SENTANI – Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura mencatat kasus malaria di wilayah tersebut masih cukup tinggi. Peningkatan kasus yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir dipengaruhi oleh semakin masifnya pelaksanaan tes malaria di masyarakat.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, drg. Adi Kurniawan, mengatakan peningkatan jumlah kasus yang ditemukan sejalan dengan bertambahnya jumlah masyarakat yang menjalani pemeriksaan.
Pada tahun 2024, jumlah masyarakat yang menjalani tes malaria sebanyak 358.589 orang dengan temuan kasus positif sebanyak 62.401 orang. Sementara pada tahun 2025 jumlah tes meningkat signifikan menjadi 440.900 orang dengan kasus positif sebanyak 66.590 orang.
“Jika dilihat dari data tersebut, peningkatan jumlah tes hampir mencapai 100 ribu orang, sedangkan kenaikan kasus positif hanya sekitar tiga ribuan. Artinya peningkatan temuan kasus lebih banyak dipengaruhi oleh semakin masifnya pemeriksaan,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui angka malaria di Kabupaten Jayapura masih cukup tinggi dan masih jauh dari target eliminasi malaria.
Saat ini tingkat positif malaria di Kabupaten Jayapura berada pada angka sekitar 15,9 persen. Artinya dari setiap 100 orang yang diperiksa, sekitar 15 hingga 16 orang dinyatakan positif malaria.
“Target kita untuk mencapai eliminasi malaria adalah angka positif di bawah 5 persen. Kalau dari 100 orang yang diperiksa hanya tiga sampai empat orang yang positif, itu baru dianggap baik,” katanya.
Untuk menekan penyebaran malaria, Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura terus melakukan berbagai upaya pencegahan. Salah satunya dengan pembagian kelambu berinsektisida kepada masyarakat.
Namun demikian, pihaknya juga menekankan pentingnya penggunaan kelambu secara tepat karena masih ditemukan masyarakat yang tidak menggunakannya dengan benar.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga melakukan pengendalian vektor melalui penyemprotan di wilayah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, termasuk di daerah yang memiliki genangan air.