Rumah Mantan Sekwan Juga Ikut Didatangi
JAYAPURA- Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan masuk dan melakukan pemeriksaan. Penyidik menggeledah sejumlah ruangan mulai dari bagian keuangan, hingga ruangan sekretaris dewan. Ini terkait dugaan korupsi anggaran perjalanan dinas di Sekretariat DPR Papua periode 2015-2025.
Selain di gedung DPR, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua juga mengeledah kediaman Mantan Sekwan, JJ. Dari ruang sekretariat DPR dan rumah JJ, penyidik mengamankan tujuh boks kontainer berisi dokumen. Tiga boks dokumen di kediaman JJ dan empat boks di kantor DPRP.
“Penggeledahan di rumah pribadi kami mengumpulkan sekitar tiga boks kontainer dokumen, sementara di sekretariat dewan kami mengamankan empat boks kontainer dokumen,” terang Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Papua, Jusak Elkana Ayomi kepada wartawan, Jumat (25/9).
Jusak mengatakan, dokumen-dokumen tersebut diperlukan penyidik untuk mendalami dugaan penyimpangan dalam penggunaan anggaran perjalanan dinas Sekretariat DPR Papua. Nilai anggaran yang menjadi objek penyidikan selama periode 2015-2025 mencapai Rp44.236.994.000.
Menurut Jusak, penyidik mengalami kendala dalam memperoleh sejumlah dokumen yang dibutuhkan untuk mengungkap perkara tersebut. Kondisi itu menjadi salah satu alasan penyidik melakukan penggeledahan berdasarkan Surat Perintah Penggeledahan Kepala Kejati Papua Nomor Print-939/R.1.5/Fd.2/09/2026 tertanggal 24 September 2026.
“Dalam proses penyidikan kami mengalami kendala untuk mengumpulkan bukti-bukti dokumen. Sehingga berdasarkan pertimbangan tim penyidik dan atas perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, kami melakukan upaya paksa penggeledahan,” tegasnya. Penggeledahan di rumah pribadi JJ berlangsung mulai pukul 13:25 WIT hingga 17:10 WIT. Sementara penggeledahan di Kantor Sekretariat DPR Papua dilakukan sejak pukul 15:20 WIT hingga 18:45 WIT.
Jusak menjelaskan, salah satu dokumen yang diburu penyidik berkaitan dengan perjalanan dinas Sekretariat DPR Papua selama 2015-2025. Dokumen tersebut diperlukan untuk menelusuri penggunaan anggaran, administrasi perjalanan, hingga pertanggungjawaban keuangannya.
Ia menyebut, penggeledahan juga dilakukan setelah penyidik menemukan kendala saat hendak memeriksa ruang kerja mantan Sekwan. Ruangan tersebut masih dalam keadaan terkunci sehingga sejumlah dokumen yang dibutuhkan penyidik belum dapat ditemukan.
“Saat kami melakukan pemeriksaan ruangan kerja mantan Sekwan sampai dengan detik kami melakukan pemeriksaan masih dalam keadaan terkunci. Itulah sebabnya kami melakukan penggeledahan karena banyak dokumen yang tidak bisa kami temukan untuk menyusun dan menemukan alat bukti dalam tindak pidana yang sedang kami sidik,” jelasnya.
Jusak menerangkan, sejauh ini, penyidik telah meminta keterangan dari belasan orang. Mereka berasal dari lingkungan Sekretariat DPR Papua, termasuk Pelaksana Tugas (Plt) Sekwan dan staf keuangan, serta pihak maskapai Garuda. Pemeriksaan terhadap pihak maskapai dilakukan untuk mencocokkan dokumen dan tiket perjalanan yang berkaitan dengan perjalanan dinas.
Penyidik juga tengah mendalami dugaan modus dalam pelaksanaan perjalanan dinas, baik ke luar daerah maupun perjalanan dalam daerah. “Yang dimintai keterangan ada belasan orang, Plt Sekwan, staf keuangan maupun dari pihak maskapai Garuda untuk kita memastikan tiket-tiket keberangkatan, karena kami menemukan ada beberapa modus yang dipergunakan dalam perjalanan dinas ke luar daerah maupun dalam daerah,” ungkapnya.
Selain pendalaman dokumen dan pemeriksaan saksi, Kejati Papua juga mengagendakan penghitungan potensi kerugian negara. Dalam proses tersebut, penyidik akan melibatkan Inspektorat Provinsi Papua. Jusak memastikan proses penggeledahan dilakukan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, termasuk mekanisme dalam KUHAP dan ketentuan internal kejaksaan.
Sementara itu, JJ dijadwalkan dipanggil untuk dimintai keterangan pada pekan depan. Pemanggilan tersebut dilakukan karena saat penggeledahan berlangsung, JJ diketahui sedang berada di luar Jayapura. “Kami agendakan minggu depan memanggil JWW karena kemarin ketika kami melakukan penggeledahan posisinya berada di luar Jayapura,” pungkasnya. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q