak 4.846 berarti terjadi peningkatan sebanyak 1.046," ucap Kabid Humas, Senin (18/9).
Minibus Daihatsu Grandmax dengan nomor Polisi DD 8439 SB yang melaju dari arah Nimbokrang menuju Sentani ini, terbalik setelah sopir berinisial DA (20) tidak dapat menguasai kendaraannya saat melaju dan melakukan pengereman mendadak.
"Dari data yang kami peroleh, kasus Lakalantas mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun lalu dengan periode yang sama, dimana dari jumlah tersebut 16 orang meninggal dunia, 95 orang alami luka berat dan 31 orang luka ringan dengan kerugian materiil Rp 280.050.000,"ungkapnya.
Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK., MH melalui Kasat Lantas Iptu Baharuddin Buton, SH saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan terkait kasus kecelakaan tunggal hingga mengakibatkan 4 orang meninggal dunia dan 10 lainnya luka - luka.
Pengemudi mobil Avanza diduga dalam pengaruh Miras. “Pengemudi seperti lagi mabuk, karena mobil yang dia bawa jalannya zig zag makanya terjadi kecelakaan,” ungkapnya.
Kurangnya kesadaraan masyarakat dalam tertib berlalu lintas, pengaruh minuman keras, maupun kondisi jalan yang licin dan factor lainnya, sering kali menjadi pemicu terjadinya kecelakaan di jalan raya. Meski aparat kepolisian seringkali melakukan razia untuk tertib berlalu lintas, tetap saja masih terjadi kasus kecelakaan lalu lintas.
Kapolsek Jayapura Selatan, AKP Frets Lamahan yang dikonfirmasi menjelaskan kejadian kecelakaan maut ini terjadi Sabtu (9/9) sekira pukul 06.45 WIT di Jl Raya Tobati Pantai Hamadi tepatnya di depan Gudang Enseval Distrik Jayapura Selatan.
Dari pantauan Cenderawasih Pos di lokasi kejadian , tabrakan yang menyebabkan suara yang cukup keras ini sempat mengagetkan warga yagn ada di sekitar lokasi kejadian. Kecelakaan ini juga sempat menarik perhatian penguna jalan lain yang melintas.
Tubuh pria tanpa baju ini ditemukan di kiri jalan KM 13,7 dan diduga merupakan korban tabrak lari. Ini disampaikan Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon saat ditanya Cenderawasih Pos, Kamis (7/9).
"Sesampainya di TKP karena kondisi jalan turunan dan menikung sehingga ia tidak dapat mengendalikan kendaraannya, hingga mengakibatkan motornya hilang kendali kemudian masuk kedalam parit," ujar Kapolsek.
Informasi yang beredar, sejumlah tuntutan tersebut diantaranya jaminan 5 anak korban, perbaikan motor, uang kepala Rp 2 miliar, jenazah diurus Koramil dan anggota Koramil tidak boleh ada yang mabuk.
Kecelakaan tersebut terjadi antara mobil yang diduga dikemudikan Danramil Mindiptana, Mayor Inf. BS dengan sepeda motor yang dikendarai Ignasius Wareka (45) yang merupakan guru di SD Inpres Oskam Mindiptanah yang membonceng instrinya bernama Berhap Apanop (40). Pengendara motor Ignasius Wareka dan istrinya Berhap Apanop dilaporkan tewas di tempat kejadian perkara.
Nasib malang dialami seorang pria bernama Musa (35). Ia harus meregang nyawa di lokasi kejadian usai motornya menabrak sebuah truck pengangkut sampah yang sedang parkir di pinggir jalan. Ini terjadi di Jalan Raya Sentani tepatnya di depan Kantor PTUN Waena Distrik Heram, Selasa (8/8) dini hari.
Banyak yang berpikir keduanya tewas akibat tabrakan hebat tersebut. Namun hal ini diluruskan oleh Kapolsek Jayapura Selatan, AKP AKP Frets Lamahan yang menurutnya tak ada korban tewas dari kejadian tersebut.
Kapolsek Abepura, AKP, Soeparmanto mengakui jika keberadaan barang bukti seperti kendaraan roda 4 maupun roda 2 yang tersimpan di pinggir jalan di persimpangan lampu merah Abepura memang merusak pemandangan dan membuat kemacetan saat lalu lintas padat .
Kapolsek Jayapura Selatan AKP Frets Lamahan, S.H ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa kecelakaan ini terjadi akibat AK dipengaruhi miras kemudian motor Yamaha Vega menabrak pembatas jalan tengah.
