Persoalan penanganan pasar Youtefa dan Otonom Kotaraja, hingga saat ini sepertinya tak kunjung beres. Khusus di Pasar Otonom Kotaraja, pasca ditertibkan bangunan liar di dalam pasar, hingga kini justru banyak lokasi dalam pasar yang terbiarkan kosong, sementara para pedagang memilih berjualan di pinggiran jalan, di luar kompleks pasar otonom Kotaraja.
Hal ini berdasarkan data stok beras bulog per 16 Oktober 2023. Dimana data Kanwil Bulog Papua dan Papua Barat yang diperkirakan mampu bertahan hingga 5,1 bulan ke depan.
Kepala Seksi Espor Impor Disnakerindag Jayawijaya Sammy Rumbino menyatakan permasalahan penjualan ikan yang ada di tengah Kota ini sangat mengganggu terkait limbah dan pemerintah sudah menyediakan tempat di Pasar jibama Wamena, dan pihaknya sudah sampaikan kepada mereka namun alasannya keamanan.
Pihaknya sudah memprogramkan untuk dilakukan perbaikan dan diusulkan kepada pimpinan daerah dengan usulan dana Rp 4 miliar, untuk perbaikan drainase dari lampu merah Pasar Lama hingga Jalan Komba.
Andi salah satu warga Sentani mengatakan, dari dulu sampai sekarang kondisi Pasar Lama Sentani kurang diperhatikan. Drainasenya habis dibongkar tapi tidak diperbaiki kembali dan akhirnya hanya ditutup papan. Tentu ini berbahaya dan tidak nyaman dilewati para pejalan kaki.
Pramono salah satu sopir angkutan trayek Sentani- Nimbokrang mengatakan, kondisi terminal di Pasar Pharaa Sentani sangat memprihatikan tidak terawat dengan baik, dimana terminal terlihat kotor dan jorok karena banyak ludah pinang dibuang sembarangan termasuk di tembok terminal.
Pembangunan pasar darurat ini oleh Satgas ini berawal dari banyaknya warga kampung Basim yang berjualan di pinggiran jalan tak beraturan hingga menyebabkan pemandangan Kampung Basim tak elok dipandang. Berawal dari hal itulah, Satgas Yonif 125/SMB membangun pasar tradisional.
"Target transaksi ritel ditaksir menyentuh Rp 50 miliar. Sedangkan, kontrak dagang sebesar USD 1 juta," ujar Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Muchsin Ridjan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Papua, Jeri Agus Yudianto menyampaikan, saat dilakukan pertemuan antara Pj Gubernur Papua M Ridwan Rumasukun dan Kabulog. Mendorong masyarakat peningkatan potensi komoditi non beras dan itu sudah menjadi konsennya Pemda.
Penjabat walikota Jayapura, Dr. Frans Pekey mengatakan, ada sejumlah langkah dan upaya yang sudah mulai dilakukan oleh pemerintah, mulai dari kegiatan operasi pasar atau sidak dan melaksanakan pasar murah di beberapa lokasi di Kota Jayapura. Ini semata mata untuk menjaga harga pangan tetap terjangkau.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto menyampaikan, saat ini pemerintah sedang menggelar gerakan pangan murah dalam rangka stabilitas pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi yang diselenggarakan di Halaman Kantor Bupati Supiori selama 2 hari yaitu tanggal 3 dan 4 Oktober 2023.
Misalkan harga bawang merah sebelumnya Rp 60 ribu/kg kini menjadi Rp 50 ribu/kg. Bawang putih Rp 50 ribu/kg dimana harga sebelumnya Rp 40 ribu/kg, cabe rawit Rp 80 ribu/kg dari sebelumnya Rp 110 ribu/kg dan cabe keriting Rp 70 ribu per kg dari sebelumnya Rp 90 ribu/kg.
Soal keluhan pedagang di Pasar Pharaa Sentani di bagian lapak paling belakang yang baru di bangun pasca kebakaran, pedagang meminta dibuatkan drainase dan jalan supaya saat hujan tidak becek dan ada pembuangan air melalui drainase.
