Politisi Partai Golkar ini mengaku sangat prihatin dengan kejadian ini, karena yang terbakar, kantornya sepi dan terjadi pada malam hari. Sehingga ia tidak mau menduga atau berspekulasi ini ada apa, apalagi di komplek kantor Bupati Jayapura ada Pos Polisi yang berjaga dan ada petugas Satpol PP, namun masih bisa kecolongan.
Untuk itu, adanya tingkat kerawanan potensi terjadi kebakaran jika kewaspadaan masyarakat lemah, dan jika tidak didukung dengan sarana prasarana (sarpras) yang menunjang sudah tentu menjadi faktor kendala di lapangan.
Dari kejadian tersebut Polres Jayapura telah memeriksa 9 orang saksi, salah satunya yang melihat pertama kali kejadian tersebut diantaranya dari pegawai BPS (Badan Pusat Statistik) dan Sat Pol PP Kab. Jayapura, untuk menyelidiki penyebab kebakaran.
Kapolsek Agats AKP Okto Samosir, SH saat dihubungi media ini mengungkapkan, Tim Labfor dari Polda Papua telah turun ke Agats-Asmat pada Senin (28/8) dan telah melakukan oleh TKP. ‘’Kemarin sudah turun ke Agats, dan langsung melakukan olah TKP. Siang kemarin, olah TKP tersebut sudah selesai dilakukan,’’ jelasnya.
‘’Belum diketahui penyebab kebakaran, apakah dari korsleting listrik atau ada penyebab lain. Tapi hari ini rencana, petugas dari Labfor Polda Papua akan turun ke Asmat untuk melakukan olh Tempat Kejadian Perkara (TKP),’’ tandas Kapolsek.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, di Jayapura, Jumat mengatakan dengan dilakukannya olah TKP hari ini, diharapkan dapat diketahui penyebab terjadinya kebakaran yang menghanguskan bangunan tempat tiga dinas berada.
“Apakah ada aktor intelektual atau ada kelompok yang memang sengaja menciptakan situasi daerah yang tidak kondusif. Kami juga meminta masyarakat tetap tenang dengan situasi terkini dan memberikan kesempatan kepada aparat keamanan untuk mengungkap semuanya,” kata Esau usai mendatangi TKP.
Sekwan juga merasa aneh jika kendaraan yang diparkir tanpa aki bisa terbakar sehingga muncul dugaan jika ada unsur kesengajaan. Namun ia masih meyakini kasus ini bisa diungkap pihak kepolisian.
"Jadi sudah 4 orang yang penyidik ambil keterangannya sejak kemarin dan masih ada beberapa saksi lagi yang harus dimintai keterangannya sehingga pemeriksaan masih terus berlanjut," ujar AKP Oscar.
Tiga kantor yang berada di JL Kurima Distrik Dekai tersebut yakni Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) habis terbakar.
Setiap rangka mobil diperiksa dengan teliti, baik yang terlihat secara kasat mata maupun harus membongkar kap mobil lebih dulu. Ini untuk mencari tahu darimana asal api sebelum menghanguskan belasan mobil.
Kejadian ini menurut Kabid Damkar Kota Jayapura, Feronita Kirana pihaknya baru tahu justru dari WA Grup. “Tidak ada yang melaporkan, kami tahunya dari WAG. dan langsung ditindaklanjuti pos terdekat, ” kata Feronita paginya.
Untuk tiga kantor yang mengalami kebakaran yakni Kantor KPU Kabupaten Jayapura, Kantor Arsip dan Perpustakaan dan Kantor Radio Kenambay Umbay yang berada di paling belakang Kompleks perkantoran Gunung Merah Sentani.
Kebakaran tersebut menghanguskan beberapa tempat usaha seperti warung makan, kios, dua tempat pangkas rambut, salon, bengkel motor, bengkel motor laut jhonson dan tempat penjual gorden serta menelan korban jiwa.
Kabid Damkar Kota Jayapura Marghareta V. Kirana, mengatakan dari hasil pertemuan dengan pihak Dinas Karhutla keduanya bersepakat akan melakukan giat Forum Komunikasi Lintas Instansi, serta para tokoh adat dan lintas paguyuban. Kegiatan ini bertujuan untuk berdialog terkait penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kota Jayapura.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Dr. Victor D. Mackbon, melalui Kapolsek Jayapura Selatan AKP Frets Lamahan menyampaikan bahwa dugaan sementara kebakaran terjadi akibat korsleting listrik. Ini lantaran asal mula api berasal dari meteran listrik milik salah satu rumah korban.
