Ladang ganja ini ditemukan saat tim Satgas tersebut melakukan patroli ke area hutan Kampung Kabiding, Distrik Oksibil, Kebupaten Pegunungan Bintang. Letkol Inf Erwan Harliantoro menyebutkan bahwa dalam patroli tersebut,
Insiden tersebut diketahui melalui hasil pemantauan tim Satgas Operasi Damai Cartenz, yang langsung melaporkan adanya pergerakan mencurigakan di sekitar lokasi. Dari hasil pengamatan sekitar pukul 06.00 WIT, terpantau tu
Menurutnya, bangunan SMP Negeri Kiwirok di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, telah lama tidak difungsikan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar. Hal ini disebabkan kondisi keamanan yang tidak kondusif di
"Begitu terdeteksi, tim gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz, Satgas Pamtas Yonif RK 753, Satgas Prayuda (Mamta), Satgas BAIS, Satgas Rajawali, dan Polsek Distrik Kiwirok langsung bergerak menuju lokasi. Namun, saa
Rata-rata kopi yang dipromosikan BI berasal dari Provinsi Papua Pegunungan. Daerah-daerah ini memiliki kondisi alam yang ideal untuk budidaya kopi arabika yang tumbuh optimal di kawasan dataran tinggi dengan ketinggian l
Tiba-tiba, empat orang tak dikenal datang dengan membawa busur anak panah dan parang, lalu melakukan pembacokan terhadap korban hingga menyebabkan korban meninggal dunia di tempat.
Ladang ganja tersebut diduga milik Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang digunakan untuk mendukung operasional pergerakan. Dansatgas Yonif 512/QY, Letkol Inf Galih Sakti Pramudyo, me
Diapun menjelaskan lokasi ladang ganja ini cukup jauh daei permukiman warga. Untuk mencapai lokasi ladang ganja, aparat kepolisian harus berjalan kaki selama satu jam dengan medan berbukit yang cukup berat.
Theo mendorong agar tim gabungan ini segera dibentuk untuk membuktikan fakta di lapangan. Sehingga, tidak terjadi saling tuding. “Tim gabungan ini harus indenpenden, sehingga tidak terjadi saling tuding dan saling serang di media. Kita tidak bisa bangun sebuah tembok, sebab saat ini, ada masyarakat yang menderita di lokasi pengungsian,” terangnya.
Adapun kondisi wilayah Distrik Oksop saat ini dalam keadaan aman dan kondusif. Beberapa warga yang sebelumnya berpindah ke tempat yang lebih aman pada akhir November 2024 dan telah kembali dan melanjutkan aktivitas mereka seperti biasa sebelum Natal.
Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, Theo Hesegem menerangkan, sejak kontak senjata terjadi antara TNI-Polri dan TPNPB di Distrik Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua Pegunungan. Banyak masyarakat Distrik Oksob mengungsi ke hutan.
"Kami minta masyarakat yang saat ini sedang mengungsi, segera kembali ke tempat tinggal masing masing," imbuhnya. Ia juga meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang, memberikan perlindungan dan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi. Serta ciptakan kondisi yang aman dan kondusif bagi masyarakat sehingga mereka bisa kembali ke kampung halaman, dengan rasa nyaman.
Dari data Departemen Hukum dan HAM Gereja Injili di Indonesia (GIDI), pengungsian bermula pada 28 November ketika pasukan militer dikerahkan menuju Pegunungan Bintang. Dan pada 2 hingga 3 Desember, TNI memulai perjalanan dari kabupaten menuju Distrik Oksop hingga menempati Kantor Distrik Oksop.
Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal mengatakan anak - anak yang ada saat ini adalah Generasi Emas Papua. Akan menjadi sebagai penerus bangsa sehingga diharapkan mampu mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional. "Mereka perlu memiliki tiga modal dasar sebagai agen perubahan dan pengawas sosial, diantaranya kekuatan moral, idealisme, dan semangat juang," beber Letkol Andrik.
Direktur Eksekutif Papuan Observatory for Human Rights (POHR), Thomas Ch. Syufi, mengatakan aksi pembakaran gedung sekolah di Pegunungan Bintang oleh TPN/OPM jdi bentuk kegagalan Presiden Joko Widodo membangun Papua. Pasalnya jika dilihat dari jumlah Jokowi ke Papua, 10 tahun masa jabatannya lebih belasan kali datang di tanah Papua.
