Dalam pembersihan Kali Acai, Nimbrot mengaku telah melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura. “Untuk sampah plastik kita bantu keluarkan dari sungai, selanjutnya armada dari Dinas Lingkungan Hidup yang membuang ke TPA.
Menurut Muhsin, sejak pertama kali membuka usaha di Pasar Youtefa dirinya sudah bergonta-ganti jenis usaha. Dan yang terakhir ini dia membuka usaha baju cakar bongkar (Cabo)
Sampah-sampah ini yang kemudian menumpuk di Kali Acay, terutama pada jaring-jaring penangkap sampah yang dipasang oleh pemerintah. Masalah lain, terjadinya sedimentasi akibat gulma yang tumbuh begitu cepat. Dua persoalan ini telah mengakibatkan terjadinya persoalan baru di Kali Acay, yaitu pendangkalan dan terkesan sangat kumuh.
Selain itu, di tahun 2024 ini juga RSUD Abepura akan membangun Gedung IGD baru. Pembangunan IGD tersebut akan bersumber dari dana DAK. "Mulai Januari kita perlu segera berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait untuk menyiapkan proses pelelangan, sehingga mulai Februari, IGD sudah mulai dibangun," ujarnya Kamis (4/1).
Soeparmanto mengatakan acara malam tutup tahun 2023 kali ini di wilayah Abepura sedikit berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dimana suasananya relatif sepi. Diapun mengakui bahwa hal ini terjadi karena imbas dari aksi anarkis masa pengarak jenazah LE baru baru ini.
Kondisi kali Acai yang terjadi seperti saat ini memang selalu membawa ancaman buruk. Terutama pada saat musim hujan tiba yang tentunya dengan intesitas tinggi. Ini akan menyebabkan banjir yang biasa menggenang rumah warga. "Lagi-lagi kami pasrah saja," singkatnya.
Awal mula terjadinya kerusuhan terjadi saat terjadi aksi lempar dari massa terhadap kawasan pertokoan, Bank BRI Sentani yang menjadi "korban", dimana kaca-kaca pecah dilempar oleh massa yang mulai beringas, kemudian mobil TNI dilempar.
Walaupun demikian, pihaknya mengaku selama natal kemarin polsek Abepura melakukan patroki dan pengetatan pengawasan disetiap gereja. Serta mengurai kemacetan disetiap titik pusat kemacetan di wilayah Abepura.
Dengan begitu, masyarakat Kota Jayapura, khususnya umat kristen, dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan tentunya kondusif. "Kami imbau kepada masyarakat, sama sama menjaga keamanan di masing-masing wilayah, terutama malam natal, sehingga umat kristen bisa melaksanakan ibadah natal dengan aman," ajaknya.
Kepala Lapas Kelas IIA Abepura, Sulistyo Wibowo usulan remisi Natal yang diajukan Lapas Abepura tersebut, semuanya mendapat persetujuan. "Semua yang kita usulkan itu telah disetujui," ungkap Sulistyo Wibowo kepada Cendrawasih pos, Rabu (20/12).
“Untuk motor Honda CRF dilaporkan pemilik hilang saat diparkir di halaman rumahnya di Jalan Kesehatan, Distrik Abepura tanggal 5 Oktober 2023 sekira pukul 23.30 WIT. Dari laporan itu, kami melakukan penyelidikan dan akhirnya motor milik korban berhasil ditemukan. Motor tersebut sudah kami kembalikan kepada pemiliknya, Minggu (17/12),” ungkap Kapolsek AKP. Soeparmanto, Senin (18/12).
“Air bersih di sana (Lapas Perempuan-red) memang tidak layak, cuman mereka juga bingung mau ambil dari mana. Sementara untuk beli satu kali pesan harus mengeluarkan Rp 800 ribu/tangki,” ucap Nona.
"Jika perhatikan ada empat prinsip utama dalam mengentaskan masalah kesehatan di Indonesia, lebih kusus papua yaitu sarana-prasarana, Nakes yang mumpuni, ketersedian obat-obatan dan peralatan, juga peningkatan pengetahuan masyarakat itu sendiri supaya menjadi lebih baik," kata Emanuel.
Kepala Lapas kelas IIA Abepura Sulytio Wibobo menyampaikan barang barang tersebut merupakan hasil razia rutin Lapas Abepura, sejak Maret-Agustus 2023 lalu di setiap hunian WBP. "Total keseluruhannya mulai dari ganja, sabu-sabu hingga peralatan listrik, sebanyak 690 paket yang kami musnahkan," kata Sulistyo.
Kapolres Keerom AKBP Christian Aer menerima langsung mobil ambulan yang diserahkan langsung oleh pimpinan BRI Cabang Abepura, Bobby Irawan Santosa, dengan dihadiri seluruh Pejabat Utama Polres Keerom.