Api menyebar dengan cepat lantaran di sisi –kiri dan kanan dari 12 Banguna kos –kosan itu menyimpan BBM Industri yang biasdanya di perjual belikan (Enceran) kepada masyarakat, namun dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa dan hanya menimbulkan kerugian material yang diperkirakan sebesar RP 1 Milyar.
“Barang-barang kios serta dokumen penting seperti Ijazah, SD,SMP,SMA dan Ijazah sarjana dan akte nikah semuanya ikut ludes terbakar selain itu termasuk sejumlah uang dan 4 handone, satu buah laptop ikut terbakar tidak ada yang selamat,” beber pria asal Jombang Jawa timur itu.
Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, S.IK saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden kebakaran tersebut. Dimana kebakaran terjadi di los kedua deretan kios dan awal api diduga berasal dari pintu kios nomor tiga, namun tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Tidak hanya anak-anak, tapi juga warga yang menjadi korban kebakaran tersebut untuk bagaimana menghilangkan trauma yang dialami warga akibat kehilangan tempat tinggal maupun harta benda lainnya.
Dijelaskan ada sebuah rumah semi permanen yang terbakar dan sebanyak 2 unit Damkar diturunkan.
Api, kata Kabid Damkar diduga akibat korsleting listrik dan kemudian merambat ke dinding dan membakar isi rumah. Api akhirnya bisa dikendalikan dan dipadamkan sekira pukul 05.30 WIT, namun sebagian besar rumah ludes terbakar.
‘’Untuk sementara diduga penyebab kebakaran itu dari mesin genset pembangkit listrik. Saat itu kabel yang terkupas dan ada percikan api dan diawali dari satu rumah, dimana rumah tersebut juga menjual berbagai kebutuhan pokok,’’ kata Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK, kepada wartawan di Merauke, Jumat (30/6).
‘’Sampai sekarang, data yang kita terima masih simpang siur. Karenanya kami harus turun langsung untuk melihat kondisi yang dialami warga yang kena musibah kebakaran kemarin,’’ kata bupati.
‘’Untuk penyebab kebakaran, masih dalam penyelidikan. Kita belum tahu penyebab kebakaran sekitar 50-an rumah termasuk beberapa kios warga di Wanam tersebut,’’ kata Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK, saat dihubungi Cenderawasih Pos Minggu (25/6) kemarin.
"Saya yakin bahwa teman-teman dari Damkar sudah punya data untuk titik-titik yang bisa digunakan untuk memasang hidran tersebut. Prinsipnya kita terus berupaya untuk menambah jumlah dan kapasitas hydrat dari kota Jayapura," kata Frans Pekey, Senin (19/6).
"Ada satu orang korban kebakaran, sehingga kami menyerahkan santunan sebesar Rp 5 Juta sesuai dengan aturan," kata Kepala Balai Besar Kementerian Sosial Republik Indonesia regional 6 Maluku Papua, Jhon Mampioper, Senin (19/6).
Adapun jenis bantuan yang disalurkan diantaranya Pampers Bayi 3 box (18 paket), Pembalut wanita 5 box (120 paket), Selimut 50 lembar, Tikar 75 lembar., Kasur 70 lembar, Makanan siap saji 200 paket, Lauk pauk 75 paket., dan Makanan Anak 200 paket, dan juga pakaian 72 paket.
Diantara 9 rumah ini ada juga yang dijadikan tempat aktifitas judi Togel. Lokasinya ikut terbakar dan terlihat hasil rekapan nomor perminggu dan perbulan yang masih terpampang. Padahal hanya beberapa meter dari lokasi judi Togel ini ada masjid yang cukup besar.
Kebakaran ini terjadi sekitar Jam 13.0 WIT, api berasal dari rumah kos yang ditempati oleh bapak Adam, belum tahu penyebabnya apa, tapi dipastikan api berasal dari dalam rumah," ujar Ketua RT.
Sainudin menyebut, sekitar 50 unit rumah Kontrak ludes terbakar. Tidak ada korban jia dalam pristiwa tersebut, namun di pastikan kerugian mencapai ratusan juta.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady menyampaikan bahwa kasus kebakaran dua rumah ini terjadi di Pancuran Kampung Kibologome Distrik Ilaga Kabupaten Puncak, Sabtu (20/5) sekira pukul 15.30 WIT. Kabid Humas mengatakan kebakaran tersebut berawal dari adanya masyarakat yang melihat asap hitam disekitar dua lokasi rumah tersebut.
‘’Berdasarkan laporan dari pihak SMK Santo Antonius, kerugian material akibat kebakaran itu diperkirakan Rp 1 miliar,’’kata Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Haris Baltasar Nasution, STK, SIK ditemui media ini, Senin (15/5).
