- Advertisement -spot_img

TAG

CUACA

Hujan Intensitas Tinggi Masih Berpotensi Terjadi 

  "Untuk Papua sepekan kedepan, secara umum diperkirakan berawan hingga hujan ringan. Namun, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai Guntur dan angin kencang diprakirakan terjadi di beberapa wilay

BMKG: Waspada Bencana Hidrometologis!

  Menurutnya, perkiraan cuaca ini akan menjangkau beberapa daerah diantaranya, Kabupaten Merauke, Semangga, Kabupaten Mamberamo Raya: Rufaer, Mamberamo Tengah Timur, Kota Jayapura  dan sekitarnya. Namun tidak menutup kem

Masyarakat Diimbau Tetap Waspada Perubahan Cuaca

  Hal ini mengakibatkan sejumlah kejadian banjir di beberapa wilayah di Provinsi Papua, seperti di Kabupaten Kepulauan Yapen terus terjadi. Kondisi ini disebabkan oleh dua faktor yakni atmosferik dan klimatologis yang sa

Ada Potensi Hujan Lebat, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

   Meskipun demikian, kata Ezri, curah hujan di Kota Jayapura tetap dipengaruhi oleh aktivitas angin monsun baratan, yang membawa massa udara lembap ke wilayah Indonesia dari arah barat, sehingga curah hujan di Kota Jaya

Waspadai Perubahan Cuaca yang Signifikan

Meskipun demikian, curah hujan di Jayapura tetap dipengaruhi oleh aktivitas angin monsun, khususnya monsun baratan, yang membawa massa udara lembap ke wilayah Indonesia dari arah barat. Ketika monsun baratan aktif, curah

Waspada Cuaca Ekstrim Dalam Seminggu

Menurut Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik BMKG Wilayah V Jayapura Ezri Ronsumbre, menyampaikan bahwa sepekan kedepan dibeberapa wilayah Papua diprakirakan akan didominasi curah hujan dengan kategori Rendah hingga Ting

Ancam Keselamatan Pengguna Jalan, Berharap Rutin Dilakukan Pembersihan

Genangan air yang di ring road, yang biasanya hanya di dekat pintu keluar pertigaan Hamadi, beberapa waktu terakhir ini, bertambah di beberapa titik. Genangan air ini terjadi, selain karena posisi badan jalan yang lebih

Jayapura Dikepung Banjir

Masalah banjir ini merupakan suatu persoalan yang dihadapi setiap tahun di Kota Jayapura. Sudah beberapa kali ganti pemimpin, namun seakan-akan persoalan tersebut tidak kunjung ada solusinya. Wali Kota Jayapura, Abisai R

Hujan Deras Berturut-turut, Sejumlah Wilayah Banjir dan Longsor

   Dengan kondisi infrastrukturnya seperti itu Pasar Tradisional Youtefa ini seolah luput dari perhatian Pemerintah Kota Jayapura. Padahal Pasar Tradisional Youtefa salah satu penopang ekonomi warga Kota Jayapura yang te

Potensi Cuaca Estrem, Warga Diminta Waspada 

   Berdasarkan prediksi BMKG Jayapura, Pada periode 27 – 29 Maret 2025, Papua secara umum diperkirakan cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan badai guntur diprediksi terjadi di beberapa wilayah, antara lain Kota/Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, Kepulauan Yapen, Waropen, dan Mamberamo Raya.

Intensitas Hujan Masih Cukup Tinggi di Biak

Kepala Stasiun BMKG Biak, Djoko Sumardiono, mengatakan bahwa dalam beberapa hari ke depan, masih akan terjadi puncak musim penghujan yang bertransisi menuju musim kemarau. "Tingginya intensitas hujan dan gelombang laut di perairan utara Papua cukup tinggi," ungkap Djoko Sumardiono.

Merauke Kini Masuk Masa Peralihan dari  Hujan ke Musim Panas

Dimana musim panas atau kemarau ini diperkirakan akan mulai pada bulan Juni dan puncaknya sekitar bulan Agustus mendatang. Namun lanjutnya, musim kemarau tahun ini  diperkirakan lebih pendek dibandingkan dengan musim hujan, namun masih  dalam kategori normal.

Sepekan Kedepan Berpotensi Hujan Lebat 

   "Dari hasil monitoring musim hujan di wilayah Papua yang berada dalam zona musim saat ini masih berada pada periode puncak musim penghujan. Beberapa daerah yang mengalami kondisi ini antara lain Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom bagian selatan," jelas Ezri ketika ketika dihubungi Cenderawasih Pos.

