Aksi ini diketahui telah berlangsung tiga hari. Adapun titik penggalangan dana itu di kawasan Abepura dan Heram, Kota Jayapura, yaitu pertigaan lampu merah Kotaraja di Jalan Raya Abepura-Sentani, pertigaan Lingkaran Ab
Direktur Fasilitasi Penanganan Korban dan Pengungsi BNPB Nelwan Harahap mengakui jika, pihaknya ditugaskan langsung oleh kepala BNPB dari pusat pengendali operasi di Jakarta untk datang ke Wamena.
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC)Jhon Tabo, SE, MBA menyatakan dari Pemprov Papua Pegunungan sudah menyiapkan bantuan beras sebanyak 100 Ton dan yang sudah masuk 50 Ton sisanya masih ada di gudang bulog Wamena dan suda
Kepala BMKG Jayawijaya Subahari, Prediksi ini berdasarkan analisis data cuaca yang menunjukkan bahwa wilayah Jayawijaya dan Provinsi Papua Pegunungan umumnya akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Ketua sementara DPRK Jayawijaya Lucky Wuka menyatakan, Dewan menilai saat ini para korban banjir yang tersebar di 22 distrik sangat membutuhkan bantuan pangan sehingga bagaimanapun untuk bantuan ini harus segera disalurk
Musibah Banjir di Wilayah Kabupaten Jayawijaya sebenarnya bukan hal yang baru lagi bagi pemerintah dan masyarakat sebab hampir setiap tahun musibah ini sudah sering terjadi, akan tetapi ada yang berbeda dari musibah banj
Kepala BPBD Kabupaten Jayawijaya Edison Wetipo menyatakan sampai detik ini posko penanganan bencana banjir pemkab Jayawijaya baru menerima 17 proposal dari kampung yang terdampak banjir dimana rata-rata laporannya terkai
Wakil Gubernur Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol, SE, MM mengatakan akibat dari bencana banjir ini bukan saja kota Wamena yang terkena dampak akan tetapi masyarakat di 22 distrik yang ada di dataran rencah di wilayah it
Bupati Jayawijaya Athenius Murib SH, MH menyatakan pemerintah sengaja mengumpulkan OPD terkait dan kepala distrik untuk mengetahui data -data wilayah yang terdampak banjir agar pemerintah bisa mengambil langkah -langkah
Seperti halnya warga di lorong tenda biru jalan irian atas yang juga terdampak banjir akibat hujan ders dan pembuangan air yang mengecil mengakibatkan air susah keluar higga menggenangi rumah warga setinggi lutut orang d
‘’Mesti ada kebijakan khusus dalam mengatasi banjir rob di wilayah kita khususnya yang ada di dalam kota dan yang terjadi di Distrik Waan,’’ kata Yospeh Bladib Gebze saat membuka kosultasi publik rancangan awal RPJMD Ka
Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere menyatakan pemberian bantuan pangan kepada masyarakat yang terdampak banjir wajib dilakukan oleh pemerintah di beberapa titik yang ada di Kota Wamena, sesuai dengan pendataan yang
"Banjir yang terjadi di Kota Wamena ini ada di wilayah atau jalan yang ditangani Pemkab Jayawijaya, ada juga yang ruas jalan provinsi dan juga ruas jalan nasional. Sehingga penanganannya harus dilakukan bersama," ucap Wa
Hasil pertemuan tersebut, pemerintah dan masyarakat sepakat bahwa lokasi tersebut bukan untuk pemukiman melainkan daerah resapan air yang harus difungsikan kembali."Kita sudah sepakat, akan kita bangun lagi kolom itu,
Kini pasar itu menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kota Jayapura. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, pasar itu tetap berdiri di tengah gempuran berbagai persoalan, mulai dari masalah banjir
