“Kami mendengar apa saja yang dipaparkan oleh Pangdam Cenderawasih bahwa kemungkinan musim hujan ini peluang bencana alam itu sangat memungkinkan,” kata Agus Subiyanto kepada wartawan saat berkunjung ke Lantamal X Jayapura, Jumat (8/12).
"Kami mengimbau warga yang tinggal di 139 kampung, 5 kelurahan dan 19 distrik di Kabupaten Jayapura selalu hati-hati dan waspada dengan kondisi cuaca yang ada saat ini,"ungkapnya kepada wartawan Cenderawasih Pos, Sabtu (2/12).
BMKG dalam rilisnya, memaparkan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang laut yang diakibatkan sirkulasi siklonik atau pusaran angin yang membawa uap air yang membentuk awan.
"Situasi sekarang di Kota Jayapura memang panas, bahkan secara nasional. Kita juga perlu menjaga sumber-sumber air kita. Di dalam rumah juga misalnya instalasi listrik jangan kita bikin tahu-tahu, undang mereka yang profesional supaya pasang kabel itu baik-baik," katanya
Berbagai tanaman hias kini sudah mulai banyak dicari customer mulai pucuk merah, bugenvil, rombusa dan lainnya. Khususnya tanaman yang tahan cuaca panas banyak dicari, karena selain untuk menghiasi rumah, juga untuk membuat rumah asri dan teduh.
‘’Kami imbau warga yang berada di bantara sungai untuk selalu hati-hati dan waspada saat hujan deras, terutama bagi mereka yang tinggal di pemukiman rawan banjir dan longsor, yang ada dibeberapa titik di Kabupaten Jayapura. Begitu juga dengan warga yang tinggal di daerah perbukitan juga harus hari-hati terkait dampak longsor,"ungkapnya, Selasa (31/10) kemarin.
Dokter umum dan badan kesehatan terkemuka yang mewakili lebih dari tiga juta ahli kesehatan di seluruh dunia, akan menyampaikan surat terbuka yang menyerukan tindakan segera melawan perubahan iklim untuk melindungi kesehatan masyarakat.
"Hal tesebut disebabkan oleh beberapa factor, pertama, karena adanya pergerakan semu matahari yang pada bulan September – Oktober matahari berada di sekitar ekuator sehingga penyinaran matahari menjadi lebih intens," kata Pelaksana Harian Kepala Balai Besar MKG Wilayah V Jayapura, Serly Hartiningsih, Jumat (20/10).
Suhu panas yang melanda Indonesia bisa memberikan tantangan tersendiri bagi para pengendara sepeda motor. Kondisi motor yang tidak prima terutama di cuaca panas dapat membuat pemiliknya kesal dan galau.
"Tetap waspada manakala sewaktu-waktu bisa terjadi hujan lebat, banjir kemungkinan terjadi atau longsor. Manakala musim kemarau, atau tidak hujan 1-2 minggu, waspada dan antisipasi. Karena kekeringan juga bisa keterbatasan sumber air minum dan sebagainya. Tetap siaga tetap Waspada kepada seluruh masyarakat," kata Pekey.
Hanya saja, suhu panas di Kota Jayapura ini tidak menghalangi masyarakat untuk tetap berwisata di Pantai. Seperti halnya, yang terlihat di sepanjang Pantai Hamadi maupun di Pantai Holtekamp, Minggu (15/10).
"Kami juga sudah melakukan tracking pipa, juga sudah menginstruksi kepada setiap kepala cabang supaya mengawasi adanya kemungkinan kemungkinan pipa transmisi atau distribusi mengalami kebocoran. Puji Tuhan sampai hari ini kita belum mendapatkan kendala yang cukup parah, seperti tahun- tahun sebelumnya, jadi relatif kita bisa memaksimalkan produksi air kita kepada masyarakat," ujar Entis Sutisna, Kamis (12/10).
emerintah Provinsi Papua melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebut, 9 kabupaten/kota di Papua rawan bencana hidrometeorologi. Karena itu, diminta untuk selalu waspada. Hal itu disampaikan kepala BPBD Provinsi Papua, William Manderi kepada Cenderawasih Pos, Senin (9/10).