Biaya Pendakian Bisa Lebih Rp 100 Juta, “Serangan” Kerap Muncul Tanpa Diduga

Cartenz berbeda dengan pegunungan lain yang ada di Indonesia.  Apalagi jika hanya bermodal tekad menaklukkan seven summit. Bahkan pendaki handal sekalipun paling tidak  harus melakukan persiapan paling tidak 5 hingga 6 bulan. Fisik harus dipastikan matang. Pendakian ke Puncak Cartenz bukanlah hal yang mudah. Tantangan yang dihadapi pendaki sangat berat, terutama karena cuaca di puncak yang sangat tidak menentu.

Hujan Lebat Masih Berpeluang Terjadi

Kondisi ini terang Ezri, umumnya berdampak pada peningkatan curah hujan. Seperti diketahui gangguan gelombang Rossby yang terpantau aktif di PNG akan masuk ke bagian wilayah Papua pada awal Maret yang dapat meningkatkan intensitas hujan. Selain itu, suhu muka laut yang hangat di sekitar Samudera Pasifik bagian utara turut mendukung pembentukan awan hujan.

BPBD Imbauan Masyarakat Waspada Terhadap Kondisi Cuaca

"Artinya setiap masyarakat harus waspada, khusus bagi warga yang tinggal diareah-areah rawan banjir, longsor bahkan dibawah pohon-pohon besar, agar lebih berhati-hati," terangnya kepada Cenderawasih Pos, belum lama ini.

Cuaca Ekstrem Berlanjut, Masyarakat Diimbau Waspada

   Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menjelaskan curah hujan tertakar sebesar 213 mm/hari kondisi itu termasuk kategori hujan ekstrem sementara di Sentani Kabupaten Jayapura mencatat sebesar 100,4 mm/hari, dimana hal ini masuk kategori hujan ekstrem.

Cuaca Ekstrem Mengintai Biak Numfor

“Saat ini kita mengalami puncak musim hujan. Selain itu, ada gangguan cuaca regional yang dikenal sebagai Madden-Julian Oscillation (MGO) yang sedang aktif di wilayah Indonesia, khususnya bagian timur Papua,” ujar Ari Sofyan.

Waspada, Jayapura Dalam Puncak Musim Penghujan

Banjir pun menggenangi ruas-ruas jalan protokol dan komplek perumahan warga. Seperti yang terjadi di Jalur menuju kantor walikota atau di pintu keluar terminal lama Entrop, di PTC, CV Thomas, Komplek SMA 4 dan di wilayah Abepura terjadi genangan setinggi 20-30 cm yang mengganggu arus lalu lintas.

Waspada, Angin dan Tinggi Gelombang  Tinggi

   Untuk mengurangi terjadinya hal yang tidak diinginkan di Laut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Dok II Jayapura telah Mengeluarkan peringatan terkait Gelombang tinggi yang akan terjadi di Samudera Pasifik utara Papua.

Puncak Musim Penghujan Hingga Maret

  Ezri menjelaskan saat ini, fenomena global La Niña dengan intensitas lemah masih aktif, yang umumnya berdampak pada peningkatan curah hujan. Selain itu, suhu muka laut yang cenderung lebih hangat di sekitar Samudera Pasifik bagian barat yang mendukung pembentukan awan hujan.

BMKG Keluarkan Kewaspadaan Hadapi Cuaca Ekstrem   

  Kepala  Stasiun Meteorologi Kelas III Mopah Merauke Okto Firdaus Fairi Rianto, ST, dalam press releasenya yang diterima media ini mengungkapkan, kewaspadaan dini  terkait dengan cuaca ekstrem ini  terkait dengan terpantaunya adanya gangguan atmosfir yang menyebabkan terjadinya peningkatan cuaca ekstrem di beberapa wilayah Provinsi Papua Selatan  dan sekitarnya yang berlangsung 18-25 Januari 2025.

BMKG: Waspada, Perubahan Cuaca Mendadak!

   Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik, BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre, mengakui bahwa kondisi cuaca tidak menentu curah hujan di Kota Jayapura dan sekitarnya, pada awal hingga pertengahan Januari 2025 ini memang cenderung lebih rendah dibandingkan rata-ratanya.

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Satlantas Biak Numfor Siap Kawal Perayaan Akhir Tahun

IPTU Adhitya Dikav, SIK, selaku Kasat Lantas Polres Biak Numfor, menegaskan bahwa pihaknya telah turun langsung ke lapangan selama pelaksanaan Operasi Lilin Cartenz 2024, dalam berbagai situasi terutama menjaga kamtibmas saat Ibadah Natal.

Awas! Potensi Terjadi Gelombang Tinggi 

 Untuk mengurangi terjadinya kecelakaan di laut (laka laut) bagi  para Nelayan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Dok II Jayapura telah mengeluarkan peringatan terkait Gelombang tinggi yang akan terjadi di Samudera Pasifik utara Papua.

Cuaca Buruk, Waspada Banjir dan Longsor!