Salah satu dosen Geografi FKIP Uncen, Yehuda Hamokwarong yang juga pengamat lingkungan, mengungkapkan bahwa keberadaan RS Vertikal Papua di Kota Jayapura sesungguhnya tidak menjadi penyebab banjir di kawasan itu, termas
"Kita perlu sepakat bikin keputusan gubernur untuk penanganan banjir di Merauke. Keputusan itu lebih pada pembagian tugas antara Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Merauke, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR)
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze seusia meninjau banjir dan penyebabnya mengungkapkan, banjir yang terjadi ini disebabkan sejumlah faktor. Pertama, selain itentitas hujan yang cukup lebat, juga karena bersamaan den
Akibatnya Kali Acay sering meluap dan menyebabkan banjir, terutama setelah hujan. Dikarenakan tumpukan sampah aliran sungai itu semakin banyak sehingga kapasitas tampung sungai semakin kecil serta jalur pengaliran air
‘’Pada bulan April ini kita mengalami transisi. Dimana polanya itru sering sekalinya di siang hari, panasnya cukup terik, sedangkan pada sore sampai malam hari, hujan sedang sampai lebat sangat berpotensi terjadi. Itu po
Saat tiba, Paskalis mengenakan sepatu but lalu berenang menuju salah satu rumah yang terendam air demi berdiskusi langsung dengan warga dan anak-anak yang terdampak. Wagub Paskalis mengatakan dari laporan yang diterima,
‘’Interaksi antara bulan dan bumi yang sangat dekat ini mengakibatkan adanya gelombang pasang dan surut. Gelombang maksimum yang terjadi pada tanggal 1 April dan bisa berdampak beberapa hari kedepan dari tanggal 1-7
Petugas Tim Teknik PT AMJ langsung dikerahkan untuk melakukan tracking pipa Transmisi diameter 450 mm, mulai dari Skyline sampai dengan Sumber air Kojabu dengan Jarak 10 Km.
Masalah banjir ini merupakan suatu persoalan yang dihadapi setiap tahun di Kota Jayapura. Sudah beberapa kali ganti pemimpin, namun seakan-akan persoalan tersebut tidak kunjung ada solusinya. Wali Kota Jayapura, Abisai R
Dengan kondisi infrastrukturnya seperti itu Pasar Tradisional Youtefa ini seolah luput dari perhatian Pemerintah Kota Jayapura. Padahal Pasar Tradisional Youtefa salah satu penopang ekonomi warga Kota Jayapura yang te
Dandim 1707/Merauke Letkol Inf Johny Nofriady, melalui Danramil 1707-04/Kimaam Lettu Inf Abdullah Latupono, menyampaikan, banjir rob di wilayah Kampung Sabon terjadi atau sudah berlangsung kurang lebih 3 bulan, namun masyarakat setempat tetap tinggal di Kampung Sabon karena mayoritas rumahnya model panggung sehingga air tidak masuk kedalam rumah.
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze didampingi Wakil Bupati Merauke Fauzan Nihayah kepada wartawan mengungkapkan, terkait laporan krisis pangan yang dialami warga di Distrik Waan tersebut, pihaknya telah membentuk Tim yang akan segera turun ke Distrik Waan.
Krisis pangan ini, lanjut Viktor Mawen diperparah dengan kondisi geografi dan transportasi ke Distrik Waan. Selain karena sarana transportasi yang terbatas ke Distrik Waan dan kampung-kampung yang ada di Waan dan sebaliknya, juga karena pada waktu-waktu tertentu cuaca cukup ekstrim untuk sampai ke Waan.
‘’Saya memang sudah sampai di Salor bahkwan sampai di DAS (Daerah Aliran Sungai) Kumbe dan sudah melihat kondisi banjir dan suplaysit bermula dari rawa yang dulu dikerjakan oleh PT Medco untuk irigasi 200 hektar itu. Lalu pengaturan air tidak diatur dengan baik sehingga terjadi luapan air. Suplaysit itu sedikit mengalami sendimentasi dan mudah-mudahan sendimentasi dapat dikerjakan secara bersama-sama,’’ kata Nonce Sanam.
