Oleh karena itu, Wakil Wali Kota Jayapura yang juga Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kota Jayapura, Dr.Ir.H.Rustan Saru, MM., meminta kepada semua kantor atau perusahaan dan pelayanan publik tetap menerapkan protokol kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang sifatnya langsung bertatap muka. Hal ini untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.
Menurut Sri Antari, sebagian besar kasus Omicron ditemukan dari penumpang kapal. "Dari hasil pemeriksaan ternyata memang benar, bahwa penumpang di pelabuhan terdeteksi Omicron. Jadi kalau Omicron tersebar di penumpang kapal dan yang kita tes cuma 15-20% dari total penumpang kapal, maka yang sisanya itulah yang akan menulari orang lain yang tidak menyadari," jelasnya.
Kepastikan dijadikannya LPMP sebagai tempat isolasi terpusat di Kota Jayapura ini, setelah dilakukannya penandatanganan Momerandum of Understanding (MoU), antara pihak LPMP dengan Pemerintah Kota dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Rabu (9/2).
Pemerintah akan menggencarkan vaksin dengan target utama lansia dan anak. "Apalagi kita akan menyambut HUT Kota kita akan mengadakan Gebyar Vaksin di 5 distrik Kota Jayapura untuk lansia dan anak," jelasnya.
"Ada 10 anggota Lanud Silas Papare yang terpapar Covid-19. Kami masih menunggu hasil apakah itu Omicron atau bukan," kata Marsma TNI Budhi Achmadi kepada wartawan di Mako Lanud Silas Papare, Rabu (9/2).
Setelah sempat dinonaktifkan dan diaktifkan kembali setelah kasus Covid-19 di Kabupaten Merauke terus meningkat, maka tugas pertama Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Merauke adalah memberikan imbauan kepada masyarkat agar selalu taat Protokol Kesehatan (Prokes).
‘’Sampel swab yang kita kirim ke Litbangkes Jayapura hasilnya sudah kita terima. Dari 8 sampel tersebut, 6 diantaranya merupakan varian Omicron,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita, ketika dihubungi media ini, lewat telpon selulernya, Kamis (10/2).
Kasus Covid-19 di Merauke, hingga Rabu, (9/2), sudah 96 kasus. Ini setelah Rabu (9/2) kemarin, ditemukan 26 terkonfirmasi positif Covid-19. ‘’Hari ini ada tambahan 26 kasus baru, total kasus aktif yang menjalani isolasi mandiri (Isoman) dan isolasi terpusat (Isoter) sebanyak 96 kasus,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Nevile R. Muskita, saat dihubungi media ini, kemarin.
Hingga saat ini, RSUD Abepura merawat sebanyak 22 pasien Covid-19. Dari 22 pasien Covid yang dirawat, salah satunya adalah pasien Omicron. Namun yang bersangkutan telah pulang ke rumah setelah dinyatakan sembuh.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khairul Lie melalui rilis yang diterima wartawan, Rabu (9/2) menjelaskan, saat ini jumlah kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Jayapura sebanyak 89 kasus. "Ada 28 kasus baru yang ditemukan, sehingga jumlah saat ini sudah mencapai 89 kasus baru," kata Khairul Lie Rabu (9/2).
Komandan Lanud Silas Papare, Marsma TNI Budhi Achmadi mengatakan, terkait pelaksanaan vaksin dosis ketiga atau Booster , pihaknya lebih mengutamakan tenaga kesehatan dan prajurit TNI Angkatan Udara di jajaran Lanud Silas Papare.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.Og (K) mengaku belum menerima laporan adanya penambahan kasus Omicron di Papua. Selain itu batas waktu periksaan Omicron butuh waktu 14 hari.
Direktur RSUD Jayapura, dr. Anton Mote menjelaskan bahwa dari 5 pasien yang pihaknya rawat semua dalam kondisi stabil, tidak ada yang dalam kondisi gawat, meski mereka juga memiliki penyakit bawaan lainnya.
-Kasus Covid-19 di Kota Jayapura terus meningkat. Bahkan, dari up date data Covid-19 yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jayapura, terhitung 7 Februari lalu, jumlah orang yang terkonfirmasi positif mencapai 389 orang. Peningkatan yang cukup signifikan ini, memang disinyalir dari varian Omicron yang sudah masuk di Jayapura.
