Salah satu yang nampak parah karena dampak cuaca ekstrem adalah Sumatera Barat. Beberapa titik di wilayah tersebut mengalami banjir dan longsor. Kabupaten yang terdampak adalah Pasaman, Agam, Pasaman Barat, Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, Solok, Pesisir Selatan, hingga Kepulauan Mentawai terdampak. Selain itu bencana hidrometrologi juga terjadi di Kota Solok dan Kota Padang.
Dia mengatakan, saat ini Kota Jayapura dan sekitarnya sudah memasuki musim penghujan. Kemudian potensi tanah longsor, banjir bahkan abrasi seperti yang sudah terjadi di kawasan pantai wisata Holtekamp Kota Jayapura juga telah menjadi ancaman serius. Karena itu, pihaknya terus memberikan sosialisasi dan imbauan kepada warga di Kota Jayapura, supaya benar-benar memperhatikan soal ini.
Dikatakan, pengendalian jangka pendek yang harus dilakukan adalah pengerukan saluran air dari hulu pembuangan Konya, sampai ke perumahan Organda. Selain itu, pihak Kemenkes juga harus segera menyediakan pompa air, untuk mengantisipasi hujan ekstrem. Minimal satu pompa yang digunakan itu harus mempunyai kapasitas satu kubik perdetik. Sehingga ketika hujan turun, proses surutnya cepat.
Terkait dengan keluhan ini, warga dan pengendara yang dijumpai wartawan Cenderawasih Pos di sana mengaku mengeluh dan jengkel karena sudah lama permasalahan air terjadi namun tidak ada penanganan yang serius dari pemerintah.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BKMKG) Jayapura telah memprediksi puncak musim penghujan akan terjadi di bulan Februari mendatang. Namun hujan deras dan angin bisa terjadi mendekati akhir tahun ini, bahkan beberapa hari ini hujan deras juga terjadi di beberapa tempat.
Dia menjelaskan, terkait dengan kondisi cuaca saat ini yang kadang hujan dan kadang panas, kata dia merupakan hal yang rutin dan juga polanya memang seperti itu, namun kadang ada jedanya dan ada hujannya.
Menanggapi permintaan tersebut, Sekda Kabupaten Jayapura Hana S. Hikoyabi mengatakan, untuk dana banjir bandang tahun 2019 di Kabupaten Jayapura sudah dilakukan audit pada masanya Alpius Toam dan Bupatinya Mathius Awoitouw melalui Kejaksaan Tinggi Papua sampai ada pernyataan bersih.
"Dana yang kami kumpulkan di posko sebanyak Rp. 2 juta," kata Sonny Togodly Koordinator Aksi Pengalangan Dana Bencana Banjir di Kabupaten Jayawiijaya kepada Cendrawasih pos.
Pemerintah kota Jayapura melalui dinas terkait dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura pemetaan terhadap daerah-daerah yang menjadi titik rawan terjadinya bencana alam yang bisa saja berdampak buruk bagi keberlangsungan masyarakat di kota Jayapura.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jayapura Alpius Toam mengatakan, banjir atau genangan air yang saat ini masih sering terjadi di pertigaan Jalan Sosial Kemiri Sentani dekat Batalion Infanteri 751 RK Sentani, menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus di atasi bersama- sama. Pasalnya saat ini jalan semakin rusak karena sering tergenang air dan selalu macet saat banjir.
Hujan deras yang terjadi pada Minggu (8/10) malam menyebabkan halaman dan aula SD Mutiara Sion Sentani, Senin (9/10) kebanjiran sehingga peserta didik untuk kelas 1, 2, 3, 4 dan 6 diliburkan, sedangkan kelas 5 tetap masuk karena masih dalam gladi ANBK dan kelas tidak terkena dampak banjir.
Keluhan itu juga disampaikan di media sosial dan diberbagai media dan pernah ditegaskan Pj Bupati Jayapura Tri Warno Purnomo bahwa Dinas PUPR Kabupaten Jayapura harus bisa melakukan koordinasi dengan Balai Jalan Nasional maupun Pemprov Papua dan Balai Wilayah Sungai.
Namun seiring dengan padatnya pemukiman penduduk dan berkurangnya daerah resapan air hujan, tentu lama-kelamaan berpotensi terjadinya banjir di pemukiman warga, apabila system drainase tidak ditata dengan baik.