Mantan Aggota DPRP Papua tersebut menjelaskan, langkah-langkah yang dilakukan dalam rangka mengurai banjir yang terjadi tersebut dengan menormalisasi irigasi yang ada di wilayah tersebut. ‘’Ada sungai besar yang ada di belakang kampung itu yang memang harus dinormalisasi,’’ katanya.
Kepala Kampung Sumber Rejeki Bambang Irawan dihubungi media ini lewat telpon selulernya membenarkan banjir yang sudah mulai menggenangi sebagian rumah penduduk Kampung Sumber Rejeki tersebut.
Menurutnya banjir yang menggenangi Pasar Youtefa kemarin itu menimbulkan kerugian bagi pedagang. Namun dia mengaku tidak rugi terlalu besar. Sementara itu, pedagang lain, Kristina (30) mengatakan, sejak Senin (3/2) pasca kejadian dirinya tetap berjualan meski tempat jualannya masih tergenang akibat banjir.
Banjir tersebut berasal dari luapan sungai yang ada samping pasar, baik Kali Acay maupun Siborhonyi. Luapan kali ini diperparah karena tersumbatnya salura air akibat banyaknya sampah yang dibuang sembarangan.
Kores yang tampak kesal itu mengaku sudah kehabisan cara untuk menyampaikan aspirasi masyarakat yang tinggal di wilayah Konya itu. Karena menurutnya aspirasi itu sudah dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat RT, Musrembang Kampung/Kelurahan, distrik hingga Kota Jayapura. Bahkan sejumlah pejabat juga seringkali mengunjungi atau mendatangi Konya.
Kepala BWS Papua Merauke Nonce Saman, ST, MT, memimpin langsung pembersihan drainase cara manual tersebut. Nonce Saman menjelaskan bahwa salah satu penyebab terjadinya banjir ketika itentitas hujan cukup tinggi karena saluran drainase yang ada sudah tertutup dengan sampah maupun dengan rumput.
Kepala BWS Papua Merauke Nonce Saman, ST, MT, mengungkapkan, pembangunan kolam retensi ini harus dibangun untuk mengurangi dampak banjir dalam kota. Pasalnya, lahan yang ada di dalam Kota Merauke tetap dan tidak bertambah, sementara jumlah penduduk terus meningkat.
Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Merauke tidak luput dari genangan air atau banjir tersebut. Dari 3 blok yang ada, 2 blok diantaranya yang merupakan bangunan lama terendam banjir. Sementara 1 blok yang merupakan bangunan baru luput dari banjir tersebut.
Sekretaris BPBD Provinsi Papua Barkah Wisnu Raditya di Jayapura, Sabtu, mengatakan penyerahan bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban dari korban bencana banjir akibat curah hujan dengan intensitas tinggi di Kota Jayapura yang terjadi pada 18 Desember 2024. "Bantuan yang diberikan ini berupa bahan pokok dan matras untuk keluarga yang terdampak," katanya.
Dia meminta masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan di daerah-daerah yang berpotensi banjir dan tanah longsor supaya berjaga-jaga dan perlu melihat kondisi dan situasi yang terjadi terutama pada saat terjadinya hujan. Selain itu dirinya juga mengingatkan masyarakat di Kota Jayapura supaya tertib membuang sampah terutama sampah-sampah plastik.
Utamanya adalah aktifitas warga termasuk aktifitas pemerintahan yang ikut terganggu. Sektor ekonomi juga terdampak karena banyak warga tak bisa menjajakan barang jualannya. Pantauan Cenderawasih Pos dampak dari curah hujan ini sejumlah daerah tegenang banjir. Ada juga beberapa titik yang longsor. Contohnya di Abepura air tergenang setinggi mata kaki orang dewasa. Kemudian ruas jalan Kampung Yoka menuju Arso Kabupaten Keerom tertutup bebatuan berukuran besar yang longsor.