Satuan Lalu Lintas Polres Jayapura menangani kasus kecelakaan lalu lintas tunggal sepeda motor honda beat PA 5054 JF yang dikendarai TM (21) dengan seorang penumpang yang merupakan neneknya sendiri AT (57) hingga mengakibatkan keduanya mengalami luka - luka.
Kasus Laka Lantas di Jalan Yos Sudarso Wamena Sabtu (22/7) malam Minggu, mengakibatkan satu korban meninggal dunia ditempat dan dua orang lainnya mengalami luka-luka. Ketiga korban ditabrak pengendara motor yang memacu motornya dengan kecepatan tinggi hingga tak bisa di kendalikan.
Kapolsek menambahkan, situasi kemudian berangsur membaik setelah diberikan penjelasan kepada keluarga korban, sementara korban Nikson Tarage bersama tiga orang terduga pelaku berada di Polsek Muara Tami.
Namun karena dipengaruhi minuman keras akhirnya ketiga pemuda ini justru menganggap sopir yang mau menolong sebagai pelaku kecelakaan. Disampaikan kejadian ini terjadi pada Jumat (21/7) sekira pukul 18.40 WIT jalan Trans Arso tepatnya di depan Pemancingan Harangan Bagot, Kosa Kosso.
Kecelakaan dengan melibatkan truck PA 8883 J yang dikemudikan D (34), truck box PA 8879 AN yang dikemudikan I (30), L 300 DS 9844 D dengan pengemudi S (58), Avanza DS 1464 AG yang dikemudikan DP (52) dan mobil Inova PA 1910 AD yang dikemudikan EY (43).
Kapolsek Abepura AKP Soeparmanto, SH., ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa lakalantas yang terjadi Sabtu (8/7) pagi sekira pukul 07.00 WIT di Jalan Gerilyawan Abepura.
Mengendarai sepeda motor Honda Beat PA 2496 JI, BP (36) bersama seorang penumpang (lidik), dari arah Abepura tujuan Sentani menabrak pohon hingga jatuh dipinggir danau dan meninggal dunia.
Menurut Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota, Kompol Ida Pillomina tabrakan ini melibatkan motor Honda CB tanpa plat yang dikendarai Alan (24) seorang warga Senggi dengan motor Honda Supra X PA 4902 OC yang dikendarai oleh Agung (17) yang tinggal di Arso III Keerom berboncengan dengan Rian.
Benturan hebat tak terelakkan ketika mobil DS 1821 AF ini menghantam beton jembatan usai berupaya menghindari seorang pengendara motor. Alhasil korban mengalami luka serius di bagian kepala dan meninggal dunia.
Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota, Kompol Ida Pillomina menyampaikan bahwa kejadian ini terjadi pada Senin, (12/6) sekira jam 15.15 WIT antara sebuah motor Yamaha Mio DS 3329 RC yang dikemudikan oleh Matias dengan pejalan kaki bernama Sarlita (67).
Melaju dari arah Kab. Sarmi tujuan Sentani Kab. Jayapura, Toyota Hilux dengan nomor polisi B 9835 SBA yang dikemudikan OU (21) mengalami kecelakaan tunggal, hingga mengakibatkan sopir dan penumpangnya mengalami luka ringan.
“Iya, jadi kami diberitahu bahwa CCTV nya sudah tidak berfungsi, sehingga kami pikir ini akan mengkhawatirkan karena hampir setiap hari ada insiden di Jembatan Youtefa,” beber Ida Pillomina di ruang kerjanya, Selasa (30/5).
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Victor Mackbon tak menampik bahwa hingga kini angka kecelakaan lalu lintas yang berujung korban tewas jumlahnya tak sedikit.
Berkas berita acara pemeriksaan terhadap AR (35), sopir mobil Avansa yang mengalami kecelakaan di Kali Jembatan Sunup, Kampung Mandekman, Distrik, Ulilin Kabupaten Merauke yang menyebabkan 4 penumpang tewas
Dari laporan awalnya seorang pemuda berinisial SR diboncengi temannya berinisial RS dan dinyatakan meninggal dunia usai mengalami kecelakaan di Jalan Baru Holtekamp tepatnya di Kilometer 13-200 Kampung Holtekamp.
Akibat kecelakaan ini, pengendara motor KLX atas nama Khalif Bayu Setia (19), yang merupakan mahasiswa itu meninggal dunia sebelum sampai di RSUD Merauke. Pengemudi dump truk diduga dalam keadaan mabuk.