Meski begitu upaya untuk mencegah dan menghambat penyebaran Covid-19 khususnya varian terbaru tetap digalakkan program vaksin Covid-19 bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Jayapura.
Kepala Dinas Kesehatan, dr. Willy E Mambieuw, SpB, menyatakan, meskipun Dinas Kesehatan tergabung dalam Satgas Covid -19, namun pihaknya tidak bisa mengambil keputusan untuk melakukan PPKM, meskipun Kabupaten Jayawijaya telah dianjurkan dari pusat untuk mulai berlakukan PPKM Level III.
"Anggota polisi memang ditekankan untuk divaksin. Jadi yang sudah mendapatkan layanan vaksin pertama dan kedua wajib menerima vaksin yang ketiga atau Booster," ujar AKP Rosikin kepada sejumlah wartawan di Mapolsek Sentani Kota, Selasa (8/2).
"Sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 27 tahun 2020 tentang pedoman penyusunan anggaran pendapatan belanja daerah tahun 2022, itu tetap kita harus anggarkan untuk kewaspadaan di APBD 2022 melalui rekening BTT. Di Kabupaten Jayapura kami siapkan Rp 5 miliar ," ujar Subhan.
Kendati hasil pemeriksaan sampel yang dikirim ke Litbangkes Jayapura belum ada hasil, namun Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Nevile R. Muskita dan Direktur RSUD Merauke, dr. Yenny Mahuze meyakini Covid yang beredar di Merauke merupakan varian Omicron.
Direktur RSUD Jayapura, dr. Anton Mote menjelaskan, bahwa RSUD Jayapura sebagai rumah sakit rujukan tertinggi dan merupakan rumah sakit rujukan penanganan Covid-19, mengantisipasi pandemi saat ini pihaknya sudah menyiapkan Tim Penanggulangan Covid-19.
Masyarakat di Kota Jayapura nampaknya harus lebih peduli dalam menjaga stamina dan kondisi kesehatannya. Sebab, di tengah pandemic Covid-19 dan ancaman merebaknya omicron, jumlah kunjungan pasien untuk berobat di dokter praktek, puskesmas hingga rumah sakit cenderung meningkat akhir-akhir ini.
Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan bahwa saat ini kasus nasional konsisten naik dan sudah melampaui puncak gelombang pertama. Pertumbuhan kasus mingguan pada gelombang pertama tercatat 88 ribu kasus.
Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 akan diaktifkan kembali. Itulah satu satu point penting yang disampaikan langsung Bupati Merauke, Drs Romanus Mbaraka, MT, saat membuka rapat terpadu sebelum bertolak ke Jayapura dalam rangka dinas, di lantai 3 Kantor Bupati Merauke, Selasa (8/1). ‘’Gugus tugas kita akan aktifkan kembali,’’ tandas bupati Romanus Mbaraka.
Satu lagi warga Merauke yang terkonfirmasi positif Covid-19 dinyatakan meninggal pada Minggu (6/2). Sehingga di awal Februari ini, jumlah pasien yang meninggal sebanyak 2 orang.
Setiap shift menurut Debora Rumbino, dibatasi hanya 50% dengan prokes yang ketat. Namun ada beberapa sekolahan yang melakukan daring karena ada sekolah yang gurunya terpapar Covid. "Ada guru yang kena Covid jadi mereka minta untuk PJJ (pembelajaran jarak jauh) selama 2 minggu sembari guru mereka diswab," jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Dr. Willy Mambieuw, SpB menyatakan, petugas kesehatan yang menangani Covid-19 di Jayawijaya telah mengambil spesimen sampel dari pasien tersebut dan akan dikirim secepatnya agar bisa diperiksa di Litbangkes Kementrian Kesehatan RI.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule Provinsi Papua menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterimanya dari Litbangkes Papua, menjelaskan bahwa Papua telah terdapat varian Omicron.