Bantuan ini sebagai wujud Sinergitas TNI - Polri yang langsung turun kelokasi untuk melihat kondisi dan keamanan warga ditengah banjir serta membantu memindahkan barang - barang warga agar terhindar dari air yang masuk ke dalam rumah terutama barang - barang elektronik, bahan makanan, atau barang lain yang beresiko rusak jika terkena air.
Alpius menjelaskan, untuk tugas Dinas PUPR Kabupaten Jayapura dalam penanganan banjir di depan Saga Kemiri dengan melakukan perbaikan drainase yang ada di kanan kiri 100 meter dari badan jalan utama.
Untuk itu, Sekda sudah perintahkan Dinas PUPR Kabupaten Jayapura bisa turun tuntaskan masalah banjir di dua titik lokasi itu. Apa kendala dan masalahnya lalu koordinasi dengan Dinas PU Papua.
Thobias mengatakan, musibah tersebut terjadi pada Jumat (25/8/2023) sekitar pukul 10.00 WIT. Banjir disebabkan meluapnya Sungai Aroanogoung. Hal ini menyebabkan kerusakan empat jembatan yang menjadi penghubung antar kampung.
Sekda Kota Jayapura, Robby Kepas Awi mengatakan dari data yang dimiliki Pemkot Jayapura, banjir tersebut terjadi di Saga Abepura, PTC Entrop, di daerah Yapis dan juga ada beberapa titik di Heram dan sekitarnya.
“Beberapa kali kejadian banjir di Kota Jayapura, ada yang curah hujannya tidak tinggi tapi air sudah meluap di jalan raya. Hal ini dikarenakan saluran di drinase atau selokan sudah tersumbat dengan sampah,” kata Kepala Balai Wilayah Sungai Papua, Nimbrot Rumaropen.
Sejumlah titik di Kota Jayapura mengalami banjir, hal ini disebabkan hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (20/7) sore. Tak hanya banjir, tumpukan sampah yang meluap dari selokan atau drinase berserakan di jalan raya.
“Kami bersyukur karena akhirnya perjalanan kami ke provinsi bisa ditemui oleh Plh Gubernur langsung. Beliau orangnya merespon sekali dan tidak neko – neko, langsung memberi jawaban,” kata Herol Mano, Kepala Kampung Imandoa mewakili tiga kepala kampung lainnya, Jumat (5/5).
Mereka juga curhat terkait penanganan bencana yang Pemkab setempat. dilakukan respon Pemda disampaikan kepada BPBD. Yang mirisnya lagi menurut salah satu anggota Bamuskam Kampung Pasir Putih, Semuel Mabuy warganya sempat diberi bantuan namun bentuknya menyedihkan.
Empat sosok tersebut adalah Kepala Kampung Iman Doa, Herold Mano, Kepala Kampung Manaini, Naftali Awanunu, Kepala Kampung Turu, Abraham Costan Barangkea, Kepala Kampung Warari, Thomas Wai dan dua tokoh masyarakat yakni Thomas Banioni S.Th dari Kelurahan Serui Jaya dan Semuel Mabuy selaku anggota Bamuskam Kampung Pasir Putih.
Hujan deras yang mengguyur Kota Jayapura pada Sabtu (29/4) pagi memberi dampak pada beberapa titik. Banyak genangan air hingga menutupi badan jalan dan ada juga wilayah yang dipenuhi dengan sampah. Yang paling terlihat adalah di Kali Acay Distrik Abepura. Disini ribuan botol sampah plastic turun dari arah jalan utama melewati kali dan terhenti di Teluk Yotefa.
Pihak BPBD akan melakukan koordinasi, kerjasama dengan stakeholder terkait dalam mencari solusi dalam penangananya untuk jangka pendek, menengah dan panjang. Ada tahapan serius penanganan yang dilakukan oleh pemerintah melalui stakeholder terkait apakah dalam melakukan penanganan infrastruktur ataupun lainnya.
Lokasi Pasar ini memang sudah menjadi langganan banjir jika turun hujan dalam intensitas yang tinggi. Namun pantuan koran ini, di Pasar Youtefa kamis kemarin hanya becek dan berlumpur, tetapi tidak "tenggelam" alias separah seperti yang terjadi selama ini.
"Kebanyakan warga tingal di kos-kosan yang rasakan dampak, sementara warga tetap ada sekitar 15 KK dengan rumah pribadi, jadi untuk kamar kos ada 20 an Kamar kos-kosan, jadi kejadian ini mulai sejak hujan dari jam 02:30 pagi," katanya.