   Dia meminta masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan di daerah-daerah yang berpotensi banjir dan tanah longsor supaya berjaga-jaga dan perlu melihat kondisi dan situasi yang terjadi terutama pada saat terjadinya hujan. Selain itu dirinya juga mengingatkan masyarakat di Kota Jayapura supaya tertib membuang sampah terutama sampah-sampah plastik.

Waspada, BPBD Minta Warga Cermati Cuaca Ekstrem

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jayapura Jan Willem Rumere di Sentani, Rabu, mengatakan cuaca di Papua khususnya Jayapura selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu. “Ini semalaman (17-18/12) 2024 terjadi hujan merata di Jayapura dan disertai angin, sehingga kami ingatkan warga untuk lebih waspada,” katanya.

Waspada, Akan Ada Cuaca Ekstrim di Papua

Menangapi informasi tersebut Polsek Jayapura Utara dipimpin oleh Iptu Ronde Mangelo beserta tujuh orang anggotanya langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Akibat dari peristiwa ini diperkirakan kerugian material mencapai Rp 300 juta. Tingginya curah hujan di wilayah Papua pada umumnya terutama kota/kabupaten Jayapura saat ini membuat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah V Jayapura mengeluarkan peringatan dan himbauan.

Pj Wali Kota: Curah HujanTinggi, Waspada Banjir!

  "Saat ini curah hujan cukup tinggi di Kota Jayapura, sehingga mengakibatkan pohon tumbang di beberapa ruas jalan, sehingga kami mengimbau masyarakat tetap waspada terutama di daerah-daerah yang rawan," kata Penjabat Wali Kota Jayapura Christian Sohilait di Jayapura, Rabu.

PLN Gerak Cepat Pulihkan Suplai Listrik Pasca Cuaca Ekstrem

   General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Rizky Mochamad menjelaskan pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk memulihkan sistem kelistrikan di Jayapura dan sekitarnya. Sebanyak 131 gardu distribusi terdampak berhasil dipulihkan dengan menerjunkan puluhan personel di lapangan.

Cuaca Ekstrem Diperkirakan Mulai Januari

  Berdasarkan hasil monitoring BMKG wilayah Papua yang berada dalam zona musim saat ini, akan memasuki musim penghujan. Beberapa wilayah yang termasuk dalam zona musim antara lain Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom bagian Selatan. Sementara itu, wilayah lainnya di Papua yang berada di luar zona musim memiliki curah hujan turun secara merata sepanjang tahun.

Papua Sedang Menghadapi Krisis Iklim

Chalid mengatakan papua memang tengah bermasalah dengan ketahanan pangan dan sumber daya alam, akan tetapi persoalan ini baiknya tidak mengorbankan banyak hal terutama perusalan lingkungan sebab itu akan berdampak pada kehidupan masyarakat dalam jangka waktu yang cukup lama.

2024 Diprediksi Jadi Tahun Terpanas dalam Sejarah

Cuaca ekstrem juga semakin sering terjadi. Banjir besar di Eropa, termasuk Spanyol, menewaskan lebih dari 200 orang dan menghancurkan desa-desa, mencerminkan dampak nyata dari pemanasan global.

Satu Pekan Ke Depan, Mimika Bakal Dilanda Cuaca Ekstrem

“Untuk prospek cuaca sepekan mulai tanggal 11 hingga tanggal 17 November 2024 khususnya untuk Papua Tengah pada umumnya berawan hingga hujan ringan. Namun ada potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir,” kata Reza sapaan akrabnya.

Waspada Angin Monsun Asia, Wilayah Papua Berpotensi Hujan Lebat

Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre menjelaskan bahwa berdasarkan monitoring dinamika atmosfer terkini, terpantau tidak ada gangguan pola regional yang cukup signifikan hanya saja suhu muka laut Utara Papua cukup hangat sehingga berkontribusi suplai uap air membentuk awan hujan.

Curah Hujan Meningkat, BPBD Selalu Siaga Bencana

   Selain itu BPBD Kota Jayapura juga sudah menyediakan saluran call center yang bisa dihubungi setiap waktu, apabila terjadi hal-hal yang berhubungan dengan kebencanaan. Selain itu, pihaknya juga selalu mengingatkan masyarakat terutama melalui informasi perkiraan cuaca yang terjadi di setiap waktu.

BPBD: Musim Hujan, Jangan Tebang Pohon!

   Menurut Melianus, pemerintah gencar melakukan penanaman, dan masyarakat harus menjaganya untuk mencegah banjir dan tanah longsor, karena akar pohon yang kuat dapat menyerap air hujan.

