- Advertisement -spot_img

TAG

HIV/AIDS

HIV Masih Tinggi, Tak Bisa Hanya Ditangani Nakes

Ketua Pelaksana Harian KPA Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan penanganan HIV tidak bisa hanya dilakukan tenaga kesehatan (Nakes), tetapi membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah, tokoh agama, komunitas, hingga masyarakat.

Tiga Penyakit Mematikan Ancam Warga Papua

Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria, HIV/AIDS dan tuberkulosis (TBC). Ketiga penyakit tersebut dinilai masih menjadi penyebab utama tingginya angka kematian

Wamenkes: 90 Persen Kasus Malaria Nasional Berasal dari Papua

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular yang jauh lebih tinggi dibanding wilayah lain di Indonesia, khususnya malaria, tuberkulosis (TB), HIV/AIDS, dan

Kasus HIV/AIDS Sudah Tembus 10 Ribu Lebih

“Kita semua bertanggung jawab untuk memberikan arahan dan dukungan. Harapannya, angka kasus yang ada saat ini dapat terus ditekan dan menurun,” tambahnya. Sebagai wujud komitmen perhatian terhadap ODHIV, maka Pemerintah

Seriusi Penanganan HIV-AIDS, KPA Kota Jayapura Susun Renstra

Penyusunan Renstra tersebut dibahas dalam dua kali rapat koordinasi lintas sektor. Rapat pertama dipimpin langsung Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru selaku Ketua Pelaksana KPA Kota Jayapura, sementara rapat kedua dila

RSUD Wamena Masih Berlakukan Pemeriksaan VCT Dengan Pola Konseling

Plt Direktur RSUD Wamena dr. Charles Manalagi, Sp.OG mengakui jika apabila berbicara terkait penyakit TBC, itu sangat dekat dengan HIV/AIDS, sementara untuk TBC ini dapat ditularkan melalui udara namun kalau kekebalan tu

4 Pilar Utama Pencegahan Penularan HIV Harus Kembali Digerakkan Secara Masif

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Papua, jumlah kasus HIV/AIDS di Papua kini telah mencapai 22.267 kasus. Angka ini, menurut Constant Karma, mencerminkan kegagalan serius dalam upaya pencegahan dan penanggulangan

Perkuat Langkah Capai 3 Zero HIV-AIDS

Rustan mengakui, bahwa penanggulangan HIV-AIDS membutuhkan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, Puskesmas, hingga rumah sakit. Menurutnya, kolaborasi yang kuat akan memperc

Tekan Kasus HIV-AIDS, Gandeng Guru Hingga Tokoh Agama 

  "Kami menggandeng semua pihak untuk menekan bertambahnya kasus HIV/AIDS yang jumlahnya terus bertambah dan kini tercatat 24.778 kasus," kata Penjabat Kepala Dinkes Papua Arry Pongtiku kepada ANTARA di Jayapura, Sabtu.

Harus Ada Intervensi Untuk HIV/AIDS

Kondisi ini terjadi tidak terlepas dari tangung jawab pemerintah daerah dalam menegakan aturan demi menyelamatkan generasi Papua dimasa yang akan datang dari pengaruh virus mematikan itu. Menyikapi terkait dengan itu, Pe

279 Orang Meninggal Dunia karena HIV/AIDS

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, Daud N. Duwiri, S.KM.,M.Kes mengatakan, jumlah kasus HIV/AIDS yang tercatat ini jauh lebih kecil dengan angka sebenarnya jika mengacu pada fenomena gunung es, dimana yang mun

Dinkes Jayapura Gencarkan Edukasi HIV/AIDS Bagi Masyarakat

Pelaksana Tugas Sekda Kabupaten Jayapura, Yusuf Yambe Yabdi, menegaskan pentingnya langkah mitigasi HIV/AIDS yang harus dilakukan secara berkelanjutan, baik oleh pemerintah maupun generasi muda sebagai penerus pembanguna

Bertambahnya Kasus HIV Bukan Kegagalan

Menurutnya, para relawan ini merupakan garda terdepan penyebaran informasi, penjangkauan komunitas serta pendampingan masyarakat dalam upaya pencegahan AIDS di Papua.

Gubernur: Satu Nyawa Terlalu Berharga untuk Hilang Karena HIV!