Lima dari 12 penumpang Avanza Nomor PA 1730 R Warna Hitam dilaporkan tewas akibat terbawa arus Sungai Sunup, Kampung Mandekman, Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke,Kamis (6/4) sekitar pukul 23.00 WIT.
"Ini sangat mengganggu, belum lagi kalau ada macet di tengah genangan air, sementara di belakang juga berupaya menghindar ini bisa saja celaka," kata Leonard, salah satu pengguna jalan yang diwawancarai Cenderawasih Pos di lokasi kejadian, Senin (27/3).
Untuk menghadapi musim penghujan di bulan Februari ini, maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura mengimbau warga untuk selalu waspada dan hati-hati. Terutama di daerah yang rawan longsor maupun daerah rawan banjir yang sering terjadi di Kota Jayapura.
Curah hujan yang tinggi sejak semalam di wilayah Wamena dan sekitarnya, menyebabkan beberapa tempat dalam Kota Wamena terendam banjir, lantaran meluapnya saluran drainase seperti di Jalan Hom -hom dan Jalan Sudirman.
Namun begitu, lanjut Yulianus Mambrasar, pihaknya tetap dan wajib membangun kerja sama dengan pemerintah daerah dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI Polri, Basarnas dan satuan TNI-Polri lainnya.
"Dua orang meninggal dunia akibat tanah longsor di hari pertama cuaca ekstrem hujan deras pada 23 Agustus 2022 dini hari dan satu korban meninggal dunia Rabu dini hari tadi," ungkap Kepala BPBD Kota Sorong, Herlin Sasabone yang dikutip dari kantor berita Antara, Rabu (24/8).
Hal ini disebabkan hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat (29/7) malam. Ada empat lokasi pemukiman warga masing-masing di kompleks Gereja GKI Bethaniel Dekai, Jalan Seradala dimana air sungai meluap, demikian juga di kompleks perumahan dekat SMK, Jalan Sosial hingga Pasar Mama Papua dan Jalur utama pertokoan hingga di pemukiman masyarakat Anggruk hingga kompleks Telkomsel.
Kepala BPBD Kota Jayapura Asep Akbar Maulana Khalid, ST.,mengakui hujan pada Kamis malam lalu intensitasnya dan waktunya masih beda dengan bulan Januari lalu yang menyebabkan banjir di beberapa titik di Kota Jayapura hingga pinggang orang dewasa, tapi kali ini tidak parah seperti dulu.
Menurut dia, banjir yang melanda Kampung Windesi itu merupakan yang kedua setelah pada pekan sebelumnya kampung itu juga terendam banjir. Hingga kini warga Kampung Windesi masih dihantui rasa waswas mengingat hujan masih terus turun di wilayah mereka. Sementara tanggul di kiri dan kanan sungai hampir semuanya sudah mengalami kerusakan lantaran dimakan usia.
Sihar Tobing mengaku sangat kesal dengan kondisi itu. Pasalnya, jika dilihat dari beberapa kasus kebakaran yang terjadi di Kota Sentani sejauh ini, belum ada satupun korban kebakaran ini yang merasa harta bendanya berhasil terselamatkan oleh keberadaan pemadam kebakaran di Kabupaten Jayapura.
Sejumlah titik jalan yang terendam banjir berdasarkan pantauan lapangan, dimulai dari Jalan depan Mall Saga II dekat SMP Negeri 2 Sentani, kemudian luapan air juga terjadi di Jalan Pasar Lama, selanjutnya banjir juga terjadi di jalan utama depan traffic light Bandar Udara Sentani sampai di depan SPBU Sentani.
Seorang warga pengguna jalan bernama Eki mengaku kesal dengan banjir di jalan depan Kantor Gubernur tersebut. Pasalnya hal ini kerap terjadi, setiap kali hujan turun entah deras maupun sedang.
Prakirawan BMKG Merauke, Yunita saat dihubungi media ini menjelaskan, adanya potensi banjir Rob yang terjadi ini disebabkan adanya pertumbuhan awan dan hujan di sekitar Laut Merauke dan Arafura yang dapat menyebabkan naiknya tinggi gelombang di bagian Selatan.
Kepala Distrik Arso, Laurens Borotian mengatakan bahwa air mulai meluap dan memasuki badan jalan sekira pukul 05.00 WIT. Kemudian pukul 07.00 WIT debit air terus meningkat dan mencapai lutut orang dewasa.