Terkait dengan kondisi ini, pemerintah berharap agar masyarakat tidak terlalu panik yang berlebihan karena wilayah Kota Jayapura dan Papua pada umumnya tidak kekurangan bahan makanan. Untuk itu, dia meminta masyarakat di Kota Jayapura supaya kembali untuk mengkonsumsi pangan pangan lokal yang memang ketersediaannya cukup melimpah.
Lapak di Pasar Pharaa Sentani yang dibangun oleh BPBD Kabupaten Jayapura di eks lapak yang terbakar sudah sebagian di tempati pedagang. Namun sarana dan prasarana akses ke lapak tersebut belum dilengkapi mulai dari jalan, drainase dan tempat sampah, sehingga membuat pedagang dan pengunjung kurang nyaman.
Imran pedagang ikan di pasar pharaa sentani mengaku, saat ini lapak pedagang ikan dalam berjualan memang ada di lokasi tengah, dibuat sementara sambil menunggu pembangunan drainase selesai. Jadi pengunjung bisa membeli ikan di lapak bagian tengah walaupun tempatnya kurang begitu nyaman karena hanya digunakan sementara saja.
David selalu pemilik kios sembako di Pasar Pharaa Sentani mengatakan, harga beras medium dan premium mengalami kenaikkan harga per kemasan mulai dari Rp 10 ribu, baik merek 99, Kano, karung kuning dan lainnya.
Untuk mendukung capaian dari target yang diberikan tersebut, pihaknya sejauh ini mengandalkan beberapa sektor yang menjadi sumber pendapatan asli daerah. Namun yang paling besar itu ada di Pasar Youtefa dan Pasar Hamadi.
Patroli yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Jayawijaya AKP Ibnu Rudihartono, S.IK dan Kapolsek Wamena Kota AKP Najamuddin, SH tersebut menyasar terhadap masyarakat yang dipengaruhi minuman keras dan sering mengganggu ketertiban di tengah aktifitas masyarakat.
"Harga barang di pasar murah ini, sangat terjangkau, bedanya sekitar Rp. 8 ribu, seperti gula, di toko atau supermarket harganya kisaran Rp.18 ribu/kg, tapi di pasar murah ini ini cuma Rp. 12 ribu," ujarnya.
Setelah pemanfaatan pasar itu ditertibkan pihak dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kota Jayapura beberapa waktu lalu. Para pedagang dari Arso Koya ini telah dibatasi aksesnya ke dalam pasar baru Youtefa otonom oleh Disperindag Kota Jayapura. Karena mereka berdagang di luar waktu yang ditetapkan pemerintah.
"Itu kami rencanakan penertibannya bulan depan, sekarang surat-suratnya sudah mulai kami kirimkan ke PKL. Sesuai SOP kami, setiap pedagang itu harus kami surati minimal tiga kali sebelum kami kirim surat pemberitahuan eksekusi. Semua bangunan di depan jalan masuk pasar," kata Robert L. Awi, Rabu (20/9).
Pihaknya mengancam jika aturan yang sudah diberlakukan oleh Pemkot Jayapura, namun terus dilanggar, selanjutnya mereka akan didata dan akan dimasukkan dalam daftar hitam (Black list), mereka dipastikan tidak boleh lagi berjualan di Kota Jayapura.
Seperti yang disampaikan Ani penjual telur Anpu di Pasar Sentral Hamadi bahwa harga telur saat ini masih tergolong murah, yang tadinya Rp 68 ribu - Rp 70 ribu/rak kini menjadi Rp Rp 65 ribu - Rp 68 ribu/rak.
“Razia ini akan kita lakukan dalam waktu dekat lantaran pedagang sayuran yang ada dipinggirkan jalan Safridarwin sering menimbulkan kemacetan di wilayah itu,”ungkapnya Rabu (20/9) kemarin
Ketua Asosiasi Pasar Potikelek Yunita Gombo mengakui Ada beberapa permasalahan yang terjadi dalam pasar Potikelek Wamena yang memang perlu perhatian dari pemerintah Kabupaten Jayawijaya agar para pedagang dalam pasar ini bisa melakukan aktifitas perdagangan dengan baik.