Hanya untuk hasilnya dikatakan masih menunggu kurang lebih sepekan. Polisi juga meminta tak ada opini liar yang ditumbuhkan dari kejadian ini sebab tak satupun yang menginginkan terjadi musibah.
‘’Diperkirakan dari korsleting listrik. Karena tadi asap tebal pertama dilihat anak-anak dari atap gedung bangunan,’’ kata seorang guru SMK Santo Antonius yang berada di Jalan Misi, Kelurahan Mandala Merauke itu.
‘’Penyebab kebakaran belum diketahui. Masih dalam penyelidikan,’’ tandas Kapolres. Namun kerugian material atas kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp 500 juta. ‘’Kerugian diperkirakan 500 juta rupiah,’’tandas Kapolres. Dari hasil pendataan yang dilakukan, sedikitnya 15 kios dan 2 lapak tempat mama-mama Papua berjualan ludes terkabar.
‘’Kebetulan saya sedang piket di Asrama dan diinformasikan bahwa terjadi ada kebakaran di Semangga. Kebetulan pemilik rumah saya kenal karena tetangga, sehingga saya langsung datang dan membantu memadamkan api bersama masyarakat,’’ kata Martinus.
Kapolres menjelaskankan, pihaknya meneirma laporan adanya kebakaran ini sekitar pukul 03.00 WIT lewat anggota yang piket pada malam itu. ‘’Setelah anggota piket menerima laporan, selanjutnya anggota langsung menuju TKP untuk membantu memadamkan dan mengamankan tempat kejadian perkara,’’ tandas Kapolres.
Kabid Damkar Kota Jayapura, Feronita S Kirana menyampaikan bahwa jelang perayaan lebaran diyakini banyak orang memilih untuk mudik atau sekedar bertandang ke rumah keluarga maupun kerabat. Saat itu dikatakan akan ada banyak rumah yang mungkin ditinggalkan dalam keadaan kosong maupun dijaga, namun hanya satu atau dua orang.
JAYAPURA-Satu unit rumah di kompleks SMAN 4 Jayapura di Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Sabtu. Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran. Namun menurut keterangan dari keluarga korban, api diduga dari ledakan korek api.
Bangunan dengan atap berbentuk kerucut ini ludes dari bawah hingga ujung atapnya. Untungnya dari kebakaran di lokasi yang biasa ditempati anak jantung kota tersebut tidak ada korban jiwa.
Kapolres Yahukimo AKBP Arief Kristanto, menjelaskan bahwa sebelum kejadian sekitar pukul 21.30 WIT aparat Gabungan TNI-Polri melakukan Patroli di Kota Dekai dan setelahnya kembali ke Mako Polres Yahukimo untuk Konsolidasi.
Warga pun dengan cepat memadamkan api dengan alat seadanya, sembari menunggu mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk memadamkan api. Tak ada korban jiwa dari kejadian tersebut.
Kebakaran yang terjadi di Jl Perikanan Hamadi Distrik Jayapura Selatan diyakini masih ada kaitannnya akibat gempa pada Kamis (9/2) sore kemarin. Gempa dengan magnitude 5,4 SR membuat guncangan yang cukup kencang dan disinilah diduga ada sebuah kompor yang dalam posisi menyala kemuudian terjatuh.
Pasca kebakaran di Tempat Hiburan Malam (THM) Bolevard I di Entrop Distrik Jayapura Selatan, polisi masih mendalami penyebab kebakaran. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah karena konsleting listrik atau arus pendek.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP Kota Jayapura, Veronita M. Kirana mengatakan, setelah ada informasi adanya kejadian kebakaran di Boulevard Bar I, Entrop, petugas Damkar langsung di turunkan untuk membantu memadamkan api dengan menggunakan 3 unit mobil
Kabid Damkar Kota Jayapura, Margaretha V S Kirana mengatakan dirinya menerima informasi kebakaran via telepon dari salah satu anggota RAPI sekira pukul 04.57 WIT. Saat itu juga ia langsung berkoordinasi dengan tim Damkar.
Rumah dinas Kapolda Papua yang berada di Jalan Trikora Nomor 48 RT 01/RW 02 Kelurahan Trikora Distrik Jayapura Utara, Selasa (17/1) terbakar. (Humas for Cepos)
Kapolres Jayapura, AKBP Fredrickus Maclarimboen mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan dan telah memeriksa sekitar 13 saksi . Di samping itu pihaknya juga masih menunggu hasil uji laboratorium forensik terkait pengambilan sampel abu di sekitar lokasi kejadian.