Pasar Induk Youtefa banjir lagi. Para pedagang menyebut banjir setinggi lutut orang dewasa di Pasar Youtefa terjadi sejak Senin (21/2) malam, akibat hujan deras dan angin yang terjadi di Kota Jayapura.
Titik terparah terdampak banjir yakni Perumahan Darsua Doyo, Pasar Phara Sentani, Kampung Kahiran, Mako Yonif 751 Rider dan ruas Jalan Lanud Silas Papare Jayapura. Pantauan media ini, Jalan Utama Kota Sentani, tepatnya di depan Yonif 751 genangan air sangat tinggi. Sejumlah anggota TNI terlihat berjibaku membersihkan saluran air yang ada di depan Mako Yonif 751 itu.
Karena sering terendam banjir, lanjut Robert Awi, para pedagang diminta untuk pindah ke pasar kotaraja yang baru, beberapa pedagang masih dibiarkan untuk menetap disana. Hal ini dikarenakan belum tersedianya beberapa tempat untuk pedagang tersebut.
Wakil Wali Kota Jayapura ini juga meminta kepada Kelurahan, Distrik, dan RT/RW, untuk melaporkan data-data kelengkapan administrasi di masa transisi darurat untuk membagikan bantuan berupa beras kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor.
Dalam rangka menjaring aspirasi dari masyarakat, anggota DPRD Kabupaten Jayapura yang tergabung di dalam Fraksi Bhinneka Tunggal Ika, sebulan sekali melaksanakan kegiatan coffee morning dengan sejumlah elemen masyarakat di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura.
‘’Sudah menjadi atensi khusus. Karena cuaca tidak menentu. Biasanya itu terjadi di Januari atau Februari, tapi kemarin lebih cepat terjaid di Desember 2021. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi di Januari atau Februari ini,’’ kata Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Merauke Ruslan Ramli, SE, M.Si, kepada media ini, Jumat (21/1).
Disini usai meminta penjelasan dari Kepala Dinas PU Kota Jayapura, Nofdi Rampi, DPRD yang dipimpin ketuanya, Abisai Rollo langsung menyambangi lokasi GOR dan melihat kondisinya. “Semua roboh,” kata Abisai Rollo menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos, Sabtu (22/1).
‘’Bantuan yang dikirim itu dikumpulkan dari masyarakat Merauke, ada yang Rp 1000 dan ada yang Rp 2.000 dan seterusnya. Kemudian kami belanjakan untuk Sembako dan perlengkapan bayi. Ada juga pakaian layak pakai dari SMK dan SMA Tanah Miring,’’terangnya.
Banjir dan longsor yang melanda Kota Jayapura Jumat (7/1) lalau memang membuat banyak warga trauma, terutama bagi warga yang selama ini tinggal di daerah rawan bencana. Kekhawatiran ini yang juga dirasakan oleh sejumlah warga yang bermukim di sekitar Sungai Kampwolker Perumnas III Waena.
Untuk menanggulangi dampak bencana banjir dan longsor di Kota Jayapura, tidak hanya ditangani Pemkot Jayapura saja, tapi juga butuh dukungan dari instansi terakit lainnya yang ada di Kota Jayapura. Oleh karena itu, untuk pembagian tugas dan tanggung jawab terebut,
Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura Hanna Hikoyabi mengatakan, untuk mengantisipasi meluapnya Danau Sentani yang kemudian berdampak pada pemukiman warga yang tinggal di pesisir Danau Sentani, maka pemerintah akan melakukan pembersihan Kali Jaifuri yang berlokasi di Kampung Yokiwa, Kabupaten Jayapura.
Menurut Nofdi Rampi, atap GOR Waringin ini roboh akibat hujan deras yang mengguyur Kota Jayapura. Dimana kondisi rehab untuk pelaksanaan PON lalu sebenarnya sudah selesai. Namun pada bulan Desember lalu, saat hujan ternyata memang ada kebocoran di sejumlah titik. Karena itu, pihaknya belum berani membayar sepenuhnya pekerjaan rehab GOR Waringin ini. Di akhir tahun 2021 lalu.