Pengemudi, lanjut Kasat Reskrim masih dimintai keterangan sebagai saksi. Karena untuk meningkatkan status seseorang harus melakukan pemeriksaan saksi-saksi terlebih dahulu dan jika ditemukan 2 alat bukti, baruiah pihaknya melakukan gelar perkara untuk menentukan status dari terperiksa tersebut.
Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK., MH melalui Kasat Lantas Iptu Baharudin Buton, SH membenarkan pihaknya tengah menangani kasus kecelakaan antara dua sepeda motor yang terjadi, Kamis (27/4) sore .
Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK, melalui Kasat Lantas AKP Novindrianti Gultom, SIK membenarkan kecelakaan yang terjadi di jalan perusahaan tersebut. Kronologi kejadiannya, ungkap Kasat Lantas berawal saat korban yang mengendarai motor melaju dari arah PKS 1 menuju ke Perumahan Kantor Umum Estate A Divisi II PT BIA.
Kasus ini menjadi perhatian Satlantas Polresta Jayapura mengingat yang dilakukan pengendara Honda Beat adalah kesalahan yang fatal. Apalagi pasca kejadian ini lawannya yang berada di jalur yang benar justru ikut menjadi korban.
Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota, Kompol Ida Pillomina menyampaikan bahwa kecelakaan ini terjadi pada Kamis (13/4) sekira pukul 16.00 WIT di Jl. Samratulangi, tepatnya di dekat lingkaran KB APO, Jayapura.
Kasat Reskrim Iptu Haris Baltasar Nasution, STK, SIK yang memimpin langsung olah TKP tersebut mengungkapkan dari olah TKP yang dillakukan, terungkap jika mobil tersebut kelebihan memuat penumpang
JAYAPURA-Nasi malang dialami seorang mahasiswi bernama Vira Iriani. Saat berkendara di Jl Sentani Abepura tepatnya di depan SPBU Ale – Ale, Waena ia menabrak sebuah motor yang nyelonong turun dari dalam SPBU. Korban yang ketika itu melaju cukup kencang langsung terjatuh dan tubuhnya membentur pembatas jalan.
Satu kecelakaan yang cukup aneh terjadi di Pantai Holtekamp Distrik Muara Tami pada Selasa (14/3). Seorang Pria bernama Supari (53) akhirnya meregang nyawa usai mengalami kecelakaan tunggal di Jl. Raya Holtekamp, tepatnya di pertigaan PLTU Kampung Holtekamp.
Ia tewas karena kaget ketika kendaraan di depannya berhenti, lantaran ada mobil pejabat keluar dari kediaman Sekda Papua. Kecelakaan ini terjadi di Jalan Condronegoro Angkasa Distrik Jayapura Utara tepatnya di depan kediaman Sekda Provinsi Papua pada Jumat (3/3) malam.
-Jalan Holtekam lagi-lagi meminta korban. Seorang pria paro baya bernama Frans Noel Lalang (50) harus menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit usai ditabrak dari belakang saat melintas di Jl Holtekam tepatnya di depan Venue Dayung pada Selasa (28/2).
Hal ini seperti yang menimpa seorang Polisi Wanita bernama Ludia Giay. Ia meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara, Senin (27/2) malam akibat bertabrakan dengan mobil Mitshubishi Kuda di jalan ring road.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Dr. Victor D. Mackbon melalui Kapolsek Muara Tami AKP Cornelis Dima saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa kejadian ini terjadi Sabtu (11/2) siang sekira pukul 13.00 WIT di depan gedung DLH Holtekamp.
Diduga kedua pengemudi dalam pengaruh Minuman Keras (Miras), membuat mobil yang dikemudian kedua pengemudi tersebut bertabrakan. Tabrakan antara Fortuner dan Innova ini terjadi di Jalan Raya Mandala Muli Merauke, Senin (30/1) sekitar pukul 00.30 WIT, dinihari kemarin.
Sebelumnya Kapolresta sudah menyampaikan agar warga mewaspadai adanya upaya penyebaran informasi hoax dan ternyata terbukti. Ada upaya yang masih mencoba disetting agar Jayapura maupun daerah lainnya tidak aman.
Pernyataan Wakapolda, Brigjend Pol Ramdani Hidayat terkait kecelakaan yang disebabkan karena minuman keras nampaknya benar adanya. Dalam sehari kemarin dua kecelakaan maut di dua lokasi berbeda dengan dua korban meninggal dunia. Satu di ring road dan satu lagi di Jl Gerilyawan Abepura.