BMKG Ingatkan Waspada Suhu Panas Mencapai 38,4 Derajat Celsius

Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Fenomena Khusus BMKG Miming mengatakan, kondisi suhu panas maksimum lebih dari 37,0 - 37,8 derajat Celsius terdeteksi menerpa wilayah Majalengka di Jawa Barat, Semarang di Jawa Tengah, hingga Bima di Nusa Tenggara Barat, yang sudah berlangsung 24 jam terakhir.

Gelombang Tinggi, Nelayan Ragu-ragu Melaut

  Menanggapi peringatan BMKG tersebut, salah satu nelayan di Hamadi, La Ode (30), mengaku  bahwa kondisi gelombang tinggi tersebut memang sudah terjadi beberapa pekan terakhir. Namun para nelayan masih tetap melaut, sesuai dengan batas yang telah ditentukan, yakni hanya 15 Km dari tepi pantai jika kondisi tidak memungkinkan.

Potensi Hujan Masih Terjadi, Masyarakat Diimbau Waspada

  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah V Jayapura memperkirakan kondisi ini akan terjadi hingga satu pekan ke depan. Untuk itu masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi longsor di daerah lereng atau perbukitan.

BMKG Peringatkan Adanya Gelombang Tinggi

  "Berdasarkan informasi terkini, Siklon Tropis Trami terpantau berada di Perairan timur laut Filipina, yang menyebabkan terbentuknya wilayah konvergensi di Samudra Pasifik Barat yaitu di wilayah Perairan Utara Indonesia," jelas Heri.

Cuaca Panas, Waspada Potensi Kebakaran!

“Kami selalu memberikan imbauan kepada masyarakat terutama dengan cuaca yang ada saat ini, kita diharapkan selalu menjaga, kalau kita bersih-bersih lingkungan,  kebun, sampah, kalau api masih menyala jaga dulu jangkauannya," katanya.

Efek Gerak Semu Matahari, Picu Cuaca Panas

   Hal itu juga disebabkan karena minimnya tutupan awan serta cuaca cerah memaksimalkan radiasi matahari yang masuk ke permukaan bumi, yang menyebabkan suhu udara meningkat.

BMKG Peringatkan Potensi Penurunan Curah Hujan Tanpa Mitigasi Iklim

Dia menjelaskan berdasar permodelan iklim Representative Concentration Pathways (RCP) 8,5 tanpa upaya mitigasi atau business as usual memperlihatkan saat musim kering. Atau sekitar periode Juni, Juli, dan Agustus, hampir seluruh wilayah Indonesia mengalami penurunan curah hujan kumulatif secara signifikan, dalam perbandingan dengan periode historis 1976-2005.

Dampak Perubahan Cuaca,  Dinkes Imbau Masyarakat Jaga Kesehatan

Oleh karena itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Edward Sihotang mengimbau, kepada masyarakat Kabupaten Jayapura dalam menghadapi perubahan cuaca tetap menjaga kesehatan dengan cara berperilaku hidup bersih dan sehat, menjaga pola makan yang bergizi dan tetap rajin berolahraga.

Sering Hujan, Masyarakat  Diminta Waspada  dan Hati-hati

Dijelaskan, bagi para nelayan yang sering mencari ikan di laut dan tinggal di pesisir pantai seperti di Daerah Demta dan Depapre,  diharapkan tetap selalu memantau kondisi gelombang air laut. Jika memang kondisi tidak bagus,  jangan memaksakan diri karena ini menyangkut keselamatan para nelayan.

Angin Kencang, Nelayan Diingatkan Waspada Gelombang Tinggi 

‘’Untuk   kapal-kapal nelayan untuk selalu waspada di bagian wilayah Timur hingga sebagian wilayah Timika. Untuk pengaruhnya karena karateristik musim kemaru ini anginnya dari Australia  atau angin Timur sehingga angin kencang menyebakan  gelombang tingig sebagian di Merauke,’’ katanya.

Antisipasi Bencana Kelaparan, Papua Tengah Kini Punya Gudang Logistik

Sehingga, warga mengalami gagal panen. Akibatnya, bencana kelaparan pun tak terelakkan.  Terdapat dua gudang logistik yang dibangun pemerintah. Yakni, Gudang Logistik Distrik Sinak, dan Gudang Logistik Distrik Agandugume, di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah. 

Tingginya Gelombang Karena Faktor Kecepatan Angin

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Jayapura, Heri Purnomo, S.Si, pada, Selasa (6/8) menyampaikan bahwa penyebab gelombang tinggi, terjadi karena kecepatan angin yang terjadi di wilayah perairan utara Jayapura itu mencapai 16 - 20 knot, yang menyebabkan pergerakan arus dan gelombang.

Perhatikan Larangan dan Kondisi Cuaca, Agar Kecelakaan Laut bisa Diminimalisir

Kecelakaan kapal masih mewarnai pelayaran di Kabupaten Merauke. Berdasarkan catatan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke,  selama 6 bulan terakhir terhitung sejak Januari-Juni  2024, tercatat 10  laporan yang diterima oleh Kantor SAR Merauke.