“Kami pikir perlu satu konsep yang memang bisa diterapkan untuk mengurangi sampah yang masuk ke teluk,” kata Yakonias Maitindom Kabid Pengelolaan Kualitas Lingkungan dan pengembangan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Papua di Grand Abe Hotel, Rabu (13/12)
Kapolsek Abepura, AKP. Soeparmanto menyampaikan pihaknya akan memberikan surat himbauan kepada setiap pelaku usaha minuman keras dan penjual petasan, juga tempat lokalisasi yang ada di wilayah hukum polsek Abepura.
Direktur Saga Group, Gary Marcelino Pirono mengatakan, Saga Waena adalah gerai Ke-13. Pihaknya sangat bersyukur gerai Ke-13 Saga Waena bisa grand opening. Ini merupakan sebagai wujud pelayanan Saga Group untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat di Distrik Heram, karena banyak yang bertanya kapan ada Cabang Saga di Waena, bisa ini menjadi pemicu dan semangat untuk menghadirkan Saga Waena.
Kapolsek Abepura, AKP. Soeparmanto menyampaikan sebelumnya, 6 Desember 2023 lalu, RA mendatangi Polsek Abepura membuat laporan kehilangan. Dimana RA tidak sengaja menghilangkan Handhpone milik Korban KA.
Dimana dari laporan korban, Handhponenya itu hilang di rumahnya sekitar pukul 19.30 WIT. Bermula SP menaruh Handhponenya ditaruh di atas sofa. Kemudian dirinya keluar mencari Bakso. Sayangnya setelah kembali Handphonenya hilang diambil orang.
Kapolsek Abepura AKP. Soeparmanto, mengatakan kasus Curanmor tersebut terjadi pada Senin (9/10) lalu di Jalan Kali Acay Kelurahan Asano, Distrik Abepura Kota Jayapura. Dimana awalnya tersangka bersama tiga orang teman perempuannya mengkonsumsi minuman keras (Miras) di Pantai Enggros.
Kapolsek Abepura AKP. Soeparmanto mengatakan kasus tindak pidana penganiayaan tersebut terjadi pada, Senin (24/9) lalu di Pasar Youtefa Distrik Abepura Kota Jayapura. Dimana Tersangka Li menganiaya korban Husein sehungga mengakibatkan korban mengalami luka ringan pada bagian tangan dan paha kiri.
Menyikapi hal itu, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, Derek Hegemur mengatakan, lokasi yang dipalang berkaitan dengan aset daerah atau aset negara. Sehingga itu, akan menjadi perhatian Pemprov.
Direktur RSUD Abepura dr. Dasiy C Rumbinas menyampaikan kegiatan tersebut dilakukan untuk menggerakkan kesehatan masyarakat khususnya jajaran RSUD Abepura. Dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah sakit.
Pria berinisial SM dan JS diamankan Polisi saat berada di salah satu hotel mewah di kawasan Abepura. Keduanya tak bisa berkutik lantaran kedapatan barang bukti sabu kurang lebih 42 gram. Keduanya kini tengah menjalani pemeriksaan di Mapolda Papua.
Salah satu keluarga pasien yang namanya enggan dikorankan mengaku resah dengan kondisi RSUD Abepura tersebut. Pasalnya semenjak adanya pemalangan tersebut mereka kerepotan untuk membesuk keluarganya yang sedang dirawat di RSUD Abepura.
Akibat pemalangan ini, akfifitas pelayanan rumah sakit ini tidak berjalan maksimal, bahkan pelayanan di ruang IGD tidak beroperasi sama sekali. Sebab pintu masuk ruang IGD tertutup rapat menggunakan spanduk dan kayu.
Setelah dilakukan pencarian selama 3 tahun, Tim Opsnal Polsek Abepura akhirnya berhasil menemukan Sepeda Motor merek Honda Beat F1 milik Korban Andi Nely Anggriany.
Tuntuntan, antara lain bahwa tanah adat milik suku Awi Merahabia yang dipakai oleh Pemda Provinsi Papua dalam hal ini RSUD Abepura sampai saat ini, Selasa (31/10) belum ada penyelesaian ganti rugi tanah ke pihak adat mulai dari tahun 1963-2023, atau sudah 60 tahun.
Kapolsek Abepura, AKP. Soeparmanto, SH, mengatakan korban ditemukan meninggal sekitar pukul 13.10 WIT. Saat ditemukan, di sekitar jenazah korban tidak ditemukan benda benda mencurigakan, tubuh korban juga tidak ditemukan tanda tanda kekerasan.
Selain tersangka juga barang bukti berupa 1 buah pisau roti, 1 buah handphone merek Realme, 1 unit sepeda motor yamaha M3 warna kuning nomor polisi DS2392LE, dan 1 Lembar surat keterangan sakit.