  Dengan jumlah tersebut, persebaran tertinggi ada di Kota Jayapura yakni 9.816 kasus, disusul  Kabupaten Jayapura sebanyak 6.101, Kabupaten Biak Numfor  3.445, Kepulauan Yapen 2.767, Kabupaten Keerom 551 kasus, Sarmi 24

Harus Lebih Serius Menangani HIV AIDS

Untuk Papua sendiri dari data Dinas Kesehatan Provinsi Papua mencatat terdapat 23.563 jumlah kasus HIV AIDS per 30 Juni 2025. Sedangkan jumlah tertinggi untuk 8 kabupaten dan 1 kota masih didominasi Kota Jayapura dengan

Cegah Kasus HIV-AIDS, Dorong Edukasi Sejak Usia Dini

Wali Kota menegaskan pentingnya edukasi sejak usia dini sebagai langkah utama menekan penyebaran HIV-AIDS. Ia meminta Dinas Pendidikan Kota Jayapura memasukkan materi pemahaman HIV-AIDS di seluruh jenjang pendidikan.

Satu Tahun, Angka HIV Bertambah 1.200 Kasus

Menurutnya, tingginya kasus HIV di Kota Jayapura disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah mobilitas penduduk yang tinggi, baik warga yang keluar maupun masuk Papua, khususnya Kota Jayapura. Banyak kasus baru

320 Siswa SMP dan SMA Bokondini Ikut Sosialisasi HIV-AIDS Kabupaten Tolikara

“Penyebaran Virus HIV-AIDS Melalui Hubungan Seksual, Jarum Suntik, Darah, dan Penular Lainnya.” Para siswa mendapat penjelasan mengenai cara penularan, upaya pencegahan, serta pentingnya menjaga kesehatan diri sejak rema

Pemkab Tolikara Sosialisasi Keluarga Berencana dan HIV-AIDS di Gereja Gurikme

Acara dibuka dengan pemaparan materi oleh Dr. Anastasia Della R., pakar kesehatan keluarga, yang menegaskan pentingnya program KB sebagai langkah strategis menuju keluarga sehat dan sejahtera. “Keluarga Berencana membant

Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sarmi Capai 161 Orang

Dari sisi jenis kelamin, penderita HIV/AIDS didominasi oleh perempuan sebanyak 116 orang, sedangkan laki-laki sebanyak 45 orang. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sarmi, Miller Bane, menjelaskan bahwa peningkatan juml

Jayapura Darurat HIV, Semua Pihak Harus Bergerak Bersama

Menurutnya, upaya menekan angka penularan HIV harus dilakukan secara menyeluruh dan terkoordinasi lintas sektor. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Harus satu komando, satu tujuan. Jika ingin mencapai target zero HIV tahu

Kemiskinan dan Pendidikan Rendah Picu Tingginya Kasus Kekerasan Perempuan-Anak

Persoalan itu meliputi anak dan perempuan dengan HIV/AIDS, tuberkulosis (TB), anak jalanan, perempuan dan anak dalam jaringan prostitusi, keterlibatan anak dalam penyalahgunaan narkotika, serta tingginya angka kekerasan

Cegah HIV/AIDS Perlu Kolaborasi Semua PIhak

Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura juga terus melakukan proteksi kepada Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) dengan terus memberikan penguatan dan pengobatan supaya imunitas tubuh mereka tetap terjaga dengan baik.

Dinkes Jayapura Bentuk Kader Integrasi Tangani Malaria, TB, dan HIV

Melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), telah dibentuk Kader Integrasi, yang tidak hanya fokus pada malaria, tetapi juga turut berperan dalam memberikan edukasi terkait tuberkulosis (TB) dan HIV kepada

Kasus HIV di Papua Tengah Makin Mengkhawatirkan

Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat penularan HIV di wilayah Papua Tengah tidak hanya terjadi di kalangan orang dewasa, tetapi juga mulai merambah kelompok remaja. Untuk mengatasi hal ini, KPA Papua Tengah me

456 Pengidap HIV Dapat Pengobatan ARV

Dikatakan, pengobatan ARV bagi seorang pengidap HIV adalah untuk memperpanjang umur. Karena dengan tertib meminum ARV tersebut maka akan mampu menekan perkembangan virus HIV dalam tubuh pasien tersebut.

