Dimana pada 17 Juni 2024 lalu, Satuan Narkoba Polresta Jayapura menangkap seorang pelaku seorang pria berinisial FP, pengedar narkoba jenis sabu dengan barang bukti Sabu seberat 252,48 gram.
Kapolresta mengatakan jika pihaknya sudah mendapatkan atensi dari Mabes Polri bahwa tidak ada lagi anggota kepolisian melakukan permainan judi online, terutama menggunakan media Hp.
Ke-39 personel yang naik pangkat setingkat lebih tinggi diantaranya yakni, 1 personel dari Aiptu ke Ipda, 14 personel dari Aipda ke Aiptu, 5 personel dari Bripka ke Aipda, 6 personel dari Briptu ke Brigpol dan 13 personel lainnya dari Bripda ke Briptu.
Nomor – nomor rekening ini disinyalir memiliki keterkaitan dengan judi online. “Untuk judi online di Polresta kemarin ada satu kasus yang kami proses, dimana laporannya bulan Juni. Namun selain itu ada transaksi yang mencurigakan dimana ada 3000 rekening yang sedang kami monitor,” kata Kapolresta di Wisma Atlet, Mandala, Senin (1/7).
Untuk penanaman pohon ini dihadiri warga kelompok tani dari Kampung Koya Tengah dan kampung Koya Timur Distik Muara Tami. Emilia Pallora selaku Lurah Koya Timur mengapresiasi kegiatan yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan penanaman pohon tersebut.
Pasalnya dari kendaraan roda dua yang disita dengan jumlah seratus lebih ternyata sangat sedikit yang datang untuk mengurus untuk mengeluarkan motor tersebut. Lebih banyak yang membiarkan seolah – olah tidak ada masalah.
Ia menyebut kebanyakan yang ikut dalam konvoi tidak memenuhi standart keselamatan di jalan. Mulai dari menggunakan knalpot brong, tidak menggunakan helm dan euphoria berlebihan yang cenderung tidak memperhatikan keselamatan.
"Razia tersebut dalam rangka hari anti narkoba internasional, ada beberapa tempat hiburan malam yang disasar diantaranya, cafe, Bar dan lainnya, yang ada di Kota Jayapura," kata Kasman.
Giat bakti religi yang dilakukan berupa pembersihan lokasi milik rumah ibadah yang menjadi target lokasi untuk dibersihkan dan dipimpin langsung Kabag Log Polresta Jayapura Kota AKP Erwin Queen bersama personel gabungan antar fungsi di Polresta Jayapura Kota.
Kompol Pombos menuturkan atas perbuatan bejatnya tersebut tersangka MH disangkakan Pasal 76 D Jo Pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Undang-Undang R/ Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Namun yang dirasa aneh adalah, FP mengaku tidak mendapat bayaran apapun dari pengantaran tersebut. Disini informasi lain yang diperoleh penyidik diketahui barang haram ini diperoleh atau dikirim dari Makassar dan rencananya akan diedarkan di Jayapura.
Terkait ini Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota, Kompol Dian Novita Pietersz memperingatkan para pengendara motor untuk tidak bermain Hp saat mengoperasikan kendaraan baik motor maupun mobil.
Dia mengatakan ada beberapa aset milik PDAM yang sengaja dirusaki oleh oknum yang tidak bertanggung jawab terutama terkait dengan sambungan ilegal dan juga pembayaran rekening air daripada pelanggan yang terkesan tidak bertanggung jawab.
“Kalau sudah panen sudah pasti Jayapura dijadikan sasaran utama. Ini kami cukup paham yang begini – begini sehingga Juni dan Desember itu selalu kami antisipasi,” imbuhnya. Irene menyebut gempuran narkoban terlebih ganja di Jayapura sulit dihindari sehingga ia meminta para orang tua membantu mengawasi dan mengontrol anak – anaknya agar tidak terlibat dalam kasus narkoba.
Kasat Samapta Polresta Jayapura Kota Iptu Budiman Sianturi ketika dikonfirmasi membenarkan penangkapan dua pelaku curanmor. Kasat Samapta menjelaskan kejadian pertama bermula saat personel patmor mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa terjadi kasus Curanmor di wilayah Perumnas 2 kemudian personel patmor merespon laporan masyarakat dengan mendatangi TKP.
Kegiatan ini kerjasama pengurus Masjid Al-Ikhsan Kotaraja, Rumah Sakit Nur Hidayah Yogyakarta, serta Yayasan Al-Fuqron Majelis Taklim. Tak hanya itu, tim medis dari RS Bhayangkara dan RSUD Dok II Jayapura juga turut berpartisipasi.
