Sekolah yang terletak di Koya Timur Distrik Muara Tami itu, tercatat sebagai sekolah menengah pertama yang ke-50 di Kota Jayapura. “Apakah ini sebuah kebetulan, atau sebuah pertanda bahwa sekolah ini akan melahirkan orang-orang hebat di kemudian hari?" ujarnya.
Kegiatan lomba Tari Yospan berlangsung meriah dan disambut antusias masyarakat yang menyaksikan. Ketua Panitia Lomba Tari Yospan yang juga Kapolres Jayapura, AKBP Umar Nasatekay mengatakan, lomba Tari Yospan diikuti 18 grup dengan kategori anak dan dewasa dari seluruh distrik yang ada di Kabupaten Jayapura, diantaranya 10 grup dari kategori dewasa dan 8 grup dari kategori anak-anak.
Pj Walikota Jayapura, Christian Sohilat mengatakan, kegiatan dengan melibatkan ribuan peserta didik dari berbagai sekolah di kota Jayapura merupakan bagian dari upaya pemerintah kota Jayapura untuk mengobarkan semangat dan rasa nasionalisme agar tertanam di jiwa generasi muda terutama para pelajar baik di tingkat SD SMP dan SMA SMK di wilayah kota Jayapura.
Dia menjelaskan, untuk OSN jenjang SMP terdapat tiga bidang yang di kompetisikan yaitu matematika, ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan sosial. Sedangkan untuk O2SN jenjang SMP terdapat beberapa cabang olahraga yang dilombakan dipertandingkan yaitu atletik, renang, bulu tangkis, pencak silat dan karate.
Kapolsek Mimika Timur, AKP Matheus Tenggu Ate menjelaskan bahwa kasus tersebut tidak dilanjutkan karena pihak keluarga dari siswi SMP yang tewas akibat gantung diri di kampung Ayuka telah menerima dan tidak mempermasalahkan karena mereka menyaksikan sendiri siswi tersebut melakukan tindakan bunuh diri.
Salah satu komitmen ini dituangkan dalam kerja sama dengan PT.Digital Gasing Edukasi dengan program Pandai berhitung dengan metode gasing (gampang asyik dan menyenangkan) yang mengarah pada materi pelatihan keterampilan kepada guru jenjang pendidikan dasar.
Aipda Idrus mengungkapkan bahwa kegiatan sambang kepada warga dan berkunjung ke SMP Yapis Merauke sebagai wujud kepedulian Polri kepada masyarakat. Pihaknya juga mengimbau kepada warga agar selalu meniingkatkan budaya gotong royong untuk membangun pendidikan di Merauke.
Dengan mengangkat tema Bertransformasi Membentuk Insan Cerdas, BertaQwa Berakhlak Mulia dan Unggul dalam Bidang Iptek yang Berkearifan Lokal, acara syukuran ulang tahun ini dimeriahkan dengan berbagai pentasan seni yang dibawakan siswa dari berbagai kelas.
Peresmian gedung baru itu merupakan bukti dan komitmen Yayasan Kalam Kudus Indonesia Cabang Jayapura untuk ikut dalam mengisi pembangunan di tanah papua khususnya di Kota Jayapura dalam menyiapkan generasi muda yang tangguh dan berakhlak untuk mengisi roda pembangunan di Kota Jayapura.
"Jadi kegiatan ini advokasi pemanfaatan raport pendidikan dalam rangka transformasi satuan pendidikan dan juga dapat dijadikan sebagai dasar Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang tepat dan akurat," katanya kepada Cenderawasih Pos.
Purnama menjelaskan untuk materi yang dibawakan Sekolah selama MPLS berlangsung antara lain, wawasan wiyata mandala, Pramuka, kesadaran berbangsa dan bernegara, belajar efektif, pendidikan karakter, tata krama siswa, pengenalan kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka, dan Pembinaan mental agama di sekolah.
Menurut Walio, pada perayaan tersebut pihaknya melibatkan 3.000 anak dan hingga kini belum ada perubahan. Sehingga itu, tim akan terus memantau perkembangan dan kesehatan anak selama latihan digelar.