Dengan adanya kemajuan zaman dan teknologi informasi, mereka tentu kalah bersaing dengan pelaku usaha yang bisa memasarkan dagangnya lewat media sosial dengan berjualan secara online.
Kepala PLBN Sota Ibu Ni Eluh Puspa Jayaningsih menyampaikan bahwa pasar tersebut sebagai pusat perdagangan di perbatasan dan dengan adanya pasar murah di harapkan dapat membantu masyarakat di perbatasan Sota sehingga perekonomian masyarakat dapat meningkat.
Menurut pengakuan salah satu pedagang yang namanya enggan dikorankan, kembalinya mereka berjualan di luar lokasi pasar teptanya di pinggir jalan masuk pasar Otonom, karena ada yang memberi izin.
"Kalau ikan mahal, kami jual yang harga Rp 20 ribu jadi Rp 35 ribu, sementara yang Rp 30 dihargai Rp 50 ribu dan yang Rp 50 ribu jadi Rp 80 ribu- Rp 100 ribu, "ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (11/9) kemarin.
Pasar Mama-Mama Papua akan segera dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Merauke. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Merauke Erick Rumlus, S.Sos mengungkapkan bahwa pembangunan pasar bagi mama-mama Papua ini akan segera dilaksanakan setelah tender atas pekerjaan tersebut telah dilaksanakan.
Pihaknyapun selama ini telah memberikan tindakan tegas dengan melakukan penertiban terhadap penjual pinang tersebut. Sayangnya justru mendapat penolakan keras dari pemilik hak ulayat.
Dimana pagi hari mulai pukul 06.00 - 09.00 WIT dan juga sore hari mulai pukul 16.00 - 17.00 WIT, dimana pada jam-jam tersebut harga dan stok ikan melimpah.
Kepala dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jayapura, Robert L. N. Awi menegaskan, untuk lebih menertibkan para PKL tersebut terutama mengenai waktu mereka mengakses pasar, pihaknya membangun portal penutup jalan, ini guna membatasi PKL mengakses kedalam area pasar diluar batas waktu yang telah ditentukan.
Seperti yang diungkapkan Bude Mustika penjual komoditi pertanian di Pasar Sentral Hamadi, bahwa sudah hampir seminggu terakhir harga komoditi pertanian baik lokal dan kiriman turun harga.
Kapolres Jayawijaya, AKBP Heri Wibowo, SIK menyatakan, dalam kasus provokasi dan penyerangan di Pasar Potikelek, pihaknya telah menetapkan seorang tersangka dengan inisial JA yang melakukan provokasi kepada warga yang lainnya, setelah kakinya terkena parang yang dibawanya sendiri saat berkelahi dengan rekannya.
Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, S.IK menyatakan, pihaknya membekap Disperindagkop untuk memberikan imbauan agar aktivitas jual beli di Pasar Potikelek bisa kembali berjalan normal.
Untuk itu, Sekda Kabupaten Jayapura Hana S. Hikoyabi berharap pengunjung dan pedagang di Pasar Pharaa Sentani bisa menjaga kebersihan tempat jualan dan bisa menyediakan tempat sampah di tempat jualan. Pengunjung yang berjualan juga jangan membuang sampah sembarangan.
Menurut Pj Bupati Sarmi dengan adanya hari pasar akan adanya konsentrasi masyarakat, artinya secara perlahan orang akan datang ke lokasi yang ditunjuk untuk membeli hasil dari masyarakat Maven Tor.
Pejabat Walikota Jayapura, Dr. Frans Pekey menjelaskan, dari hasil sidak yang dilakukan pihaknya, didapati harga ayam potong dan telur ayam mengalami kenaikan. Untuk harga telur saat ini sudah menyentuh Rp 60 ribu sampai Rp 75 ribu per rak.
"Hampir semua pedagang menjual demikian, karena dari peternak ayam mengakui stok ayam baru masuk, sehingga ukurannya masih sedang-sedang dari ukuran sebelumnya, "ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (22/8) kemarin.
Oktovina Josina Kambu, selaku Kabid Ekonomi Bapeda Kota Jayapura dan juga anggota TIPD Kota Jayapura mengatakan, sejauh ini pemerintah Kota Jayapura berhasil menjaga inflasi di Kota Jayapura. Sampai di Juli 2023 inflasi YOY Kota Jayapura berada di 2,17 persen.