Bencana banjir dan tanah longsor telah mengakibatkan beberapa infrastruktur seperti jalan, jembatan, sekolahan, rumah ibadah dan lain-lain rusak berat maupun ringan. Kepala Dinas PUPR Kota Jayapura, Nofdi J. Rampi mengaku tengah melakukan koordinasi dengan Direktur Bina Operasi dari Kementerian PUPR bersama balai sungai, rawa dan pantai untuk melakukan penanganan segera.
Pemilik gudang Samira di RT 10 RW 4 Kelurahan Samkai bersedia menambah pipa pembuangan air yang diduga sebagai penyebab tersumbatnya aliran air di 3 RT, RW 10 Kelurahan Samkai selama ini. Kesediaan pemilik gudang ini setelah Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Merauke Romanus Sujatmiko bertemu langsung dengan pemilik gudang tersebut, Senin (17/1).
Menteri Sosial Republik Indonesia Tri Rismaharini melakukan kunjungan kerja ke Sentani Kabupaten Jayapura untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah bantuan bagi sejumlah warga yang terkena dampak bencana banjir bandang yang terjadi pada Maret 2019 lalu.
‘’Sebelum gudang tersebut dibangun, kami akui bahwa kalau hujan ada banjir. Tapi, dalam beberapa jam kemudian banjir itu surut. Tapi sejak gudang itu dibangun sejak 2018 lalu, kami alami banjir berminggu-minggu bahkan bisa hitungan bulan,’’ kata Lukas Kelyaum.
“Data pengungsi terakhir sampai (Sabtu) malam ini dari titik pengungsian di GOR Trikora dan Diklat Sosial Kampkey Tanah Hitam semua sudah kosong, karena rumah sudah kering dan sudah dibersihkan. Maka tadi semua dikosongkan dan kembali ke rumah masing-masing.” ungkap Rustan Saru, saat konferensi pers, Sabtu (16/01) malam pukul 22.00 WIT.
Rata rata mereka yang datang ke posko pengobatan massal pasca bencana adalah anak anak dan orang tua. Kebanyakan warga yagn datang mengeluhkan gejala penyakit seperti infeksi saluran nafas atas diare dan infeksi mata.
Guna menjaga kebersihan air pada intake atau sumber air pelanggan PDAM Jayapura di Sentani, pihak PDAM menjalin kerjasama dengan para pemuda yang ada di Pos 7 Kampung Sereh Kabupaten Jayapura untuk melakukan pembersihan secara rutin pada intake air yang ada di Kawasan Cycloop.
Banjir dan tanah longsor di Kota Jayapura menyebabkan berbagai bangunan rusak parah hingga ringan. Kendaraan dan fasilitas umum pun tak terkecuali. Pemerintah Kota Jayapura menaksir total kerugian mencapai Rp. 50 miliar lebih.
Data dari Pemkot, sekitar 19 ribu warga Kota Jayapura terdampak banjir. Ratusan di antara mereka saat ini memilih mengungsi di lokasi pengungsian, sebanyak 205 orang mengungsi di GOR Trikora dan sebanyak 121 mengungsi di Diklat Sosial.
“Setiap pemerintah daerah harus mewaspadai global warming, curah hujan semakin lama semakin berat. Sudah diprediksi hujan akan terjadi hingga Maret, kita tidak boleh lengah. Ketika terjadi hujan, sebaiknya masyarakat diimbau untuk berada di lokasi yang sudah dilih aman oleh pemerintah,” ucap Risma saat memberikan keterangan pers, kemarin (13/1).
"Jadi dengan masih rawannya Pegunungan Cycloop yang membawa material bebatuan dan pasir ke sumber air memang sudah diprediksi, di mana apabila hujan kemungkinan terjadinya kekeruhan di sumber air akan terus terjadi,"ungkap Entis Sutisna ketika diwawancara media ini melalui sambungan telepon, Kamis (13/1) kemarin.
Ketua Tim Solidaritas Kemanusiaan untuk korban banjir di Jayapura, Mully Wetipo menngatakan, sudah hari ketiga pihaknya yang tergabung dalam solidaritas kemanusiaan Wamena untuk korban banjir di Jayapura membuka Posko peduli bencana alam di Jayapura.
Menurut Antari, daripengamatan yang dilakukannya penyakit yang akan menyusul adalah penyakit kulit atau gatal-gatal. Karena permasalahan air bersih, sehingga maayarakat menggunakan air yang kotor. Sementara itu untuk kasus diare, pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus di masyarakat.