Gubernur Papua minta OPD Teknis Tingkatkan Kemampuan Pengelolaan TMC 

Menurut Ridwan, apalagi TMC hadir sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya bencana hidrometeorologi yang mana hampir seluruh wilayah di Papua berpotensi terjadi peristiwa tersebut.

Pencarian Kapal LCT Cita XX Jalur Udara Terkendala Cuaca

   Direncanakan, pesawat Boeing 737-200 Surveillance milik TNI AU akan melakukan penyisiran sejauh perairan Timika, Asmat dan Dobo dengan jangkauan pencarian yang lebih luas menggunakan kamera pesawat.

Nelayan di Pesisir Mimika Diminta Waspada Cuaca Buruk 

Wayan meminta agar para nelayan tidak memaksakan diri untuk pergi melaut saat cuaca memburuk. Hal ini dilakukan agar mengantisipasi hal-hal yanh tidak diinginkan.  “Memang hanya ramalan tapi bisa saja terjadi dan tidak,” kata Wayan.

Perubahan Cuaca, Masyarakat Diminta Waspada

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura Jan W. Rumere mengatakan, perubahan cuaca bisa terjadi kapan saja di Kabupaten Jayapura,  terlebih jika terjadi hujan lebat. Oleh karena itu, diimbau kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana longsor dan banjir,  diharapkan tetap waspada dan hati hati, jangan mengabaikan keselamatan diri.

Penjelasan BMKG soal Cuaca Dingin di Indonesia Akhir-akhir ini

Diketahui bahwa fenomena Aphelion adalah ketika jarak bumi dengan matahari dalam titik terjauh saat periode revolusi atau Aphelion. Namun, hal itu tak otomatis membuat suhu menjadi lebih dingin. 

BMKG: Waspadi Suhu Panas Maksimum 34 Derajat Celcius

Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Fenomena Khusus BMKG Miming di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa kondisi suhu panas maksimum lebih dari 34,1 derajat Celcius juga terdeteksi menerpa wilayah Sentani, Jayapura, Papua, yang sudah berlangsung sejak 24 jam terakhir.

Peralihan Musim, Masyarakat Diminta Waspadai Penyebaran DBD

Dia mengatakan, penyakit-penyakit yang biasanya muncul pada saat peralihan musim seperti malaria demam berdarah infeksi pernapasan atas atau ISPA juga diare.  Penyakit-penyakit ini yang seringkali dianggap perawan dan sering dialami oleh masyarakat. 

Berpotensi Hujan Lebat, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

Yustus menyampaikan hal lain yang perlu diantisipasi bahwa menjelang pergantian musim hujan ke musim kemarau, akan terjadi transisi musim yang ditandai dengan hujan lebat namun disertai angin kencang dengan durasi singkat.

BMKG Prakirakan Jawa hingga Papua Masuki Kemarau pada 28 Juni hingga 4 Juli

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah setempat untuk tidak membakar sampah ataupun membuang puntung pada tempatnya untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi kekeringan meteorologis yang merupakan kondisi anomali iklim dalam bentuk berkurangnya curah hujan dalam jangka waktu bulanan, musiman, bahkan durasi waktu yang panjang.

Bakau Tak Hanya Bicara Iklim Namun Juga Ketahanan Pangan

“Kami juga berharap semoga anomali cuaca di Indonesia tidak terlalu memberi ekses negative dengan adanya perubahan iklim ini. Kelangkaan pangan itu menjadi bahaya tersendiri apalagi tidak dipersiapkan mitigasinya,” beber Sugandi.

Di Mina, Tenda Sesak-AC Mati di Suhu 47 Derajat Celsius

Selain imbauan tidak melaksanakan lempar jumrah pada siang-sore hari, otoritas setempat menerapkan sistem buka tutup. Tujuannya, mengatur pergerakan jemaah dari tenda pemondokan di Mina menuju jamarat (tempat pelaksanaan lempar jumrah).

BMKG: 14 Hari Kedepan Cuaca Cerah dan Berawan

Hasil analisis dinamika atmosfer menunjukkan kondisi atmosfer yang cukup basah dengan ketersediaan uap air yang cukup tinggi pada lapisan 850 mb, 700 mb dan 500 mb akibat adanya gangguan pola angin di wilayah utara Papua disertai dengan adanya aktivitas gelombang atmosfer Rossby equator.

Masih Berpotensi Terjadi Hujan    

  Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik, BMKG, Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre menyampaikan curah hujan selama 24 jam ke depan tercatat menunjukkan menunjukkan curah hujan di Kota Jayapura sebesar 18 mb air yang cukup tinggi pada lapisan 850 mb, 700 mb dan 500 mb. Kelembaban atmosfer yang tinggi menunjukkan ketersediaan uap air yang banyak di atmosfer sebagai pembentuk awan-awan hujan.