Pasalnya dari aksi yang dilakukan dengan membakar bangunan sekolah dianggap berpotensi merusak masa depan generasi Papua. Tak hanya itu dari data ODC tercatat ada 12 aksi pembakaran bangunan sekolah terhitung sejak tahun 2023 hingga tahun 2024.
Dan atas aksi pembakaran bangunan sekolah tersebut, pasukan TPNPB Kodap XXXV Bintang Timur kembali mengingatkan bahwa semua bangunan sekolah yang ada di wilayah konflik akan dibakar. TPNPB nampak khawatir dari pendidikan yang berjalan saat ini, justru menimbulkan kelompok perlawanan baru mereka ke depan.
Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Mohamad Dafi Bastomi menyampaikan kepada anggotanya tentang hal-hal yang menjadi pemicu permasalahan akibat dari Judi Online yaitu mulai dari masalah keuangan, gangguan psikologis ataupun mental hingga dapat meluas ke gangguan kamtibmas.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten II Setda Kab. Pegunungan Bintang Bapak Ir. Laode Jadjali, Pabung 1715 Yahukimo Kapten Inf. Supriadi, Kepala Distrik Oksibil Yakobus Ningmabin, Para PJU Polres Pegunungan Bintang serta PAR para tokoh.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024 AKBP Bayu Suseno dalam keterangannya mengatakan saat jemaat sedang melaksanakan ibadah Minggu pagi, datang empat orang KKB dengan membawa satu pucuk senjata api dan melakukan pengancaman kemudian merampas barang elektronik milik jemaat yang sedang beribadah.
Kejadian ini terjadi di jalan Iwur Distrik Kalomdol, Kabupaten Pegunungan Bintang. Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.
Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Mohamad Dafi Bastomi berterima kasih kepada para penyelenggara pemilu. Ia menekankan pentingnya kerjasama semua pihak, terutama PPS, PPD, dan penyelenggara tingkat kabupaten, dalam menjaga keamanan di Kabupaten Pegunungan Bintang selama proses pemilu berlangsung.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, AKBP Dr. Bayu Suseno menjelaskan kegiatan ini bertujuan mengalihkan pikiran negatif anak-anak dan orang tua agar tidak terjebak dalam kesedihan yang berlarut-larut.
Kegiatan patroli diawali dengan arahan dari Bripka Fotani Rahmat Zai kepada rekan-rekannya yang mengingatkan komitmen untuk menjaga keamanan di Kiwirok sembari mengingatkan personel agar menjaga keselamatan selama pelaksanaan tugas berlangsung.
Situasi yang kondusif itu diharapkan dapat terus dijaga apalagi saat ini menjelang Natal, sehingga masyarakat mulai mempersiapkan diri merayakannya. Untuk membantu masyarakat, prajurit TNI yang bertugas di wilayah itu akan berupaya membantu melalui program pembinaan teritorial.
Kunjungan kerja ini untuk melihat kemajuan pembangunan di berbagai bidang. Sejauh mana Pemkab Pengunungan Bintang membangun hak- hak dasar yang harus didapatkan masyarakat disana.
Kombes Pol. Dr. Faizal Ramadhani menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada pasukannya yang sudah menjalankan tugas hingga kini. Ia menyampaikan bahwa semua yang mendapatkan tugas di daerah rawan adalah pasukan terbaik.
“Laporan resmi dari Panglima TPNPB Kodap III Ndugama Derakma Brigjen Egianus Kogeya dan pasukannya bahwa mereka telah mengeluarkan peringatan keras kepada PJ Bupati Nduga dan pemerintah Nduga agar tidak melakukan activitas menggunakan pesawat jenis apapun di wilayah tanah adat suku Nduga, Papua,” ujar Egianus dalam rekaman suara yang dikirim Jubir TPN-PB, Sebby Sembom Rabu (4/10) malam.
Meski dari Oksibil menuju kantor Distrik Serambakon memakan waktu tak lebih setengah jam namun kehati-hatian tetap perlu dilakukan. Pasalnya jika salah perhitungan maka bisa saja tim Damai Cartenz yang akan jadi bulan-bulanan dari KKB yang lebih paham medan di Distrik Serambakon. Kelima jenazah KKB ini akhirnya pada Selasa (3/10) tiba di Oksibil dan langsung dibawa ke RSUD Oksibil.
Ia adalah Otobius Mimin yang dalam tubuh KKB mendapat jabatan Komandan Batalyon 1 Pemerasta dan diberi pangkat Letkol oleh KKB. Lalu lainnya adalah Komandan Wakil Intel Kodap atas nama Neas Ati Mimin dan tiga lainnya tak memiliki jabatan strategis di tubuh KKB. Hanya anggota biasa.
"Masyarakat dan Pemda Pegunungan Bintang mendukung penegakan hukum yang dilakukan TNI-Polri terhadap KKB yang seringkali melakukan aksi kekerasan," kata dia, dalam siaran pers yang diterima ANTARA, di Jayapura, Papua, Senin.
Tentara Pembebasan Nasional (TPN) Papua Barat (PB) akhirnya merilis dan membenarkan lima anggotanya yang tewas saat disergap tim Satgas Damai Cartenz di Kampung Modusit Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang.
Ka Ops Damai Cartenz 2023 Kombes Pol Dr. Faizal Ramadhani dalam kunjungan kerjanya ke Oksibil Pegunungan Bintang mengatakan semua telah kondusif dan aktifitas sudah seperti sedia kala.
Ka Ops Damai Cartenz 2023 Kombes Pol Dr. Faizal Ramadhani mengatakan, dari penyergapan Sabtu (30/9) ini ada 5 orang KKB yang dilumpuhkan dan 3 Senpi berhasil diamankan.
Satgas yang dinahkodai Kombes Dr Faizal Ramadhani menyatakan tidak ada ampun bagi pengacau keamanan. Satu persatu akan diberi tindakan tegas. Empat orang ini tewas pada Sabtu (30/9) dini hari. Keempatnya yang kerap melakukan kerusuhan di Pegubin.
"Satu bulan terakhir ini tim kami berhasil amankan 3 anggota KKB dan 1 lainnya," kata Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Dr. Faizal Ramadhani, dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (25/9).
Terkait dengan situasi di Kabupaten Pegunungan Bintang, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta negara segera hadir dan memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat setempat.
Kata Pangdam hal tersebut omong kosong. Sebab jika dilihat dari kemampuan senjata yang dimiliki maka tidak memungkinkan mengenai sasaran dengan jarak 2 Km.
Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pengemanan menyatakan 100 personel ini akan dikirim untuk mendukung Polri dan pos – pos yang ada di Pegubin. Selain itu ini dilakukan untuk penegakan hukum bagi kelompok bersenjata.
Ketakutan ini akhirnya dibantu oleh aparat TNI Polri dengan mengevakuasi 9 warga sipil pasca kejadian penyerangan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Pegunungan Bintang, Kamis (21/9).
Dari rekaman yang dikirim terlihat anggota kelompok yang dipimpin Ananias Ati Mimin menembaki pesawat yang sedang melintas di udara. Nampak dua orang dengan senjata laras panjang melepas tembakan berkali-kali namun pesawat tersebut tetap terbang.
“Daerah tersebut merupakan daerah konflik rawan 1 lantaran ada kelompok sipil bersenjata aktif di sana. Sehingga siklus kekerasan terus terjadi, dengan pendekatannya adalah keamanan versus kelompok sipil bersenjata,” kata Frits kepada Cenderawasih Pos, Rabu (20/9).
Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri menyampaikan bahwa pihaknya akan menambah perkuatan pasukan di Pegunungan Bintang dengan dua tugas, pertama melakukan olah TKP di sejumlah tempat dan kedua melakukan pengejaran terhadap para pelaku.
Beberapa video aktifitas warga dikirim oleh Kapolres Pegunungan Bintang terlihat warga khususnya di Oksibil masih melakukan aktifitas seperti biasa. Ada yang berjualan, ada yang melakukan aktifitas perkantoran dan juga kegiatan lain seperti biasa.
Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius Fakhiri mengatakan, kelompok yang mengatasnamakan Bintang Timur ini merupakan kelompok baru yang kerap datang dan pergi. Ini menurutnya mirip kelompok sempalan yang mencari eksistensi.
Dimana Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Bintang Timur melakukan sejumlah aksi. Mulai dari membakar, jembatan, menembaki salah satu angota Satgas Damai Cartenz, membakar kios, menembaki warga sipil dan yang terakhir membakar 1 pasar.
Bagaimana tidak, sebutir peluru menyerempet bagian kepala yang kemudian mengenai telinganya usai dihadang 5 orang dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Selasa (19/9/2023) pagi.
Peristiwa penembakan terhadap 2 masyarakat itu terjadi sekira pukul 19.00 WIT yang berawal dari pukul 16.00 WIT dimana kedua korban Regina Bitdana dan Jonas Kalakmabin berada di tempat kedukaan yang berlokasi di depan Pasar Lama Jalan Mabilabol Distrik Oksibil.
Jembatan ini dikatakan menjadi akses utama dari Kabupaten Yahukimo menuju Pegunungan Bintang. Tujuan membakar jembatan ini kata Komandan 35 Bintang Timur, Ananias Mimin adalah untuk memutuskan akses transportasi.
Dari kontak tembak yang terjadi mulai pukul 11.00 WIT ini salah satu anggota Brimob dari Satgas Damai Cartenz bernama Briptu Agung gugur. Kejadian ini dimulai saat aparat keamanan sedang melakukan patroli di daerah tersebut dan mendapat serangan.
Dari kontak tembak yang terjadi mulai pukul 11.00 WIT ini, salah satu anggota Satgas bernama Briptu Agung tewas tertembak.Kejadian ini dimulai saat aparat keamanan sedang melakukan patroli di daerah tersebut.
Belum disampaikan siapa saja pelaku penganiayaan hingga menyebabkan tewasnya warga tersebut . Namun dari video terlihat salah satu warga dinyatakan perlu segera dievakuasi akibat luka di lehernya.
Dengan semangat tinggi, kedua polisi ini menggunakan metode belajar sambil bermain untuk memberikan pembelajaran yang menyenangkan bagi 19 anak binaan dengan latar belakang putus sekolah dan belum bersekolah.
Dalam pernyataannya, Pdt. Alfons Yeimo secara khusus mengapresiasi kinerja Polri di Pegunungan Bintang dalam menangani berbagai masalah yang terjadi di wilayah tersebut, khususnya dalam penanganan minuman keras (Miras) yang dapat dikendalikan dengan baik.
Program Si Ipar telah berjalan selama enam bulan terakhir. Salah satu lokasi pelaksanaan Program Si Ipar di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Senin (26/06/2023).
Dalam sesi pembelajaran, anggota Satgas Binmas memberikan soal kepada anak-anak dan meminta mereka mengerjakannya di papan tulis. Kegiatan ini mendapatkan dukungan dan partisipasi yang luar biasa dari orangtua anak-anak yang hadir.
Iptu Jufri Rambu menjelaskan, pihaknya tidak hanya fokus kepada anak-anak yang putus sekolah, melainkan mengajak anak-anak usia dini untuk mau belajar. Seperti halnya yang dilakukannya di kampung Balusu, Distrik Oksibil, Senin (15/5).
Empat karyawan PT. IBS di Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Senin (15/5) akhirnya berhasil dievakuasi. Proses evakuasi dipimpin Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Mohamad Dafi Bastomidan Waka Satgas Gakkum Kombes Pol. Joko Sulistio.
Sebagaimana dikabarkan sebelumnya pada Jumat, tanggal 12 Mei 2023, pukul 09.00 WIT beberapa pekerja proyek Tower BTS Telkomsel menjadi korban penyanderaan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.
Kegiatan mengajar sudah merupakan kegiatan rutin bagi Iptu Jufri dan personel Ops Rasaka Cartenz demi mencerdaskan dan mengejar ketertinggalan anak-anak kampung Okmakot khususnya.
Rabu (1/3) Susi Pudjiastuti sebagai pendiri Susi Air menyampaikan harapannya agar pilot berkewarganegaraan Selandia Baru itu segera dibebaskan tanpa syarat.
Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring meminta Egianus Kogoya, salah satu pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan segera menyerahkan diri ke polisi.
Tak hanya peralatan kamera dan alat komunikasi yang berhasil disita oleh Tim gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Operasi Damai Cartenz 2023 beberapa hari lalu. Pada Minggu (19/2) tim ini kembali mengamankan puluhan barang bukti (BB) milik kelompok kriminal bersenjata (KKB) Wilayah Nduga. Tim Gabungan TNI-Polri mengamankan barang temuan di Camp Simal yang diduga merupakan camp dari kelompok KKB Ndugama.
Evakuasi terhadap warga Alama ini lantaran pasca gerombolan KKB membakar pesawat Susi Air dan dibawa oleh Pilot Capt Philip Mark Mahrtens. Mereka terus melakukan aksi teror di beberapa wilayah di daerah pegunungan.
Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius Fakhiri, S.I.K mengatakan bahwa hingga kini pihaknya masih terus melakukan upaya – upaya untuk melakukan penyelamatan terhadap Pilot Susi Air Capt.
Meski berada di dalam hutan dan jauh dari banyak hal apalagi teknologi, ternyata peralatan dokumentasi dan publikasi yang dimiliki Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tak kalah canggih. Malah peralatan seperti kamera foto maupun video dan alat komunikasi lainnya sudah seperti peralatan foto wedding.
Juru Bicara JDP Yan Christian Warrinusy menyebut, jalan damai dengan mendorong terjadinya dialog informal diantara pemerintah Indonesia dengan TPNPB atau yang diesbut sebagai KKB menjadi hal penting yang mesti dikedepankan saat ini.
Irjen Pol Mathius D.Fakhiri menegaskan bahwa aparat TNI-Polri siap dan tidak akan mundur dengan ancaman siapapun termasuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Pimpinan Egianus Kogoya di Nduga, Provinsi Papua Pegunungan. “Aparat TNI-Polri siap, kita tidak akan mundur dengan siapapun mereka,” tegas Kapolda Papua.
Atase Kepolisian Selandia Baru telah melakukan pertemuan dengan Kapolda Papua, Irjen Mathius Fakhiri pada Rabu (15/2/2023) di Mako Brimob, Mile 32 Timika. Pertemuan berlangsung tertutup dari media. Atase Kepolisian Selandia Baru juga enggan memberi komentar kepada awak media.
“Kami meminta Pemkab lewat dinas dinas dan OPD terkait agar para pengungsi tetap memperoleh layanan dasar berupa tempat tinggal (shelter), makanan, air bersih, sanitasi dan layanan kesehatan,” beber Yohanes.
“Saya sudah kirim masyarakat masuk ke Distrik Paro untuk melakukan komunikasi langsung (dengan KKB). Kondisi pilot yang disandera sesuai informasi dari lapangan baik dan sehat,” kata Kondomo saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (14/2).
Selain menerjunkan pasukan, mereka mengambil langkah negosiasi melalui pendeta dan tokoh masyarakat setempat. Sementara lima orang penumpang pesawat dan 15 pekerja bangunan dipastikan telah dievakuasi.
Helikopter yang digunakan adalah Heli Polri Bell-412EP/P-300 dan Heli Karakal TNI AU EC-725/HT-7201. Ke 18 warga yang sebagian besar adalah pekerja bangunan Puskesmas ini langsung diterbangkan dari Nduga menuju Lanud Yohanis Kapiyau Kabupaten Mimika.
Ia menduga pembakaran dan penyanderaan yang dilakukan kelompok Egianus ini dikarenakan ada barang milik Egianus yang tak bisa terangkut pesawat. Yaung juga menyebut bahwa jika betul sang pilot disandera oleh kelompok KKB maka itu merupakan hal bodoh yang dilakukan. Mereka justru kehilangan simpati pada kelompok ini lantaran akan melanggar hukum humaniter.
Sembilan hari dilakukan pencarian terhadap para korban putusnya jembatan gantung akhirnya bisa tuntas. Ini setelah Kepolisian Resor Pegunungan Bintang yang dibantu masyarakat pada Senin (6/2)
Personel Polres Pegunungan Bintang ini dikebumikan di Kabupaten Biak. Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Mohamad Dafi Bastomi bersama wakapolres para PJU serta seluruh personel Polres Pegunungan Bintang melaksanakan kegiatan pengantaran dan penghormatan terakhir kepada almarhum di Bandara Oksibil Sabtu (4/2).