SMPN 1 Sentani tidak melakukan PPDB secara online untuk membantu orang tua yang tidak memiliki handphone android atau tidak tahu caranya mendaftar secara online. Pernah dilakukan PPDB online namun banyak keluhan dari orang tua tidak bisa caranya dalam mendaftar secara online.
Kepala SMPN 9 Jayapura, Anggoro Subiakto, S.Pd menyampaikan hadirnya ratusan orang tua siswa itu ke SMPN 9 Jayapura bertahap. Tahap pertama dan kedua dikhususkan untuk perserta didik baru yang dinyatakan lulus sementara.
Dia mengatakan untuk program sains ini pihaknya bekerja sama dengan lembaga pendidikan Genza untuk melatih anak-anak yang memang punya potensi di bidang sains. Di mana anak-anak ini disiapkan oleh pihak sekolah untuk mengikuti kompetisi-kompetisi O2SN misalnya bidang matematika, IPA.
Pj Walikota Jayapura, Christian Sohilait, mengatakan dalam rapat persiapan HAN yang dihadiri Pj Bupati Jayapura dan pihak Pemprov itu mendiskusikan permasalahan yang ada sebelum hari H. Sebab, Papua merupakan tuan rumah hari anak.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Natalis Mumpu, Amd,Sos menyatakan perang yang terjadi tak hanya melibatkan 2 suku saja tapi ada beberapa suku bahkan dari luar Jayawijaya, sehingga berimbas bagi siswa sekolah yang saat ini masuk pada tahun ajaran baru dari SD ke SMP, SMP Ke SMA/SMK, SMA,/SMK ke Perguruan tinggi .
usai keduanya telah melewati sejumlah tahapan seleksi di sekolah hingga tingkat Kabupaten dan lolos sebagai peserta Olimpiade Nasional di bidang sains matematika untuk provinsi Papua Pegunungan. Namun gagal karena konflik.
kepala SMP Negeri 3 Megapura di Distrik Asolokobal Ansgar Blasius Biru, S.Pd, M.Pd mengakui jika Pembagian raport hingga penerimaan siswa baru pada sejumlah sekolah yang ada pada 5 distrik tersebut terhambat. Sedikitnya terdapat 20 sekolah terdiri dari TK- PAUD hingga SMA tersebar pada 6 Distrik itu tak bisa melaksanakan beberapa agenda sesuai kalender pendidikan.
Pantauan media ini, pagi itu hujan dengan intensitas ringan sedang mengguyur hampir sebagian besar wilayah kota Timika. Terlihat, anak-anak berseragam merah putih terlihat memadati gerbang SMP Negeri 2 Mimika, di Jalan Budi Utomo.
Dia mengatakan di Kota Jayapura ada sebanyak 4.466 peserta didik jenjang SMP yang dinyatakan lulus pada tahun 2024. Selanjutnya akan mendaftarkan diri pada jenjang SMA SMK di Kota Jayapura maupun di sekolah-sekolah lain yang menjadi daerah tujuannya.
Kepala SMP Negeri 9 Kota Jayapura, Anggoro Subiakto, sehubungan dengan penerapan kurikulum Merdeka di sekolah itu pihaknya juga melaksanakan pameran Project Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan salah satu bagian tema yang dipelajari oleh siswa-siswi dalam kurikulum merdeka belajar.
Dia berpesan kepada bapak/ibu guru untuk terus berkolaborasi, tingkatkan perofesional dalam mengimplementasikan profil pelajar Pancasila. Ia meyakinkan dari setiap penampilan dan tarian dari pelajaran untuk memeriahkan acara tersebut merupakan cerminan dari penerapan pelajaran Pancasila.
Dikatakan, ada 4 kriteria peserta didik yang dinyatakan lulus yaitu, menyelesaikan seluruh program Pembelajaran, Nominasi Memperolah nilai sikap / perilaku Baik, Terdaftar pada Daftar Tetap (DNT) Ujian Sekolah Tahun Ajaran 2023/2024, dan Mendapat nilai minimal 75.
Ratusan siswa siswi di SMPN 1 Kota Jayapura, Selasa (4/6) kemarin kompak mengenakan pakaian adat daerah dari berbagai etnis dan suku yang ada di Indonesia. Ini disesuaikan dengan tema program P5 di sekolah itu, tentang kebhinekaan. Di mana melalui tema 3 itu anak didik diperkenalkan dengan keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia.
Dia menjelaskan, saat ini ada beberapa sekolah di Kota Jayapura yang menjadi pilot project pelaksanaan program makan sehat bekerja sama pemerintah kota Jayapura dengan UNICEF. Program itu didanai langsung oleh pihak ketiga dalam hal ini UNICEF. Tujuan dari program itu adalah meningkatkan gizi anak-anak usia sekolah di Kota Jayapura.
Lanjut dia, untuk pengumuman kelulusan dapat dilaksanakan pada tanggal 10 Juni mendatang dengan melalui pengumuman online. Pihaknya memastikan semua lembaga pendidikan SMP di Kota Jayapura sudah dapat mengakses internet sehingga tidak ada masalah terkait dengan pengumuman sistem online yang akan dilaksanakan.
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Jayapura, Elen Montolalu menerangkan pelaksanaan ujian pada jenjang sekolah dasar yang sudah dilaksanakan itu berjalan aman dan lancar sampai selesai.
Kemudian yang tak kalah penting mengenai kesiapan jaringan internetnya. Sehingga sekolah memang harus bekerja ekstra untuk mengatasi persoalan-persoalan seperti itu. Sebelumnya, untuk mengatasi dua persoalan ini pihaknya terpaksa menggunakan lab komputer untuk siswa-siswi peserta ujian.
Kepala SMPN 1 Kota Jayapura, Purnama Sinaga mengungkapkan, sebelum pelaksanaan ujian sekolah tahun ini, pihaknya sudah melakukan persiapan terutama mengenai peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam menunjang siswa di sekolah itu, selama melaksanakan ujian tersebut. Misalnya kesiapan peralatan komputer dan juga termasuk jaringan internet yang memadai.
"Sehingga kepada 43 sekolah tersebut kami masih menyusun soal secara bersama. Soal itu sudah dalam bentuk master soal, yang akan kami bagikan besok pada masing-masing sekolah untuk kemudian digandakan di sekolah," bebernya.
Parahnya, sekolah yang letaknya berada di Kampung Limau Asri, Distrik Iwaka, Mimika, Papua Tengah ini tidak memiliki pagar sehingga warga dengan leluasa masuk ke area sekolah, bahkan ruangan kelas SMP Negeri 3 kerap dijadikan tempat buang air besar (BAB).
Peringatan Hardiknas 2024 di SMP Negeri 2 Mimika ini diawali dengan upacara bendera, dilanjutkan dengan pencanangan kurikulum merdeka belajar yang ditandai dengan pelepasan puluhan balon oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Mimika, Oktovina S. Titahena, S.Pd dan perwakilan Dinas Pendidikan yang diwakili oleh Kasie Kesiswaan Bidang SMP Dinas Pendidikan, Ignasius Valuk didampingi sejumlah guru dan staf.
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Mimika, Oktovina S. Titahena S.Pd mengatakan, siswa-siswi kelas IX sebelumnya sudah mengikuti ujian praktek dengan 3 mata pelajaran. Diantaranya mata pelajaran (mapel) Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK), Seni dan Prakarya. Saat ini tinggal menunggu ujian sekolah digelar.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Remain Gurik, S.Pd saat membacakan pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia mengatakan, dalam lima tahun terakhir ini adalah waktu yang sangat mengesankan bagi perjalanan Kemendikbudristek.
Dimana pihaknya berkolaborasi dengan UPT di Papua, yaitu Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Papua, Balai Guru Penggerak, Balai Bahasa dan Balai Pelestarian Kebudayaan. Berbagai pihak tersebut melakukan pameran merdeka belajar, sekaligus membuka Festival Kurikulum Merdeka.
Kepala Sekolah SMP Negeri Karubaga Derio Kure, S.Pd, dalam sambutannya mewakili SMP se-Kabupaten Tolikara, mengucap syukur atas terlaksananya ujian ini,dan memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkab melalui Dinas Pendidikan telah mempercayakan sekolah SMP Negeri untuk menyelenggarakan USBK mewakili seluruh sekolah di Tolikara.
“Ya saya melihat pada umumnya hampir semua sekolah melaksanakan ujian dengan lancar dan itu merupakan karena adanya kerjasama dan kekompakan para dewan guru, oleh karena itu saya sebagai Kepala Dinas Pendidikan atas nama Pj Bupati Lani Jaya saya juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh dewan guru dan Kepala Sekolah," ujarnya.
Kepala SMP Negeri 2 Kota Jayapura Dorthea Caroline Enok mengatakan sebelum mengikuti tahapan ujian sekolah sebagai penentu kelulusan siswa-siswi tersebut, pihak sekolah sudah menyelenggarakan persiapan-persiapan kepada siswa-siswi yang akan mengikuti ujian sekolah tersebut.
Dia menjelaskan anak-anak tersebut akan mengikuti kegiatan festival itu mulai 1-5 Mei dan mereka akan ditampung di salah satu hotel di Jakarta. Dua siswa tersebut masing-masing bernama Teddy dan Clara. Untuk Teddy, akan mewakili Papua untuk lomba mendongeng bahasa daerah tobati. Sementara Clara akan mewakili Papua untuk lomba kategori menyanyi bahasa daerah.
Kata Frans Pekey, pengembangan Kota Jayapura saat ini terus bergeser ke wilayah Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Sehingga kehadiran SMP YPPK Kristus Juru Selamat Jayapura di Koya Timur, Distrik Muara Tami tersebut sebuah hal positif dalam memajukan pendidikan di Kota Jayapura.
Kepala SMP Negeri 1 Kota Jayapura Purnama Sinaga mengatakan, siswa-siswi kelas 9 di sekolah itu telah mengikuti kegiatan ujian try out sebanyak 2 kali yang diselenggarakan oleh pihak sekolah.
Mungkin tak banyak yang tahu, Dr Benhur Tomi Mano, MM, mantan Wali Kota Jayapura dua periode ini, pernah mengenyam pendidikan di SMP Muhammadiyah dan lulus pada tahun 1982. Pria yang baru saja berulang tahun ke-59 pada Sabtu (30/3), pernah menempuh pendidikan bernuansa islami, meski dia adalah seorang pengikut Kristus yang taat.
Di mana, di pasal 34 Bab V disebutkan bahwa sejak Peraturan Menteri ini mulai berlaku maka Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Puluhan anak anak yang dikirim ke sekolah Genius itu, kini sudah mulai beradaptasi dengan kebiasaan baru yang diterapkan sekolah. Hal yang paling sederhana misalnya, soal kerapian berpakaian, kebersihan, mental, keberanian, cara berbicaranya, semuanya sudah benar-benar beda.
Setelah tahap final didapatkan juara Juara 1 : MTs YPKP Sentani, Juara 2 : SMP Negeri 2 Sentani, Juara 3 : MTs Negeri Jayapura, juara Harapan 1 : SMP YPPK Sentani, juara Harapan 2 : SMP Negeri 2 Yapsi, juara Harapan 3 : SMP Negeri 1 Yapsi.
Untuk SMP Negeri 1 Kota Jayapura sudah mengimplementasikan kurikulum merdeka sejak tahun 2022 dan juga sebagai sekolah penggerak sekolah penggerak angkatan kedua. Pengalaman yang didapat selama mengimplementasikan kurikulum merdeka, ini merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya dan juga dalam rangka mempercepat lost learning selama masa Covid 19.
Triwarno ingin memindahkan SMPN 1 Sentani harus semua benar-benar siap. Mulai dari bangunan, sarana prasarana dan fasilitasnya. Pasalnya, SMPN 1 memiliki akreditasi A jadi jika pindah standar akreditasi sekolah ini di Toladan harus benar-benar dipenuhi dan sudah dipersiapkan dengan baik.
Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Yopi Hanuebi mengungkapkan, penerapan IKM ini harus melalui mekanisme yang berlaku. Di mana, 13 sekolah penggerak lebih dulu mengimplementasikan kurikulum tersebut selama 3 tahun, baru setelahnya sekolah lainnya menyesuaikan.
Kepala Bidang SD, Elen Montolalu dan Kepala Bidang SMA SMK Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Nurjaya, keduanya sepakat menyebutkan bahwa tahapan yang dilakukan saat ini adalah sedang melakukan verifikasi kembali data-data peserta didik di masing-masing sekolah terutama mereka yang akan mengikuti ujian akhir nanti.
Dalam mengatasi kenakalan remaja usia sekolah, Laorens menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan melakukan kerjasama sesuai dengan kewenangan yang ada dengan SD, SMP SMA/SMK di kabupaten/kota.
“Kekurangan jumlah guru ini lantaran ada yang pensiun, ada yang tidak mau masuk Agribisnis. Sehingga guru produktif kita mengalami kekurangan saat ini,” terang Sohilait kepada Cenderawasih Pos.
"Untuk kegiatan akhir semester telah usai dilakukan di satuan-satuan pendidikan, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA dan SMK. Sekolah disesuaikan dengan aktivitas Pemerintah Kota Jayapura mulai libur dari tanggal 21 Desember 2023 dan tanggal 3 Januari 2024akan masuk kembali.," kata Abdul Majid, Rabu (20/12).
Kepala SMP Negeri 9 Kota Jayapura, Anggoro Subiakto mengatakan, dalam kegiatan itu pihaknya melibatkan orang tua siswa. Diharapkan orang tua bisa menyaksikan secara langsung apa yang sudah dihasilkan dan dikerjakan oleh anak-anak mereka selama ini.
Tenaga Ahli Bidang Rehabilitasi Menteri Sosial RI Benhur Tomi Mano, didampingi Direktur SKH Cenderawasih Pos Nurul Hidayah, Pimpinan Redaksi (Pimred) SKH Cenderawasih Pos Lucky Ireeuw, Ketua Panitia Semarak Natal 2023 SKH Cenderawasih Pos Agung Trihandono, pemimpin redaksi Ceposonline Gratianus Silas, redaktur senior Yonathan Rabungan dan salah satu sponsor Kalbe Nutritionals Susu Zee Jayapura, saat foto bersama peserta lomba, di Gedung Graha Pena, Entrop, Sabtu (16/12) kemarin. (foto:Elfira/Cepos)
Dia mengatakan saat ini, kita juga diperhadapkan dengan berbagai macam pengaruh di era digital. Kalau hal ini tidak dikontrol dengan baik, terutama peran orang tua di rumah, anak-anak tentunya sangat cepat terpengaruh ke dalam hal-hal yang negatif.
"Kita tidak bisa asal melakukan pemindahan SMPN 1 Sentani, karena sekolah ini memiliki akreditasi A, sehingga semua sarana dan prasarana harus dilengkapi dengan baik, tidak boleh asal pindah,"ungkap Pj Triwarno, Selasa (5/12) kemarin.
"Kita tidak bisa asal melakukan pemindahan SMPN 1 Sentani, karena sekolah ini memiliki akreditasi A, sehingga semua sarana dan prasarana harus dilengkapi dengan baik, tidak boleh asal pindah,"ungkap Pj Triwarno, Selasa (5/12) kemarin.
Kepala SMP Negeri 2 Wamena, Geertrudia L. Taroreh, S.Pd, menyatakan pihaknya bersama dengan panitia ujian kali ini memang berbedah dari tahun-tahun lalu, kalau yang lalu berbasis kertas untuk tahun ini kita gunakan aplikasi yang namanya CBT, ujian berbasis digital, ini pertama di Wamena di SMP negeri 2 Wamena
Bupati mengaku, sepanjang tahun 2023. Ini aksi pertama kali kasus pembakaran sekolah di Puncak. “Untuk sekolah sepanjang tahun 2023, hanya kemarin (dibakar-red). Itu pun 1 ruang kelas SMP Gome, tapi tidak terbakar semua hanya lantai dan sempat dipadamkan aparatur kampung (Apkam),” terangnya.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Jayapura, Yopi Hanuebi mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas pendidikan dan kebudayaan membuat berbagai program peningkatan kompetensi pendidik. diantaranya program magang bagi guru SMK, pemberian bantuan operasinal bagi pengawas pendidikan dari jenjang TK s/d SMA/SMK dan pemberian transport bagi MKKS SMP dan MGMP SMP.