Instruksi Wali Kota Jayapura Nomor 2 Tahun 2022 tentang Peningkatan Langkah Pencegahan dan Penanggulangan Coronavirus Disease 2019 (Covid 19) di Wilayah Kota Jayapura, dipastikan berlaku, Sabtu (5/2) hari ini.
Menurutnya, selama sepekan dari tanggal 26 Januari hingga 2 Februari 2022, sudah ada 6 kapal yang bersandar di Pelabuhan Kota Jayapura. Dan 4 kapal diantaranya ditemukan penumpang positif covid-19. Yaitu dari KM Dobonsolo, KM Sinabung, KM Ciremai, dan KM Labobar.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinkes Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum menegaskan bahwa booster atau vaksin penguat sangat diperlukan untuk meningkatkan kembali antibodi masyarakat dalam menghadapi penyebaran dan penularan virus Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita yang dihubungi media ini mengungkapkan bahwa pasien Covid-19 yang meninggal tersebut karena ada penyakit penyerta atau komorbid. ‘’Rabu kemarin, yang bersangkutan masuk dan dari hasil pemeriksaan swab terkonfirmasi positif Covid,’’ tuturnya.
Padahal, jauh-jauh hari sejumlah sekolah TK/PAUD ini sudah mengajukan proposal kesiapan mereka untuk menghadapi pembelajaran tatap muka di sekolah, bagi anak-anak didik mereka. PAUD/TK nampaknya bersabar, menunggu sampai dengan pandemic Covid-19 ini benar-benar reda dan terkendali.
"Terlebih dahulu kami akan melakukan pertemuan dengan beberapa kepala OPD untuk pengecekan di bandara dengan KKP," kata Mathius Awoitauw kepada wartawan di Sentani, Kamis (3/2).
Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule menjelaskan, sampai dengan saat ini pihaknya masih menunggu klarifikasi dari Litbangkes Pusat terkait pemeriksaan sample yang diduga Omicron di Papua.
Padahal, sehari sebelumnya, angka kasus Covid-19 Kota Jayapura baru mencapai 83 kasus. Artinya, dalam satu hari terjadi 27 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Kemungkinan, penyebaran di tengah masyarakat masih terjadi, sehingga warga diimbau untuk tetap mentaati protokol kesehatan dimana berada.
Nevile menjelaskan, selain sudah lebih 1.000 anak yang sudah menjalani vaksin dosis pertama ini, satu anak ditemukan terkonfirmasi Covid-19 ketika anak tersebut akan menjalani pemeriksaan awal untuk vaksin. ‘’Tapi, anak tersebut isolasi mandiri karena gejala ringan,’’ tandasnya.
‘’Minggu kemarin, kita sudah kirim sampel ke Balitbangkes Jayapura untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sebanyak 8 sampel dari pasien yang terkonfirmasi positif yang kita kirim,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita saat dihubungi media ini lewat telpon selulernya, Rabu (2/2).
“Rumah sakit segera menyiapkan ruangan-ruangan untuk penanganan kasus Covid-19. Teristimewa yang bergejala sakit sedang menuju ke berat, berat maupun yang kritis. Kerja sama antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, rumah sakit provinsi, rumah sakit kabupaten hingga di level Puskesmas, itu menjadi kata kunci untuk kita bisa mengatasi ledakan ketiga,” tuturnya.
Dikatakan dr Sumule, kendati kembali meningkatnya kasus Covid-19, namun hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan dari Litbangkes Provinsi Papua terkait adanya pasien Covid-19 varian Omicron di Papua.
“Kapal yang masuk akan dibatasi. Misalnya ada enam kapal, kami batasi jadi tiga saja. Selain itu, ada beberapa pelabuhan tertentu seperti Bau-bau yang penumpangnya tidak boleh turun di Pelabuhan Jayapura. Kami juga akan memulangkan ke daerah asalnya bagi penumpang yang tidak memiliki kartu identitas. Aktivitas di pelabuhan juga harus dengan prokes ketat,” tegasnya.