Ini dibenarkan Kasat Narkoba Polresta Jayapura Kota AKP Irene Aronggear, yang membenarkan soal penyerahan tersangka, berkas dan barang bukti kepada Jaksa dikarenakan berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap (P21) dan siap untuk disidangkan.
Disini kata Dian, pihaknya kembali mengingatkan untuk pemilik kendaraan bisa lebih peduli. Pasalnya kendaraan yang dicuri tak sedikit karena kelalaian. Hanya mengunci stang kemudian membiarkan begitu saja.
Pejabat sementara (PS) Kasat Samapta Polresta Jayapura, Iptu B. Sianturi, mengatakan razia tersebut bertujuan untuk mengecek barang bawaan masyarakat di dalam dashboard kendaraan tetap aman.
"Mekanisme KRYD sendiri kami menargetkan barang-barang terlarang baik itu berupa minuman keras, senjata tajam serta kami juga menggabungkan KRYD dengan kegiatan Sat Lantas sehingga masyarakat pun patuh dalam berkendara", kata Ipda Putra.
Malah bagi anggota yang rambutnya dirasa sudah panjang dan tidak dipotong, saat itu juga langsung dieksekusi oleh provost. Ini untuk rangka meminimalisir pelanggaran dan penyimpangan dari anggota Polri sehingga Sie Propam Polresta Jayapura Kota yang turun tangan.
Proses pemusnahan ini dilakukan dengan cara melarutkan butiran sabu ke air yang mendidih kemudian dituangkan ke saluran pembuangan. Kasat Resnarkoba Polresta Jayapura Kota AKP Irene Aronggear, mengatakan pemusnahan tersebut merupakan petunjuk dari pihak kejaksaan seperti biasanya sebelum berkas perkara dinyatakan lengkap atau P.21.
Pil tersebut diperoleh dari jasa pengiriman yang dikirim dari Jember, Jawa Timur dan rencananya akan dipasarkan di Jayapura. Pil ini sendiri masuk dalam kategori psikotropika dan berbahaya jika dikonsumsi tanpa resep dokter.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Dr. Victor D. Mackbon melalui Kapolsek Jayapura Selatan AKP I Dewa Gede Aditya Krishnanda menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pada 4 April 2024 lalu, yang mana pelaku IS melalukan pencurian dengan pemberatan dengan cara mengambil barang-barang yang berada di gudang milik PT. Karya Sakti Intimas.
Tabrakan ini berawal saat salah satu pengendara berinisial LR yang dalam keadaan dipengaruhi minuman keras, hilang kendali dan menabrak pengendara lain dari arah berlawanan dan akhirnya tewas.
Kapolresta Victor Mackbon menyampaikan bahwa serah terima jabatan atau mutasi semua pasti mengalaminya dan hal tersebut lumrah terjadi di lingkungan Polri. Disini Kapolresta menyampaikan rasa terimakasihnya atas dedikasi dan loyalitas dari semua pejabat lama yang memiliki komitmen untuk mengemban tugas yang diberikan.
Ada salah satu korban yang diajak untuk makan lebih dulu dan setelah itu diajak ke kamar pelaku kemudian dicabuli. Terdengar korban sempat menolak dan merontak dengan meneriakkan kalimat “Jangan Pakde”. Namun pelaku tak memperdulikan dan terus melakukan aksinya.
Sang pacar yang harusnya dijaga dan dibawa ke jenjang pernikahan malah digiring untuk melayani nafsu bejat pria hidung belang. Mirisnya hasil transaksi bisnis lendir tersebut dibagi dengan oleh MC dan ZM.
Status SL sendiri adalah bebas bersyarat. Dijelaskan SL mendapatkan pil ini dari Jember dan rencananya akan diedarkan di Jayapura, khususnya kepada para wanita di tempat hiburan malam. Namun belum selesai diedarkan pelaku berhasil ditangkap.
Titik yang dimaksud adalah jalur di Jalan Otonom samping BPSJ Kesehatan yang posisi jalan langsung bersebelahan dengan drainase. Kedua di Jembatan Kali Acai perbatasan Abepura – Kotaraja dan ketiga di tanjakan Hamadi Rawa yang tak jauh dari lampu merah Pasar Hamadi.