Jayapura Perlu Miliki Kolam Retensi

“Saya pikir kolam itu perlu dibuatkan, jadi ketika hujan deras maka air akan ditampung di situ kemudian secara perlahan – lahan dialiri di jalur pembuangan atau drainase,” beber Yehuda pekan kemarin.

Sering Hujan, BPBD Ingatkan Warga Hati-hati dan Waspada

Warga juga diminta selalu menjaga kebersihan lingkungan, dengan membersihkan drainase yang tersumbat. Jangan mengotori sungai dengan sampah serta jangan menebang pohon sembarangan.

Setelah Hujan Deras, Diprediksi Cuaca Cerah Berawan

   Ezri menjelaskan kondisi itu terjadi disebabkan karena saat ini ada gangguan atmosfer yakni adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang low equator. Dijelaskannya setelah hari ini, Jumat (10/5) umumnya kondisi cuaca dominan cerah berawan dan biasanya hanya potensi hujan pada skala lokal, hal itu diakibat karena pemanasan yang intensif terjadi pada siang hari.

Wapres Ingatkan Antisipasi Cuaca Panas

’’Jadi sangat panas,’’ katanya. Suhu di Makkah yang bisa mencapai 50 derajat Celsius itu, sangat jauh di atas rata-rata suhu di Indonesia. Sebagai perbandingan, saat ini rata-rata suhu maksimal di Surabaya hanya 32 derajat Celcius. Sedangkan di Jakarta, rata-rata suhu tertingginya bisa menyentuh angka 33 derajat Celcius.

Polda Ingatkan Dampak Perubahan Cuaca

    Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo menegaskan bahwa BMKG telah mengeluarkan perkiraan cuaca tersebut dan berpotensi akan berdampak di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Provinsi Papua terlebih di bagian utara maupun selatan.     

Timika Dilanda Hujan Lebat Senin Pagi, Sempat Berkabut 

Kondisi ini menyebabkan sejumlah ruas jalan tergenang air. Sejumlah pengendara sepeda motor pun terpaksa harus menghentikan perjalanan akibat hujan yang lebat dan jalanan yang dipenuhi kabut. 

Panas Terik Belakangan Ini karena Gelombang Panas? Ini Penjelasan BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa meskipun cuaca di Indonesia sejak beberapa waktu lalu cukup panas, tetapi tidak ada indikasi gelombang panas menerjang.

Warga Diminta Berhati-Hati Berwisata di Pantai

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo menjelaskan bahwa imbauan tersebut ditujukan kepada warga yang sedang menikmati liburan khususnya  di pinggiran pantai.

Soal Potensi Bencana, Walikota Minta Waspada

   Karena itu, dia meminta masyarakat di Kota Jayapura untuk memperhatikan kebersihan lingkungannya terutama dari sampah-sampah yang memenuhi saluran air di kawasan pemukiman masing-masing.

Entrop dan Pasar Youtefa Selalu Babak Belur Karena Banjir

Dia menyebut sejumlah wilayah yang terkena dampak bencana banjir di Japsel itu, mulai dari SMA 4 kota Jayapura,  Wilayah PTC Entrop,  Hamadi Rawa, Argapura Bawa, Hamadi  Angkatan Laut. Kemudian di Entrop juga terjadi Pohon tumbang dan menimpa satu unit mobil.

Hujan Deras, Daerah Rawan Banjir Kembali Tergenang 

    Banyak kendaraan warga yang terpaksa dipindahkan ke lokasi yang lebih tinggi dan warga sibuk mengemas  pakaian maupun perabot rumah tangga dan peralatan listrik. Ada juga rumah warga yang sudah kemasukan air akhirnya langsung  dikuras dengan menggunakan ember atau gayung.

Penanganan Pantai Holtekamp Sifatnya Segera

Salah satu akademisi Uncen, Yehuda Hamokwarong, SPd, M.Sc dari Program Studi Pendidikan Geografi menyampaikan bahwa abrasi terjadi tak lepas dari kondisi perubahan iklim dimana saat ini ketinggian air laut terlihat lebih tinggi.

Cuaca Membaik, Pengungsi Banjir Rob Dipulangkan 

Bupati Merauke Drs. Romanus Mbaraka, MT, kepada wartawan mengungkapkan, pemulangan pengungsi ini dilakukan setelah mendapatkan laporan dari BMKG terkait dengan kondisi cuaca pada Senin (18/03/2024) dimana air pasang laut mulai turun tidak setinggi dengan beberapa hari sebelumnya.