Dinkes Jayapura Gencar Cegah HIV/AIDS di Kalangan Generasi Muda

Penanggung Jawab Program HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Sri Moningsih, mengungkapkan pihaknya rutin turun ke lapangan memberikan edukasi langsung kepada pelajar, masyarakat, dan berbagai kelompok masyarakat

Banyak yang Tak Tahu Jika Terjangkit HIV/AIDS

Mirisnya menurut informasi, komunitas LGBT itu ada di Jayapura dan masih kerap melakukan pertemuan atau copy darat sesama anggota komunitas. Staf Dokter Spesialis SMF Kulit dan Kelamin RSUD Jayapura, dr Widya menerangkan

Duta Genre Asal Biak Suarakan Isu Pernikahan Dini dan HIV/AIDS

Program Genre (Generasi Berencana) merupakan inisiatif BKKBN yang bertujuan membentuk agen perubahan dari kalangan remaja untuk menyuarakan isu-isu strategis, seperti pencegahan pernikahan dini, seks pranikah, dan penyal

Seluruh ASN dan Honorer Diwajibkan VCT

‘’Saya akan mewajibkan seluruh pimpinan OPD untuk mewajibkan seluruh ASN dan honorer yang ada di setiap OPD yang dipimpinnya untuk melakukan VCT,’’ kata bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze kepada wartawan menjawab pertany

Antisipasi Penyebaran HIV/AIDS Perlu Edukasi Masif

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, Deli Lusyana Watak mengatakan bahwa diperlukan pendekatan yang rutin berupa edukasi, sosialisasi kepada masyarakat, terutama kaum LGBT.

Komunitas LGBT Meningkat, Angka HIV/AIDS Menggeliat

Perilaku LGBT ini juga menjadi salah satu penyumbang HIV-AIDS di Kabupaten Merauke. Bagian Program dan Keuangan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Merauke Epaienetus Wuryanto memperkirakan jumlah komunitas LGBT k

Lima Bulan, Ditemukan 91 Kasus HIV-AIDS di Merauke

Mirisnya lagi, dari 91 kasus yang ditemukan itu, 6 diantaranya merupakan pelajar dan mahasiswa. Artinya, anak-anak yang masih di bangku sekolah itu suah melakukan hubungan seks bebas. Karena, penularan HIV-AIDS di Merauk

HIV/AIDS di Papua Tembus 56 Ribu Kasus, CK: Jangan Anggap Remeh!

  Constant Karma menjelaskan, HIV/AIDS berbeda dengan Covid-19. Jika Covid-19 adalah penyakit akut dengan penyebaran cepat, maka HIV/AIDS merupakan penyakit kronis yang gejalanya baru muncul setelah bertahun-tahun.

Dinkes Jayawijaya Latih Tenaga Untuk Test HIV dan TB

Kepala Dinas Kesehatan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya Lesman Tabuni, S.KM, MM menyatakan berkaca dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya untuk bangkit, bersatu dan membagun, berarti dimulai

HIV-AIDS Jadi PR Pemkot, Warga Diminta Berani Periksa

  Ke depan, Pemkot dorong untuk rutin lakukan sosialisasi agar masyarakat bisa paham dengan virus mematikan jika tidak dilakukan pemeriksaan atau tidak terbuka. "Kita juga minta warga harus berani untuk melakukan pemerik

Soal HIV-AIDS, Pemerintah Jangan Diam 

Untuk itu, Usilina mendorong pemerintah mengaktifkan tugas-tugas Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan kerja sama dengan LSM agar bisa kembali melacak dimana saja titik-titik yang menyediakan jasa ini (wanita tuna susila-

Turunkan Angka Penularan HIV/AIDS Butu Kolaborasi Bersama

dr. Anton Mote selaku Plt. Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura dan juga merangkap sebagai Ketua KPA Provinsi  akui, untuk menangani tingginya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jayapura, pihaknya akan melihat kembali program-pro

Bupati: Penanganan Kasus HIV/AIDS Harus Libatkan LSM Dan Lembaga Terkait

"Saya belum punya data lengkap LSM yang menangani kasus HIV/AIDS, saya akan mengumpulkan lembaga-lembaga ini dan mencari jalan tengah terkait penanganan kasus HIV/AIDS yang ada di Kabupaten Jayapura," jelasnya.