Kepala Satpol -PP dan PBD Provinsi Papua, Welliam R Manderi menyebut pihaknya sudah menyampaikannya kepada pemerintah dalam hal ini sekda dan gubernur untuk melakukan pengadaan mobil pemadam kebakaran.
Kepala BPBD Kabupaten Jayapura, Jan Wilem Rumere mengatakan, sebanyak 5 kepala keluarga yang terkena dampak dari peristiwa kebakaran Pasar Pharaa Sentani, Jumat (6/1) lalu, saat ini sudah dipindahkan ke tempat tinggal sementara.
Mama Ipang, salah satu warga yang ada dilokasi kejadian mengungkapkan api tiba-tiba muncul dan membesar dari salah satu rumah kost yang ada dibagian ujung timur dari deretan kost tersebut.
Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura mulai membangun kios atau lapak jualan darurat bagi ratusan pedagang, yang menjadi korban yang terkena dampak dalam peristiwa kebakaran di Pasar Pharaa, Sentani, Jumat (6/1).
Pasar youtefa yang terbakar, Sabtu (7/1) pekan kemarin memang bukan tempat tinggal. Namun, tempat usaha bagi para pedagang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Lantas saat semua ludes terbakar, hal urgen apa yang harus dilakukan, agar para pedagang ini bisa tetap bertahan memenuhi kebutuhan hidupnya?
Di saat masyarakat merasa cemas dengan penangkapan Gubernur Papua Lukas Enembe, kabar kebakaran di Dok IX menambah kepanikan warga sekitar. Berbagai isu berkembang liar, tentang penyebab kebakaran, namun beruntung kebakaran yang menimpa bekas warung kopi itu dapat dengan cepat diatasi dan tak menjalar ke tempat lain.
Semangat pada pedagang di Pasar Yotefa untuk berdagang memang tak bisa diragukan. Meski api baru saja membakar 173 kios dan lapak dagangan di Pasar Youtefa pada Sabtu (7/1) namun sesaat kemudian sudah ada beberapa pedagang yang langsung mendirikan lapak baru.
Di tengah kepungan asap para pedagang ini mulai memaku dan memasang tiang – tiang baru untuk kembali berjua
Bulan Januari yang biasanya erat dengan meningkatkan curah hujan hingga menyebabkan banjir, tapi kali ini seolah hujan enggan turun. Justru, musibah kebakaran mengagetkan penghuni pasar Youtefa Abepura, Sabtu (7/1) pagi pekan kemarin.
Kejadian musibah kebakaran yang sering terjadi di Kota Jayapura beberapa hari ini, menjadi perhatian Pj Wali Kota Jayapura Frans Pekey. Frans Pekey mengakui, musibah kebakaran yang terjadi beberapa hari, tentu sangat merugikan secara materiil walaupun tidak ada korban jiwa. Namun jika hal ini terus terjadi tentu sangat disayangkan.
Merespon bencana kebakaran di Pasar Youtefa, Kota Jayapura Papua, Sabtu (7/1) pagi pekan kemarin, BBPPKS di Jayapura langsung melakukan tanggap darurat bencana.
Awal tahun 2023 sebanyak 3 lokasi yang menjadi bencana kebakaran hebat di Kota Jayapura. Sebagian besar bencana kebakaran ini diduga karena adanya korsleting (Hubungan arus pendek) listrik.
Sebanyak 540 kios atau lapak jualan milik pedagang di Pasar Phara Sentani dan 15 ruko dikawasan luar pasar ludes terbakar api. Kejadian itu terjadi, Jumat (6/1), sekira pukul 15.40.WIT.
Kabid Damkar Kota Jayapura, Margaretha V S Kirana, mengatakan fenomena peristiwa alam gempa bumi yang beberapa hari ini dirasakan oleh masyarakat di Kota Jayapura, kabupaten Jayapura
Belum tuntas penyidikan kasus kebakaran lapak para pedagang di Koya Barat, kini api berpindah tempat dan melahap 6 unit rumah di Jalan Bandeng RT 001 / RW 002 Tanah Hitam Kelurahan Asano Distrik Abepura, Selasa (3/1) kemarin. Kejadian ini terjadi sore sekitar pukul 16.30 WIT.
Kasus kebakaran yang terjadi di Koya Barat masih dalam penyelidikan terkait apa penyebab api. Meski telah diketahui titik awal api dimana berasal dari kios fashion namun apakah dari kompor atau arus pendek atau penyebab lain ini yang belum terungkap. Selain itu ada juga laporan jika pasca kejadian ada sebuah brankas yang hilang.