Hujan Deras, Tiga Perumahan di Sentani Terendam

Jika melihat dari lima tahun belakangan kejadian banjir bandang di Sentani terjadai pada Sabtu malam 16 Maret 2019 nyaris sama dengan kejadian malam kemarin, hanya tak ada longsor, dan tak ada korban jiwa.

Untuk Sementara Jangan Dulu Berenang di Pantai Holtekamp

“Bukan kami melarang tapi kami mengimbau agar untuk sementara jangan berenang dulu di Holtekamp. Kondisi ombaknya belum kondusif untuk digunakan berenang,” jelas Jafar di ruang kerjanya belum lama ini.

Jembatan Ndalir Tersapuh Air Pasang, Jalur Darat Merauke-Naukenjerai Putus 

   Kapolsek Onggaya Iptu Simson J Sitanggang saat dihubungi media ini  membenarkan kejadian tersebut. Menurut Simson Sitanggang bahwa jembatan  tersebut sebenarnya sudah lama rusak akibat terkikis dengan abrasi. Selama ini, jembatan sudah miring. Tahun lalu dengan  kerja sama dari distrik, masyarakat, Polsek dan TNI memperbaiki jembatan tersebut motor bisa lewat.

Intensitas Hujan Bulan Maret Tergolong Normal

adan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jayapura menyebut, intensitas hujan yang terjadi selama bulan Maret belakangan ini masih tergolong normal. Karena puncak musim hujan di wilayah Kota Jayapura, yaitu di Januari sampai Februari dan itu ditandai dengan intensitas hujan lebat yang cukup tinggi pada periode bulan tersebut.

Air Pasang Tinggi, Nelayan Pantai Lampu Satu Disibukkan Jaga Kapal 

Air pasang yang cukup tinggi disertai angin yang cukup kencang yang terjadi sejak Sabtu 09 Maret 2024 lalu membuat warga yang tinggal di sekitar persisir pantai khususnya di sekitar Pantai Lampu Satu Merauke dibuat was-was.

Potensi Hujan Lebat hingga 14 Maret

Salah satu yang nampak parah karena dampak cuaca ekstrem adalah Sumatera Barat. Beberapa titik di wilayah tersebut mengalami banjir dan longsor. Kabupaten yang terdampak adalah Pasaman, Agam, Pasaman Barat, Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, Solok, Pesisir Selatan, hingga Kepulauan Mentawai terdampak. Selain itu bencana hidrometrologi juga terjadi di Kota Solok dan Kota Padang. 

Melaut dan Berwisata Harus Perhatikan Cuaca

   Karena itu Kepala BPBD Kota Jayapura, Asep Khalid mengaku pihaknya masih terus melakukan pemantauan dan pengawasan terkait dengan kondisi cuaca di lapangan, termasuk melakukan upaya-upaya preventif terhadap sebuah kecelakaan di wilayah pesisir. 

Pantai Ciberi Terancam Hilang

Ini  tak lepas dari proses abrasi yang terus terjadi beberapa tahun terakhir. Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan  Hidup Provinsi Papua, Jan Ormuserai menyampaikan bahwa peluang Pantai Ciberi untuk terus terkikis abrasi dan akhirnya hilang sangat mungkin terjadi.

Korban Tenggelam di Pantai Holtekamp  Punya Lima Anak

Walaupun sudah satu hari lebih korban belum ditemukan, Saiful mengharapkan korban bisa ketemu dalam keadaan selamat.  "Mengingat korban sudah berkeluarga dan punya anak saya harapkan korban ditemukan dalam keadaan selamat, " kata Saiful.

Curah Hujan Menurun, Waspadai Ketersediaan Sumber Air

 Menurutnya, wilayah yang terpengaruh oleh El Nino cenderung mengalami pengurangan curah hujan yang berpotensi mempengaruhi ketersediaan air. Perlu diketahui El Nino adalah fenomena yang memberikan dampak dampak terhadap pengurangan curah hujan di wilayah Indonesia termasuk Kota Jayapura dan sekitarnya. Fenomena El Nino diprediksi berlangsung hingga akhir 2024.

Potensi Gelombang Tinggi Masih Akan Terjadi

Dikatakan, Di perairan Jayapura sendiri mulai dari bulan Desember sampai di bulan Februari itu kondisi gelombang itu memang masih signifikan karena,  angin monsunal dari Asia. Namun  kalau berdasarkan pantauan  saat ini, mengalami peningkatan  karena ada percepatan angin di perairan utara Papua, karena terdapat wilayah tekanan rendah di perairan kepulauan Salomon.

KPU Papua Khawatir Distribusi Logistik Pemilu Terkendala Cuaca

Mantan wartawan ini mengatakan pihaknya juga merasa khawatir jika saat pencoblosan pada 14 Februari 2024 terjadi hujan sehingga warga yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS) menjadi sangat berkurang.