Informasi ketersediaan beras nasional itu disampaikan Jokowi saat panen raya di Desa Ciasem Girang, Kabupaten Subang, kemarin. Pada kesempatan itu, Jokowi berharap panen semester kedua tahun ini dapat menambah pasokan cadangan beras nasional. "Ini kita senang melihat hasilnya, saya kira ini satu hektare bisa sembilan ton," kata Jokowi.
Dimana jika sebelumnya menggunakan normal data tahun 1981 – 2010. Kini menggunakan normal iklim dengan periode data 1991 – 2020. Dengan mempertimbangkan kondisi dinamika atmosfer, indikasi fenomena perubahan iklim, serta topografis dan geografis Indonesia yang kompleks dan beragam dalam pembuatannya, normal iklim terbaru diharapkan dapat secara presisi menggambarkan kondisi iklim di Indonesia.
Kepala Bidang Damkar Kota Jayapura, Margareta V Kirana, juga mengaku cuaca di Kota Jayapura saat ini sangat panas yang ekstrem. Untuk itu diimbau kepada seluruh masyarakat khususnya di permukiman padat tidak membakar sampah sembarangan.
Bantuan yang akan diberikan berupa bibit dan umbi tanaman keladi serta ubi jalar. Selain itu, ada juga bantuan lain berupa beras, pupuk dan pestisida. Ada sebanyak 9.500 bibit ubi jalar dan talas yang disalurkan oleh Kementerian Pertanian.
“Ekosistem yang ada di sekitar salju abadi menjadi rentan dan terancam. Perubahan iklim juga berdampak pada kehidupan masyarakat adat setempat yang telah lama bergantung pada keseimbangan lingkungan dan sumber daya alam di wilayah tersebut,” ungkap Dwikorita dalam keterangannya disiarkan di Jakarta, Rabu.
"Kondisi iklim di pegunungan (kabupaten Puncak) sekarang masih mengalami kekeringan dan diperkirakan ini masih akan berlangsung hingga November, selanjutnya mulai masuk musim hujan," kata kepala stasiun Klimatologi Jayapura, Sulaiman, saat dikonfirmasi melalui sambungan ponselnya Selasa (15/8) kemarin.
Sebagai respons atas bencana kekeringan yang melanda kedua distrik tersebut Polda Papua melalui Polres Mimika kembali mendistribusikan logistik dukungan dari Kapolri, Selasa (15/8).
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan, pembangunan lumbung pangan ini kemungkinan tidak perlu membangun secara khusus.
"Untuk di Kabupaten Jayapura daerah yang rawan banjir tentu ada. Apalagi kita pernah mengalami musibah banjir bandang. Untuk itu masyarakat tetap kami imbau untuk selalu waspada jika terjadi hujan deras untuk di wilayah Sentani di bawah kaki Gunung Cycloop,"ujarnya, Selasa (9/8) kemarin.
“Khusus menyangkut kesehatannya, sampai saat ini belum ada yang signifikan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. S Sumule kepada Cenderawasih Pos.
Musim kemarau berkepanjangan yang diiringi cuaca dingin ekstrim memicu terjadinya gagal panen hingga membuat warga Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, kesulitan mendapatkan bahan makanan sejak awal Juni lalu.
"Saya bersama tim saat ini sedang memikirkan strategi penanganan bencana alam untuk segera ditangani," kata Ribka, sebagaimana rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Minggu (6/8).
Menurutnya kondisi ini disebabkan karena sepinya pengunjung. Selain karena faktor cuaca yang tidak mendukung, juga kondisi pasar yang sangat becek, bahkan seluruh ruas jakan di lokasi pasar tergenang air.
Yang lebih parahnya lagi di tengah tingginya harga barang, tampak tidak seimbang dengan pemasukan. Seperti tomat sebelumnya hanya Rp. 10 ribu per kg, tapi sekarang naik menjadi Rp. 22 ribu. Selain itu cabai rawit khusus lokal, harga melonjak jauh, menjadi Rp.120 per kg.
Kondisi yang terus berulang akibat cuaca yang terbilang ektrim. Jika dingin maka akan dingin sekali dan jika panas maka suhu akan naik sangat panas. Kondisi ini biasa mulai terjadi di bulan Mei dan pada Juli hingga Agustus menjadi puncak dari terjadinya masalah tersebut.
