Di Tengah Efisiensi Anggaran, Penanganan HIV/AIDS Butuh Kolaborasi

  “Dengan kondisi efisiensi anggaran, pemerintah bisa mengerjakan sebagian, kemudian LSM dan pihak terkait mengerjakan bagian lainnya. Dengan kolaborasi, penanganan HIV/AIDS akan lebih ringan dan hasilnya bisa lebih maksimal,” ujarnya.

  John menyebut setidaknya ada tiga hal penting yang perlu diperkuat dalam penanganan HIV/AIDS di Papua. Pertama, kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah, organisasi masyarakat sipil maupun pemangku kepentingan lainnya.

  Kedua, konsistensi dalam menjalankan kontrak sosial untuk pencegahan, penanganan dan pengobatan HIV/AIDS sesuai aturan. Ketiga, keterlibatan media lokal dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, mengurangi stigma terhadap orang dengan HIV serta mengawal transparansi pelaksanaan program.

  “Media lokal sangat penting dan harus terus menjadi garda terdepan dalam melakukan edukasi kepada masyarakat, meruntuhkan stigma sosial serta mengawal transparansi program,” katanya.

Baca Juga :  Kakek Tersangka Persetubuhan Anak Dibawah Umur Diserahkan ke Jaksa

  Ia menambahkan, penanganan HIV/AIDS juga membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, LSM dan media. “Kalau semua bergerak bersama, penanganan HIV/AIDS di Papua dapat berjalan lebih tepat sasaran dan berdaya guna,” pungkasnya.(ana/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

  “Dengan kondisi efisiensi anggaran, pemerintah bisa mengerjakan sebagian, kemudian LSM dan pihak terkait mengerjakan bagian lainnya. Dengan kolaborasi, penanganan HIV/AIDS akan lebih ringan dan hasilnya bisa lebih maksimal,” ujarnya.

  John menyebut setidaknya ada tiga hal penting yang perlu diperkuat dalam penanganan HIV/AIDS di Papua. Pertama, kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah, organisasi masyarakat sipil maupun pemangku kepentingan lainnya.

  Kedua, konsistensi dalam menjalankan kontrak sosial untuk pencegahan, penanganan dan pengobatan HIV/AIDS sesuai aturan. Ketiga, keterlibatan media lokal dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, mengurangi stigma terhadap orang dengan HIV serta mengawal transparansi pelaksanaan program.

  “Media lokal sangat penting dan harus terus menjadi garda terdepan dalam melakukan edukasi kepada masyarakat, meruntuhkan stigma sosial serta mengawal transparansi program,” katanya.

Baca Juga :  200 KK Terdampak Luapan Danau Sentani

  Ia menambahkan, penanganan HIV/AIDS juga membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, LSM dan media. “Kalau semua bergerak bersama, penanganan HIV/AIDS di Papua dapat berjalan lebih tepat sasaran dan berdaya guna,” pungkasnya.(ana/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya