Lokasi ini jika malam menjadi gelap meski memiliki instalasi lampu jalan. Tak sedikit warga yang mengeluhkan kondisi ini mengingat sudah beberapa kali terjadi kecelakaan bahkan mengorbankan jiwa.
Jika menggunakan jalan saat ini jarak tempuhnya bisa lebih satu jam, namun jika dengan membuka jalan baru yang sudah ada ini, jarak tempuh di kedua kampung bisa lebih cepat, tidak sampai satu jam.
Romanus Mbaraka, menjelaskan bahwa jalan sehat yang dilakukan ini merupakan permintaan langsung dari Sahabat Romanus Mbaraka untuk menggelar jalan sehat saat pertemuan di Lamp;u Satu, Kelurahan Samkai Merauke beberapa waktu lalu.
Menurutnya, aksi pemalangan yang dilakukan oleh warga dari Distrik Kurulu ini tak ada maksut dan tujuan lain, mereka hanya ingin mencari tahu kendaraan yang menabrak dua anak tersebut dan siapa sopirnyaoleh karena itu warga terus menanti penjelalasan dari pihak kepolisian terkait perkembangan dari kasus ini.
Menyikapi masalah tersebut Pemkab Jayawijaya menyalurkan bantuan pangan kepada keluarga korban tabrak lari terhadap dua anak di Distrik Kurulu yang meninggal dunia atas nama Grivin wetipo(8), dan korban luka Suluh Wilil (10) dalam keadaan sekarat dan di rawat di RSUD Wamena pada Jumat (21/6/2024) kemarin sekitar pukul 19.30 wit
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Jayapura, Nofdy J. Rampi mengatakan salah satu yang menjadi fokus perhatian pemerintah kota Jayapura adalah pekerjaan Jalan Poros Koya Barat dan Koya Timur.
Oleh karena itu, pihaknya bergerak cepat dengan mengerahkan 2 unit alat berat berupa Excavator, 4 unit Articulate Dump Truck, 1 unit Wheel Loader dan 1 unit alat Grader beserta kru untuk melakukan perbaikan jalan, tanggul, normalisasi sungai serta perbaikan tanggul penahan jembatan Agawagom yang mulai tergerus air sungai.
Seorang warga bernama Ismi yang melintas di kawasan itu mengatakan, pemalangan ini berlangsung mulai pukul 9.40 WIT karena pemukiman warga yang terendam banjir buntut kali Piuga di Jembatan Kembar meluap setelah diguyur hujan sejak Senin, 10 Juni 2024 sore hingga Selasa dini hari dan menggenangi kawasan itu.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Papua Selatan Dr. Franky Edwin P. Lapian, ST, MT ditemui disela-sela sosialisasi tersebut menjelaskan alasan melakukan sosialisasi manajemen mutu dengan response surpace methoologi pada rancang campur lapis pondasi tanah semen dengan menggunakan bahan aditif dalam campuran tersebut.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Merauke Anton Kara, ST, ditemui media ini mengungkapkan bahwa, total anggaran yang dihabiskan untuk pengecoran dan pengaspalan jalan menuju Gudang Arang, Distrik Merauke tersebut lebih dari Rp 9 miliar.
Nastur mengatakan, pihaknya akan melakukan asesmen untuk mengetahui data pasti dan kebutuhan mendesak para korban bencana kebakaran itu. Pihaknya juga membuka donasi untuk masyarakat dan komunitas serta bekerja sama dengan relawan.
Dikatakan, kelanjutan pengadaan dan pemanfaatannya di tahun ini masih menunggu APBD 2024. Tujuan pengadaan lampu jalan tidak lain untuk menerangi jalan raya terutama daerah-daerah yang masih gelap dan belum tersedia penerangan. Sehingga diharapkan akan membantu masyarakat atau pengguna jalan di waktu malam mendapatkan penerangan yang cukup.
