Wamenkes: 90 Persen Kasus Malaria Nasional Berasal dari Papua

JAYAPURA-Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular yang jauh lebih tinggi dibanding wilayah lain di Indonesia, khususnya malaria, tuberkulosis (TB), HIV/AIDS, dan kusta.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Teknis Percepatan Eliminasi Penyakit Menular di tanah Papua, Selasa (28/4). Ia mengungkapkan, lebih dari 90 persen kasus malaria nasional berasal dari Papua. Kondisi ini dinilai sebagai tantangan serius dalam upaya pengendalian penyakit di tingkat nasional.

“Berdasarkan laporan, kasus malaria di Papua lebih dari 90 persen. Seluruh wilayah Indonesia lainnya tidak sampai 10 persen. Untuk itu, saya memilih segera ke Papua, ayo kita bereskan malaria bersama-sama,” ujarnya.

Baca Juga :  Tersangka Korupsi Ajukan Diri Jadi Justice Colaborator

Selain malaria, ia juga menyoroti tingginya kasus tuberkulosis dan HIV/AIDS di Papua. Menurutnya, angka kasus tersebut tidak sebanding dengan jumlah penduduk Papua yang sekitar lima juta jiwa.

“Kasus TB nasional, 4 persen ada di Papua. Ini tinggi sekali. Kemudian HIV/AIDS juga 12 persen berasal dari Papua. Ini amat sangat tinggi untuk ukuran penduduk 5 juta,” katanya.

Benjamin menegaskan, penanganan penyakit menular di Papua harus dilakukan secara serius, terintegrasi, dan berkelanjutan. Ia juga menyoroti kasus kusta di Kota Jayapura yang masuk dalam lima wilayah dengan kasus tertinggi di Indonesia.

JAYAPURA-Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular yang jauh lebih tinggi dibanding wilayah lain di Indonesia, khususnya malaria, tuberkulosis (TB), HIV/AIDS, dan kusta.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Teknis Percepatan Eliminasi Penyakit Menular di tanah Papua, Selasa (28/4). Ia mengungkapkan, lebih dari 90 persen kasus malaria nasional berasal dari Papua. Kondisi ini dinilai sebagai tantangan serius dalam upaya pengendalian penyakit di tingkat nasional.

“Berdasarkan laporan, kasus malaria di Papua lebih dari 90 persen. Seluruh wilayah Indonesia lainnya tidak sampai 10 persen. Untuk itu, saya memilih segera ke Papua, ayo kita bereskan malaria bersama-sama,” ujarnya.

Baca Juga :  Tersangka Kasus Curanmor di Keerom Diserahkan ke Kejaksaan

Selain malaria, ia juga menyoroti tingginya kasus tuberkulosis dan HIV/AIDS di Papua. Menurutnya, angka kasus tersebut tidak sebanding dengan jumlah penduduk Papua yang sekitar lima juta jiwa.

“Kasus TB nasional, 4 persen ada di Papua. Ini tinggi sekali. Kemudian HIV/AIDS juga 12 persen berasal dari Papua. Ini amat sangat tinggi untuk ukuran penduduk 5 juta,” katanya.

Benjamin menegaskan, penanganan penyakit menular di Papua harus dilakukan secara serius, terintegrasi, dan berkelanjutan. Ia juga menyoroti kasus kusta di Kota Jayapura yang masuk dalam lima wilayah dengan kasus tertinggi di Indonesia.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya