Retribusi parkir tepi jalan menjadi sektor potensial untuk menambah PAD Kota Jayapura, namun disinyalir masih banyak terjadi kebocoran. Tampak sejumlah kendaraan parkir di tepi jalan di wilayah Abepura. (foto:Dok/Cepos)
Sektor Parkir dan Sampah Jadi Sorotan Utama DPR Kota Jayapura
JAYAPURA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura mendesak Pemerintah Kota Jayapura untuk segera melakukan pembenahan serius guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sektor retribusi parkir dan pengelolaan sampah dinilai memiliki potensi paling signifikan untuk mendongkrak penerimaan daerah, namun masih menghadapi kebocoran (loss PAD) yang cukup masif.
  Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, dari Fraksi Partai Golkar. Menurutnya, jika kedua sektor ini dikelola dengan tata kelola yang baik dan profesional, lonjakan PAD dapat tercapai secara signifikan.
Yuli Rahman (foto:Jimi/Cepos)
 “PAD paling tinggi itu sebenarnya bisa berada di parkir. Ada dua PAD kita yang bisa naik signifikan apabila kita laksanakan dengan baik, yaitu PAD untuk parkir dan PAD sampah,” ujar Yuli Rahman dalam keterangannya, Selasa (3/11).
  Yuli menyoroti sejumlah persoalan mendasar di lapangan yang menjadi pemicu utama kebocoran pendapatan di sektor parkir. Salah satunya adalah maraknya juru parkir (jukir) ilegal di berbagai ruas jalan, serta lemahnya pengawasan distribusi karcis resmi dari Dinas Perhubungan.
 Ia menjelaskan, masih banyak jukir resmi yang tidak diberikan karcis secara rutin atau tidak memberikannya kepada pengendara. Padahal, banyak warga yang enggan membayar retribusi jika tidak disertai bukti karcis yang sah.
 “Banyak jukir kita tetapi tidak disertai dengan karcis. Karena banyak orang yang tidak mau bayar parkir kalau tidak ada karcisnya. Ini loss PAD di bidang parkir itu sangat besar,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.
Sektor Parkir dan Sampah Jadi Sorotan Utama DPR Kota Jayapura
JAYAPURA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura mendesak Pemerintah Kota Jayapura untuk segera melakukan pembenahan serius guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sektor retribusi parkir dan pengelolaan sampah dinilai memiliki potensi paling signifikan untuk mendongkrak penerimaan daerah, namun masih menghadapi kebocoran (loss PAD) yang cukup masif.
  Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, dari Fraksi Partai Golkar. Menurutnya, jika kedua sektor ini dikelola dengan tata kelola yang baik dan profesional, lonjakan PAD dapat tercapai secara signifikan.
Yuli Rahman (foto:Jimi/Cepos)
 “PAD paling tinggi itu sebenarnya bisa berada di parkir. Ada dua PAD kita yang bisa naik signifikan apabila kita laksanakan dengan baik, yaitu PAD untuk parkir dan PAD sampah,” ujar Yuli Rahman dalam keterangannya, Selasa (3/11).
  Yuli menyoroti sejumlah persoalan mendasar di lapangan yang menjadi pemicu utama kebocoran pendapatan di sektor parkir. Salah satunya adalah maraknya juru parkir (jukir) ilegal di berbagai ruas jalan, serta lemahnya pengawasan distribusi karcis resmi dari Dinas Perhubungan.
 Ia menjelaskan, masih banyak jukir resmi yang tidak diberikan karcis secara rutin atau tidak memberikannya kepada pengendara. Padahal, banyak warga yang enggan membayar retribusi jika tidak disertai bukti karcis yang sah.
 “Banyak jukir kita tetapi tidak disertai dengan karcis. Karena banyak orang yang tidak mau bayar parkir kalau tidak ada karcisnya. Ini loss PAD di bidang parkir itu sangat besar,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.