Adapun tuntutan Kepala Suku Merhabia tersebut yang dituliskan dalam spanduk ukuran sekitar 2X2 meter diantaranya tanah adat milik suku Awi Merhabia yang dipakai oleh pemerintah Provinsi Papua dalam hal ini RSUD Abepura sampai saat ini, Rabu (31/10/2023) belum ada penyelesaian ganti rugi tanah ke pihak adat mulai dari tahun 1963-2023 (60 tahun). Untuk itu mereka menuntut agar:
Menurut Koordinator Lapangan Angkot Wilayah Abepura, Sabaruddin aksi mogok tersebut dilakukan lantaran tuntutan mereka pada bulan juli lalu di DPRP tidak kunjung mendapatkan respon dari pemerintah baik Provinsi maupun Kota Jayapura.
“Statusnya masih penyelidikan, tapi kami terus berkoodinasi, serta melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut," kata Sulistyo Wibowo kepada Cendrawasih Pos, Rabu (11/10).
Dari tangan pelaku berinisial SI, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa ganja kering seberat 113 gram. Narkotika tersebut ditemukan oleh Petugas Jaga, pada saat melakukan pengontrolan blok hunian warga binaan, di Lapas Abepura.
Cendikia Wulandari Tejo, selaku pemilik Business Center Tupperware Permata Papua mengatakan, untuk bulan Oktober Tuperware membuka promo khusus, dianntaranya paket 1 paket Twist N Fresh, (ukuran 1,8 liter, dan 1,2 liter) akan diberikan bonus, 1 buah Trwist N Fress ukuran 720 ml.
Kapolsek Abepura, AKP Soeparmanto menyampaikan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait, guna untuk dilakukan perbaikan. "Kami akan segera hubungi pihak Dishub, sehingga mereka dapat segera memperbaiki lampu tersebut," kata Kapolsek Abepura, kepada Cendrawasih Pos, Selasa (3/10).
Dari pantuan CenderawasiH pos, siang kemarin seorang tuna netra terpaksa melintasi badan jalan, yang dilalui kendaraan, sebab trotoar yang berada di depan Kantor Samsat Abepura mengalami kerusakan parah. Kondisi ini sangat memperihatinkan, apabila tidak segera diperbaiki.
Menurutnya, pengembalian motor tersebut, lantaran pemilik kendaraan mencabut laporan. Dimana untuk motor Honda POP, ditemukan oleh pihak Polsek Abepura, sementara CRF ditemukan sendiri oleh Korban.
Menurut Kapolsek Heram, AKP Frengky Rumbiak, kasus tersebut berawal ketika korban hendak mengantar penumpang dari Waena menuju Abepura, sekitar pukul 21.00 WIT. Namun masuk turunan ale ale Padang Bulan, Sopir Taxi tersebut tiba-tiba tidak sadarkan diri.
"Sekarang sudah berjalan normal, dan aktifitas kembali seperti biasa," ujar Direkur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah Abepura dr. Guy Emma Come, M.PH kepada Cenderawasih Pos, Kamis (21/9).
Ketua Komite Medik RSUD Jayapura dr. Yunike Howay, Sp.A menyampaikan, terima kasih kepada para Penjabat Gubernur Provinsi Papua Ridwan Rumasukun, Ketua DPR Papua Johny Banua Rouw, Ketua Umum PB IDI Adib Khumaidi, Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemendagri dan Kemenkes, Direktur RSUD Jayapura Aloysius Giyai, dan semua pihak atas respon dan perhatian terhadap tuntutan mereka.
"Nantinya ruangan IGD kita pindahkan ke belakang, di Gedung lama, tapi sedang direhab," ujar Direktur RSUD Abepura dr. . Daisy C. Urbinas di Jayapura, Kamis (14/9).
"Sempat dua hari tidak ada layanan spesialis di Poli, hanya rawat jalan saja, tapi hal itu tidak ada kendala untuk pelayanan di RSJ," kata Ema kepada Cendrawasih Pos, di ruang kerjanya Senin (4/9).
Meski selama ini pengelolahannya telah berjalan baik, namun sangat diharapkan melalui kegiatan pelatihan tersebut, maka pengelolahan maupun pelayanan RSUD Abepura semakin lebih baik.
Saat ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, Rabu (23/8), dr. Daisy Urbinas menyampaikan bahwa tuduhan yang disampaikan terhadap dirinya dalam sejumlah aksi demo, adalah tuduhan sepihak dan tidak benar.
Kedatangan para Nakes di Kantor Gubernur kemarin hanya ingin bertemu Plh Sekda Papua sesuai dengan undangan disposisi yang diterima. Hanya saja, tak ada satu pun pejabat di lingkungan Pemprov Papua yang bertemu dengan mereka.
Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Abepura, Provinsi Papua, Guy Yama Emma Come, menyampaikan saat ini pihaknya mulai gencar berkunjung ke daerah baik di Papua Induk, Papua Barat maupun Daerah Otonomi Baru (DOB) untuk memberikan pelayanan pengurusan surat kesehatan rohani bagi bakal calon legislatif.