Sidak di SPBU, Temukan Praktik Curang

Plat Ganda dan Tangki Modifikasi di Sejumlah SPBU

JAYAPURA–Komisi IV DPR Papua  menemukan praktik curang dalam distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi  dalam inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Jayapura, Kamis (24/9). Dimana sejumlah kendaraan menggunakan plat nomor ganda serta tangki bahan bakar minyak (BBM) yang telah dimodifikasi dengan kapasitas yang lebih besar.

   Sidak tersebut dilakukan Komisi IV DPR Papua bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua dan PT Pertamina Patra Niaga sebagai bagian dari pengawasan terhadap distribusi BBM di Kota Jayapura, menyusul masih panjangnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU.

Baca Juga :  Wali Kota Serahkan Mobil Dinas Ketua DPR Kota Jayapura

  Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Y. Betaubun, mengatakan temuan tersebut cukup memprihatinkan karena antrean panjang BBM dinilai dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mendapatkan BBM secara berulang. “Ketika kita turun di beberapa SPBU, ini memprihatinkan sekali. Dengan antrean panjang ini ternyata banyak kejadian-kejadian yang terjadi,” kata Joni kepada wartawan.

  Menurut dia, salah satu temuan yang mencolok adalah adanya kendaraan yang menggunakan pelat nomor ganda. Bahkan, pihaknya menemukan kendaraan yang menggunakan dua hingga tiga pelat nomor, termasuk pelat yang tidak sesuai dengan kendaraan.

  Selain itu, ditemukan pula kendaraan dengan tangki modifikasi yang diduga digunakan untuk menampung BBM dalam jumlah lebih banyak. “Ada banyak kendaraan yang nomor pelatnya dobel-dobel. Ada tangki modifikasi. Tadi kita lihat di parkiran banyak ditemukan tangki modifikasi. Ada yang punya pelat mobilnya dua sampai tiga, ada yang pelatnya tidak sesuai dengan kendaraannya,” ujarnya.

Baca Juga :  Walikota Ajak Dua Bintang Persipura Beri Motivasi Anak-anak Skouw Mabo

Plat Ganda dan Tangki Modifikasi di Sejumlah SPBU

JAYAPURA–Komisi IV DPR Papua  menemukan praktik curang dalam distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi  dalam inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Jayapura, Kamis (24/9). Dimana sejumlah kendaraan menggunakan plat nomor ganda serta tangki bahan bakar minyak (BBM) yang telah dimodifikasi dengan kapasitas yang lebih besar.

   Sidak tersebut dilakukan Komisi IV DPR Papua bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua dan PT Pertamina Patra Niaga sebagai bagian dari pengawasan terhadap distribusi BBM di Kota Jayapura, menyusul masih panjangnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU.

Baca Juga :  Lindungi dari Penyakit Menular, 236 Calon Jamaah Haji Divaksin Meningitis

  Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Y. Betaubun, mengatakan temuan tersebut cukup memprihatinkan karena antrean panjang BBM dinilai dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mendapatkan BBM secara berulang. “Ketika kita turun di beberapa SPBU, ini memprihatinkan sekali. Dengan antrean panjang ini ternyata banyak kejadian-kejadian yang terjadi,” kata Joni kepada wartawan.

  Menurut dia, salah satu temuan yang mencolok adalah adanya kendaraan yang menggunakan pelat nomor ganda. Bahkan, pihaknya menemukan kendaraan yang menggunakan dua hingga tiga pelat nomor, termasuk pelat yang tidak sesuai dengan kendaraan.

  Selain itu, ditemukan pula kendaraan dengan tangki modifikasi yang diduga digunakan untuk menampung BBM dalam jumlah lebih banyak. “Ada banyak kendaraan yang nomor pelatnya dobel-dobel. Ada tangki modifikasi. Tadi kita lihat di parkiran banyak ditemukan tangki modifikasi. Ada yang punya pelat mobilnya dua sampai tiga, ada yang pelatnya tidak sesuai dengan kendaraannya,” ujarnya.

Baca Juga :  Walikota Ajak Dua Bintang Persipura Beri Motivasi Anak-anak Skouw Mabo

Berita Terbaru

Artikel Lainnya