Ia juga mengingatkan soal Covid-19, pasalnya saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19. Bagi masyarakat yang merasa ada gejala sakit segera datangi posko kesehatan atau Puskesmas setempat.
Kehadiran rombongan bupati disambut baik puluhan mahasiswa asal Puncak Jaya di Asrama Youtefa. Pada kesempatan itu, Bupati mendengar langsung keluhan dari mahasiswa dan memberikan motivasi agat tetap semangat dalam menuntut ilmu di Kota Jayapura dan sekitarnya.
Permintaan dari DPRD tersebut disampaikan langsung Ketua DPRD Kota Jayapura Abisai Rollo. Hal ini tidak terlepas dari pasca banjir ada dampak untuk masyarakat terutama kesehatan mereka.
Tercatat di distrik Abepura terdapat 893 KK atau sejumlah 3.450 jiwa, Distrik Jayapura Selatan 762 KK sejumlah 2.895 jiwa, Distrik Heram ada 718 KK sejumlah 2.614 jiwa, dan Distrik Jayapura Utara 77 KK sejumlah 321 jiwa.
Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe menjelaskan sejumlah bantuan berupa selimut perlengkapan sekolah, sembako, obat-obatan, masker dan beberapa kebutuhan lainnya.
“Minyak kayu putih, minyak tawon, popok bayi, pakaian layak pakai hingga obat obatan yang paling kami butuhkan saat ini. Kami sudah melapor kepada petugas, hanya saja jawaban petugas nanti disiapkan. Tapi hingga saat ini belum ada,” kata Erna kepada Cenderawasih Pos, Selasa (11/1).
Direktur LBH Papua Emanuel Gobai SH MH mengatakan harusnyanya anggota DPR Kota Jayapura menggunakan masa resesnya untuk memberikan kritikan saran kepada pemerintah kota Jayapura terkait banjir yang terus terjadi berulang kali, tapi hal itu dilakukan.
Layanan tersebut dapat diakses mulai Senin (10/1) kemarin, melalui nomor telepon 081-344-651-177. Call center tersebut terdiri dari 12 line hunting dengan biaya yang dibebankan kepada penelepon.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura mulai melakukan pemasangan pipa transmisi utama berukuran 35 meter 20 inci atau 500 mm di intake Kojabu yang terputus akibat aliran air yang cukup deras di Kali Kampwolker, Senin (10/1)
"Kami juga mendorong dilaksanakan rehabilitasi darurat berupa pengerukan dan pembersihan saluran, agar ketika masih terjadi curah hujan tinggi, airnya dapat mengalir di saluran-saluran dan tidak menimbulkan banjir kembali,” tuturnya.
Pasalnya kejadian ini bukan kali pertama melainkan sudah pernah roboh sebelumnya. Ini kali kedua kejadian tersebut terjadi. Alhasil sejumlah ahli mulai menjadikan kejadian ini sebagai topik yang perlu dibahas.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Hanna Hikoyabi mengatakan, berdasarkan hasil rapat bersama antara BPBD Kabupaten Jayapura, Bupati Jayapura dan juga sejumlah Forkopimda di Kabupaten Jayapura, telah disepakati bahwa Kabupaten Jayapura menetapkan status siaga darurat selama 3 bulan ke depan, terhitung sejak Januari sampai Maret 2022.
Salah satu warga Kali Kampwolker yang mengalami dampak banjir Ofni Oagai saat ditemui Cenderawasih Pos mengaku bahwa banjir tersebut berbeda dari biasanya. Menurutnya, ketinggian air yang tadinya hanya biasa kini volume air naik hingga dapur dan hewan ternak mereka tidak terselamatkan.
Hari Senin (10/1) pagi, sejumlah pedagang di Pasar Youtefa Abepura sudah mulai jualan tapi jualan mereka di depan jalan masuk pasar baik di jalan baru ke Abepura maupun jalan baru depan Dermaga Enggros menuju Tanah Hitam.
JAYAPURA – Pasca banjir bandang disertai longsor pada 7 Januari lalu, perlahan kondisi masyarakat terdampak mulai tak stabil. Kondisi kesehatan juga mulai muncul keluhan. Melihat ini Biddokkes Polda Papua langsung diturunkan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara grátis kepada warga korban banjir.
Kegiatan pelayanan Kesehatan tersebut dipimpin Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Pol dr. Nariyana bersama Tim Kesehatan Biddokkes Polda Papua.