"Saat ini curah hujan cukup tinggi di Kota Jayapura, sehingga mengakibatkan pohon tumbang di beberapa ruas jalan, sehingga kami mengimbau masyarakat tetap waspada terutama di daerah-daerah yang rawan," kata Penjabat Wali Kota Jayapura Christian Sohilait di Jayapura, Rabu.
Kepala Dinas PUPR Kota Jayapura, Nofdy Rampi mengatakan, untuk meminimalisir dampak banjir di wilayah Kota Jayapura, pihaknya rutin melakukan pembersihan di sejumlah lokasi yang biasanya terkena dampak bencana.
Menurutnya dari 7 lokasi ada sekitar 3 atau 4 titik yang dampaknya sangat besar. Mulai dari kali di Youtefa, Kali Acai, juga kali di SMA Negeri 4 Entrop. Tiga titik ini apabila pada saat hujan deras terjadi, sering mengalami banjir besar, hingga menyebabkan dampak terhadap masyarakat atau lingkungan tempat tinggal masyarakat.
“Kampung Nayaro merupakan lokasi terdekat dengan area PTFI dataran rendah, kami mendukung bantuan transportasi bus untuk pengiriman Bama ke Nayaro hari ini. Selain itu, PTFI akan terus menjalankan program bersama warga kampung Nayaro seperti dukungan terhadap puskesmas pembantu (Pustu), dukungan perbaikan akses jalan, hingga berbagai keperluan perbaikan yang dibutuhkan oleh warga Nayaro,” ujar Manager Community Liaison Officer PTFI, Marthinus Badii.
Frans Dogomo menjelaskan, ada juga fasilitas publik yang hancur akibat bencana banjir dan longsor ini adalah akses jalan antar kampung putus dan beberapa sekolah terendam banjir.
"Jalan-jalan semua putus. Batas air hingga dada orang dewasa. Selain itu, SD Inpres Pona di Muniopa, SD Inpres Yepo, dan SD Yayasan Kasih Bapa ikut terendam hingga aktifitas belajar mengajar diliburkan," kata Dogomo.
Menurutnya, korban yang meninggal akibat terkena longsor ini, yakni seorang ibu bernama Dorthea Iyai yang sehar-harinya bekerja sebagai Guru Agama Protestan di SD Inpres Pona, ia tewas bersama anaknya, yakni Dekris Ode Anou, Enjelia Anou, dan Benny Anou beserta satu bayi dalam kandungan.
Sebab lokasi tanah yang terbatas, dan harga tanah di kota Jayapura yang sudah relatif mahal membuat masyarakat memilih tinggal di Koya, apalagi sejak ada Jembatan Youtefa jarak yang ditempuh ke Kota Jayapura relatif lebih dekat.
Hanya saja kata Derek, skalanya juga harus ditetapkan apakah menjadi skala kabupaten atau skala provinsi. “Skalanya perlu ditetapkan, dan perhatian pemerinta provinsi pasti ada. Hanya saja perlu status kebencanaannya apakah tingkat kabupaten atau tingkat provinsi dan itu perlu dilaporkan ke kita,” kata Derek.
Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir ini, banyak rumah warga yang terendam air hingga setinggi pinggang orang dewasa. Pemukiman yang paling parah terkena banjir adalah Kampung Vietnam dan Kampung Toraja yang berada di pinggir Kali Orey.
Beberapa wilayah yang terdampak banjir antara lain Kampung Sewan, Distrik Sarmi Timur, Kampung Vietnam, Kampung Serwar Baru, Kampung Kasukwe, dan Kampung Waskey di Distrik Sarmi Timur.
Informasi yang diterima koran ini sejumlah titik di Sarmi dan sekitarnya tergenang, seperti di Kampung Sewan Distrik Sarmi Timur, Kampung Vietnam, Kampung Serwar Baru, Kampung Kasukwe dan di Kampung Waskey Distrik Sarmi Timur. Terputusnya jalan Trans Jayapura-Sarmi itu membuat kemacetan parah.
Nathan mengatakan PTFI akan terus mendukung berbagai program pemerintah, termasuk memberikan bantuan kemanusiaan untuk meringankan beban para warga terdampak bencana.
Oleh karena itu, pihaknya bergerak cepat dengan mengerahkan 2 unit alat berat berupa Excavator, 4 unit Articulate Dump Truck, 1 unit Wheel Loader dan 1 unit alat Grader beserta kru untuk melakukan perbaikan jalan, tanggul, normalisasi sungai serta perbaikan tanggul penahan jembatan Agawagom yang mulai tergerus air sungai.
“Saya pikir kolam itu perlu dibuatkan, jadi ketika hujan deras maka air akan ditampung di situ kemudian secara perlahan – lahan dialiri di jalur pembuangan atau drainase,” beber Yehuda pekan kemarin.
Perempuan pertama asal Mappi yang menjadi Kapolsek di Polres Merauke itu menjelaskan bahwa warga yang belum bisa pulang tersebut sebagian tinggal di rumah keluarga mereka di kampung lainnya yang tidak terdampak banjir namun sebagian masih berada di Aula Kampung Salor Indah.
Yoseph Yolmen menjelaskan bahwa banjir besar di Merauke pernah terjadi sekitar tahun 1985, ketika saat itu dirinya masih duduk di Kelas V SD. Banjir saat itu terjadi secara menyeluruh dan sata itu belum ada aktivitas apapun seperti yang terjadi sekarang.
Kepala Biro Pemerintahan Umum Setda Provinsi Papua Selatan Rison Ronald Sialla,. S.STP mengungkapkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua Selatan bagi warga yang terdampak banjir di Kampung Poo tersebut diserahkan Asisten II Setda Provinsi Papua Selatan Sunarjo, S.Sos.
Kapolres Merauke AKBP I Ketut Suarnaya, SH, SIK melalui Kapolsek Kurik AKP Marlina Kaimu, S.Sos mengatakan, patroli yang ditingkatkan di lokasi berdampak banjir tersebut karena sebagian ternah dan barang-barang warga yang terdampak tidak ikut diungsikan pemiliknya.
Kegiatan pemberian bantuan bantuan bertujuan untuk membantu meringankan beban masyarakat Kampung Sumber Rejeki terutama dalam mencukupi kebutuhan bahan makanan yang mana pada saat ini dalam keadaan terisolir akibat musibah banjir.
Seperti yang disaksikan media ini, sebagian warga yang datang tersebut membawa anggota keluarganya. Sambil mandi-mandi, ada juga yang membawa bekal makanan dari rumah sambil bakar-bakar ikan di tempat tersebut. Tapi, ada juga yang memanfaatkan dengan menggelar jualan mereka seperti Cilok, dan makanan ringan. Warga yang datang ditempat tersebut adalah warga Kampung Kartini.
Terminal angkutan umum itu dikelilingi timbunan air kotor yang mengenang di lokasi tersebut. Tak hanya itu, di sisi kiri pintu masuk terminal juga ada terlihat tumpukan sampah yang belum diangkat.
Dalam kunjungan langsung, Pj Gubernur Apolo Safanpo bertemu dan menyapa warga yang ada di Kampung Telaga Sari maupun yang mengungsi di Kampung Salor Indah, kemudian di Kampung Sumber Rejeki dan menyerahkan bantuan berupa bahan makanan di lokasi pengungsian di Kampung Salor Indah mauun Sumber Rejeki.
Ditemui disela-sela meninjau lokasi banjir di Distrik Kurik, Pj Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengaku bahwa meski belum melihat secara langsung namun berdasarkan informasi dari kepala distrik dan kepala kampung, saat ini lokasi pembangunan infrastruktur perkantoran gubernur Papua Selatan tersebut masih dalam kondisi aman.
Patroli ini dilakukan Kabag Pps Polres Merauke AKP Dr. Jerry Koagouw SH,MH bersama para Kasat. Kabag Ops AKP Jerry Koagouw mengatakan bahwa patroli yuang dilakukan ini sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.
Saat ini Pemkab Jayapura juga terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan Balai Jalan Nasional Wilayah Jayapura dan pihak lainnya, dalam upaya menangani banjir di dua titik jalan tersebut.
Pj Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo didampingi Wakil Bupati Riduwan terkait banjir tersebut mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengirim Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta bantuan ke warga yang terdampak banjir tersebut.
Dari video yang diterima media ini, mobil yang terserat tersebut bermula saat mobil Hilux warna putih yang berada di bagian depan dan ditutup dengan tarpal bagian depan kemudian disusul sejumlah mobil lainnya mencoba menyeberangi banjir yang masih cukup tinggi dan deras tersebut.
Pj. Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan bahwa ada delapan titik lokasi banjir di jalan trans Papua Kabupaten Merauke menuju Kabupaten Boven Digoel mulai dari jembatan Barki sampai Bupul Distrik Eligobel.
Pj. Gubernur Papua pegunungan Dr. Velix Vernando Wanggai,S.IP. M.P.A mengaku bahwa ia turut merasa perhatin dan sedih atas musibah longsor dan banjir yang di alami oleh masyarakat dari distrik Welesi dan distrik Walaik termasuk distrik Nango Trikora.
Pemerintah Provinsi Papua Selatan langsung merespon laporan adanya ratusan warga tertahan dan terperangkap di Markas Koramil Elikobel, Kabupaten Merauke akibat sejumlah titik di jalan trans Papua di Elikobel dilanda banjir dengan mengambil sejumlah langkah-langkah penanganan.
Akibat dari putusnya 4 jembatan tersebut dari itu 12 orang anak sekolah selama 4 hari yakni sejak Selasa - Jumat kemarin mereka tidak bisa ke sekolah karena jembatan putus, selain itu warganya tidak bisa ke kota bawa jualan sayur-mayur atau barang dagangan lainya,
Akibat dari bencana tanah longsor mengakibatkan salah satu objek wisata yang ada di kampung Apenas rusak parah tertimpamaterial tanah dan batu, sementara untuk bencana banjir mengakibatkan jembatan penghubung tiga kampung yakni Apenas ke Tapigoma dan Paikama terputus sehingga warga tak bisa menyebarang menggunakan kendaraan.
PJ Bupati Jayawijaya Dr. Sumule Tumbo, SE, MM menyatakandata yang ada nantinya akan dilakukan pengecekan kembali secara rill apakah benar atau tidak, sehingga untuk data itu diminta by name dan by addres, dalam penyaluran ini penting sekali dari sisi data yang disediakan agar penyaluran bantuan yang dilakukan pemerintah tepat sasaran pada yang membutuhkan.
PJ Bupati Jayawijaya Dr. Sumule Tumbo, SE, MM menegaskan dalam upaya pemerintah melakukan normalisasi aliran kali –kali kecil dalam Kota Wamena masih terkendala dengan kepercayaan –kepercayaan dari masyarakat sehingga mereka menolak untuk pendangkalan dan penyempitan di kali –kali kecil dalam kota wamena untuk di perbesar.
PJ Bupati Jayawijaya Dr. Sumule Tumbo, SE, MM ia mengaku untuk data 21 Distrik yang dipaparkan itu dari tim BPBD Kabupaten Jayawijaya yang melakukan survey, sementara data tambahan ini akan diminta lagi nama dan alamat korban yang terdampak banjir itu, dalam penyaluran bantuan kepada korban banjir ini perlu untuk mendapatkan data yang tepat
Pantauan Cenderawasih Pos, hujan lebat ini mengakibatkan sejumlah wilayah seperti di Jalan Serui Mekar, Jalan Cenderawasih, Jalan Bougenville, Jalan Yos Soedarso dan Jalan Hassanudin terendam banjir.
