- Advertisement -spot_img

TAG

CUACA

TNI Waspadai Bencana Akibat Iklim

“Kami mendengar apa saja yang dipaparkan oleh  Pangdam Cenderawasih bahwa kemungkinan musim hujan ini  peluang bencana alam itu sangat memungkinkan,” kata Agus Subiyanto kepada wartawan saat berkunjung ke Lantamal X Jayapura, Jumat (8/12).

Masyarakat Diminta Waspada Cuaca Ekstrim

"Kami mengimbau warga yang tinggal di 139 kampung, 5 kelurahan dan 19 distrik di Kabupaten Jayapura selalu hati-hati dan waspada dengan kondisi cuaca yang ada saat ini,"ungkapnya kepada wartawan Cenderawasih Pos, Sabtu (2/12).

22 Daerah Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang pada 20-21

BMKG dalam rilisnya, memaparkan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang laut yang diakibatkan sirkulasi siklonik atau pusaran angin yang membawa uap air yang membentuk awan.

Waspada Potensi Kebakaran dari Cuaca Panas

"Situasi sekarang di Kota Jayapura memang panas, bahkan secara nasional.  Kita juga perlu menjaga sumber-sumber air kita.  Di dalam rumah juga misalnya instalasi listrik jangan kita bikin tahu-tahu,  undang mereka yang profesional supaya pasang kabel itu baik-baik," katanya

Tanaman Hias Tahan Cuaca Panas Banyak Diminati Pembeli

Berbagai tanaman hias kini sudah mulai banyak dicari customer mulai pucuk merah, bugenvil, rombusa dan lainnya. Khususnya tanaman yang tahan cuaca panas banyak dicari, karena selain untuk menghiasi rumah, juga untuk membuat rumah asri dan teduh.

Intensitas hujan Tinggi,  Warga Harus Waspada dan Hati Hati

‘’Kami imbau warga yang berada di  bantara sungai untuk selalu hati-hati dan waspada saat hujan deras,  terutama bagi mereka yang tinggal di pemukiman rawan banjir dan longsor, yang ada dibeberapa titik di Kabupaten Jayapura. Begitu juga dengan warga yang tinggal di daerah perbukitan juga harus hari-hati terkait dampak longsor,"ungkapnya, Selasa (31/10) kemarin.

Imbas Perubahan Iklim, WHO Serukan Kurangi Bahan Bakar Fosil

Dokter umum dan badan kesehatan terkemuka yang mewakili lebih dari tiga juta ahli kesehatan di seluruh dunia, akan menyampaikan surat terbuka yang menyerukan tindakan segera melawan perubahan iklim untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Suhu Naik, Bukan Karena Gelombang Panas

   "Hal tesebut disebabkan oleh beberapa factor, pertama, karena adanya pergerakan semu matahari yang pada bulan September – Oktober matahari berada di sekitar ekuator sehingga penyinaran matahari menjadi lebih intens," kata Pelaksana Harian Kepala Balai Besar MKG Wilayah V Jayapura, Serly Hartiningsih, Jumat (20/10).

Lima  Bagian Motor Perlu Perhatian Ekstra

Suhu panas yang melanda Indonesia bisa memberikan tantangan tersendiri bagi para pengendara sepeda motor. Kondisi motor yang tidak prima terutama di cuaca panas dapat membuat pemiliknya kesal dan galau.

Cuaca Tidak Menentu, Pekey Minta Warga Waspada

  "Tetap waspada manakala sewaktu-waktu bisa terjadi hujan lebat, banjir kemungkinan terjadi atau longsor.  Manakala musim kemarau,  atau tidak hujan 1-2 minggu, waspada dan antisipasi. Karena  kekeringan juga  bisa keterbatasan sumber air minum dan sebagainya.  Tetap siaga tetap Waspada kepada seluruh masyarakat," kata Pekey.

Cuaca Panas, Tak Halangi Minat Rekreasi di Pantai

  Hanya saja, suhu panas di Kota Jayapura ini tidak menghalangi masyarakat untuk tetap berwisata di Pantai. Seperti halnya, yang terlihat di sepanjang Pantai Hamadi maupun di Pantai Holtekamp, Minggu (15/10).