Pangdam Ingatkan Potensi Bencana dan Perubahan Iklim

  Kegiatan ini diikuti sebanyak 330 siswa dari 5 SMK/SMA di Kota dan Kabupaten Jayapura dengan tujuan untuk memberikan pengalaman dan menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin serta kepedulian tentang melestarikan lingkungan dan alam sekitar.

Curah Hujan Meningkat, Waspadai ISPA dan Diare 

  Karena itu, pihaknya meminta seluruh masyarakat di Kota Jayapura untuk waspada terkait penyebaran penyakit tersebut, terutama pada saat musim penghujan tiba.  Meski tidak disebutkan secara detail presentasi peningkatan yang sudah terjadi belakangan ini, namun dia menyebutkan kenaikan atau peningkatan jumlah kasus diare dan ISPA di Kota Jayapura belakangan ini cukup tinggi jika dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya.

Curah Hujan Tinggi, Warga Diingatkan Jaga Kebersihan

  Dia mengatakan, saat ini Kota Jayapura dan sekitarnya sudah memasuki musim penghujan. Kemudian potensi tanah longsor, banjir bahkan abrasi seperti yang  sudah terjadi di kawasan pantai wisata Holtekamp Kota Jayapura juga telah menjadi ancaman serius. Karena itu, pihaknya terus memberikan sosialisasi dan imbauan kepada warga di Kota Jayapura, supaya benar-benar memperhatikan soal ini.

El Nino pada Intensitas Sedang, Berdampak pada Pengurangan Curah Hujan

Hingga memasuki akhir bulan Januari ini, curah hujan di Kota Jayapura yang biasanya meningkat, nampaknya tidak terjadi. Anggapan bulan Januari terjadi hujan sehari-hari, nampaknya tidak begitu terasa. Dampak hujan juga belum begitu terasa, hanya genangan air di bebearpa tempat, seperti di depan BKKBN Kotaraja, yang sempat terasa setelah terjadi  hujan deras.

Para Nelayan Waspadai Cuaca yang Kurang Bersahabat

“Saya mengajak para nelayan agar selalu mencari informasi cuaca setiap saat di situs BMKG Merauke baik itu cuaca, tinggi ombak dan lain sebagainya demi menjaga keselamatan diri kita dan keluarga,” pintanya.

Bupati Minta Atensi Kepala Dinas Pertanian

‘’Seharusnya di saat sekarang ini padi sudah mulai bunting dan pada akhir bulan Februari atau awal Maret sudah mulai panen. Tapi, sekarang kalau kita lihat, sebagian lahan belum ditanami dan ada yang baru tanam,’’ kata bupati Romanus Mbaraka, baru-baru ini.

Lubang Drainase Sempit, Jalan Depan BKKBN Tergenang

Alhasil banyak kendaraan yang kesulitan untuk melintas karena jika menurunkan kaki dipastikan akan basah. Setelah dicek ternyata lubang saluran pembuangan yang masuk ke drainase sangat keci dan tidak sebanding dengan debit air.

Curah Hujan Kota Jayapura Masih Normal

  Berdasarkan kondisi dinamika atmosfer terkini, lanjut Yustus, fenomena global yaitu El Nino saat ini sedang aktif pada intensitas sedang. Kondisi ini umumnya berdampak pada pengurangan curah hujan di wilayah Indonesia termasuk wilayah Kota Jayapura dan sekitarnya.

BPBD Siagakan TRC Sampai Distrik

  "BPBD saat ini tetap melakukan imbauan kepada masyarakat melalui grup medsos BPBD,  ada di Instagram BPBD ada di Facebook BPBD ada di tik tok.  Kita juga tetap stay, tim TRC ada info pantau terus perkembangan," jelasnya.

BBMKG  Jayapura Pasang  15 Sensor Seismograf    

  Kepala Stasiun Geofisika Jayapura Herlambang Hudha, mengatakan seismograf yang terpasang itu sudah dilengkapi sistem daya dan sistem komunikasi mandiri.

Elnino Tak Lagi Berpengaruh di Papua

Disamping itu, berdasarkan pantauan kondisi dinamika atsmofer terkini saat ini, Fenomena El Nino terpantau di Indonesia dalam kondisi Moderate (sedang), yang artinya fenomena ini memberikan dampak terhadap penurunan terhadap curah hujan.

Musim Penghujan, Warga Diimbau Tetap Waspada

"Sesuai data dari BMKG bahwa musim penghujan saat ini sudah mulai terjadi sehingga saya berharap menghimbau seluruh masyarakat di kota Jayapura supaya Waspada dalam menyikapi kondisi cuaca buruk yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu, " kata Frans Pekey, Sabtu (24/12).

Latest news

- Advertisement -spot_img