Dijelaskan, dengan adanya jalur alternatif ini diharapkan masyarakat yang berkendara bisa menjalankan imbauan tersebut , karena ini demi kenyamanan dan keamanan bersama. Apalagi jalan yang diperbaiki ini harus dipastikan benar- benar bisa selesai dengan baik dan tepat waktu, sehingga pengalihan jalur alternatif ini bisa dikembalikan seperti semula.
Triwarno menjelaskan, pengerjaan perbaikan saluran air bertujuan untuk mengatasi masalah banjir yang terjadi di depan Saga Kemiri, karena ini sudah berlangsung cukup lama dan dikeluhkan masyarakat maupun pengendara yang melintas, sehingga sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat terhadap masalah banjir di depan Saga Kemiri , maka pemerintah melakukan perbaikan saluran air.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Merauke Leo Patrio Mogot, ST, MT, disela-sela mengikuti kunjungan Menteri Pertanian Republik Indonesia mengatakan bahwa jalan Pendidikan tersebut sebenarnya menjadi salah satu prioritas yang harus diselesiakan. Hanya saja, tahun ini belum bisa dikerjakan karena keterbatasan anggaran.
Aktivitas dari wahana pasar malam ini justru menyebabkan kemacetan di bilangan Jalan Hassanudin depan Pasar Sentral Timika karena padatnya kendaraan ditambah tidak adanya tempat parkir.
Laka Tunggal tersebut, menyebabkan pengemudi bernama Agus Heri Nasikin (56) tewas lantaran mengalami benturan di kepala dan luka dibagian belakang kepala. Sementara Titin Kartini (52) yang menjadi penumpang mengalami luka berat lantaran mengalami benjolan dan luka di pelipis kiri.
Jalan santai tersebut dilakukan dalam kota Wamena mulai dari Jalan Yos Sudarso, Trikora, Patimura, Sudirman dan masuk kembali ke jalan Yos Sudarso Wamena bersama maskot “Yopi Jago” yang berarti Ayo Pilih Jangan Golput, guna memberikan sosialisasi tahapan yang telah dilaksanakan, sedang dilaksanakan dan akan dilaksanakan kepada masyarakat.
Akibat lain dari pembuangan sampah secara ilegal itu, badan jalan semakin kecil karena tumpukan sampah sampai masuk ke jalan sehingga tak bisa dilalui dua kendaraan sekaligus, Disamping itu tumpukan sampah di kuburan lama juga menimbulkan bau yang menyengat dan mengganggu aktifitas warga yang melalui jalan itu dan juga aktifitas di beberapa kantor Aviasi penerbangan yang ada di wilayah itu.
Triwarno mengaku, masyarakat tidak perlu khawatir soal pemasangan LPJU. Nanti akan diutamakan terlebih dahulu di seluruh Kota Sentani, sebagai ibu Kota Kabupaten Jayapura dan sebagai pintu utama masuk ke Papua melalui Bandara Sentani.
Dia mengakui, kewenangan mengurus ruas jalan itu memang bukan menjadi kewenangan Pemkot Jayapura, tapi balai jalan nasional. Namun karena itu ada di wilayah administrasi pemerintah kota Jayapura, sehingga hal ini juga perlu disuarakan.
Dari video yang diterima media ini, mobil yang terserat tersebut bermula saat mobil Hilux warna putih yang berada di bagian depan dan ditutup dengan tarpal bagian depan kemudian disusul sejumlah mobil lainnya mencoba menyeberangi banjir yang masih cukup tinggi dan deras tersebut.
Pj. Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan bahwa ada delapan titik lokasi banjir di jalan trans Papua Kabupaten Merauke menuju Kabupaten Boven Digoel mulai dari jembatan Barki sampai Bupul Distrik Eligobel.
Pemerintah Provinsi Papua Selatan langsung merespon laporan adanya ratusan warga tertahan dan terperangkap di Markas Koramil Elikobel, Kabupaten Merauke akibat sejumlah titik di jalan trans Papua di Elikobel dilanda banjir dengan mengambil sejumlah langkah-langkah penanganan.