Mulai Antisipasi Dampak Elnino

   "Kami juga sudah melakukan tracking pipa,  juga sudah menginstruksi kepada setiap kepala cabang supaya mengawasi adanya kemungkinan kemungkinan pipa transmisi atau distribusi mengalami kebocoran. Puji Tuhan sampai hari ini kita belum mendapatkan kendala yang cukup parah, seperti tahun- tahun sebelumnya, jadi relatif kita bisa memaksimalkan produksi air kita kepada masyarakat," ujar Entis Sutisna, Kamis (12/10).

Wilayah Papua Rawan Hidrometeorologi

emerintah Provinsi Papua melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebut, 9 kabupaten/kota di Papua rawan bencana hidrometeorologi. Karena itu, diminta untuk selalu waspada. Hal itu disampaikan kepala BPBD Provinsi Papua, William Manderi kepada Cenderawasih Pos, Senin (9/10).

Tambah Cadangan Beras 1,5 Juta Ton

Informasi ketersediaan beras nasional itu disampaikan Jokowi saat panen raya di Desa Ciasem Girang, Kabupaten Subang, kemarin. Pada kesempatan itu, Jokowi berharap panen semester kedua tahun ini dapat menambah pasokan cadangan beras nasional. "Ini kita senang melihat hasilnya, saya kira ini satu hektare bisa sembilan ton," kata Jokowi.

Masyarakat Diminta Waspadai Potensi Bencana Hidrometeorologis.

Dimana jika sebelumnya menggunakan normal data tahun 1981 – 2010. Kini menggunakan normal iklim dengan periode data 1991 – 2020. Dengan mempertimbangkan kondisi dinamika atmosfer, indikasi fenomena perubahan iklim, serta topografis dan geografis Indonesia yang kompleks dan beragam dalam pembuatannya, normal iklim terbaru diharapkan dapat secara presisi menggambarkan kondisi iklim di Indonesia.

Di Tengah Cuaca Panas Ekstrem, Jangan Bakar Sampah Sembayangan!

   Kepala Bidang Damkar Kota Jayapura, Margareta V Kirana, juga mengaku cuaca di Kota Jayapura saat ini sangat panas yang ekstrem. Untuk itu diimbau kepada seluruh masyarakat khususnya di permukiman padat tidak membakar sampah sembarangan.

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Salurkan 9.500 Bibit Ubi

Bantuan yang akan diberikan berupa bibit dan umbi tanaman keladi serta ubi jalar. Selain itu, ada juga bantuan lain berupa beras, pupuk dan pestisida. Ada sebanyak 9.500 bibit ubi jalar dan talas yang disalurkan oleh Kementerian Pertanian.

BMKG: Salju abadi Puncak Jaya Mencair, Perubahan Iklim Mengkhawatirkan

“Ekosistem yang ada di sekitar salju abadi menjadi rentan dan terancam. Perubahan iklim juga berdampak pada kehidupan masyarakat adat setempat yang telah lama bergantung pada keseimbangan lingkungan dan sumber daya alam di wilayah tersebut,” ungkap Dwikorita dalam keterangannya disiarkan di Jakarta, Rabu.

Kekeringan Diprediksi Hingga November

"Kondisi iklim di pegunungan (kabupaten Puncak) sekarang masih mengalami kekeringan dan diperkirakan ini masih akan berlangsung hingga November, selanjutnya mulai masuk musim hujan," kata kepala stasiun Klimatologi Jayapura,  Sulaiman, saat dikonfirmasi melalui sambungan ponselnya Selasa (15/8) kemarin.

Pendistribusian Logistik Bansos Kapolri  terus Digencarkan

Sebagai respons atas bencana kekeringan yang melanda kedua distrik tersebut Polda Papua melalui Polres Mimika kembali mendistribusikan logistik dukungan dari Kapolri, Selasa (15/8).

Lumbung Pangan di Papua Tengah Dibangun September

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan, pembangunan lumbung pangan ini kemungkinan tidak perlu membangun secara khusus.

Imbau Warga Waspada Saat Hujan Deras

  "Untuk di Kabupaten Jayapura daerah yang rawan banjir tentu ada. Apalagi kita pernah mengalami musibah banjir bandang. Untuk itu  masyarakat tetap kami imbau untuk selalu waspada jika terjadi hujan deras untuk di wilayah Sentani di bawah kaki Gunung Cycloop,"ujarnya, Selasa (9/8) kemarin.