HIV/AIDS Penyumbang Kematian Tertinggi Di Kabupaten Jayapura 

  Diakuinya, HIV/AIDS sumbang kematian di Kabupaten  Jayapura 44 persen, Tuberculosis 36 persen, Kecelakaan Dan Ruda Paksa 25 persen, Diabetes Melitus 21 persen, Gastritis 20 persen, Asma 15 persen, Hipertensi 14 persen, Diare  9 persen, Malaria 5 persen, Pneumonia 5 persen, Total Jumlah 194.

Hadapi Masalah  Penyebaran HIV-AIDS dan Penderita Diabetes yang Tinggi

    Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dr.dr.Arry Pongtiku mengatakan, sepanjang tahun 2024, jumlah kasus baru TBC yang ditemukan sebanyak 6.644 kasus. Kemudian 896 orang diantaranya yang mengalami koinfeksi artinya TBC yang disertai HIV.

Peduli HIV-AIDS, JEJACA dan Rojali Rutin Sosialisasi

Tak sedikit masyarakat mendesak pemerintah harus mencari cara untuk menanggulangi penyebaran virus tersebut. Dan pemerintah Kota Jayapura perlu mengambil langkah cepat dengan mengandeng para pihak. Salah satu yang bisa diajak berkampanye kesehatan adalah komunitas Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang ada di Kota Jayapura maupun Jejaring Jayapura Comunitas atau Jejaca.

Untuk Bertahan, 3000 Lebih ODHA Harus Komsumsi ARV

    Dia mengungkapkan, penanganan HIV-AIDS tidak  hanya mengharapkan pemerintah. Saat ini pemerintah sudah bekerja, bahkan menggandeng beberapa mitra  yang ada, yang bergerak dalam penanganan penyakit tersebut.

HIV-AIDS Merebak,  Awas Jangan “Tembak” Sembarangan! 

   Untuk mencegah penyebaran HIV-AIDS di Kota Jayapura, yang menjadi poin penting untuk diperhatikan oleh masyarakat adalah perilaku sosial bagi semua kalangan lebih khusus lagi para remaja. Terutama jangan melakukan hubungan seksual sembarangan, apalagi bukan pasangan resmi.

Lupakan Cara Lama Dalam Penanganan HIV-AIDS

Populasi penderita HIV secara global lebih banyak terjadi pada para pekerja seks, pemakai narkoba suntik, seks sesama jenis, transgender, dan pelanggan seks bebas. Fenomena penderita atau terinfeksi HIV AIDS jumlahnya cenderung meningkat di setiap negara karena berkembangnya pula pergaulan di kalangan remaja yang semakin bebas.

Seluruh Puskesmas di Jayapura Siap Layani Pasien HIV_AIDS

   Menurut dia, pengidap virus yang menyerang daya tahan tubuh itu diwajibkan meminum obat setiap hari seumur hidupnya sehingga dengan keberadaan puskesmas di dekat tempat tinggalnya dapat memudahkan mereka mendapatkan pengobatan.

Kasus HIV/AIDS Terus Bertambah Di kabupaten Jayapura

Sebelumnya, Asisten I Bidang Pemerintah Sekretariat Daerah Kabupaten Jayapura, Elvina Situmorang, juga mengungkapkan adanya informasi yang diterima dari masyarakat mengenai meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jayapura dikarenakan tutupnya tanjung elmo atau tempat lokalisasi di Kabupaten Jayapura.

Aplikasi Mi Chat Disinyalir Jadi Penyebab Tingginya HIV/AIDS di Jayapura

Ketua Komisi D DPRK Jayapura, Deli Lusyana Watak menyampaikan bahwa untuk mengurangi penyebaran dari penyakit itu pemerintah seharusnya bersinergi untuk rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan dampak dari virus tersebut.

Awas! Penyebaran HIV-AIDS  Melonjak

   Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari menjelaskan bahwa trend kasus HIV-AIDS tahun ini meningkat drastis dibandingkan dua  tahun sebelumnya. "Untuk tahun 2022, HIV 450 kasus dan AIDS 193 total 643, tahun 2023, HIV 711 dan AIDS 79 total 790 kasus sedangkan tahun ini, HIV 895 dan AIDS 383 dengan total 1.278 kasus," ujar Ni Nyoman Sri Antari saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos di ruangan kerjanya, Kamis (13/2).