Kondisi jalan di pasar Induk Youtefa tampak tergenang air, berlumpur dan licin, Minggu (5/5). Kondisi seperti ini sering terjadi usai hujan deras, sementara saat kemarau berdebu. (foto:Jimi/Cepos)
PJ Gubernur Papua pegunungan PJ Gubernur Papua pegunungan Dr. Velix Vernando Wanggai, S.IP, M.P.A menyatakan sebagai wilayah yang dikategorikan sebagai pintu gerbang ke wilayah Papua pegunungan ini yang akan dibahas bersama dengan Bupati Yalimo dan juga kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional.
Diapun mengungkapkan beberapa wilayah di Abepura masih menjadi atensi pihak Polsek. Salah satunya wilayah Kamkey, Tanah Hitam. Menurutnya tingkat kriminalitas di wilayah tersebut masih cukup tinggi. Yang meskipun belakangan ini sedikit berkurang, tetapi pihaknya terut melakukan berbagai upaya agar masyarakat di sana mendapatkan jaminan keamanan.
Di satu sisi, pihaknya menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Jayapura yang telah memberikan perhatian serius terhadap penanganan abrasi di Kampung Holtekam. Di mana abrasi ini sebelumnya telah menyebabkan hilangnya beberapa kuburan tua milik warga.
Penjabat Pembuat Komitmen (PPTK Ruas Jalan Mamberamo) Satker PJN IV menyatakan Hari Patra mengakui dari pertemuan dengan PJ Gubernur Beberapa waktu lalu memang sudah ada pembahasan untuk perjalanan dengan menggunakan jalan darat Trans Papua Wamena – Jayapura tetap mempersiapkannya.
PJ Gubernur Dr. Velix Vernando Wanggai, S.IP, M.P.A menyatakan pihaknya bersama kepala balai pelaksana Jalan dan Jembatan telah merencanakan untuk melakukan perjalanan ke Jayapura dengan menggunakan jalan darat minggu depan, hal ini dilakukan untuk melihat progress pembangunan yang dilakukan khususnya untuk Jalan Trasns Papua Wamena – Jayapura.
Karena itu Kepala Dinas PUPR Kota Jayapura, Nody J. Rampi berharap antara pihak pemilik ulayat dan pihak ketiga yang sudah teken kontrak dengan Pemkot Jayapura itu segera mendapatkan kesepakatan. Sehingga program kerja pemerintah itu tidak terhambat dan itu bisa diselesaikan sesuai dengan target waktunya.
Karena jalur yang terputus sangat vital, maka Pemprov Papua Tengah langsung berkoordinasi dengan Satuan Kerja PUPR Nabire Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nabire untuk mengatasi jalan yang putus tersebut. Langkah awal yang dilakukan adalah mengirim sejumlah alat berat ke lokasi longsor.
Korban mengaku insiden dialaminya sekitar pukul 12.45 WIT. Saat diserang menggunakan pisau, ia sempat melawan sehingga lengannya terluka. Usai melakukan aksinya, pelaku langsung turun dari angkot, kata Kombes Benny.
Sementara itu untuk rencana perbaikan lampu yang ada di jembatan merah, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan koordinasi dengan pihak Balai Pengelola Jalan Nasional. Apabila itu bisa dikerjakan oleh BPTD, maka itu akan dilakukan namun harus mendapat arahan dari pihak balai pengelola jalan nasional itu.
Padahal di Kompleks tersebut terdapat berbagai fasilitas umum, salah satunya sekolah SMAN 4 Jayapura. Namun sayangnya seakan bukan sesuatu yang menjadi perlu untuk diperhatikan.
Karena menurutnya ada beberapa komponen-komponen listrik yang sudah tidak berfungsi lagi bahkan sudah hilang seperti Sakelar, sehingga harus diperbaiki. "Kalau mau kasih nyala sakelar-sakelar di tiang itukan sudah tidak ada, mau kasih nyala bagaimana?" ucapnya.
Pihak BWS Papua, kata dia, sedang berkoordinasi dengan masyarakat adat. Apabila koordinasi dengan masyarakat adat telah mendapatkan sebuah keputusan, maka BWS akan bangun penahan ombak di wilayah Hamadi-Holtekamp.
Beberapa pihak yang terkait dengan penerangan jalan ini, sepertinya masih saling lempar tanggung jawab dan belum ada sinergitas yang baik, antara Balai Jalan Nasional Jayapura, Pemkot Jayapura maupun dari PLN yang mensuplai kebutuhan listrik di LPJU sepanjang jalan Holtekamp ini.
Mereka mengeluhkan tidak adanya lampu penerangan jalan umum setelah Jembatan Youtefa sampai Pos Polisi Holtekamp, warga disekitar jalan tersebut pun takut akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti tindakan kejahatan maupun kecelakaan yang masih sering terjadi sepanjang jalan tersebut.
Pj Bupati Tolikara Marthen Kogoya mengatakan, aksi pemalangan tersebut dilakukan oleh masyarakat Distrik Poganeri dan masyarakat Distrik Wunin karena masalah penghilangan atau pengalihan suara yang diperoleh 3 orang calon legislatif (caleg) yakni Musa Erlak (PSI) dari Distrik Wunin, Marthen Kogoya (PSI) dari Distrik Poganeri dan Otis Wenda (PKN) dari Distrik Poganeri.
Karena itu, menurut Nofdy, butuh penanganan serius dan cepat, tidak saja dari pemerintah kota tetapi juga instansi pemerintah pusat melalui lembaga teknis yang ada di Papua dalam hal ini Balai Wilayah Sungai dan Balai Wilayah Jalan Papua.
Nofdy mengatakan sesuai tugas dan fungsi urusan mengenai penanganan, perawatan jalan-jalan, baik tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten/kota sudah ada pembagian tugas masing-masing. Di jalan nasional misalnya, itu menjadi tugas dan tanggung jawab mutlak dari Balai Wilayah Jalan Nasional Papua.
Dalam penertiban yang melibatkan Satpol PP , Dinas Perhubungan darat dan Disnakerindag Kabupaten Jayawijaya, Distrik Wamena Kota dan Kelurahan Sinapuk tersebut, puluhan lapak pinang ini dibongkar dan mengarahkan pedagangnya untuk kembali berjualan dalam pasar Potikelek sesuai dengan tempat yang telah disiapkan pemerintah Kabupaten Jayawijaya selama ini.
“Untuk sepeda listrik itu tidak boleh beroperasi di jalan raya. Speknya beda dengan motor biasa dan hanya boleh digunakan di jalan – jalan lingkungan semisal di kawasan perumahan,” kata Dirlantas Polda Papua, Kombes Pol Abrianto Pardede di ruang kerjanya belum lama ini.
upati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT, menjelaskan bahwa status jalan dan jembatan menuju Distrik Naukenjerai merupakan provinsi sehingga jalan dan jembatan tersebut menjadi tanggungjawab provinsi.
Ada banyak potensi wisata di Distrik Muara Tami, mulai dari wisata perbatasan RI-PNG di Skouw, wisata pantai, hingga potensi wisata air panas. Dari beberapa potensi wisata yang ada di wilayah itu yang paling diminati adalah kunjungan ke daerah perbatasan negara dan juga wisata pantai.
Dirlantas Polda Papua, Kombes Pol Abrianto Pardede menyampaikan bahwa target dari operasi ini adalah pengendara yang membonceng lebih dari 1 orang, dipengaruhi alkohol, melebihi batas kecepatan, melawan arus, pengendara di bawah umur, mengoperasikan HP saat berkendara dan safety belt termasuk penggunaan knalpot brong.
Triwarno mengatakan, memang kondisi jalan masuk Pasar Lama Sentani harus diperbaiki dan ditata supaya lebih rapi dan tertib lagi, karena kondisi saat ini semrawut akibat ada pedagang yang berjualan di atas trotoar atau drainase , membuang sampah tidak pada tempatnya, sehingga mengakibatkan drainase tersumbat dan air mengalir ke jalan.