Dalam pesannya Asisten III Setda Kabupaten Jayapura John Wiclif Tegai saat ibadah syukur peresmian 4 gedung tersebut mengharapkan semangat belajar peserta didik bisa meningkat lagi, dengan adanya peningkatan sarana dan prasarana.
"Soal pemindahan SMPN 1 Sentani ke toladan, kita selesaikan semua dulu karena SMPN 1 Sentani akreditasi A tentunya setelah semuanya disiapkan dengan baik kita lakukan pemindahan, karena kita pindahnya tidak mungkin setengah setengah,"ucapnya, Senin (6/11) kemarin.
"Pergantian penerapan IKM di semua satuan pendidikan, memang dari jenjang SD SMP SMA SMK, belum semua sekolah melaksanakan. Harapan kami di tahun ajaran baru 2024 itu semua sekolah sudah mengimplementasikan kurikulum merdeka di semua satuan pendidikan," kata Elen Montolalu, Jumat (3/11).
"Soal pembangunan gedung untuk SMPN 1 Sentani yang dipindahkan ke Toladan memang pembangunan sudah berjalan, tapi apakah nanti bisa langsung peserta didik belajar di sana atau tidak, nanti Pj Bupati Jayapura yang arahkan dan putuskan, karena saat ini baru dalam langkah pembangunan,"jelasnya.
Menurut Aaron, selain remaja putri, pihaknya juga melakukan upaya pencegahan stunting di Papua melalui ibu hamil dengan memberikan asupan gizi yang baik sehingga tidak ada ibu hamil yang kekurangan energi kronis.
Selain berkenalan dengan Kepala Sekolah SMP Yoanes Arts yang baru bernama sr. Laurensia, Bhabinkamtibmas Brika Apriyandi juga mendapat masukan dan harapan dari Kepala Sekolah. Dimana mereka meminta pihak Polres untuk melakukan patroli di lingkungan sekolah karena sekolah pernah terjadi pencurian dan sudah sering terjadi.
“Kami sekolah yayasan tidak punya biaya selain dana BOS. Jadi kalau dana BOS tidak disalurkan maka kami mau bayar guru-guru honorer kami pakai apa. Kasihan mereka sudah mengabdi trus tidak dibayar, kami berdosa,” ungkapnya saat ditemui Cenderawasih Pos Senin,(30/10).
Kepala SMA Negeri Karubaga, Tiep Yigibalom, S.Pd mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan bernuansa budaya dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-59 bertujuan untuk membangkitkan rasa cinta generasi muda Tolikara terhadap daerah dan negara.
Usai ditemukan meninggal dunia orang tua korban langsung menghubungi Kepolisian Resor Jayawijaya melakukan olah TKP terkait ditemukannya seorang anak berjenis kelamin perempuan yang masih berstatus pelajar.
Ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/10) kemarin, Kepala Sekolah Menengah Pertama YPPK Bonaventura Sentani, Indra Muliawan, S.Pd.,sangat bersyukur dan berterima kasih karena penghargaan ini adalah penghargaan yang sangat luar biasa berkat usaha dan kerja keras bersama yang dilalui dari berbagai tingkatan mulai dari tingkat Kabupaten, Provinsi hingga nasional.
"Termasuk juga memperluas sekolah penggerak, juga guru penggerak. Harapan Kita semua sekolah menjadi sekolah penggerak dan semua guru di sekolah menjadi guru penggerak. Karena itu harus terus dilakukan pengimbasanya ke sekolah-sekolah," ujar Dr. Frans Pekey, usai melangsungkan pertemuan dengan sejumlah guru dari berbagai jenjang di kota Jayapura, Jumat (6/10).
Kepala SMP Negeri 9 Kota Jayapura, Anggoro Subiapto mengungkapkan bahwa kegiatan itu bertujuan agar siswa-siswi di sekolah tersebut bisa meneladani apa yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW yang sudah dilakukan selama hidupnya sehari-hari. Mulai dari akhlaknya, ibadahnya, bisa terinspirasi dari apa yang sudah dilakukan oleh Nabi Muhammad.