Sekolah Lapang Iklim itu, dihadiri oleh mahasiwa pertanian kehutanan dan kelautan Univeraitas Ottow Gesler Jayapura. Ada berbagai materi pembahasan meliputi upaya pengendalian dampak cuaca dan iklim ekstrem melalui pemahaman informasi iklim.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua William Manderi mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dalam menyiapkan langkah-langkah untuk menghadapi dampak El Nino yang saat ini mulai terasa dampaknya.
Adapun empat kabupaten/kota yang perlu diwaspadai berpotensi terjadinya kebakaran hutan. Diantaranya Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom serta Kabupaten Sarmi.
“Saya sudah perintahkan pada Menko PMK, Menteri Sosial, BNPB dan juga di daerah, di Papua untuk segera menangani secepat-cepatnya,” kata Presiden usai meresmikan sodetan Ciliwung di Jakarta, Senin.
TNI sudah menyiapkan dua helikopter caracal untuk mengangkut bantuan dari Bandara Mozes Kilangin Timika ke Sinak. Bantuan bahkan sudah dimuat di helikopter namun tiba-tiba, Selasa pagi tiba-tiba hujan dan kabut tebal. Bahkan TNI juga menerima laporan bahwa kondisi cuaca di Sinak juga tidak memungkinkan untuk diterbangi.
Sejumlah titik di Kota Jayapura mengalami banjir, hal ini disebabkan hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (20/7) sore. Tak hanya banjir, tumpukan sampah yang meluap dari selokan atau drinase berserakan di jalan raya.
Kepala BPBD Provinsi Papua William Manderi menyampaikan, berdasarkan informasi BMKG wilayah V Jayapura, Papua akan masuk musim hujan hingga akhir tahun, untuk itu perlu dilakukan mitigasi guna meminimalisasi risiko bencana di kemudian hari.
“Jalur evakuasi tsunami sangat penting bagi masyarakat, karena itu menjadi penentu arah ketika terjadi bencana masyarakat harus kemana, titik kumpulnya dimana dan harus lari kemana,” terang Manderi kepada Cenderawasih Pos, Senin (29/5)
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura Heri Purnomo kepada ANTARA di Jayapura, Kamis, menjelaskan, dari hasil prakiraan yang dilakukan terungkap tanggal 26-27 Mei 2023 terjadi peningkatan baik itu perubahan tinggi gelombang maupun kecepatan angin, sehingga kapal-kapal termasuk milik nelayan, para awaknya harus waspada.
Monitoring Musim Hujan di Papua pada dasarian II bulan Februari 2023 menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah yang masuk dalam Zona Musim (ZOM) tipe Monsunal berada pada periode puncak musim hujan di antaranya Kabupaten Jayapura
Untuk mencegah musibah banjir dan tanah longsor, OPD di lingkungan Pemkot Jayapura juga diminta sudah melakukan antisipasi mulai dari Dinas PUPR PKP Kota Jayapura, DLHK, Satpol PP, BPBD, Dinas Sosial dan lainnya sesuai Tupoksinya masing-masing.
Kapolres Merauke, AKBP Sandi Sultan, SIK melalui Kapolsek Kimaam, Ipda Fransiskus Maraya, S.Sos. bersama anggotanya dan personal TNI membantu warga yang terdampak Banjir Rob di Pulau Moi, Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan, Jumat (20/1).
"Tinggi gelombang mulai hari ini sudah mulai menunjukan peningkatan di perairan utara Biak. Dari hasil pantauan memang ketinggian gelombang ini sudah mencapai 1,5 meter sampai 2 meter,” terangnya.
-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan surat edaran yang berisi peringatan adanya potensi banjir pesisir atau rob di Jayapura akibat adanya fenomena super new moon atau fase bulan baru pada 21 Januari 2023, hari ini.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua meminta warga untuk siaga dan waspada seiring dengan informasi adanya potensi kenaikan tinggi gelombang dan permukaan laut di wilayah perairan Utara Papua.
