Penanganan Pantai Holtekamp Sifatnya Segera

JAYAPURA-Kondisi Pantai Holtekam yang kini tengah terkikis abrasi dianggap perlu dilakukan penanganan yang sifatnya segera. Jika terus terbiar maka kondisinya dipastikan akan lebih parah.

Salah satu akademisi Uncen, Yehuda Hamokwarong, SPd, M.Sc dari Program Studi Pendidikan Geografi menyampaikan bahwa abrasi terjadi tak lepas dari kondisi perubahan iklim dimana saat ini ketinggian air laut terlihat lebih tinggi.

    Selain itu dari ketinggian air laut ditambah kondisi angin membuat ombak menghantam pinggiran lebih kencang. Ini diperparah dengan zonasi vegetasi yang perlahan – lahan hilang akibat pembangunan.

    Kata Yehuda bila zonasi vegetasi ini hilang salah satu atau sebagian, maka itu akan memicu abrasi. “Mengapa?  Itu karena sistem perakaran vegetasi itu yang menjaga kestabilan morfologi pantai,” beber Yehuda, Selasa (19/3).

Baca Juga :  STIMIK Sepuluh Nopember  Lakukan PKMS di Muara Tami

   Karena  terjadi kerusakan vegetasi maka ia tak heran muncul dampak lain yakni banyak pepohonan yang tumbang akibat kencangnya proses abrasi. Dosen yang bolak balik melakukan penelitian di lokasi ini lantas khawatir jika tak segera ditangani maka dampaknya dipastikan lebih parah.

    Ia menyebut solusinya yang bisa dilakukan ada dua cara yaitu mitigasi struktural dan campuran. “Mitigasi struktur yaitu dgn rekayasa sipil dengan membuat Jeti dengan bahan – bahan ramah lingkungan. Kedua, mitigasi campuran yaitu di setiap Jeti juga ditanam kembali beragam vegetasi akar dalam sepanjang pesisir Holtekamp,” tutupnya. (ade/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  Butuh 1 Jam Menapaki Jalan Berlumpur, Warga Tagih Janji Pemkot Bangun Jalan

JAYAPURA-Kondisi Pantai Holtekam yang kini tengah terkikis abrasi dianggap perlu dilakukan penanganan yang sifatnya segera. Jika terus terbiar maka kondisinya dipastikan akan lebih parah.

Salah satu akademisi Uncen, Yehuda Hamokwarong, SPd, M.Sc dari Program Studi Pendidikan Geografi menyampaikan bahwa abrasi terjadi tak lepas dari kondisi perubahan iklim dimana saat ini ketinggian air laut terlihat lebih tinggi.

    Selain itu dari ketinggian air laut ditambah kondisi angin membuat ombak menghantam pinggiran lebih kencang. Ini diperparah dengan zonasi vegetasi yang perlahan – lahan hilang akibat pembangunan.

    Kata Yehuda bila zonasi vegetasi ini hilang salah satu atau sebagian, maka itu akan memicu abrasi. “Mengapa?  Itu karena sistem perakaran vegetasi itu yang menjaga kestabilan morfologi pantai,” beber Yehuda, Selasa (19/3).

Baca Juga :  KPU Kota Jayapura Diminta Evaluasi DPT Japsel

   Karena  terjadi kerusakan vegetasi maka ia tak heran muncul dampak lain yakni banyak pepohonan yang tumbang akibat kencangnya proses abrasi. Dosen yang bolak balik melakukan penelitian di lokasi ini lantas khawatir jika tak segera ditangani maka dampaknya dipastikan lebih parah.

    Ia menyebut solusinya yang bisa dilakukan ada dua cara yaitu mitigasi struktural dan campuran. “Mitigasi struktur yaitu dgn rekayasa sipil dengan membuat Jeti dengan bahan – bahan ramah lingkungan. Kedua, mitigasi campuran yaitu di setiap Jeti juga ditanam kembali beragam vegetasi akar dalam sepanjang pesisir Holtekamp,” tutupnya. (ade/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  Miris, Puluhan Anak Asli Papua Tidak Sekolah

Berita Terbaru

Artikel Lainnya