Setelah mendengar kabar tersebut, personel Sat Polair Polresta Jayapura Kota langsung menyambangi lokasi dan melompat mengamankan ibu yang tinggal di Koya Timur tersebut. Upaya penyelamatan ini dipimpin langsung Kasatpol Air, AKP Laurentius Kordiali bersama tiga personelnya.
Kegiatan razia dipimpin Kasat Samapta, Iptu Budiman Sianturi bersama seluruhanggota yang melaksanakan piket disatuan fungsi masing-masing. Pada saat mengambil apel pengecekan personel Kasat Samapta menjelaskan bahwa razia dilakukan secara humanis dan sesuai SOP.
Guna menekan angka buta aksara, srikandi Cyclop dari Polresta Jayapura Kota kembali menyambangi anak – anak usia dini. Srikandi yang dipimpin AKP Dorlince Banundi ini mengajar di Komplek BTN Ceria, Sentani. Suasana semakin meriah karena anak – anak usia dini ini hadir didampingi para orang tuanya.
Kasat Resnarkoba Polresta Jayapura Kota AKP Irene Aronggear mengatakan penertiban ini akan rutin dilakukan dengan menyasar di THM yang ada di seputaran Entrop dengan menggandeng Propam Polresta Jayapura Kota.
Ceria tertangkap tangan bersama barang buktinya narkotika golongan satu jenis Sabu. Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Dr. Victor D. Mackbon melalui Kasat Resnarkoba AKP Irene Aronggear.
Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota Kompol Dian Novita Pietersz di Jayapura, Kamis mengatakan kegiatan dilaksanakan untuk meningkatkan literasi sekaligus meningkatkan kemampuan membaca.
Kabag SDM Polresta Jayapura Kota AKP M. Sajuri, selaku Ketua Pelaksana saat dikonfirmasi Kamis (25/4) pagi, menjelaskan rangkaian kegiatan pemeriksaaan masih tetap sama yakni face matching, pengukuran tinggi badan, berat badan, umur, serta pemeriksaan dokumen seperti Kartu Keluarga, Akte Kelahiran, KTP dan Ijazah.
Disini kata Kasat Reskrim Polresta, Kompol Agus Ferinando Pombos mengaku untuk identitas kedua pelaku telah dikantongi, namun karena posisi keduanya tidak di Indonesia akhirnya hingga kini pihaknya hanya menunggu.
Kapolresta menyatakan tetap membangun komunikasi dengan para pihak guna memastikan tak ada gerakan tambahan yang kemudian merugikan orang lain. Ia menginginkan momen ini tidak ditunggangi atau dipolitisasi secara berlebihan.
Pihaknya berharap seleksi ini dapat berjalan di tingkat Polres, dalam artian Polres dapat menyaring calon-calon siswa yang nantinya akan mengikuti pendidikan menjadi anggota Polri. Dan bagi mereka yang dinyatakan belum lolos dari verifikasi kata Kapolres perlu menjadi evaluasi agar lebih mempersiapkan diri pada pendaftaran selanjutnya.
Dan sekalipun sudah ribuan botol minuman keras disita polisi namun ada saja yang masih memasarkan. Alhasil disini Sat Narkoba Polresta Jayapura Kota bertindak tegas dengan kembali mengamankan 160 botol minuman keras yang tak dijual lewat toko alias yang biasa dijajakan dipinggir jalan lewat kode ada sayang ada.
Sebisa mungkin ketika itu menghafal apa yang menjadi ciri – ciri atau identitas dari orang tak dikenal tersebut. Ini untuk membantu jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan semisal terjadi bentuk kekerasan fisik yang kemudian pelakunya melarikan diri.
Dikatakan untuk calon peserta yang sudah mendaftar sebanyak 1.169 orang dan semuanya telah melakukan verifikasi. Kabag SDM mengungkapkan verifikasi pendaftaran online akan dilakukan hingga tanggal 28 April mendatang namun mulai tanggal 20 April esok, Pabanrim Polresta Jayapura Kota sudah menggelar Pemeriksaan Administrasi Awal hingga berakhir di tanggal 28 April.
Ia menyampaikan bahwa yang telah dilakukan adalah mengumpulkan keterangan saksi untuk membuktikan apakah ada unsur kesengajaan atau murni kelalaian. “Untuk sementara belum bisa dipastikan,” imbuhnya.
Malam takbiran beberapa tahun terakhir memang tidak diizinkan karena situasi yang belum mendukung, namun tahun ini pihak kepolisian Polresta Jayapura memberi ruang jika memang mau melakukan takbiran keliling.