Kepala Badan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Merauke Romanus Sujatmiko ditemui disela-sela pemulangan itu mengungkapkan, pemulangan ini dilakukan karena banjir yang sempat sempat merendam rumah warga tersebut sudah surut.
Ketua Ikatan Pegunungan Tengah Kabupaten Merauke Doniki Wandik ditemui di pengungsian GOR Hiad Sai Merauke menjelaskan bahwa pihaknya memilih mengungsi karena air sudah masuk ke dalam rumah.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua Pegunungan Irwanto Halitopo ST, MT mengatakan, mengoptimalkan saluran air dilakukan karena selama ini masyarakat yang tinggal dalam kota wamena Kabupaten Jayawijaya selalu mengelu akibat dari dampaknya banjir pada waktu hujan, sehingga ditangani langsung oleh Dinas PUPR Provinsi Papua.
"Saya minta masyarakat supaya lebih peduli terhadap lingkungan tidak membuang sampah di sembarang tempat dan secara swadaya membersihkan lingkungannya masing-masing tidak selalu mengharapkan pemerintah," ujar Frans Pekey, belum lama ini.
Karena itu, dia meminta masyarakat di Kota Jayapura untuk memperhatikan kebersihan lingkungannya terutama dari sampah-sampah yang memenuhi saluran air di kawasan pemukiman masing-masing.
Salah Satu masyarakat Kampung Pumo, Eligius Mabel mengatakan sejumlah Honai Warga di Kampung Pumo dipenuhi genangan air usai kali baliem meluap, bahkan sebagaian Warga mengunsi menyebarang kali menggunakan prahu ke tempat dataran yang lebih tinggi namun sebagain warga memilih untuk bertahan di rumah mereka.
Kepala Dinas PUPR Kota Jayapura, Nofdy J Rampi mengatakan pihaknya sudah mulai melakukan penyiapan dan pelaksanaan penebangan serta pemangkasan pohon yang ada di sekitar Jalan Utama di Kota Jayapura.
Sampah-sampah rumah tangga dan para pedagang di pusat kota selalu menumpuk di ujung kali tersebut. Bahkan sampah-sampah tersebut berserakan hingga di terapung di atas air, sehingga mengundang bau yang menyengat dan menganggu pemandangan sekitar kota.
Jika di wilayah kota terjadi banjir pada malam harinya termasuk sejumlah pohon tumbang, ternyata di kampung juga mendapat imbasnya. Masyarakat di Kampung Engros mengeluhkan banyaknya sampah plastik yang masuk ke kampung mereka. Bentuknya adalah sampah pampers dan juga kantong plastic es batu.
Karena itu, orang nomor satu di Kota Jayapura itu meminta dan sangat berharap kepada masyarakat terutama mereka yang mengalami langsung kerugian atau dampak dari banjir supaya memperbaiki atau membenahi secara mandiri rumahnya atau tempat tinggalnya.
Hujan lebat ini tidak hanya di Kota Jayapura saja, tapi juga Kabupaten Jayapura, dan sekitarnya yang menyebabkan dampak banjir, longsor dan pohon tumbang pada beberapa titik di Kota dan Kabupaten Jayapura.
Direktur PT. AMJ Robongholo Nanwani, Entis Sutisna mengatakan akibat fasilitas sumber air dan jaringan pipa air milik PT AMJ RN mengalami kerusakan, menyebabkan layanan air bersih terhenti. Terutama aliran air bersih dari Kojabu. Sebab, jalur pipa kojabu mengalami kerusakan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura Gerak cepat (Gercep) untuk membersihkan lumpur, sampah dan sisah mareial yang jatu di wilayah terdampak. Adapun daerah yang terdampak banjir salah satunya di Papua Trade Center (PTC) tepatnya didepan terminal lama Entrop.