Sri penjual komoditi pertanian di Pasar Sentral Hamadi mengakui bahwa sampai dengan saat ini harga komoditi pertanian turun harga, seperti halnya cabai rawit Rp 100 ribu/kg menjadi Rp 70 ribu/kg.
Bupati Romanus saat membuka pameran pembangunan dan panggung hiburan ini menjelaskan, dalam rangka HUT Kemerdekaan RI, Pemkab Merauke menyelenggarakan beberapa giat yang melibatkan stakeholder dan seluruh masyarakat Merauke.
Darmawan, Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, dihubungi media ini mengungkapkan, pencarian terhadap korban dengan melakukan penyisiran sepanjang Sungai Maro tersebut belum membuahkan hasil.
Dikatakan bahwa dari hasil sidak Anggota Panus menemukan banyak perosalan di dua pasar tersebut. Salah satunya terkait pungutan liar terhadap retribusi lapak. Dimana ada banyak pelaku melakukan pungutan liar di Pasar Otonom.
Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi menyatakan, pihaknya turun bersama PJ Gubernur Papua Pegunungan ke pasar dan juga pertokoan untuk melihat inflasi harga guna menjaga stabilitas harga di Kabupaten Jayawijaya.
"Kalau beli tiga ekor ikan ukuran besar kita kasih harga Rp. 90 ribu/ekor. Sementara yang sedang bisa kita kasih 50 ribu/ekor," kata Ikram penjual ikan di Pasar Hamadi, Minggu (6/8).
Walaupun kondisi ini cukup pahit dan sangat memprihatinkan, tapi apalah daya demi menghidupkan keluarga, mereka tetap setia dengan kokoh duduk dengan bealaskan terpal untuk berjualan. Sebagian besar pedagang OAP di pasar Youtefa Abepura berjualan hasil taninya. Seperti sayur maupun buah buahan.
Menurutnya kondisi ini disebabkan karena sepinya pengunjung. Selain karena faktor cuaca yang tidak mendukung, juga kondisi pasar yang sangat becek, bahkan seluruh ruas jakan di lokasi pasar tergenang air.
Yang lebih parahnya lagi di tengah tingginya harga barang, tampak tidak seimbang dengan pemasukan. Seperti tomat sebelumnya hanya Rp. 10 ribu per kg, tapi sekarang naik menjadi Rp. 22 ribu. Selain itu cabai rawit khusus lokal, harga melonjak jauh, menjadi Rp.120 per kg.
Dari pantauan Cenderawasih Pos, meski Pemkot Jayapura telah membangun los tempat jualan di dalam pasar, namun banyak pedagang yang memilih berjualan di tepi jalan masuk ke Pasar Otonom ini. Awalnya, biasa pada sore menjelang malam malam, namun kini juga mulai banyak yang berjualan siang hari.
Jenazah korban ditemukan di dalam Lapak Jualan Kompleks PKL Belakang Pasar Youtefa Abepura. Dikatakan Kapolsek bahwa korban pertama kali ditemukan oleh saksi Widy Napitupulu (55) sekitar pukul 12.50 WIT, dimana ketika saksi pulang bekerja ia tidak melihat korban di sekitar kompleks PKL Pasar Youtefa Abepura.
Seperti yang diungkapkan Mama Bobi, penjual komoditi pertanian di Pasar Sentral Hamadi bahwa harga komoditi pertanian relatif stabil, seperti tomat mengalami penurunan tetapi masih dikisaran harga Rp 20 ribu/kg.
"Tetapi itu pun tidak sebanyak tahun-tahun lalu, sementara untuk permintaan lainnya memang saat ini lesu, kami kesulitan mencari pelanggan, "ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (25/7) kemarin.
Dia meminta instansi terkait supaya mengarahkan pedagang dan juga menginstruksikan kepada satuan polisi pamong praja untuk terus memberikan perhatian dengan menertibkan pedagang-pedagang yang masih melawan aturan.