Jumlah kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Papua mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Tercatat kenaikan ini ada 100 persen lebih dan menjadi catatan bagi Polda Papua untuk bisa menekan angka tersebut. Itu disampaikan Kapolda Papua, Irjend Pol Mathius Fakhiri dalam refleksi akhir tahun 2022 di Polda Papua.
Sebuah kendaraan Innova Hitam dengan nomor Polisi PA 1785 yang dikemudikan oleh seorang warga berinisial EM (42), mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Mandala Merauke tepatnya depan Makodim 1707/Merauke, Selasa (20/12) sekitar pukul 06.00 WIT.
Dimana kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Honda CB-150 dengan Nomor Polisi PA 6037 RS yang dikendarai oleh korban Renaldi dengan sepeda motor Honda Supra 125 dengan Nomor Polisi DS 4649 AY yang dibawa oleh AE (16).
Kapolres Jayapura, AKBP Fredrickus Maclarimboen menjelaskan, kecelakaan lalu-lintas itu melibatkan dump truck warna orange KT 8017 PD yang dikemudikan Usman (48) dengan sepeda motor honda CRF tanpa nomor kendaraan yang dikendarai Ones Sobor (28).
Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di dijalan utama distrik Depapre, Rabu (14/12). Truck dengan nomor polisi PA 8940 AJ itu diketahui mengalami kecelakaan tunggal karena disebabkan kelebihan muatan, hingga tidak bisa menanjak dan akhirnya terperosok.
Mengemudi di bawah pengaruh Minuman Keras (Miras) membuat mobil Avanza Veloz bernomor Polisi PA 7691 JA mengalami laka tunggal di Jalan Raya Sentani – Abepura, tepatnya di tikungan sebelah Rumah Makan Yougwa, Distrik Sentani Timur, Rabu (14/12).
Kejadian ini terjadi di Jalan Baru Pasir III Kelurahan Angkasa Distrik Jayapura Utara, Sabtu (10/12) sore sekitar Pukul 16.30 WIT. Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon melalui Kapolsek Jayapura Utara AKP Jahja Rumra, saat dikonfirmasi via telepon selulernya membenarkan kejadian tersebut.
Kecelakaan lalu lintas ini mengakibatkan mobil pick up Mitsubishi L300 PA 8907 JB ringsek, setelah menghantam pohon. Beruntungnya pengemudi/sopir, Kevin Stevanus Purba (20) hanya mengalami luka robek di kepala dan sesak di dada akibat benturan.
‘’Kemarin kami sudah lakukan olah TKP. Dari hasil olah TKP disimpulkan bahwa kedua pengendara tersebut dalam posisi salah,’’ kata Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK melalui Kasat Lantas AKP Novi Gultom, SIK saat dihubungi media ini lewat telpon selulernya, Selasa (6/12).
Korban sendiri mengalami luka robek di kepala, luka robek di hidung, luka robek di dahi dan kedua tangan patah. Kasus tabrakan ini terjadi di seputaran jalan Kebun Coklat, sekitar Sirkuit bermotor, Kampung Hidup Baru, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke-Papua Selatan, Sabtu (3/12) sekitar pukul 19.00 WIT.
‘’Untuk kasus tabrakan di Semangga tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan lewat restorasi justice,’’ kata Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK, melalui Kasi Humas AKP Ahmad Nurung, SH ditemui media ini di ruang kerjanya, Kamis (24/11).
“Kita perlu membangun komunikasi yang harmonis dengan pihak berwajib, terutama pihak TNI dan Polri Sarmi, agar selalu mengedepankan tugas dan fungsinya, dalam menjaga keamanan dan ketertiban, dan menjaga generasi muda Sarmi, untuk tidak mudah terpengaruh dengan bahan pemicu masalah sosial, seperti miras, narkoba dan kenakalan remaja lainnya, sebab hal-hal demikian nantinya dapat mengganggu ketentraman orang lain. Oleh karena itu, diperlukan perhatian dan kerjasama dari pihak TNI dan Polri di Sarmi kedepan,” Kata Markus Mansnembra, di sela-sela coffee morning.
Dari kronologis yang disampaikan Kasat Lantas Polresta Jayapura, Kompol Ida Pillomina kejadian kecelakaan ini terjadi sekira pukul 06.15 WIT di Jln Raya SPG, tepatnya tikungan dekat RS. Dian Harapan Waena.
Dengan laju yang cukup kencang membuat belasan penumpang yang berada di belakang terlempar ke luar. Tak hanya itu, satu penumpang lainnya bernama Alfred Aronggear tewas. Kasus kecelakaan tunggal ini masih ditangani unit lantas Polsek Jayapura Selatan.