La Ode (42) pedagang di pasar Otonom mengungkapkan keluhannya terhadap kondisi pasar saat ini. Ia menyampaikan bahwa banyak Orang yang menjual dagangannya di trotoar atau di pinggir jalan sekitar Pasar, jadi pembeli tidak sampai masuk.
Rasa penasaran dengan adanya sumber air panas di Kampung Mosso, Distrik Muara Tami mendorong Cenderawasih Pos bersama beberapa teman untuk melihat lokasi ini. Sabtu (9/3) kemarin, kami menuju ke lokasi ini dengan mengunakan sepeda motor hampir satu jam lebih dari Kota Jayapura.
Ini kemudian menyebabkan Pasar Youtefa yang menjadi pasar Sentral terbesar di Kota Jayapura yang barus aja merayakan HUT ke 114 tahun ini, terkesan tidak terurus dan kumuh. Wargapun mengeluhkan kondisi itu dan meminta Pemerintah Kota Jayapura segera memperbaiki akses jalan masuk dan jalan penghubung di dalam area pasar.
Pj Bupati Jayapura Triwarno Purnomo menyampaikan, PKS ini diharapkan bisa memberikan Manfaat sebesar besarnya kepada masyarakat, pemerintah Kabupaten Jayapura dan PLN sendiri sehingga jika ada keluhan masyarakat terkait pelayanan pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di mana masyarakat merasa sudah membayar PPJU tetapi banyak jalan masih gelap. Hal ini perlu mendapatkan perhatian bersama kedua belah pihak sehingga pelayanan publik dapat berjalan secara optimal.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasat Lantas Polres Keerom AKP Kasrun didampingi Kabid Sarana dan Prasarana Dishub Keerom Asdar dan Personel Satlantas Polres Keerom.
“Laporan dan foto yang kami terima disebutkan bahwa KKB yang dengan sengaja melakukan pengrusakan jalur ini. Entah apa maksudnya tapi ini benar-benar mengganggu,” kata Ws. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan, S.E.,M.M. dalam keterangannya, Senin (5/2) kemarin.
Kini sebulan berlalu, belum ada tanda-tanda lampu lalulintas tersebut diperbaiki. Padahal keberadaanya sangat penting, terutama mengatur laju kendaraan pada saat jam-jam sibuk.
Penjabat Walikota Jayapura, Dr Frans Pekei menyatakan bahwa Pemkot tengah menyiapkan aturan main untuk menertibkan warga yang biasa mabuk dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga lain.
Dikatakan, penanganan jalan melalui mekanisme inpres tersebut usulannya dari Pemkot Jayapura. Tetapi ditangani oleh Balai Jalan, seperti Jalan Patin dan Jalan Swakarsa di Koya Timur, Jalan Baring-baring di Koya Barat, Jalan Rambutan.
Alhasil banyak kendaraan yang kesulitan untuk melintas karena jika menurunkan kaki dipastikan akan basah. Setelah dicek ternyata lubang saluran pembuangan yang masuk ke drainase sangat keci dan tidak sebanding dengan debit air.
Pemerintah beralasan penggantian atau penghapusan warna tersebut sebagai tindak lanjut dari keluhan masyarakat dan juga ada alasan pada malam hari terkesan gelap sehingga dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Menurut Ketua DPD PAN Kota Jayapura, Rustan Saru, untuk memaksimlkan waktu kampanye, Calon angota legislatif (Caleg) PAN Kota Jayapura dan Provinsi akan mengadakan jalan santai, dan lomba senam PAN serta lomba poco poco, pada Jumat (26/1) mendatang di seputaran lapangan karang PTC Entrop.
Meski begitu, dirinya belum memastikan berapa kilometer panjang ruas jalan di dalam pasar itu yang akan dikerjai, termasuk item pekerjaan lainnya. Kata lain mengenai anggaran juga belum disebutkan untuk membiayai pekerjaan ruas jalan tersebut.