Kabag Ops menyampaikan bahwa Pos Operasi Ketupat yang didirikan untuk melayani masyarakat yakni, 5 Pos Pelayanan diantaranya di depan SIP Jayapura, depan Mall Jayapura, depan Mega Abepura, depan Mega Waena dan di depan Kantor Damkar Entrop Distrik Jayapura Selatan.
Motor – motor ini diperoleh dari seorang pemuda berinisial JP yang kuat dugaan merupakan hasil curian. JP yang tak bisa beralasan lagi, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka penadah motor curian.
Hanya saja personel ini disiagakan bukan baru melainkan sudah sebelum pelaksanaan Pemilu. Namun berkaitan dengan rencana aksi demo hari ini yang dilakukan oleh Front Mahasiswa dan Rakyat Papua Anti Militerisme (FRPAM) dikatakan Kodim Jayapura tetap berkoordinasi dengan Polresta.
Lalu jauh sebelum RM diamankan ML telah lebih dulu kabur sehingga dikeluarkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO). Polisi masih membangun koordinasi dengan pihak kepolisian di Papua Barat menyusul domisili ML diketahui dari Papua Barat.
Aksi demo ini menyuarakan bentuk protes terhadap bentuk kekerasan yang dilakukan oknum TNI terhdap warga sipil yang videonya belakanya ini ramai diperbincangkan. Pasalnya ada bentuk penyiksaan yang dilakukan beberapa oknum TNI terhadap satu pria yang dimasukkan ke dalam drum berisi air.
Untuk ranahnya malah lebih tepat ditangani oleh pemerintah provinsi karena menjadi asset Pemprov. Namun berhubung lokasinya masuk wilayah kota sehingga seharusnya pihak Pemprov lebih mengambil peran untuk penanganannya dan sifat Satlantas hanyalah membackup yang berkaitan dengan lalu lintas.
Hanya saja disini Kapolresta Jayapura, Kombes Pol Victor Mackbon kembali menegaskan bahwa jika ingin menyampaikan protes lewat aksi demo maka dilakukan dengan cara yang sudah ditentukan. Tidak berlaku semaunya dan akhirnya muncul perbuatan melawan hukum dan dilakukan penegakan hukum lagi.
Melianus ini menambah panjang daftar nama korban yang tewas usai berenang di Pantai Holtekam. Dan sejak Januari hingga Maret ini tercatat sudah 4 korban yang meninggal. jenazah Melianus ditemukan pertama kali oleh Dit Pol Air Polda Papua sekira pukul 11.20 WIT usai menyusur perairan di Teluk Youtefa.
Lokasi ini masih dijadikan sebagai arena balap khususnya diakhir pekan. Meski demikian upata untuk menekan terjadinya gangguan kamtibmas masih dilakukan dengan patroli. Salah satu yang disasar adalah bagian bawah Jembatan Youtefa.
Dia menjelaskan untuk memastikan jalannya ibadah puasa dan salat tarawih termasuk pelaksanaan lebaran nanti berjalan aman dan lancar, pihaknya akan melaksanakan operasi ketupat tahun 2024 yang dilaksanakan bersamaan dari tingkat Mabes Polri sampai daerah pada bulan April mendatang
Motor tersebut ditemukan saat tengah berpatroli di lampu merah otonom dimana motor ini didorong oleh 2 pria. Dan ketika diperiksa kedua orang tersebut tidak dapat menunjukan bukti kepemilikan kendaaraan yang mereka bawa.
Jelang tersangka dilimpahkan, Kamis (21/3) kemarin, penyidik Satuan Narkoba Polresta Jayapura Kota melakukan pemusnahan barang bukti. Barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 1,33 gram dan IN diproses berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / A / 03 / I / 2024 / SPKT.SATNARKOBA / Polresta Jayapura Kota / Polda Papua, tanggal 15 Januari 2024 tentang narkotika.
Sebanyak 460 personel disiapkan Polresta Jayapura Kota untuk melakukan pengamanan TPS pada Pemilu 2024 di Kota Jayapura. Tercatat ada 940 TPS yang tersebar di lima distrik yang nantinya ditempati anggota polisi. Ini disampaikan Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Victor Mackbon usai melaksanakan apel pergeseran pasukan pengamanan TPS di Lapangan PTC Entrop
Kapolsek menceritakan kejadian tersebut terjadi Sabtu (10/02) siang dimana korban dari arah lampu merah menuju Holtekam kemudian memarkir motornya di atas jembatan di samping trotoar dan tiba - tiba sudah ditemukan di bawah.
