JAYAPURA – Dewan Adat Saireri di Tanah Tabi secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua Utara. Pernyataan sikap ini disampaikan oleh para tokoh adat, perempuan, dan pemuda melalui penandatanganan Naskah Deklarasi Dukungan pada, Rabu (23/9) di Abepura.
Deklarasi ini mewakili aspirasi masyarakat adat dari empat kabupaten di wilayah Saireri, yakni Kabupaten Biak Numfor, Supiori, Kepulauan Yapen, dan Waropen. Dalam deklarasi tersebut, terdapat enam tuntutan dan komitmen utama yang disampaikan oleh para tokoh Saireri yaitu, pertama, mendukung penuh pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Ptovinsi Papua Utara. Kedua, meminta Gubernur Provinsi Papua untuk segera mengeluarkan rekomendasi pengusulan sebagai syarat pemekaran Provinsi Papua Utara.
Ketiga, mendesak DPRP Papua dan DPRP kursi pangangkatan memberikan dukungan politik dalam bentuk surat rekomendasi dalam sebagai syarat pengusulan DOB Provinsi Papua Utara. Keempat, mendesak MRP Papua untuk segera memberikan rekomendasi pemekaran Provinsi Papua Utara sebagai DOB baru. Dan kelima, berkomitmen menjaga situasi keamanan, ketertiban dan kedamaian masyarakat, dalam proses pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua Utara.
Terakhir, tujuan pemekaran adalah, memperpendek rentan kendali kebijakan pelayanan, memacu kebijakan pemerataan pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta percepatan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan ekonomi daerah untuk menunjang PAD di Provinsi Papua Utara.
Para tokoh penandatangan deklarasi menegaskan bahwa seluruh pernyataan ini dibuat tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun dan murni untuk kemajuan wilayah Saireri dan Papua secara keseluruhan. Gelombang dukungan terhadap pembentukan DOB Provinsi Papua Utara terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat adat Saireri.
JAYAPURA – Dewan Adat Saireri di Tanah Tabi secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua Utara. Pernyataan sikap ini disampaikan oleh para tokoh adat, perempuan, dan pemuda melalui penandatanganan Naskah Deklarasi Dukungan pada, Rabu (23/9) di Abepura.
Deklarasi ini mewakili aspirasi masyarakat adat dari empat kabupaten di wilayah Saireri, yakni Kabupaten Biak Numfor, Supiori, Kepulauan Yapen, dan Waropen. Dalam deklarasi tersebut, terdapat enam tuntutan dan komitmen utama yang disampaikan oleh para tokoh Saireri yaitu, pertama, mendukung penuh pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Ptovinsi Papua Utara. Kedua, meminta Gubernur Provinsi Papua untuk segera mengeluarkan rekomendasi pengusulan sebagai syarat pemekaran Provinsi Papua Utara.
Ketiga, mendesak DPRP Papua dan DPRP kursi pangangkatan memberikan dukungan politik dalam bentuk surat rekomendasi dalam sebagai syarat pengusulan DOB Provinsi Papua Utara. Keempat, mendesak MRP Papua untuk segera memberikan rekomendasi pemekaran Provinsi Papua Utara sebagai DOB baru. Dan kelima, berkomitmen menjaga situasi keamanan, ketertiban dan kedamaian masyarakat, dalam proses pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua Utara.
Terakhir, tujuan pemekaran adalah, memperpendek rentan kendali kebijakan pelayanan, memacu kebijakan pemerataan pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta percepatan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan ekonomi daerah untuk menunjang PAD di Provinsi Papua Utara.
Para tokoh penandatangan deklarasi menegaskan bahwa seluruh pernyataan ini dibuat tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun dan murni untuk kemajuan wilayah Saireri dan Papua secara keseluruhan. Gelombang dukungan terhadap pembentukan DOB Provinsi Papua Utara terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat adat Saireri.