Terkait peningkatan status PPKM Level III untuk Kota Jayapura, Pemkot Jayapura kembali memperketat aturan dalam rangka melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kota Jayapura.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijya, dr. Willy E Mambieuw, SpB menyatakan, pihaknya sudah lakukan rapat terkait masalah ini dengan Provinsi Papua, di mana ada 18.000 data warga yang sudah divaksin, namun belum terupload di pusat, sedangkan yang sudah diupload itu sekitar 70.000 warga dan itu sudah masuk.
Ia mengatakan kegiatan vaksin pada Selasa (1/2) tercatat ada 116 orang warga yang telah di vaksin sinovac pada gerai vaksin puskesmas Arbais yang diantaranya vaksin tahap I sebanyak 108 orang dan vaksin tahap II sebanyak 8 orang.
Dalam rangka memberikan edukasi tentang pentingnya Vaksin Covid-19 ke masyarakat, Polres Jayawijaya melaksanakan sosialisasi vaksinasi covid-19 kepada para murid dan orang tua/wali murid di SMA YPPK Betlehem dan SMK Yasores Wamena.
"Setelah hampir tidak ada kasus Covid-19, namun saat ini kembali meningkat, ini merupakan hal yang harus kita antisipasi, kami terus menghimbau masyarakat untuk taat prokes," katanya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (2/2).
Ketua Harian Satgas Covid-19 Papua mengakui hingga saat ini pihaknya belum menemukan atau menerima laporan.kasus varian baru Covid-19 yakni Omicron di Papua. Namun dirinya mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap selalu waspada.
"Ketika mereka dilacak ada yang sudah di Keerom ada yang di Kabupaten. Jadi nggak semua di kota ternyata. Jadi memang terus terang seperti sia-sialah kita, artinya agak mengecewakan. Kita dapat data dari mereka yang asal ngomong." ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (31/1).
Masyarakat di Kota Jayapura nampaknya harus mulai waspada dan kembali memperketat protocol kesehatan. Pasalnya, status zero kasus Covid-19 di Kota Jayapura ini, hanya bertahan satu bulan saja. Diman sejak dinyatakan Zero Kasus pada akhir Desember tahun 2021 lalu, kasus Covid-19 kembali ditemukan, dimana dilaporkan ada 1 warga yang positif Covid-19 pada 23 Januari 2022 lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Jayawijya, dr. Willy Mambieuw, SpB mengatakan, kasus Covid -19 di Jayawijaya masih ada, bahkan sampai saat ini 1 orang masih dirawat, karena dirinya meminta kepada warga agar mau divaksin.
"Sampai dengan Tanggal 27 Januari lalu, terdapat kasus satu kasus terkonfirmasi, jumlah kasus masih pada angka kasus 43.072 dirawat 124, sembuh 41.717, meninggal 1.231 kasus," jelasnya.
Dari 493 penumpang KM Ciremai yang turun di Pelabuhan Jayapura, sebanyak 14 orang dinyatakan reaktif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan rapid antigen oleh petugas Satgas Covid-19 Kota Jayapura.
Dengan tambahan ini, maka kasus positif yang aktif sebanyak 9 orang. Nevile menjelaskan, Kamis (27/1) terdapat tambahan warga terkonfirmasi positif Covid-19 yang merupakan staf pada Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Merauke.
Kementerian Kesehatan memprediksi puncak kasus Covid-19 varian omicron bisa lima kali kasus Covid-19 varian delta. Angka ini didapat berkaca dari kasus yang terjadi di luar negeri. Namun, jumlah kasus konfirmasi ini bukan menjadi patokan bagi pemerintah untuk menarik rem darurat. Pemerintah melihat jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Debora B. Rumbino mengatakan surat edaran resmi telah disampaikan ke sekolahan di Kota Jayapura. "Sudah diberikan surat resmi dari Dinas Kesehatan untuk sekolahan terkait vaksinasi anak, namun sebelum itu kita libatkan partisipasi orangtua juga." ujarnya.
Kepala Sekolah SDN I Merauke, Herman Balagaize menjelaskan, sebelum pemberian vaksinasi kepada anak-anak ini, pihak sekolah bekerja sama dengan Puskesmas Gudang Arang telah memberikan sosialisasi kepada orang tua murid. ‘’Semua orang murid kita undang. Ada yang datang tapi ada juga yang tidak datang,’’ jelasnya.