Bencana Kekeringan, Tak Ada Masalah Kesehatan yang Signifikan

“Khusus menyangkut kesehatannya, sampai saat ini belum ada yang signifikan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah,  dr. S Sumule kepada Cenderawasih Pos.

Bantuan Logistik Kembali Didistribusikan

Musim kemarau berkepanjangan yang diiringi cuaca dingin ekstrim memicu terjadinya gagal panen hingga membuat warga Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, kesulitan mendapatkan bahan makanan sejak awal Juni lalu.

Siapkan 16 Ton Untuk Bencana Kekeringan

"Saya bersama tim saat ini sedang memikirkan strategi penanganan bencana alam untuk segera ditangani," kata Ribka, sebagaimana rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Minggu (6/8).

Faktor Cuaca,  Omzet Pedagang di Pasar Youtefa Turun

Menurutnya kondisi ini disebabkan karena sepinya  pengunjung. Selain karena faktor cuaca yang tidak mendukung,  juga kondisi pasar yang sangat becek,  bahkan seluruh ruas jakan di lokasi pasar tergenang air.

Faktor Cuaca, Pedagang Pasar Youtefa Sepi Pembeli

  Yang lebih parahnya lagi di tengah tingginya harga barang, tampak tidak seimbang dengan pemasukan. Seperti tomat sebelumnya hanya Rp. 10 ribu per kg, tapi sekarang naik menjadi Rp. 22 ribu. Selain itu cabai rawit khusus lokal, harga melonjak jauh, menjadi Rp.120 per kg.

Logistik Akan Dibangun di Bandara Agandugume

Kondisi  yang terus berulang akibat cuaca yang terbilang ektrim. Jika dingin maka akan dingin sekali dan jika panas maka suhu akan naik sangat panas. Kondisi ini biasa  mulai terjadi di bulan Mei dan pada Juli hingga Agustus menjadi puncak dari terjadinya masalah tersebut.

Enam Bulan Kedepan Diperkirakan Terjadi Cuaca Ekstrem

Sekolah Lapang Iklim itu, dihadiri oleh mahasiwa pertanian kehutanan dan kelautan Univeraitas Ottow Gesler Jayapura. Ada berbagai materi pembahasan  meliputi upaya pengendalian dampak cuaca dan iklim ekstrem melalui pemahaman informasi iklim.

Siapkan Langkah Hadapi Cuaca Ekstrem

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua William Manderi mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dalam menyiapkan langkah-langkah untuk menghadapi dampak El Nino yang saat ini mulai terasa dampaknya.

Empat Daerah di Papua Waspada Cuaca Ekstrem

Adapun empat kabupaten/kota yang perlu diwaspadai berpotensi terjadinya kebakaran hutan. Diantaranya Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom serta Kabupaten Sarmi.

Tangani Dampak Cuaca Ekstrem Scepatnya!

“Saya sudah perintahkan pada Menko PMK, Menteri Sosial, BNPB dan juga di daerah, di Papua untuk segera menangani secepat-cepatnya,” kata Presiden usai meresmikan sodetan Ciliwung di Jakarta, Senin.

Distribusi Bantuan Bencana ke Puncak, Terkendala Cuaca

TNI sudah menyiapkan dua helikopter caracal untuk mengangkut bantuan dari Bandara Mozes Kilangin Timika ke Sinak. Bantuan bahkan sudah dimuat di helikopter namun tiba-tiba, Selasa pagi tiba-tiba hujan dan kabut tebal. Bahkan TNI juga menerima laporan bahwa kondisi cuaca di Sinak juga tidak memungkinkan untuk diterbangi.

Hujan Dua Jam, Sejumlah Daerah Banjir

Sejumlah titik di Kota Jayapura mengalami banjir, hal ini disebabkan hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (20/7) sore. Tak hanya banjir, tumpukan sampah yang meluap dari selokan atau drinase berserakan di jalan raya.

Wajib Siap Siaga Bencana di Tiap Daerah

   Kepala BPBD Provinsi Papua William Manderi menyampaikan, berdasarkan informasi BMKG wilayah V Jayapura, Papua akan masuk musim hujan hingga akhir tahun, untuk itu perlu dilakukan mitigasi guna meminimalisasi risiko bencana di kemudian hari.

