Ketua Pelaksana Harian KPA Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan penanganan HIV tidak bisa hanya dilakukan tenaga kesehatan (Nakes), tetapi membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah, tokoh agama, komunitas, hingga masyarakat.
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria, HIV/AIDS dan tuberkulosis (TBC). Ketiga penyakit tersebut dinilai masih menjadi penyebab utama tingginya angka kematian
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular yang jauh lebih tinggi dibanding wilayah lain di Indonesia, khususnya malaria, tuberkulosis (TB), HIV/AIDS, dan
“Kita semua bertanggung jawab untuk memberikan arahan dan dukungan. Harapannya, angka kasus yang ada saat ini dapat terus ditekan dan menurun,” tambahnya.
Sebagai wujud komitmen perhatian terhadap ODHIV, maka Pemerintah
Penyusunan Renstra tersebut dibahas dalam dua kali rapat koordinasi lintas sektor. Rapat pertama dipimpin langsung Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru selaku Ketua Pelaksana KPA Kota Jayapura, sementara rapat kedua dila
Plt Direktur RSUD Wamena dr. Charles Manalagi, Sp.OG mengakui jika apabila berbicara terkait penyakit TBC, itu sangat dekat dengan HIV/AIDS, sementara untuk TBC ini dapat ditularkan melalui udara namun kalau kekebalan tu
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Papua, jumlah kasus HIV/AIDS di Papua kini telah mencapai 22.267 kasus. Angka ini, menurut Constant Karma, mencerminkan kegagalan serius dalam upaya pencegahan dan penanggulangan
Rustan mengakui, bahwa penanggulangan HIV-AIDS membutuhkan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, Puskesmas, hingga rumah sakit. Menurutnya, kolaborasi yang kuat akan memperc
"Kami menggandeng semua pihak untuk menekan bertambahnya kasus HIV/AIDS yang jumlahnya terus bertambah dan kini tercatat 24.778 kasus," kata Penjabat Kepala Dinkes Papua Arry Pongtiku kepada ANTARA di Jayapura, Sabtu.
Kondisi ini terjadi tidak terlepas dari tangung jawab pemerintah daerah dalam menegakan aturan demi menyelamatkan generasi Papua dimasa yang akan datang dari pengaruh virus mematikan itu. Menyikapi terkait dengan itu, Pe