Sebanyak 66 dari 480 murid yang ada di SDN I Merauke menerima vaksin Covid-19 dosis pertama, Selasa (25/1). Pemberian vaksin dosis pertama bagi murid SDN I Merauke ini dilakukan petugas dari Puskesmas Gudang Arang Merauke.
Kendati cakupan vaksinasi Covid-19 untuk dosis pertama di Kabupaten Merauke tertinggi di Papua, namun Satuan Lalu Lintas Polres Merauke mengeluarkan program three one yakni 1 orang membawa 3 orang lainnya untuk divaksin dan akan mendapatkan SIM C gratis. Tentu yang mendapatkan SIM C gratis 1 orang.
Dalam rangka program percepatan vaksinasi Covid-19, jajaran Polres Jayawijaya turun langsung ke kampung-kampung untuk membuka gerai vakasin. Salah satunya di Kampung Walesi, Distrik Welesi. Gerai vaksin ini merupakan tahap II yang kembali digairahkan agar warga mau menerimanya.
‘’Bagi masyarakat yang ingin menerima vaksin booster, dipersilahkan mendaftar dulu ke sana. Cek dulu, apakah sudah bisa atau belum. Kalau sudah ada, barulah didaftar,’’kata Nevile R. Muskita.
Meski belum menyebutkan total anggaran yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19 di tahu 2022 tersebut, namun Ruslan Ramli menjelaskan, anggaran untuk penanganan Covid-19 harus disediakan karena sampai saat ini pandemi belum berakhir. Apalagi varian baru dari Covid-19 tersebut yakni Omicron saat ini sedang merebak di tanah air.
"Meski angka kasus di Papua sudah melandai, namun kami tetap mengimbau agar masyarakat tetap menjalankan prokes dengan baik, selain itu peningkatan cakupan vaksinasi juga harus tetap dilakukan apa lagi saat ini varian baru Covid-19 sudah masuk di Indonesia," katanya Kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (22/1) kemarin.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Aaron Rumainum, M.Kes., mengatakan khusus pelaksanaan booster bagi masyarakat umum baru dilakukan oleh Dinkes Papua dan belum dilaksanakan di daerah yang ada di Papua.
Permintaan itu langsung direspon Polres Mamberamo Raya dengan menggelar vaksi presisi yang dibuka untuk umum yang tujuannya sama yakni membentuk herd immunity dan kekebalan tubuh sehingga mengurangi resiko penularan virus Covid-19.
Pertanyaan-pertanyaan ini muncul ketika vaksin Covid-19 ini diberikan pada usia anak-anak. Sementara dari jumlah kasus yang ditemukan sejauh ini, anak-anak yang terpapar Covid-19 relatif sedikit. Untuk Kabupaten Jayapura misalnya, dari 3000-an kasus, yang terdata hanya 6% diantaranya terpapar pada anak-anak. Itupun masih pada level bisa ditangani. Artinya tidak ada anak- anak yang terpapar Covid-19 dan meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya Dr. Willy, E Mambieuw, SpB menyatakan, saat ini vaksinasi terharap anak usia 6-11 tahun belum bisa dilakukan karena capaian vaksinasi awal belum mencapai 70 persen di Jayawijaya.
Jadi bukan pelaku perjalanan dari luar Merauke. Karena itu, jelas Nevile Muskita, ketiga pasien yang saat ini menjalani Isoman ini diketahui saat akan melakukan perjalanan keluar Merauke. ‘’Sekali lagi, bukan pelaku perjalanan dari luar,’’ terangnya.
Pintu masuk yang diwaspadai adalah pelabuhan dan di sini tim Satgas memantau betul penumpang yang turun terlebih mereka yang berasal dari luar Papua. Upaya penertiban dan pengawasan ini dipimpin langsung Koordinator Bidang V Penegakan Hukum dan Pendisiplinan, AKBP. Praptono.
Dari pemeriksaan ini belum diketahui apakah ada yang positif atau tidak. Namun di tahun 2021 lalu, jelas Abdul Haris tercatat 2 orang yang ditemukan positif HIV dari pemeriksaan yang dilakukan kala itu. ‘’Tapi kedua orang yang positif itu, dua-duanya sudah menjalani masa pidananya,’’ katanya.