Fenomena Aphelion Tidak Bawa Dampak Buruk

"Kami tekankan kembali bahwa informasi tersebut adalah tidak benar (Hoaks)"kata Dony Christianto saat dikonfirmasi Cenderwasih pos, Senin (10/7).

Tak Miliki Jalur Evakuasi Tsunami

“Jalur evakuasi tsunami sangat penting bagi masyarakat, karena itu menjadi penentu arah ketika terjadi bencana masyarakat harus kemana, titik kumpulnya dimana dan harus lari kemana,” terang Manderi kepada Cenderawasih Pos, Senin (29/5)

Waspadai Perubahan Cuara Saat Melaut

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura Heri Purnomo kepada ANTARA di Jayapura, Kamis, menjelaskan, dari hasil prakiraan yang dilakukan terungkap tanggal 26-27 Mei 2023 terjadi peningkatan baik itu perubahan tinggi gelombang maupun kecepatan angin, sehingga kapal-kapal termasuk milik nelayan, para awaknya harus waspada.

Secara Umum Curah Hujan Akan Melemah di Bulan Maret

Monitoring Musim Hujan di Papua pada dasarian II bulan Februari 2023 menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah yang masuk dalam Zona Musim (ZOM) tipe Monsunal berada pada periode puncak musim hujan di antaranya Kabupaten Jayapura

Musim Penghujan, Waspadai Banjir dan Longsor!

   Untuk mencegah musibah banjir dan tanah longsor, OPD di lingkungan Pemkot Jayapura juga diminta sudah melakukan antisipasi mulai dari Dinas PUPR PKP Kota Jayapura, DLHK, Satpol PP, BPBD, Dinas Sosial dan lainnya sesuai Tupoksinya masing-masing.

Warga Pulau Moi Terdampak Banjir Rob

Kapolres Merauke, AKBP Sandi Sultan, SIK melalui Kapolsek Kimaam, Ipda Fransiskus Maraya, S.Sos. bersama anggotanya dan personal TNI membantu warga yang terdampak Banjir Rob di Pulau Moi, Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan, Jumat (20/1).

BBMKG Ingatkan Warga Waspadai Tinggi Pasang Laut

"Tinggi gelombang mulai hari ini sudah mulai menunjukan peningkatan di perairan utara Biak. Dari hasil pantauan memang ketinggian gelombang ini sudah mencapai 1,5 meter sampai 2 meter,” terangnya.

Waspada, Air Laut Naik Drastis!

-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan surat edaran yang berisi peringatan adanya potensi banjir pesisir atau rob di Jayapura akibat adanya fenomena super new moon atau fase bulan baru pada 21 Januari 2023, hari ini.

Langsung Sosialisasikan ke Masyarakat dan BPBD Kab/Kota

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Provinsi Papua meminta warga untuk siaga dan waspada seiring dengan informasi adanya potensi kenaikan tinggi gelombang dan permukaan laut di wilayah perairan Utara Papua.

Waspada Gelombang Tinggi dan Permukaan Air Laut

Prakirawan Stasiun Maritim Jayapura, Dian Lestari Rahanra menerangkan, hal tersebut menyusul adanya fenomena super new moon atau fase bulan baru. “Fenomena ini terjadi pada 21 Januari, namun dari pantauan kenaikan tinggi muka laut terjadi mulai 20 Januari hingga 23 Januari,” ucap Dian, Rabu (18/1) kemarin.

Speedboat Tenggelam, Satu Jenasah Ditemukan Tewas Mengapung

Sebuah  Speedboat yang mengangkut 14 orang penumpang mengalami kecelakaan di perairan Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Sabtu (7/1) malam. Speedboat ini berangkat dengan membawa 14 orang dimana 7 diantaranya anggota Koramil Barapasi Kodim 1709-05/YAWA.

Wilayah Holtekamp Perlu Waspada

Dengan kondisi yang sangat terbuka dan terbilang sangat rendah, kawasan sepanjang Holtekamp disebut memiliki dampak yang paling rentan jika terjadi air pasang pasca gempa. Beberapa hari terakhir warga memang diimbau untuk lebih waspada menyusul seringnya guncangan gempa.     

BPBD Ingatkan Warga Siaga Potensi Badai

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua ingatkan masyarakat yang berada di wilayah Selatan Papua dan Utara Papua harus siaga soal potensi badai.

