Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria, HIV/AIDS dan tuberkulosis (TBC). Ketiga penyakit tersebut dinilai masih menjadi penyebab utama tingginya angka kematian
Oleh karena itu, PT Petrosea Tbk berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemberantasan malaria di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah dan sekitarnya melalui berbagai langkah pencegahan dan pengobatan. Program edukasi yang melibatkan pe
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus mencegah munculnya berbagai penyakit pascabencana. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Tony Mote, mengatakan program peme
Ia menyebutkan, Indonesia saat ini menempati posisi kedua dengan kasus TBC terbanyak di dunia. Sementara di Kabupaten Jayapura, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1.400 kasus, dan hingga saat ini telah ditemukan 400 kasus baru, sehingga tota
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular yang jauh lebih tinggi dibanding wilayah lain di Indonesia, khususnya malaria, tuberkulosis (TB), HIV/AIDS, dan
Ancaman terhadap masa depan generasi muda di Kabupaten Mimika kini hadir dalam dua rupa yang saling mengunci, yaitu stunting dan malaria. Direktur Amungsa Foundation, dr. Enny Kenangalem, mengungkapkan bahwa masalah ten
Pada tahun 2024, jumlah masyarakat yang menjalani tes malaria sebanyak 358.589 orang dengan temuan kasus positif sebanyak 62.401 orang. Sementara pada tahun 2025 jumlah tes meningkat signifikan menjadi 440.900 orang deng
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil skrining yang dilakukan terhadap ibu hamil di Kabupaten Jayapura, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Sentani, ditemukan sejumlah kasus penyakit menular yang cukup memprihatinkan.
Reynold menjelaskan bahwa pada tahun 2025 jumlah orang yang menjalani tes malaria di Kabupaten Mimika meningkat hingga mencapai 1 juta testing dan mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2024.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Juliana Napitupulu, di Jayapura, Kamis, mengatakan kasus malaria tersebut terjadi hampir di seluruh distrik di Kota Jayapura, dengan angka tertinggi berada di Distrik Muara Tami