Dia menyebut sejumlah wilayah yang terkena dampak bencana banjir di Japsel itu, mulai dari SMA 4 kota Jayapura, Wilayah PTC Entrop, Hamadi Rawa, Argapura Bawa, Hamadi Angkatan Laut. Kemudian di Entrop juga terjadi Pohon tumbang dan menimpa satu unit mobil.
Banyak kendaraan warga yang terpaksa dipindahkan ke lokasi yang lebih tinggi dan warga sibuk mengemas pakaian maupun perabot rumah tangga dan peralatan listrik. Ada juga rumah warga yang sudah kemasukan air akhirnya langsung dikuras dengan menggunakan ember atau gayung.
‘’Ada yang datang langsung dari Kementrian Sosial Republik Indonesia melalui Balai Penanganan Bencana yang ada di Jayapura. Begitu kami informasikan Sabtu, minggu kemarin, mereka langsung datang dan membelikan peralatan dapur sesuai yang kami butuhkan serta kebutuhan bagi para pengungsi untuk waktu 7 hari,’’ kata Gentur Pranowo.
Bupati Merauke Drs. Romanus Mbaraka, MT, kepada wartawan mengungkapkan, pemulangan pengungsi ini dilakukan setelah mendapatkan laporan dari BMKG terkait dengan kondisi cuaca pada Senin (18/03/2024) dimana air pasang laut mulai turun tidak setinggi dengan beberapa hari sebelumnya.
ibu Riske salah satu warga yang tinggal di Perumahan BTN Griya Qaliwe, ia mengaku banjir yang terjadi hari Sabtu lalu ia rasakan yang terparah dari banjir-banjir sebelumnya karena air masuk ke dalam rumah sampai pinggang orang dewasa dan dari kejadian ini ia mengalami kerugian materil ada alat elektroniknya rusak terendam air.
Sedangkan 5 unit rumah lainnya dilaporkan rusak berat. Salah satu rumah yang dilaporkan tersapu banjir rob tersebut adalah milik Mansur. Rumah bangunan dari papan tersebut, terbawa banjir rob.
‘’Memang setiap tahunnya, warga kita yang tinggal di pesisir mengalami hal yang sama ketika terjaid pergantian musim terutama angin barat. Rumah-rumah yang ada di pesisir mengalami musibah, selain banjir juga ada kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan dari angin kencang,’’ terangnya.
Jika melihat dari lima tahun belakangan kejadian banjir bandang di Sentani terjadai pada Sabtu malam 16 Maret 2019 nyaris sama dengan kejadian malam kemarin, hanya tak ada longsor, dan tak ada korban jiwa.
Kapolres Merauke Akbp I Ketut Suarnaya melalui AKP Sanawiyah pihaknya mencoba mendatangi lokasi terdampak untuk melakukan pendataan sekaligus memberikan makanan siap saji bagi para korban. Disela-sela itu mereka juga memberikan imbauan kepada warga untuk tetap waspada.
Kondisi ini membuat pemerintah daerah meminta dukungan dari DPRD Jayawijaya agar bagaimana pelayanan dengan mengalihkan anggaran yang ada untuk penanganan drainase yang tersumbat dalam kota wamena, tentunya hal ini tak bisa dibiarkan saja namun membutuhkan penanganan dari pemerintah daerah.
Dia mengingatkan, instansi teknis di Pemkot Jayapura supaya memprioritaskan penanganan masalah banjir di Kota Jayapura terutama di daerah aliran sungai atau Kali Acai yang selalu menjadi titik limpahan bencana banjir di wilayah sekitar Abepura. Selain itu, dia juga meminta, agar penanganan masalah prioritas tidak bisa dinomorduakan,.