Sampai saat ini, belum ada satu SD di Merauke yang dilakukan vaksin Covid-19 secara massal. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita mengungkakan, sebagian sekolah masih melakukan persiapan dengan mengundang para orang tua siswa untuk sosialisasi terkait vaksin anak tersebut.
RSUD Merauke mulai lakukan vaksinasi booster. Direktur RSUD Merauke, dr. Yenny Mahuze didampingi Ketua Tim Vaksinasi RSID Merauke dr. Paul Kalalo mengungkapkan, sebenarnya vaksin ini sudah dapat dilakukan beberapa hari lalu, hanya saja stok vaksin di Dinas Kesehatan yang terbatas sehingga vaksinasi baru akan dimulai Kamis besok. ‘’Kita menggunakan vaksin merek Sinovac. Ada juga jenis Moderna,’’katanya.
Program percepatan vaksin yang dilakukan di Mamberamo Raya hingga kini ikut dibackup oleh Polres Mamberamo Raya. Jika sebelumnya ajakan vaksinasi ini dilakukan terhadap masyarakat umum baik petani maupun ibu rumah tangga, kini Polres Mambra mulai menyasar ke kalangan tokoh masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Ted Y. Mokay mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran Bupati Jayapura terkait kebijakan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah selama masa pandemi Covid-19.
Selain melakukan vaksinasi bagi Lansia dan orang dewasa, Dokter Kesehatan Polres Merauke juga melakukan vaksinasi bagi anak umur 6-11 tahun. Dokter Dokkes Polres Merauke, dr. Rahmadani saat ditemui media ini di ruang kerjanya, mengungkapkan, jumlah anak yang sudah menjalani vaksinasi di Dokkes Polres Merauke lebih dari 100 orang.
Pemadaman listrik secara bergiliran, dikeluhkan oleh masyarakat pengguna sumber daya listrik di Dekai, Kota Kabupaten Yahukimo. Terkait dengan itu, Wakil Bupati Yahukimo, Esau Miram memanggil PLN cabang Timika, Senin (17/1) di ruang kerjanya guna mengklarifilasi penyebab pemadaman listrik selama ini.
Meski diakui tak mudah namun anggotanya terus membangun sinergi dengan Dinas Kesehatan Deiyai termasuk tim BKO Mabes Polri untuk menggencarkan program vaksin. Ia bersyukur karena meskipun tak mudah namun selalu saja ada warga yang ingin divaksin.
Sebanyak 3 personel dari Mabes Polri membantu Tim Vaksinasi Seksi Kesehatan Polres Boven Digoel yakni Ipda Dokter Muhammad Irsyad, Penata Wardi, AMK dan PHL Adjie Rizky, AMK. Ipda Muhammad Irsyad selaku dokter dalam tim vaksinasi menjelaskan, ada beberapa pesyaratan bagi warga Boven Digoel yang akan membawa anaknya divaksin.
Cara yang dilakukan masih dengan bentuk door to door karena dianggap masih efektif dan tepat sasaran. Jika selama ini banyak warga enggan mendatangi pos vaksin karena isu atau informasi hoax yang diterima lebih dulu, kini dengan mendengarkan penjelasan langsung pelan – pelan pemahaman warga mulai tumbuh.
"Sampai dengan posisi Tanggal 10 Januari lalu, tidak terdapat kasus terkonfirmasi, jumlah kasus masih pada angka 42.939 dirawat 0, sembuh 41.707, meninggal 1.231 kasus"Ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19, dr. Silwanus Sumule.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Aaron Rumainum, M.Kes., mengatakan sesuai dengan surat edaran Pemerintah Pusat, pelaksanaan vaksinasi tahap 3 hanya dilakukan bagi kab/kota yang cakupan vaksinasinya sudah mencapai 70%.
Selanjutnya terkait kasus covid di kota Jayapura total keseluruhan mencapai 12.978.95, yaitu 5% dari total penduduk. Kemudian angka kesembuhan 12.708 yaitu mencapai 98%. Dan angka kematian hanya sekitar 2% dari jumlah kasus Covid-19.