Pemkab Jayapura Imbau Warga Hindari Perilaku Menyimpang Cegah HIV AIDS

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Edward Sihotang di Sentani, Selasa, mengatakan tahun lalu pihaknya mendapati sebanyak 484 kasus warga positif HIV AIDS. “Penularan HIV AIDS bisa terjadi karena beberapa faktor di antaranya berhubungan seks dan berganti-ganti jarum suntik,” katanya.

Prostitusi Online Jadi Penyumbang Pengidap HIV Aids di Jayapura

Menurut Binton Nainggolan, angka kasus HIV Aids di Kota Jayapura saat ini masih sangat tinggi dimana data per Juni 2024, tercatat kurang lebih 8.145 kasus HIV Aids di Kota Jayapura.

Cegah Penyebaran HIV/AIDS di Kalangan Pelajar

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Jayapura, Papua terus melakukan pencegahan penyebaran HIV/AIDS di kalangan pelajar setempat. Sekretaris KPA Kota Jayapura Binton Nainggolan di Jayapura, Rabu, mengatakan penyebaran HIV/AIDS di kalangan pelajar, khususnya pada usia sekolah jenjang SMP-SMA sudah berlangsung sejak 12 tahun silam.

Miris, Banyak Pelajar Terpapar HIV

    Dirinya bahkan tidak kaget ketika mendengar informasi tersebut. Menurut dia, berdasarkan hasil survei 12 tahun lalu dari PBB, Kota Jayapura sudah masuk populasi umum untuk penyebaran HIV-AIDS, dan bukan hanya di kalangan beresiko tinggi.

8000 an Warga Kota Terinfeksi HIV AIDS

Penyebaran HIV AIDS sendiri lebih banyak terjadi melalui hubungan seks berisiko. Dan setelah Tanjung Elmo ditutup,  aktifitas seks tidak resmi masih terjadi dan liar. Sedangkan untuk Kota Jayapura sendiri tak lepas dari praktek prostitusi yang kian marak di tempat hiburan malam (THM) yang ada di kota Jayapura. Terkait ini Binton tak memungkiri.

KPA Evaluasi Konselor HIV-IAIDS

   "Tetap kita pantau  apa yang mereka lakukan selama satu tahun. Akhirnya pada tahun ini, kita melakukan sesuai dengan rencana dari KPA seizin dari PJ Walikota Jayapura, selaku ketua KPA kota Jayapura, melakukan pelatihan penyegaran kepada konselor yang sudah kita latih pada sebelumnya," kata Binton Nainggolan

Langkah Pencegahan HIV/ AIDS KPA Jayawijaya Mulai Sosialisasi Ke Sekolah SMA

Salah satu Pemateri Jheyz Poatu menyatakan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman generasi muda tentang risiko HIV/AIDS, metode pencegahan yang efektif, serta urgensi memberikan dukungan kepada individu yang terjangkit, sehingga pentingnya edukasi dini dalam upaya memerangi penyebaran HIV/AIDS.

Gereja Harus Ambil Peran, Generasi Muda Papua Terancam

   Apa yang dikatakan oleh Pendeta Isak Deda ini sebenarnya bentuk keprihatinannya terkait dengan fenomena yang terjadi di belakangan ini, di mana telah menimpa anak-anak muda Papua terutama di Kota Jayapura.  Dia mencontohkan dari data yang diterima pihaknya baru-baru ini dari 1000 remaja di Kota Jayapura lulusan SMA yang dites kesehatannya, ada sekitar 150-an siswi yang sudah tidak perawan dan menderita HIV-AIDS. 

Tak Bisa Lagi Penanggulangan HIV/AIDS Gunakan Cara-cara Konvensional

Masalah penularan HIV/AIDS di Kota Jayapura belakangan ini sudah menjadi perhatian serius dari pemerintah kota Jayapura.  Karena itu dengan melihat data kasus yang terjadi belakangan ini Pemerintah Kota Jayapura segera menggelar rapat kerja daerah yang khusus membahas mengenai penanganan HIV/AIDS di kota Jayapura.