Kecelakaan pada 29 Agustus di Jl Trans Arso – Jayapura ini masih nampaknya membutuhkan waktu lebih untuk mengungkap siapa sopir yang diduga melindas kedua korban.
Kapolsek Abepura AKP Lintong Simanjuntak mengatakan, korban meninggal dunia akibat benturan di kepala saat terperosok masuk ke dalam drainase atau got. Dari keterangan saksi yang merupakan pegawai DKP saat di lokasi kejadian, menerangkan bahwa, kejadian itu terjadi Sabtu (10/9) pekan kemarin sekira pukul 03.00 WIT.
Proses penyelidikan terhadap kasus kecelakaan maut yang terjadi di Koya Koso pada 29 Agustus lalu masih menjadi PR bagi Polsek Muara Tami dan Polresta Jayapura Kota. Pasalnya hingga kini sopir yang menabrak kedua korban bernama Kuple Taniauw dan Isak Merahabia di Jl Trans Arso – Jayapura masih dalam penyelidikan.
Kronologi kejadiannya, ungkap Kasat Lantas, berawal saat korban Agung Servian Trino Wardoyo yang mengemudikan kendaraan dobel kabin Mitsubishi Tritton dengan Nomor Polisi PA 8853 GD dengan membawa satu penumpang bernama Fardila, sedang melakukan perjalanan dari Merauke dengan tujuan Asiki, Kabupaten Boven Digoel lewat jalan Trans Papua.
Hingga kemarin, para sopir tersebut belum terungkap karena memilih melarikan diri. Jika sebelumnya dua pemuda di Koya Koso tewas yang diduga terlindas mobil, kini seorang pemuda bernama Maks Kobogau (21) yang menjadi korban. Pemuda yang membawa motor Honda Revo DS 3884 AY ini tewas diduga terlindas truk. Pengemudi truk hingga kini masih diselidiki.
Keduanya ditemukan oleh warga dengan kondisi sudah tak bernyawa dan ada sejumlah luka di tubuh. Ini diketahui sekira pukul 04.30 WIT. Dampak dari tabrak lari ini warga di Kampung Nafri Distrik Abepura pada Rabu (31/8) sempat melakukan pemalangan jalan.
Seorang pengendara motor bernama Rusman (54) akhirnya tewas di RS Bhayangkara setelah mengalami luka akibat menabrak bak belakang mobil Mitsubhisi Strada L200.
Diketahui, tabrakan antar sepeda motor tersebut menyebabkan korban K(20) yang merupakan anggota Brimob meninggal dunia. Sedangkan korban S (26) yang merupakan anggota TNI mengalami luka berat dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di Ruah Sakit Angkatan Laut Merauke.
Polisi awalnya kesulitan mengidentifikasi korban lantaran tidak ditemukan kartu identitas apapun yang dibawa korban. Namun dari hasil penyelidikan, akhirnya identitas korban bisa diketahui.
Dari kronologis yang disampaikan Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Dr. Victor Dean Mackbon, SH., SIK., MH., M.Si., melalui Kasat Lantas Polresta Jayapura, Kompol Ida Pillomina menjelaskan bahwa kejadian ini terjadi pada Sabtu, (13/8) sekira pukul 19.30 WIT di Jalan Raya Abepantai tak jauh dari SMP Abe Pantai.
Meski kecelakaan tunggal namun kondisi mobil Rush dengan nomor polisi, PA 1590 SM mengalami rusak berat. Ketiga anggota polisi yang di dalamnya juga mengalami luka – luka, bahkan salah satunya belum sadarkan diri.
Kecelakaan tunggal terjadi di jalan poros Hamadi-Holtekamp tepatnya di KM 8, Distrik Jayapura Selatan, Rabu (3/8) pagi sekira pukul 05.00 WIT. Akibat laka tunggal tersebut, mobil Toyota Rush PA 1190 SM mengalami kerusakan parah. Selain ringsek di bagian bodi mobil mulai dari depan hingga belakang, dua ban mobil bagian depan terlepas.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon melalui Kapolsek Jayapura Selatan Kompol Hendrik Seru menyampaikan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (23/7) sekira pukul 21.30 WIT di Jembatan Youtefa.
Karena dalam kondisi tidak sadar, pemuda tersebut langsung dibawa ke RS Bhayangkara Kotaraja. Hanya sayangnya pada malamnya ia meninggal. Polisi hingga kini masih berupaya mencaritahu siapa keluarga korban.