Kapolsek Abepura AKP Lintong Simanjuntak, S.H., M.H mengatakan dari 189 kasus ini, meninggal dunia 14 kasus, luka berat 82, luka berat 82 kasus, luka ringan 188, yang diproses sampai pengadilan 3 kasus, restorative justice 11 kasus.
Peristiwa naas itu terjadi tepatnya di tikungan setelah Rumah Makan Yougwa Jalan Raya Sentani-Waena. Akibatnya kecelakaan tersebut, penumpang kendaraan tewas di tempat kejadian.
"Satuan Lalu Lintas Polres Jayapura sudah menangani 82 kasus kecelakaan lalu lintas. Dari 82 kasus yang ditangani sejak Januari hingga Juni 2022, 13 orang korban kecelakaan meninggal dunia dan 64 korban mengalami luka ringan, serta 51 korban luka berat,"ungkapnya, Sabtu (2/7).
  Dari kronologis di lapangan, kecelakaan tersebut melibatkan kendaraan roda empat jenis Starwagon dengan nomor polisi PA 7505 AF yang dikemudikan oleh S (62), dengan lebih dulu menabrak sepeda motor Honda Beat nomor polisi PA 4421 QC yang dikendarai oleh Aditya (19) dengan penumpangnya Syahida (18). Motor ini kembali menabrak kendaraan yang didepannya, yakni Honda Beat nomor polisi PA 3851 RN yang dibawa Juliardi (40).
Ia dinyatakan tewas setelah sebelumnya dilarikan ke rumah sakit. Namun sayangnya dari kondisi luka yang cukup parah dibagian kepala akhirnya nyawanya tak tertolong. Ia akhirnya dinyatakan  meninggal.
Polisi menyatakan kecelakaan tersebut disebabkan faktor human eror alias akibat manusia sendiri. Ini dikatakan karena saat berkendara keduanya diketahui dalam pengaruh minuman keras. Sementara dari identitas pengendara Yamaha Vega yang sebelumnya sempat disebut Mr X akhirnya terungkap.
Kecelakaan maut terjadi di Ring Road Distrik Jayapura Selatan yang mengakibatkan dua pengendara sepeda motor meninggal dunia. Keduanya tewas seketika di lokasi kejadian dan kini kasusnya tengah dalam penanganan Unit Lalu Lintas Polsek Jayapura Selatan.
Kapolres Merauke AKBP. Ir. Untung Sangaji, M.Hum, melalui Kasat Lantas AKP Dian Novita Pitersz, SIK, saat dikonfirmasi membenarkan laka tunggal mobil Toyota Avanza, warna putih, plat merah dengan nomor Polisi PA 5136 GD yang dikemudikan Mathias Manggaimu.
Seorang saksi mata, bernama Max yang kebetulan berjalan beriringan dengan mobil naas itu mengaku kaget setelah melihat mobil terbalik di tengah jalan di daerah Jembatan Dua Distrik Sentani Timur.
Kapolsek Abepura, AKP. Lintong Simanjuntak, SH., MH., mengatakan laka lantas yang berujung maut dimana jenazah korban Petrus Tebai sudah diberangkatkan oleh keluarga menuju Nabire untuk dimakamkan.
Kecelakaan ini sempat menimbulkan kemacetan, sebab terjadi di jalan poros utama satu arah. Kondisi jenazah yang terlindas juga mengagetkan warga yang melintas. Namun untungnya polisi segera turun ke tempat kejadian dan mengamankan lokasi.
Kasat Lantas menjelaskan, dalam 1 bulan terakhir ini hampir setiap hari terjadi. Dikatakan, ada beberapa penyebab terjadinya kecelakaan. Pertama, faktor manusia, faktor kendaraan, faktor cuaca dan faktor jalan.’’Tapi, kalau kita lihat dari kejadian beberapa hari belakangan ini, lebih pada faktor manusianya. Mungkin kelelahan atau mengantuk tapi dipaksakan,’’ jelasnya.
Akibat laka tunggal, pengemudi dan penumpang mengalami luka-luka. Begitu juga mobil mengalami ringsek atau rusak berat karena menabrak kios depan rumah warga.
Kapolres Merauke AKBP. Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kasat Lantas AKP Novita Dian Piterz, SIK didampingi Kanit Gakkum, Ipda Joni Tuwing, saat dihubungi media ini membenarkan adanya 5 warga yang tewas dalam laka tunggal yang diduga karena pengaruh minuman keras.  Â
Kapolres Merauke AKBP. Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kaur Bin Ops Satlantas Polres Merauke Iptu Purwantoro, dikonfirmasi membenarkan laka tunggal yang terjadi tersebut.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Gustav R. Urbinas, SH., S.IK., M.Pd melalui Kapolsek Jayapura Selatan Kompol Hendrik Seru, SH., ketika dikonfirmasi membenarkan kecelakan tersebut. Korban tewas setelah mengalami patah tulang dan luka robek di bagian belakang kepala.Â
Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kapolsek Tanah Miring Iptu Mathius Rengi l saat dihubungi media ini mengungkapkan, berdasarkan olah TKP dan pemeriksaan saksi, disimpulkan bahwa kasus kecelakaan yang dialami korban karena Laka tunggal. Korban, kata Kapolsek, menabrak tembok pembatas Box Culvert dalam perjalanan dari rumahnya di Jagebob ke Merauke.Â
Korban dilaporkan mengalami kecelakaan tunggal yang diduga menabrak pembatas Box Culvert, kemudian terlempar masuk dalam drainase yang penuh dengan air. Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kapolsek Tanah Miring Iptu M. Rengil membenarkan laka tunggal tersebut yang menyebabkan korbannya meninggal dunia.
Ciri ciri jenazah sendiri merupakan orang papua dengan usia diperkirakan sekitar 20 tahun ke atas. Saat mengalami kecelakaan, Mr X menggunakan baju kaos berwarna hitam dan celana abu abu ukuran selutut.