Beberapa pengguna jalan yang ditemui Cendrawasih pos, juga mengaku resah dengan kondisi tersebut. Pasalnya akibat kerusakan lampu lalulintas tersebut, membuat arus lalu lintas tidak teratur. Padahal di wilayah tersebut tingkat arus lalulintas sangat tinggi, sehingga sangat butuh lampu lalu lintas.
Dia menuturkan, buruknya akses jalan masuk ke dalam pasar membuat aktivitas masyarakat sedikit terganggu, baik pedagang maupun pembeli. Terutama pada saat mobilisasi barang- barang yang akan dijual belikan di dalam pasar.
Sesuai hasil rapat atau pertemuan dengan Forkopimda Papua, Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan, M.Han, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, S.IK. MH, presiden GIDI Dorman Wandikbo, S.Th, dan Ketua FKUB Prov. Papua Pdt. Lipius Biniluk, S.TH., M.Th.
Pekerjaan pelebaran dan perbaikan ruas jalan ruas jalan Wasani / Mos – Douwbo yang menghubungkan sebelah utara Kabupaten Biak Numfor dan Supiori tersebut hingga kini belum tuntas dikerjakan.
Dari hasil penertiban hari pertama Satpol PP berhasil tertibkan 45 baliho para caleg, yang dipasang di median jalan protokol di wilayah Abepura dan Distrik Heram.
Kepala Kampung Marsram, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori, Hizkiah Kmur mengatakan perbaikan ruas jalan utama Kabupaten Supiori di sepanjang wilayah kampung yang di pimpinya itu dilakukan atas Perintah Bupati Supiori, Drs. Yan Imbab.
Kepala BPBD Kota Jayapura, Asep Khalid menjelaskan, terkait dengan upaya pemerintah sejauh ini sudah melakukan permohonan melalui surat resmi ke BNPB pusat untuk meminta dukungan anggaran memperbaiki ruas jalan tersebut. Namun demikian, pemerintah pusat memastikan tidak bisa membantu karena minim anggaran.
Terkait dengan keluhan ini, warga dan pengendara yang dijumpai wartawan Cenderawasih Pos di sana mengaku mengeluh dan jengkel karena sudah lama permasalahan air terjadi namun tidak ada penanganan yang serius dari pemerintah.
Hari Bakti Pekerjaan Umum tersebut bertemakan air untuk kesejahteraan bersama diikuti rumpun Dinas PUTR, Dinas Perumahan Rakyat dan Poerumda Air Minum Jeeurekom Merauke. Para pegawai dari ketiga instansi tersebut menggunakan batik Papua dan sebagian menggunakan pakaiat adat masing-masing.
“Setahu kami ada jadwal kapan mereka (kontainer) jalan dan kapan tidak boleh jalan tapi sekarang seperti setiap jam ada di jalan,” sindir Gunawan, salah satu pegiat sosial di Jayapura. “Jalan hanya begini – begini tapi kendaraan makin banyak kemudian kalau tidak diatur ya makin semerawut nanti,” imbuhnya.
"Kami hadir langsung bersama warga juga bersama rekan Babinsa juga beberapa anggota Polsek Yapen Timur untuk mengerjakan penimbunan jalan trans Yapen ini secara swadaya masyarakat agar dapat dilalui oleh masyarakat, baik yang berjalan kaki maupun berkendaraan".tandas anggota Polsek Yapen Timur tersebut. Rabu (8/11/23).
"Jalan ini ramai, ini salah satu jalan utama, tapi tidak bisa diperhatikan. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah," ujar Hadi Wijaya, salah satu warga pengguna jalan saat dimintai tanggapannya mengenai kerusakan jalan tersebut, Senin (6/11).
Dengan berfokus pada keselamatan pengguna jalan dan pengendara, petugas Satlantas melakukan pengamanan dan pengawasan di sepanjang jalan yang tengah menjalani proses pengaspalan tersebut.