Ratusan Guru Ikuti  Pemeriksaan HIV-AIDS, Tercatat 149 Pelajar  Sudah Positif

Sebelum pemeriksaan, diawali dengan sosialisasi tentang HIV-AIDS karena berdasarkan data siswa dan mahasiswa yang terinfeksi HIV per Mei 2024  149 orang terinveksi (data kulumatif) dengan rincian  37 siswa dan dan 69 mahasiswa. Untuk itu, perlu ada langkah pencegahan guna menekan peningkatan laju pengidap HIV-AIDS di kalangan tersebut termasuk tenaga pendidik.

Angka Penularan HIV AIDS di Biak Tertinggi ke 2 se-Provinsi Papua

Dari 898 kasus yang terjadi selama kurun waktu lima thaun terakhir ini, kata Kadinkes Daud Duwiri, tiap tahun laporan kasus ini terus mengalami peningkatan. Seperti pada tahun 2020 baru terdeteksi 124 kasus, tahun 2021 meningkat ke 126 kasus, tahun 2022 turun ke 92 kasus, tahun 2023 naik ke 344 kasus, dan hingga Mei 2024 sudah terlapor 68 kasus. Rata-rata kasus baru pertahun disebutkan mencapai 179,6 kasus pertahun. 

Tekan HIV/ AIDS Sosialisasi penyuluhan di Pasar Jibama dan Potikelek

Sosialisasi Penyuluhan Bahaya HIV / AIDS yang dilakukan Promkes KPA Provinsi Papua pegunungan di Pasar Jibama Wamena. Dok KPA Provinsi Papua pegunungan

Kampanyekan Kesehatan Reproduksi Lewat Lagu dan Diskusi

  Hal ini juga sekaligus memperingati Hari AIDS Sedunia 2023 bertema “Bekerja Bersama Komunitas” dan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16HAKTP). Pada acara itu, Ona Hetharua meluncurkan lagu terbarunya berjudul “Mace Tra Bodo” yang menyampaikan pesan anti kekerasan terhadap perempuan.

KPA Keerom Suarakan Bebas HIV/AIDS Tahun 2030

Ketua Pelaksana Harian Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Keerom, Drs. Wahfir Kosasih, SH., MH., M.Si., yang juga merupakan Wakil Bupati Keerom mengatakan,  kasus HIV/AIDS di Kabupaten Keerom memang masih sangat tinggi.

KPA Kota Jayapura Ajak Generasi Milenial Cegah HIV AIDS

  Peringatan Hari AIDS di Kota Jayapura KPA Kota Jayapura didukung Pemerintah Kota maupun dari sponsor lainnya digelar di Taman Imbi, dengan mengundang FKUB masing masing pemimpin lintas agama, Dinkes Kota Jayapura, komunitas diantara Komunitas Rojali, Pelangi Papua, We Care, Iwaja, komunitas Wanyambe, ODHA, pemuda gereja.

Kaum Muda Wajib Waspadai Penyebaran HIV-AIDS

 "Kalau melihat kasus baik HIV-AIDS,  cukup tinggi.  Itu sudah ribuan, itu memberikan peringatan bagi kita semua,  untuk senantiasa menjaga diri, waspada dan jangan melakukan tindakan yang bisa memberikan ruang untuk penyebaran HIV-AIDS," kata Frans Pekey, Sabtu (2/12).

Ibu Hamil Wajib Tes HIV-AIDS

  Menurut Sri, pada 2023 sebanyak 46 ibu hamil yang positif HIV/AIDS dari 2.646 yang telah diperiksa, sementara saat dilakukan mobile VCT ditemukan sebanyak 31 ibu hamil yang positif dan mau untuk dilakukan tes HIV/AIDS.

Angka HIV/AIDS Tinggi di Jayawijaya

  Kepala Kesekretariat KPA Provinsi Papua Pegunungan Yomi Kogoya, SIP menyatakan  dari data Dinas Kesehatan Provinsi Papua per 30 Juni 2023 untuk Jayawijaya berada di urutan pertama dengan jumlah ODHA secara keseluruhan 6.883 orang yang terdiri dari HIV 1977 dan AIDS 4906, di susul Kabupaten Tolikara dengan jumlah Odha 1.193 yang terdiri dari HIV 597orang, AIDS 596.

Latest news

- Advertisement -spot_img