Khususnya untuk Minyak Kita yang biasanya dijual Rp 14 ribu- Rp 16 ribu/liter, kini mencapai Rp 20 ribu- Rp 22 ribu/liter, sementara minyak goreng bermerek lainnya bisa mencapai Rp 26 ribu/liter.
Seperti tomat mengalami penurunan tetapi masih dikisaran harga Rp 20 ribu/kg. Cabai rawit masih tetap Rp 100 ribu/kg, cabai keriting dan cabai besar Rp 90 ribu/kg, bawang merah Rp 55 ribu dan bawang putih Rp 50 ribu/kg.
Aksi saling serang antara pedagang dan preman pasar Jibama ini pukul 13.04 WIT Selasa (18/7) yang dilatarbelakangi kasus mengkonsumsi Miras dan aksi pemalakan pada kios-kios yang berada di dalam pasar.
Oleh sebab itu mereka minta kepada pemerintah untuk menindak tegas, dengan menertibkan para pedagang tersebut untuk berjualan di dalam lokasi pasar. "Di dalam pasar masih banyak tempat yang kosong, kenapa mereka ini jual di pintu masuk, bikin macet saja," ujar Roin (31) kepada Cenderawasih Pos, di Pasar Youtefa, Minggu (16/7).
“Barang-barang kios serta dokumen penting seperti Ijazah, SD,SMP,SMA dan Ijazah sarjana dan akte nikah semuanya ikut ludes terbakar selain itu termasuk sejumlah uang dan 4 handone, satu buah laptop ikut terbakar tidak ada yang selamat,” beber pria asal Jombang Jawa timur itu.
Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, S.IK saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden kebakaran tersebut. Dimana kebakaran terjadi di los kedua deretan kios dan awal api diduga berasal dari pintu kios nomor tiga, namun tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
"Penurunan harga baru di hari ini, namun untuk cabai rawit masih tetap Rp 100 ribu/kg, cabai keriting dan cabai besar Rp 90 ribu/kg, bawang merah Rp 55 ribu dan bawang putih Rp 50 ribu/kg, "ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (12/7) kemarin.
"Harga ikan ekor kuning Rp 100 ribu/ 3 ekor, ukuran besar Rp 250 ribu - Rp 350 ribu/ekor, sementara untuk ikan potongan mulai dari Rp 20 ribu - Rp 35 ribu per potong, " terangnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (10/7) kemarin.
Kunjungan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Sentani Kabupaten Jayapura khususnya ke Pasar Pharaa Sentani dan Edu Wisata Waibu, memberikan kebahagiaan bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Jayapura.
Salah satunya mama-mama Papua penjual pinang di Pasar Pharaa Sentani, Kamila Jigibalom yang mengaku, sangat senang dengan kehadiran Presiden Jokowi. Karena Jokowi berkunjung ke Pasar Pharaa tidak kali pertama ini sehingga perhatian yang diberikan sangat luar biasa oleh Presiden RI Jokowi di Papua khususnya Kabupaten Jayapura
Waode Mime, penjual buah mengaku omzet jualanya tak satupun yang laku. Padahal dirinya buka jualan mulai jam 06.00 WIT. Namun hingga sore pengunjung tak kunjung datang membeli."Aduh uang untuk makan saja tidak ada, hari paling apes," ujarnya kepada wartawan Cepos, Rabu (5/7).
Warga yang datang ke lokasi tersebut dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga orang tua. Bahkan tidak sedikit warga yang menggunakan kendaraan roda empat juga datang untuk menikmati hiburan yang disajikan di area pasar malam.
"Padahal kami ini pedagang tetap dan kalau pedagang dari luar diizinkan jualan bebas di pinggir jalan, lantas buat apa bikin pasar semegah ini," ungkap Risken (45) salah seorang pedagang yang ditemui Cenderawasih Pos, Minggu (2/7) sore.
Pelaksana Tugas (Plt)Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua, Suzana Wanggai mengatakan, pihaknya sedang menggalakkan penggunaan produk dalam negeri, sehingga sudah seharusnya pasar modern menjual produk lokal.