Masyarakat dari 5 kampung di Distrik Naukenjerai tersebut bahkan merasa diabaikan, karena bertahun-tahun jalan mereka tidak diperbaiki. Status jalan menuju Distrik Naukenjerai tersebut masih ditangani provinsi, sehingga dengan kehadiran DON Papua Selatan, warga dari Distrik Naukenjarai tersebut berharap ada perhatian pemerintah.
Ketua LMA Distrik Ibele Loudwik Mosib, S.Si menyatakan pemalangan terhadap pekerjaan pengaspalan jalan Ibele Tailarek di karenakan ada pihak ketiga yang melakukan pembongkaran jalan pada bulan maret lalu sedangkan itu belum ada penunjukan atau pelelangan yang dilakukan , dan pihaknya sempat menyampaikan jika menunggu sampai ada tender dulu atau ada kejelasan
Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Danrem Agus Widodo, melaksanakan tatap muka bersama masyarakat Rawa Kasat untuk menunjukkan kehadiran TNI AD ditengah-tengah masyarakat sekaligus melihat secara langsung kondisi Pasar Ikan Tradisional Rawa Kasat sebagai tempat yang dapat memajukan perekonomian bagi masyarakat setempat.
Kapolres Paniai AKBP Abdus Syukur Felani , S.I.K melalui Kasat Lantas Polres Paniai Iptu Sugiarto, S.H., mengatakan, akibat cuaca yang sering hujan jalan pun jadi berlubang akibat terkikis oleh air.
Pemerintah Kota Jayapura akan memperbaiki akses jalan umum di Koya, Distrik Muara Tami Kota Jayapura. Hal ini disampaikan Penjabat Walikota Jayapura, Dr. Frans Pekey, Senin (9/10). Menurutnya, tahun ini pemerintah sudah masuk dalam perencanaan pekerjaan di 2024 mendatang.
Kepala Dinas Pekerjaan Mumum Kabupaten Jayawijaya Andre Kindangen, SE, MSi menyatakan untuk kegiatan pengaspalan di jalan Muai sementara berjalan mulai dari Jalan yang mengarah ke SMA Kristen, tadi sudah ditinjau dan pegerjaannya sudah 250 sampai dengan 300 meter telah dilakukan pengaspalan.
Keluhan itu juga disampaikan di media sosial dan diberbagai media dan pernah ditegaskan Pj Bupati Jayapura Tri Warno Purnomo bahwa Dinas PUPR Kabupaten Jayapura harus bisa melakukan koordinasi dengan Balai Jalan Nasional maupun Pemprov Papua dan Balai Wilayah Sungai.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura, melalui bidang teknisnya, Melkianus menjelaskan, khusus kerusakan traffic light yang ada di persimpangan jalan otonom itu disebabkan karena limitnya DC-nya dalam posisi off, dan pihaknya sudah kembali memperbaikinya.
Kerjasama ini untuk membantu menimbun dan meratakan material di lokasi pembangunan jembatan yang terkena dampak bencana alam banjir. Jalan ini merupakan akses jalan utama trans Yapen yang menghubungkan jalur dari kota Serui menuju Distrik Yapen Timur.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jayapura Alpius Toam mengatakan, untuk sampai saat ini pengerjaan pembangunan jalan kemiri Depapre sepanjang kurang lebih 24 Km masih dalam tahap pekerjaan dan ditargetkan pada bulan Februari 2024 sudah selesai pengerjaan pembangunan jalan tersebut.
Lapak di Pasar Pharaa Sentani yang dibangun oleh BPBD Kabupaten Jayapura di eks lapak yang terbakar sudah sebagian di tempati pedagang. Namun sarana dan prasarana akses ke lapak tersebut belum dilengkapi mulai dari jalan, drainase dan tempat sampah, sehingga membuat pedagang dan pengunjung kurang nyaman.
Jalan yang sempat longsor ini sebelumnya sudah pernah diperbaiki, namun karena ada jalan jalan air di bawah tanah, hingga ruas jalan ini kembali ambles. Bahkan, terhitung sudah hampir lebih dari satu tahun ruas jalan di samping kantor Walikota Jayapura terbiarkan rusak.
