JAYAPURA – Menindaklanjuti deklarasi dukungan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua Utara yang digelar Rabu (23/9), para perwakilan tokoh adat wilayah Saireri menyerahkan naskah deklarasi tersebut langsung kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Kamis (24/9)
Sebelumnya dilakukan deklarasi disampaikan oleh tokoh adat dari empat kabupaten—Biak Numfor, Supiori, Waropen, dan Kepulauan Yapen—di Pendopo Lembaga Masyarakat Adat Waropen, Tanah Tabi, Distrik Abepura, Kota Jayapura.
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos Sawaki, didampingi Sekretaris Timotius Raiwaki, Ferri Airy (Sekretaris Dewan Adat Masyarakat POM), Niko Ansanai (Ketua Ikatan Serui Bersatu), Lukson Wanggai (Ketua Kerukunan Keluarga Besar Ambai Jayapura), serta Zakarias Imbiri dan Cone Woru selaku perwakilan tokoh pemuda Saireri.
Rombongan diterima tiga pimpinan beserta sejumlah anggota yakni Ketua DPRP Denny Henrry Bonai, Wakil Ketua I Herlin Beatrix Maryke Monim, Wakil Ketua II Mukry Mauritz Hamadi, serta anggota Johanes Markus Wakum, Yulianus Rumboisano, Dina Laura Rumbiak dan Musa Yosep Sombuk.
Dalam pertemuan di ruang lobi DPRP, Karlos Sawaki selaku perwakilan adat menyampaikan dua tuntutan utama. Pertama, penyerahan naskah deklarasi agar DPRP mendukung seluruh proses yang telah masuk di DPR RI.
“Kedua, kami meminta seluruh anggota DPRP asal wilayah adat Saireri—baik dari jalur partai politik maupun kursi pengangkatan—bersatu segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) DOB Papua Utara. Ini adalah suara masyarakat adat. Pansus itu harga mati, tidak bisa ditawar,” tegas Karlos dalam rilisnya.