"Hasil pertanian turun, stok terbatas, permintaan meningkat, otomatis harga naik, ini selalu terjadi pasca Hari Raya baik itu Idul Fitri, Nataru, bahkan Idul Adha, "ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (1/7).
Dalam gerakan pangan murah serentak ini, Provinsi Papua menggelarnya di tiga titik. Dimana Pemprov dipusatkan di halaman Kantor Gubernur, Pemerintah Kota Jayapura dipusatkan di Distrik Heram, sementara Pemkab Jayapura dipusatkan di halaman parkiran Kantor Bupati.
"Untuk cabai merah sendiri sudah 3 hari kami tidak jualan karena kehabisan stok, kiriman dari Jayapura dan Kota Merauke belum masuk ke Wamena, sedangkan untuk cabai lokal belum bisa memenuhi permintaan pasar,”ungkapnya.
Pada kegiatan inspeksi mendadak yang dilakukan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Jayapura terhadap harga kebutuhan pokok di Kota Jayapura Kamis (22/6) kemarin, tidak menemukan adanya kendala terkait dengan ketersediaan bahan-bahan kebutuhan pokok termasuk harga yang masih relatif dijangkau oleh masyarakat umum di Kota Jayapura.
"Dari hasil pemantauan yang dilakukan di Hypermart, Mega, pasar tradisional dan Saga Group, terpantau harga bapok sebagian besar stabil. Memang ada yang alami kenaikan juga, tetapi tidak begitu signifikan, "ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (22/6) kemarin.
"Saya yakin bahwa teman-teman dari Damkar sudah punya data untuk titik-titik yang bisa digunakan untuk memasang hidran tersebut. Prinsipnya kita terus berupaya untuk menambah jumlah dan kapasitas hydrat dari kota Jayapura," kata Frans Pekey, Senin (19/6).
"Permintaan paling menurun adalah pembelanjaan beras, biasanya masyarakat beli beras dengan karung, sekarang hanya kiloan, selain itu permintaan kebutuhan lainnya seperti gula, minyak goreng juga terasa turun, "ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (19/6) kemarin.
"Saya minta kepada Pemerintah Kota segera bangun hydran kebakaran di Kompleks Pasar Youtefa," ujar Abisai Rollo saat menyalurkan bantuan berupa Paket Sembako kepada korban kebakaran di pokso kebakaran, Jumat (16/6).
"Meski harga tomat naik, tetapi stok tomat tetap ada di pasaran, tetapi tidak dalam jumlah yang besar, pasalnya kami juga berebut stok yang datang dari Keerom,"ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (6/6) kemarin.
"Kami selalu aktif melakukan program-program yang sifatnya mengandung literasi dan juga edukasi. Kami juga turut menyambut baik kegiatan yang dilakukan OJK melalui aplikasi LMS (Learning Management System), "ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (28/5) kemarin.
Setelah patok itu dipasang, para pedagang selanjutnya membangun losnya masing-masing dengan menggunakan biaya pribadi. "Sekitar 2 minggu lalu, pengurus pasar datang ukur, dan bagi tempat, sehingga sekarang kami sudah bisa bangun los masing masing," ujar Nurkolis.
Direktur Literasi dan Keuangan OJK Pusat, Horas V. M Tarihora menjelaskan, kegiatan ini untuk melakukan edukasi diera digital, yang dilakukan secara digital melalui LMS (Learning Management System) yang telah dilaunching OJK pada 2020 lalu.
Penjabat Wali Kota Jayapura, Dr. Frans Pekey, M.Si., meminta seluruh jajaranya supaya tidak berpuas diri atas capaian Pemkota Jayapura yang mampu menekan inflasi daerah di kota Jayapura beberapa bulan belakangan ini. Dimana sampai April 2023, inflasi di Kota Jayapura mencapai 3,43 persen.
Endang penjual telur antar pulau (anpu) di Pasar Youtefa mengatakan, saat ini harga telur anpu normal dan permintaan pembeli juga stabil. Pada momen Ramadhan dan Idul Fitri lalu, harga memang sempat naik karena permintaan banyak, tetapi saat ini sudah kembali stabil.