Selama ini, untuk membuat jalan yang dapat menghubungkan antara rumah yang satu dengan rumah lainnya, Pemerintah Daerah maupun melalui swadaya masyarakat membangun jalan jembatan tersebut dari kayu dan papan. Tak tangung-tanggung, kayu dan papan yang digunakan adalah kayu besi.
Menurut pengakuan salah satu pedagang yang namanya enggan dikorankan, kembalinya mereka berjualan di luar lokasi pasar teptanya di pinggir jalan masuk pasar Otonom, karena ada yang memberi izin.
Alpius menjelaskan, untuk tugas Dinas PUPR Kabupaten Jayapura dalam penanganan banjir di depan Saga Kemiri dengan melakukan perbaikan drainase yang ada di kanan kiri 100 meter dari badan jalan utama.
Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK melalui Kasat Lantas AKP Novi Gultom, SIK, mengungkapkan bahwa jalan Brawijaya sebagai kawasan tertib lalu lintas tersebut telah diusulkan ke Bupati Merauke.
“Memang, lampu jalan di sepajang jalan Holtekamp itu sudah lama mati, tetapi itu bukan menjadi tanggung jawab kami Pemerintah Kota Jayapura untuk lakukan perbaikan,” ucap Nofdy J. Rampi ketika ditemui ceposonline.com di Jayapura, Jumat (8/9) siang.
“Aparat distrik belum mensosialisasikan sampai ke tingkat kepala desa sehingga masyarakat dengan mudah terpengaruh berita yang tidak benar dan lakukan pemalangan ini,” Pj Bupati Marthen Kogoya.
Harapannya, para pegawai ini usai apel pagi, yang belum sempat sarapan dari rumah, bisa membeli makanan atau minuman yang dijual di pasar Mama-mama Papua. Dengan begitu, bisa mendorong perputaran uang dan roda ekonomi masyarakat.
“Ruas jalan ini ada di perbatasan Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Sarmi, saya kemarin kesana dan menyaksikan langsung bahwa kondisi jalannya memang cukup parah. Tidak nyaman melintas di lokasi ini,” kata Ketua Kelompok Khusus DPR Papua, Jhon Gobay, Rabu (30/8).
Plt Kepala DPMK Kabupaten Jayawijaya, Lepinus Gombo, SPd, MSi menyatakan, pihaknya mendorong kampung yang lain agar bisa menggunakan dana desa seperti Kampung Wamusage, sebab pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kepala DPMK Jayawijaya, Lepinus Gombo, SPd, MM menyatakan, pihaknya bersama kepala Kampung Wamusake, Distrik Walelagama, Kabupaten Jayawijaya telah menyerahkan dana desa Tahun 2023 tahap pertama sebesar Rp 120 juta sisa pembangunan infrastruktur jalan yang dibangun berdasarkan hasil kesepakatan bersama musyawarah kampung tersebut.
Dari hasil pertemuan tersebut Plh Gubernur Papua M. Ridwan Rumasukun mengatakan pemerintah akan segera menyelesaikan persoalan tersebut, setelah masyarakat memberikan bukti atas penunggakan pembayaran jalan tersebut.
“Kami undang untuk memastikan prosesnya seperti apa dan jika sudah dibuka kami mau cek seperti apa penyelesaiannya. Jika ada yang harus diselesaikan maka kami meminta untuk ini diperhatikan dan apa yang disampaikan masyarakat adat sebisa mungkin dijawab agar tak ada lagi palang memalang dikemudian hari,” kata Wakil Ketua I DPR Papua, Yunus Wonda usai pertemuan, Selasa (8/8) kemarin.
Ia juga menyerahkan seekor babi yang langsung dipotong dan dibagi bagi. Tak lama Rollo dan pemilik ulayat berdiri di tengah jalan lokasi yang dipalang kemudian membuka palang bersama-sama.