Kedua calon penumpang tersebut merupakan satu keluarga yang rencananya akan melakukan perjalana keluar Merauke. Kemudian pergi swab antigen, sebagai persyaratan untuk bisa melakukan perjalanan dengan menggunakan transportasi udara atau laut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum, M.Kes., mengatakan, pelaksanaan vaksinasi tahap 3 dikhususkan bagi lansia, hanya saja khusua di Papua lansia tidak semuanya memberanikan diri untuk divaksin.
"Untuk perkembangan covid pada bulan Desember tahun 2021 memang seperti apa yang disampaikan oleh Bapak Wali kota. Per tanggal 21 Desember kita sudah tidak merawat kasus aktif (positif) Covid lagi sampai sekarang. Jadi kita ada dalam zona hijau. Seluruh kampung dan seluruh Kelurahan," Ujarnya.
Kabupaten Merauke belum dapat melaksanakan vaksinasi booster Covid-19 seiring dengan launching yang dilaksanakan di pusat, dikarenakan aplikasi untuk booster di luar Nakes tersebut belum tersedia, Rabu (12/1), kemarin.
Untuk menekan penyebaran Covid-19, Koramil 1707-09/Kimaam menggelar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Pasar Tradisional Distrik Kimaam, Merauke, Rabu, (12/1)kemarin.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Nevile R. Muskita mengungkapkan, kedua orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut merupakan satu keluarga yang berencana akan berangkat keluar Merauke menggunakan pesawat
“Cakupan vaksinasi untuk Sinovac di papua dari dosis 1.870.850, sebanyak 1.148. 820 sudah disuntikan atau sebesar 61,4% total cakupan vaksinasi yang menggunakan Sinovac di Papua,” katanya kepada Cenderawasih Pos.
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw SE MSi menegaskan agar seluruh warga sekolah yang melaksanakan kegiatan belajar tatap muka di tahun ini wajib hukumnya mendapatkan layanan vaksin Covid-19.
Ketua Satgas Covid-19 Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano mengungkapkan bahwa untuk tempat ibadah, pembatasan umat yang hadir tetap berjalan seperti semula dengan 75% dari kapasitas ruangan dan dengan protokol yang ketat. Acara pernikahan, tempat hiburan, rekreasi, dan tempat fasilitas umum hanya 50% persen dari daya tampung.
Karenanya ia meminta agar presentase vaksin yang dilakukan oleh jajaran Polda di seluurh Indonesia bisa lebih digenjot untuk terjadi pemerataan imun tubuh hingga terbentuk herd immunity.
Polres Jayapura memfasilitasi pelaksanaan kegiatan vaksin Covid-19 terhadap anak anak melalui program Vaksinasi Merdeka Anak dan pelayanan perekaman identitas anak, untuk penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) di Mapolres Jayapura, Selasa (11/1)kemarin.
Ketua Harian Satgas Covid-19 Provinsi Papua, Willem Manderi menyebutkan, upaya penerapan prokes tetap dilakukan, bahkan bantuan yang diberikan Pemerintah Provinsi Papua, disertai dengan masker dan hand sanitizer.
Sekretaris Dinas kesehatan kabupaten Jayapura, Edward Sihotang mengatakan, saat ini pihaknya bekerjasama dengan KKP Klas II Jayapura terus melakukan skrining terhadap masyarakat yang datang dari luar. Termasuk warga negara asing yang datang di Papua melalui jalur penerbangan Bandar Udara Sentani.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita dihubungi media ini mengungkapkan, untuk vaksinasi bagi anak umur 6-11 tahun tersebut tergantung kepada kesiapan sekolah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Aaron Rumainum, M.Kes., menjelaskan pelaksanaan vaksinasi untuk Papua masih terus diupayakan hingga mencapai angka 70%.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan terkait Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi menyatakan bahwa rencananya vaksinasi booster yang tinggal dua hari lagi belum fix. ”Masih dibahas,” katanya ketika dihubungi Jawa Pos kemarin (9/1). Nadia belum bisa membeberkan vaksin apa yang akan digunakan pada vaksinasi booster nanti.