Terkait dengan stok beras dari Perum Bulog yang masih dalam perjalanan masuk ke Jayapura mengakibatkan harga beras dipasaran mulai bergejolak. Tidak heran jika harga beras dipasaran mulai mengalami kenaikan Rp 10 ribu- Rp 15ribu/karungnya.
"Harga cabai rawit Rp 80 ribu/kg, harga cabai besar Rp 60 ribu/kg, cabai keriting Rp 70 ribu/kg, tomat Rp 8 ribu/kg, bawang merah Rp 50 ribu/kg, bawang putih Rp 40 ribu/kg,"Katanya kepada Cenderawasih Pos, Senin (15/5) kemarin.
Pelaku SA (38) sementara bisa dikenakan pasal 531 ayat 1 atau 2 yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman kurungan penjara di atas 5 tahun. Hal ini dikatakan Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK., MH, Kamis (10/5), kemarin.
Pengunjung yang datangpun ada dari berbagai kalangan, anak anak, remaja hingga dewasa. Suasana di Pasar malam itu terlihat begitu ramai, bagaimana tidak, dengan disajikan berbagai permainan, tampak memberikan hiburan bagi masyarakat yang ada di Kota Jayapura.
Bangunan los di lokasi eks kebakaran awal tahun lalu, memang kini sudah selesai dibangun. Meski sebelumnya, sempat roboh, bangunan ini kini diharapkan bisa segera dimanfaatkan para pedagang untuk kembali berjualan.
"Karena sering diusir kesana dan kemari, kami hanya bisa jualan dipinggiran jalan raya, mamang menggagu aktivitas kendaraan yang lalu-lalang tetapi kami tidak punya pilihan, "Katanya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (28/4) kemarin.
"Harga ikan kecil cenderung murah, karena hasil tangkapan melimpah sementara harga ikan besar masih cukup mahal karena dipengaruhi hasil tangkapan yang kurang dari biasanya, dan ukurannya juga jauh lebih besar,"Katanya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (27/4) kemarin.
Pasca Lebaran Idul Fitri, harga komoditi pertanian memang masih normal namun dipasaran terlihat para pedagang dan pembeli masih sepi, karena libur banyak petani juga pedagang yang belum berjualan.
Lokasi Pasar ini memang sudah menjadi langganan banjir jika turun hujan dalam intensitas yang tinggi. Namun pantuan koran ini, di Pasar Youtefa kamis kemarin hanya becek dan berlumpur, tetapi tidak "tenggelam" alias separah seperti yang terjadi selama ini.
Sebagian besar mereka yang berjualan di pinggir jalan ini, dari Wilayah Arso, dan Koya. Hal inipun kemudian membuat omsest penjualan bagi pedagang yang berada didalam lokasi pasar anjlok.
Ima mengatakan kondisi semacam ini disebabkan karena kondisi pasar yang selalu menjadi langanan banjir ketika terjadi hujan. "Biasa kalau hujan pasti jalan becek, mungkin itu yang bikin pembeli enggan untuk datang belanja disini (Pasar Youtefa)," katanya.
"Kami sebenarnya mau kalau cor lantai Los Pasar ini dibebankan kepada (Pedagang), tapi sebelumnya dari pemerintah tidak memberikan izin, karena mereka mengaku sudah ada anggarannya," jelas Laode kepada wartawan di pasar Youtefa rabu, (12/4).
Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK., MH melalui Kasat Samapta Iptu Usriyanto, SE mengatakan, dalam sehari berbagai macam aduan dan laporan warga langsung ditindaklanjuti anggotanya yang berjaga di Pos Pasar Lama.
Kepala Bidang Tanaman pangan Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua Lunanka Daimboa mengungkapkan, kegiatan tersebut bertujuan mengendalikan inflasi selama momen ramadan.
Setelah dilantik pada Mei 2022 silam, Pj Bupati Nduga Namia Gwijangge S. Pd. M.Si melihat Pasar Keyabi yang memperihatinkan dan pada saat itu dirinya berjanji akan merenovasi atau revitalisasi pasar tersebut. Akhirnya belum genap setahun kepemimpinannya, Pj Bupati Namia membuktikan janjinya dengan meresmikan Pasar Keyabi yang berada di Distrik Kenyam pada Jumat, (31/3)