"Ada beberapa kebijakan yang juga turut disampaikan pada kesempatan ini, misalnya digitalisasi di sekolah mulai dari penerimaan siswa baru, sistem pembayaran TPP, laporan pendidikan dan data Dapodik termasuk hal-hal yang lain yang mana semuanya harus dilakukan secara digitalisasi," katanya.
"Berhasil di tingkat provinsi, 10 orang pelajar tingkat SD dan SMP kita akan mengikuti O2SN dan SGI di tingkat nasional mewakili Provinsi Papua," ungkap Kadis Pendidikan Keerom, Stenly Moningka saat ditemui Ceposonline.com di ruangan kerjanya, Jumat (15/9/2023).
Ketua PMI Kota Jayapura Rustan Saru mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai Orientasi dan sekaligus pelantikan PMR (Palang Merah Remaja) Tingkat Madya SMP Negeri 1 Jayapura sebanyak 65 Siswa.
Bupati Merauke, Drs Romanus Mbaraka, MT, melantik kepala sekolah baik SD, SMP dan SMA-SMK serta Kepala Puskesmas (Kapus) serta jabatan fungsional lingkungan Pemerintah Kabupaten Merauke, di Swiss Belhotel Merauke, Selasa (29/8).
"Upaya-upaya persuasif, dimana kami lewat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sudah komunikasi dengan pemilik hak pelayat," kata Penjabat Sekda Kota Jayapura, Robby Kepas Awi, Jumat (18/8).
Pj. Sekda Kota Jayapura, Robby Kepas Awi mengatakan, rapat yang dilakukan pihaknya itu untuk mencarikan solusinya. Namun mengenai keputusan selanjutnya akan dilimpahkan ke PJ Wali kota Jayapura, Frans Pekey, yang saat ini sedang berada di luar Papua.
Hal ini menjadi dasar bagi pihak Unicef untuk menjadikan Kota Jayapura sebagai pilot project pelaksanaan Program Sarapan Sehat Aksi Bergizi bagi remaja di Kota Jayapura. Program inipun sudah diluncurkan oleh Unicef dan pemerintah kota Jayapura di SMPN 8 Kota Jayapura, Kamis (27/7).
Persainganya tidak mudah, apalagi semua orang di dunia ini terus berusaha dan berjuang untuk menyiapkan masa depan bangsanya. Karena itu salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Jayapura, dengan menyiapkan generasi muda Papua yang berkualitas, tidak saja secara akademik, tetapi juga secara attitude dan mentalnya.
Pembukaan palang dipimpin langsung Kabag Ops Polres Jayapura Kompol Erol Sudrajat, S.Sos., M.Si., bersama puluhan personel Polres Jayapura, setelah sebelumnya dipalang Suku Kallem serta beberapa masyarakat, sehubungan dengan adanya surat somasi dari Suku Felle sejak Senin (29/05), sehingga membuat aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut terhenti.
"Karena tahun ini merupakan tahun terakhir di mana semua sekolah menggunakan kurikulum 2013.Untuk di Kota Jayapura ujian sekolah ini dilaksanakan bersamaan, di mana soal kita susun bersama oleh MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) di Kota Jayapura yang dikoordinir oleh MKKS dan Dinas Pendidikan Kebudayaan kota Jayapura," kata Purnama Sinaga, Selasa (9/5).
Selain itu, tujuannya mendengar masukan dari masing-masing instasi pendidikan terutama kedua sekolah tersebut. Menyikapi setiap keluhan dari kedua sekolah tersebut, pihaknya akan teruskan kepada Dinas Pendidikan Kota Jayapura.
Pemerintah kota Jayapura dalam hal ini penjabat walikota Frans Pekey, bersama jajaran Dinas Pendidikan Kota Jayapura melaksanakan pemantauan langsung terhadap jalannya penyelenggaraan ujian akhir siswa di sejumlah sekolah di Kota Jayapura, Senin (8/5).