Semua Wilayah Perairan dan Pantai Diwaspadai

Tempat wisata di wilayah hukum Polresta Jayapura menjadi atensi bagi Polairud Polresta Jayapura kota untuk melakukan Patroli. Hal ini mengingat seringnya lakalaut di lokasi tersebut.

Hujan di Atas Normal Masih Berpeluang Terjadi

Saat ini, kondisi atmosfer secara umum berada pada periode transisi peralihan musim hujan ke musim kemarau (Pancaroba).

Kota Jayapura Digoyang Gempa 

   Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  Wilayah V Jayapura  Hendro Nugroho, ST, M. Si mengungkapkan bahwa gempat tektonik M 4,0 yang dirasakan di Kota Jayapura ini, tidak berpotensi terjadi tsunami.

Cuaca Buruk di Perairan Asmat, Tim Kemensos Sempat Hilang Kontak

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. AM Kamal menyebutkan, empat orang tim Humas Kemensos RI tersebut sempat hilang kontak saat dalam perjalanan menggunakan speedboat dari Kampung Kamur menuju Distrik Agats.

Hujan Lebat Masih Berpeluang Terjadi

    "Pada periode musim hujan, peluang-peluang kejadian hujan sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi, namun secara klimatologis, puncak musim hujan sudah terlewati pada bulan Januari 2022, sehingga frekuensi kejadian hujan akan menurun secara bertahap hingga memasuki musim kemarau. Informasi awal musim kemarau tahun 2022 akan dirilis BMKG dalam waktu dekat," ungkapnya, Rabu (16/3) kemarin.

BPBD Papua Minta Masyarakat Perhatikan Informasi BMKG

Kepala BPBD Provinsi Papua, Willem Manderi menjelaskan, di Papua kondisi cuaca di Papua tidak bisa dipastikan dan sering kali berubah-ubah sehingga masyarakat diminta lebih waspada dan memperhatikan infomasi cuaca yang ada.

Perairan Laut Jayapura Kembali Makan Korban

Ia awalnya ingin menyelamatkan seorang rekannya bernama Roccipi Prawar namun justru tergulung ombak. Hingga tadi malam, korban Andika masih dalam pencarian sedangkan rekannya berhasil diselamatkan dan langsung dilarikan ke RUD Jayapura untuk dilakukan penanganan medis.

Musim Hujan Diprediksi Sampai April

Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa, BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Romsumbre, S.Si., mengatakan, data iklim menunjukkan puncak musim hujan umumnya terjadi pada bulan Januari, Februari dan Maret setiap tahunnya. Musim hujan kali ini pun terjadi bersamaan dengan aktifnya fenomena iklim global La Nina. Fenomena iklim global La Nina yang berdampak pada meningkatnya curah hujan di wilayah Indonesia. 

Diterjang Ombak, Sejumlah  Kapal Semang Nelayan  Rusak   

Sejumlah kapal semang  nelayan yang ada di  sekitar Lampu Satu sampai Bina Loka,  Kelurahan  Samkai Merauke  rusak akibat diterjang ombak tinggi pada Rabu (29/12).

Di Merauke, SpeedBoat Tenggelam, Satu Orang Tewas

Musibah kecelakaan dialami rombongan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke yang melakukan perjalanan dinas ke Distrik Okaba, Kabupaten Merauke

Sempat Dikabarkan Hilang, Filep Karma Terdampar di Skow

Publik Papua sempat dibuat kaget, ketika berita tentang hilangnya Filep Karma, tersebar dengan cepat di media social, Senin (13/12) pagi. Terlebih, tokoh poltik Papua  itu dikabarkan hilang di laut.

Warga Diminta Waspadai Cuaca Ekstrim

Sekda Kabupaten Jayapura,  Hanna Hikoyabi meminta kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Jayapura agar tetap mewaspadai adanya cuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini.

Kembali Pohon Palem Ditebang OTK 

Untuk kesekian kalinya, pohon palem yang ditanam  di media jalan sepanjang jalan Brawijaya sampai jalan  Taman Makam Pahlawan Merauke dalam rangka penghijuan ditebang.

Gelombang Tinggi, Warga di Pantai Hamadi Mengungsi

Tingginya Gelombang Air Laut sejak tiga hari lalu membuat masyarakat yang tinggal di daerah pesisir pantai was-was, pasalnya  gelombang air laut sudah sampai naik ke daratan.

Latest news

- Advertisement -spot_img