Kapolsek Abepura AKP. Soeparmanto mengatakan kasus penganiayaan tersebut bermula NM selaku suami dari korban SA belum mendapatkan pekerjaan. Karena tidak bekerja, NM pun sering dimarahi SA (Istrinya red) yang sudah bekerja. Bahkan tidak hanya dimarah, tapi menurut pengakuan NM, dirinya juga sering dihina oleh korban.
Tantangan ini akhirnya dibuktikan dengan melakukan penangkapan. Dan seperti biasa saat berada di hadapan polisi semua tertunduk seraya meminta maaf. Tiga pemuda tersebut yakni, Owen (17), Bayu (16) dan Viky (16). Ketiganya usai ditangkap langsung dihadirkan menghadap Kasat Lantas Polresta Kompol Dian Peterz.
Kasat Narkoba Polresta Jayapura AKP Irene Aronggear menyampaikan bahwa berkas perkara ditanyakan lengkap. "Ketiganya terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkotika Golongan I jenis ganja yang dimana ketiganya diamankan beserta barang bukti di tempat dan waktu yang berbeda," ujar AKP Irene usai penyerahan, Jumat (2/2).
“Hasil penyelidikan dari tim labfor seperti itu. Tidak ada unsur kesengajaan. Ini semua akibat factor elektrik. Sebab situasi kondisi kendaraan yang terus terjemur di cuaca panas,” kata Victor Mackbon menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos Selasa (26/12).
Terkait ini ia menegaskan akan segera menurunkan tim guna melakukan penertiban. “Tadi sudah saya koordinasikan untuk sementara miras ini tidak dijual dulu. Masyarakat sedang berduka, jangan sampai justru terpicu karena mengkonsumsi alkohol dan terjadi hal – hal yang tidak diinginkan. Ini akan kami cek lagi,” jelas Kapolresta Kombes Pol Victor Mackbon di Polresta, Rabu (27/12).
Terkait kejadian kecelakaan ini Kapolres memberi atensi khusus, dimana ia meminta anggotanya untuk melakukan patroli lebih intens guna memastikan minuman keras tidak menjadi biang terjadinya kecelakaan.
Selain itu, ada 456 orang mengalami luka berat dan 1.273 luka ringan. Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Victor Mackbon didampingi Wakapolresta AKBP Deni Herdiana dalam giat refleksi akhir tahun 2023 di Aula Mapolresta Jayapura Kota, Jumat (22/12) siang.
Kapolresta membeberkan bahwa pengungkapan yang dilakukan Satuan Narkoba Polresta Jayapura Kota ini ada sebanyak 48 kasus yang berhasil diungkapnya dengan total tersangka 64 orang dimana 5 diantaranya merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal PNG.
"Angka kematian akibat minuman keras baik kecelakaan maupun tindak kriminal masuk juga di dalamnya. Ini memerlukan dukungan semua pihak, elemen masyarakat atau para tokoh untuk ikut menghimbau orang-orang atau warga disekitarnya," ungkap Kapolresta.
Tercatat ada 892 botol miras dengan berbagai merk berhasil diamankan. Selain itu ada 48 gram sabu – sabu, 150 butir obat psikotropika dan 31 gram daun ganja kering. Ini semua dimusnahkan di lahan kosong samping Bank BTN Jayapura, Kamis (21/12).
Kata Hanafi 7 Pos yang didirikan dalam pelaksanaan Operasi Lilin tahun ini diantaranya pos pelayanan depan Mal Jayapura, pos pelayanan depan SIP Jayapura, pos pelayanan Entrop di depan Kantor Damkar, pos pelayanan depan Mega Abepura, pos pelayanan depan Mega Waena, pos pengamanan di Pertigaan Holtekamp dan pos terpadu di area Pelabuhan Laut Jayapura.
Kapolresta Victor Mackbon nampak kecewa lantaran ada anggota Polri yang akhirnya diberhentikan. Ia menyebut seharusnya jika anggota ini bisa lebih terbuka maka masih memungkinkan untuk dibantu.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Victor Mackbon menyampaikan bahwa pihaknya masih mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas pasca pengumuman honorer K2 di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura.
Untuk menekan ini pihak kepolisian tidak tinggal diam melainkan berupaya mencari cara agar jumlah korban tidak terus bertambah. Mulai dari sweeping kendaraan, tilang di tempat, patroli sudah dilakukan dan saat ini upaya lain yang sedang dilakukan adalah masuk lewat aspek keagamaan.