Prakirawan Stasiun Maritim Jayapura, Dian Lestari Rahanra menerangkan, hal tersebut menyusul adanya fenomena super new moon atau fase bulan baru. “Fenomena ini terjadi pada 21 Januari, namun dari pantauan kenaikan tinggi muka laut terjadi mulai 20 Januari hingga 23 Januari,” ucap Dian, Rabu (18/1) kemarin.
Sebuah Speedboat yang mengangkut 14 orang penumpang mengalami kecelakaan di perairan Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Sabtu (7/1) malam. Speedboat ini berangkat dengan membawa 14 orang dimana 7 diantaranya anggota Koramil Barapasi Kodim 1709-05/YAWA.
Dengan kondisi yang sangat terbuka dan terbilang sangat rendah, kawasan sepanjang Holtekamp disebut memiliki dampak yang paling rentan jika terjadi air pasang pasca gempa. Beberapa hari terakhir warga memang diimbau untuk lebih waspada menyusul seringnya guncangan gempa.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua ingatkan masyarakat yang berada di wilayah Selatan Papua dan Utara Papua harus siaga soal potensi badai.
Tempat wisata di wilayah hukum Polresta Jayapura menjadi atensi bagi Polairud Polresta Jayapura kota untuk melakukan Patroli. Hal ini mengingat seringnya lakalaut di lokasi tersebut.
Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura Hendro Nugroho, ST, M. Si mengungkapkan bahwa gempat tektonik M 4,0 yang dirasakan di Kota Jayapura ini, tidak berpotensi terjadi tsunami.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. AM Kamal menyebutkan, empat orang tim Humas Kemensos RI tersebut sempat hilang kontak saat dalam perjalanan menggunakan speedboat dari Kampung Kamur menuju Distrik Agats.
"Pada periode musim hujan, peluang-peluang kejadian hujan sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi, namun secara klimatologis, puncak musim hujan sudah terlewati pada bulan Januari 2022, sehingga frekuensi kejadian hujan akan menurun secara bertahap hingga memasuki musim kemarau. Informasi awal musim kemarau tahun 2022 akan dirilis BMKG dalam waktu dekat," ungkapnya, Rabu (16/3) kemarin.
Kepala BPBD Provinsi Papua, Willem Manderi menjelaskan, di Papua kondisi cuaca di Papua tidak bisa dipastikan dan sering kali berubah-ubah sehingga masyarakat diminta lebih waspada dan memperhatikan infomasi cuaca yang ada.
Ia awalnya ingin menyelamatkan seorang rekannya bernama Roccipi Prawar namun justru tergulung ombak. Hingga tadi malam, korban Andika masih dalam pencarian sedangkan rekannya berhasil diselamatkan dan langsung dilarikan ke RUD Jayapura untuk dilakukan penanganan medis.
Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa, BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Romsumbre, S.Si., mengatakan, data iklim menunjukkan puncak musim hujan umumnya terjadi pada bulan Januari, Februari dan Maret setiap tahunnya. Musim hujan kali ini pun terjadi bersamaan dengan aktifnya fenomena iklim global La Nina. Fenomena iklim global La Nina yang berdampak pada meningkatnya curah hujan di wilayah Indonesia.
Sejumlah kapal semang nelayan yang ada di sekitar Lampu Satu sampai Bina Loka, Kelurahan Samkai Merauke rusak akibat diterjang ombak tinggi pada Rabu (29/12).
Musibah kecelakaan dialami rombongan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke yang melakukan perjalanan dinas ke Distrik Okaba, Kabupaten Merauke
Publik Papua sempat dibuat kaget, ketika berita tentang hilangnya Filep Karma, tersebar dengan cepat di media social, Senin (13/12) pagi. Terlebih, tokoh poltik Papua itu dikabarkan hilang di laut.
Sekda Kabupaten Jayapura, Hanna Hikoyabi meminta kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Jayapura agar tetap mewaspadai adanya cuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini.
Untuk kesekian kalinya, pohon palem yang ditanam di media jalan sepanjang jalan Brawijaya sampai jalan Taman Makam Pahlawan Merauke dalam rangka penghijuan ditebang.
Tingginya Gelombang Air Laut sejak tiga hari lalu membuat masyarakat yang tinggal di daerah pesisir pantai was-was, pasalnya gelombang air laut sudah sampai naik ke daratan.