Abdul Majid mengungkapkan, selebrasi kegiatan ini merupakan puncak acara pembelajaran pada kurikulum merdeka pada sekolah penggerak dan sekolah lainnya, acara ini juga sangat spesial karena dihadiri Pj wali Kota Jayapura walaupun melalui zoom, dan dihadiri Asisten III Setda Kota Jayapura, Anggota Komisi D DPRD Kota Jayapura.
"Sebagai tenaga pendidik tentu kami sangat prihatin dengan kondisi ini. Karena anak-anak sekolah ini adalah generasi masa depan bangsa, generasi masa depan Papua. Karena itu semestinya hal-hal atau praktik-praktek negatif semacam ini jangan sampai mereka terlibat," kata Eqbert Kopeuw, Rabu (12/4).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Debora Rumbino mengaku adanya gempa bumi yang terjadi di Kota Jayapura berlangsung beberapa hari ini, perlu diantisipasi. Namun begitu, untuk kegiatan aktivitas belajar di sekolah saat ini masih tetap dilakukan seperti biasa.
Penjabat Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo merespon soal polemik SMPN 1 Sentani, yang mana saat ini kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah tersebut masih berjalan di gedung lama, yang ada di jalan masuk Bandara Sentani.
Ajakan ini disampaikan Sub Koordinator Perlindugan Kepentingan Nasional BNPT RI, Nanda Fajar Aditya pada kegiatan Pelibatan Pemuda Dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme dengan Pitutur Kebangsaan di Aula Diskominfo Papua, Selasa (13/9).
Di mana pada kesempatan itu sejumlah siswa dan juga guru, termasuk sejumlah orang tua siswa berupaya menghadang presiden untuk menyampaikan aspirasi mereka, terkait dengan kondisi sekolah SMP Negeri 1 Sentani yang saat itu disegel oleh pemilik ulayat.
Dikatakan, masyarakat adat sudah berkomitmen untuk membuka palang dan juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Jayapura. Karena itu pemerintah berharap tidak ada lagi palang-memalang terkait dengan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 1 Sentani.
Akibatnya lebih dari 900 siswa-siswi SMP Negeri 1 Sentani sejak Desember tahun lalu sudah meninggalkan sekolah yang berlokasi di kawasan Bandar Udara Sentani Kabupaten Jayapura itu dan mengungsi ke beberapa sekolah dasar yang ada di kota Sentani Kabupaten Jayapura.
Hal ini dikatakan Kepala Guru Penggerak Papua Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekonologi Fatkurohmah, SPd, MPd saat melakukan Kunker di SD Negeri Inpres Kota Baru, Distrik Abepura, dilanjutkan ke TK ABA Abepura, Senin (1/8).
“Pembukaan MPLS hari pertama ini bagi siswa kelas 10 di SMA YPK Diaspora dan ada sekitar 85 siswa dari berbagai lulusan SMP. Bukan hanya di kota Jayapura saja, tapi ada dari daerah lain seperti Biak, Wamena, dan beberapa daerah lainnya," jelas Kepala Sekolah SMA YPK Dispora Kotaraja Alfrets S.Pd.,M.Pd
Debora mengatakan selama tiga hari dilaksanakannya MPLS, anak-anak diberikan pengenalan lingkungan sekolah, termasuk para guru di sekolah yang mengajar. Dalam kegiatan ini, peserta didik juga memperkenalkan diri kepada teman-teman, supaya mereka saling mengenal dan lebih akrab
Sedangkan untuk jumlah peserta didik baru yang diterima SMP se-Kota Jayapura kuotanya sebanyak 5.257 orang dan lulusan kali ini jumlah siswanya di SD/MI se-Kota Jayapura sebanyak 5.043 orang. Jadi ada penambahan kuota peserta didik baru jenjang SMP di Kota Jayapura.
"Kami sangat menyayangkan kondisi ini. Kalau tidak salah tiga bulan lalu Bapak Bupati sudah sampaikan dalam waktu dekat akan menyelesaikan masalah bangunan SMPN 1, " kata Sihar Tobing, Jumat (24/6).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Debora B. Rumbino menyampaikan bahwa juknis untuk PPDB sebenarnya sudah dibuat. Namun setelah pihal Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Provinsi Papua melakukan audiens dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, maka masih ada yang harus diubah dan ditambahkan.