Hari keenam pencarian korban putusnya Jembatan Gantung di Distrik Iwur, Kabupaten Pegunungan Bintang kembali berbuah hasil. Kamis (2/2) sekitar pukul 15.30 WIT aparat gabungan bersama masyarakat menemukan jenazah korban lainnya yakni Bripda Stevan Randongkir.
Tim gabungan TNI-Polri yang dipimpin Kabag Ops Kompol Septen P. Sianturi pada Rabu (1/2) kemarin berhasil mengevakuasi korban Bripda Risman Rahman yang merupakan anggota Polres Pegunungan Bintang.
Upaya pencarian tiga korban dari TNI dan Polri di Kali Digoel Kabupaten Pegunungan Bintang yang jatuh dan terseret arus dI Jembatan Iwur membuahkan hasil. Satu anggota TNI yakni Pratu Ferdian Kusuma berhasil ditemukan. Lokasinya di Kampung Arim atau sekitar 5 Km dari lokasi jembatan yang putus.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Prabowo membenarkan dan kini para korban sedang dalam pencarian. “Iya, ada 3 anggota Polri dan 1 anggota TNI yang hanyut. Saat ini kami tengah melakukan pencarian. Mohon doanya saja, ” kata Benny, Sabtu (28/1).
Pabung Mayor Arh Soni B.S. Simanjuntak bersama Koramil 1715-01/Oksibil kembali melaksanakan kegiatan trauma healing kepada siswa-siswi SD YPPK ST. Agustinus Yapimakot.
Komandan Korem (Danrem) 172/PWY, Brigjen TNI Juinta Omboh Sembiring, menyampaikan situasi di wilayah kerja Korem 172/PWY diantaranya wilayah Tabi dan Lapago secara umum saat ini sudah kondusif. Kekondusifan ini kata Danrem dapat dilihat dari mobilitas warga.
Polda Papua mengklaim jika tidak semua warga yang ada di wilayah Kabupaten Pengunungan Bintang mengungsi ke Jayapura, pasalnya saat ini pihaknya telah berupaya untuk mengelola situasi kamtibmas di Wilayah tersebut dengan baik supaya warga yang ada di Oksibil tak ketakutan.
Setelah dua pekan dipusingkan dengan aksi teror yang dilakukan TPN OPM Kodap XXXV Bintang Timur, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang akhirnya pada Senin (16/1) kemarin menggelar apel perdananya.
TNI-Polri akan melakukan tindakan tegas terukur. Hal ini menyusul dengan gangguan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.
Selama dua hari belakangan ini sudah ratusan warga Nusantara di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, memilih mengungsi ke Jayapura. Mereka memilih mengungsi lantaran daerah tersebut saat ini dalam kondisi tidak aman akibat adanya aksi kriminal yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata.
Kondisi keamanan di Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang yang belum sepenuhnya kondusif mendorong sejumlah warga non orang asli Papua mengungsi. Mereka memilih berangkat ke Jayapura sambil menunggu situasi aman kembali.
Peringatan terakhir akhirnya disampaikan Danrem 172/PWY Brigjend TNI J.O Sembiring. Jenderal bintang satu yang akrab dengan wartawan ini menegaskan bahwa KST diingatkan untuk segera menyerahkan diri atau harus ditindak tegas.
Aksi brutal dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Pegunungan Bintang. Kelompok yang diduga di bawah komando, Ati Mimin Kodap XXXV Bintang Timur ini kembali berulah. Setelah sebelumnya membakar tower satelit Telkom, kini kelompok pecahan Lamek Taplo itu kembali menyerang wilayah Oksibil pada Senin (9/1) kemarin.
Tiga anggota polisi yakni Briptu Fransiskus Ronsumbre, Ipda Jaenuddin dan Brigpol Freying terkena luka tembak. Briptu Ronsumbre mengalami luka tembak di bagian lengan kanan atas, sedangkan Ipda Jaenuddin dan Brigpol Freying mengalami luka akibat terkena serpihan peluru.