Saat ini petugas Telkom Witel Papua khususnya di Jayapura telah turun untuk melakukan perbaikan jaringan internet pelanggan IH yang terdampak musibah banjir dan Telkom sebagian jaringan sudah dilakukan recovery dan masih ada recovery lainnya di beberapa titik lokasi yang terdampak seperti di Organda.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Eva Mathius Fakhiri, Wakil Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Papua Ny. Riris Alfred, Pengurus Bhayangkari Daerah Papua, Pengurus YKB Daerah Papua dan Personel Bid Dokkes Polda Papua. Kegiatan bakti sosial ini sekaligus mengecek kondisi kesehatan para penggungsi.
Polda mengerahkan seluruh satuannya untuk menangani korban banjir. Yang terakhir adalah Dit Polair yang turun dan berkeliling ke Perum Organda untuk menyerahkan makanan siap saji bagi warga terdampak. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dir Polairud Polda Papua Kombes Pol Ir. Kasmolan MAP beserta 30 Personel Dit Polairud Polda Papua.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Hanna Hikoyabi mengatakan, sejumlah wilayah di Kabupaten Jayapura terkena dampak bencana banjir, yang disebabkan tingginya intensitas hujan yang terjadi belakangan ini. Terparah terjadi di Wilayah Nimbokrang, dimana ratusan rumah penduduk terendam.
”Saat ini langkah-langkah cepat penanganan darurat pasca banjir, salah satunya pengerahan alat berat untuk pembersihan sampah di sungai-sungai dan di ruas-ruas jalan terdampak,” jelas Endra kemarin (9/1)
Tumpukan sampah pasca banjir memenuhi kawasan Teluk Youtefa. Botol-botol bekas minuman, pembalut perempuan, pembungkus deterjen hingga pembungkus kue dan mie instan berbagai merek diserakan di sekitar Kampung Enggros yang berada di Teluk Youtefa.
Mayat tersebut ditemukan terapung di atas genangan air di lokasi banjir. Hal ini sontak membuat warga setempat heboh, hingga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.
Di Pasar Youtefa, para pedagang menata kembali tempat jualan mereka, membersihkan barang-barang yang masih bisa digunakan. Namun, tumpukan sampah masih saja tetap berserakan di Pasar Youtefa. Sementara parit parit yang menjadi tempat saluran air tidak berfungsi pasca banjir akibat lumpur dan tumpukan sampah.
Dua orang tersebut adalah Guntur nuboba (32) dan Mesak Yenungga. Tak ada korban jiwa dari kejadian ini namun yang perlu diberi catatan adalah ini kali kedua atap tersebut runtuh sehingga patut dipertanyakan dan diselidiki apa penyebabnya.
"Ada yang mengungsi, ada yang masih tinggal karena harta benda. Takut ada orang-orang yang tidak baik bisa mengambil barang-barang yang ditinggali oleh para korban bencana tersebut," ujarnya Benhur Tomi Mano, Sabtu (8/1).
Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., sebagai Ketua Sigap Penanganan Bencana Banjir dan Longsor (Bansor) Kota Jayapura, selain telah mengeluarkan surat keputusan penetapan status tanggap darurat dalam satu minggu ke depan, Pemkot Jayapura juga telah menetapkan struktur organisasi penanganan bencana.
BNPB pusat gelontorkan dana hingga Rp.250 juta untuk penanganan bencana banjir dan tanah longsor di kota Jayapura. Hal ini disampaikan oleh Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano. Pada Sabtu, (8/01).
Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus Maclarimboen melakukan monitoring langsung terhadap titik-titik bencana yang terkena dampak dari cuaca ekstrem hujan deras di Wilayah Kabupaten Jayapura itu.
Musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi di beberapa titik di Kota Jayapura menyebabkan kerusakan pada pipa transmisi dan pipa distribusi di beberapa intake PDAM Jayapura sehingga pelayanan kepada pelanggan untuk beberapa hari kedepan tidak bisa terlayani dengan baik.
Kepala Kampung Benyom Jaya Satu, Warsito mengatakan, hujan deras yang di wilayah itu secara berturut-turut sejak Sabtu-Minggu pagi kemarin telah berdampak pada naiknya debit dan merendam kawasan pemukiman.
Terkait dengan kondisi banjir dan dan longsor yang terjadi di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura pada tanggal 6-7 Januari lalu maka Pemerintah Provinsi Papua akui sudah dibangun Posko Penanganan Darurat.