Kemendikdasmen Sediakan 139.000 Kuota untuk Guru
Kediri – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan bakal membuka seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) khusus formasi guru dengan kuota mencapai sekitar 139.000 kursi. Langkah ini diambil sebagai upaya serius pemerintah menuntaskan krisis kekurangan tenaga pengajar di berbagai penjuru Tanah Air.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, mengungkapkan bahwa total kekurangan guru saat ini menyentuh angka 464.856 orang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Defisit tersebut ditargetkan rampung secara bertahap dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
“Intinya, ada sekitar 464.000 formasi yang akan dibuka secara bertahap selama tiga tahun dengan pembagian 30 persen, 30 persen, dan 40 persen,” ujar Nunuk selepas menjadi pembicara kunci dalam acara Terpujilah Guru di Jakarta, Rabu (23/9).
Berdasarkan skema tersebut, kuota tahap awal yang dibuka pada tahun ini mencakup sekitar 30 persen dari total kekurangan guru nasional, atau setara dengan kisaran 139.000 formasi.
Kabar baik bagi para sarjana pencari kerja, seleksi CPNS guru kali ini terbuka secara luas untuk umum selama pelamar memenuhi persyaratan dasar sebagai PNS.
Menariknya, pendaftar tidak diwajibkan untuk sudah mengantongi sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebelum mendaftar. Secara rinci, formasi ini dapat diikuti oleh tiga kategori utama yaitu guru honorer yang memenuhi kualifikasi, lulusan baru (fresh graduate) jenjang S1 atau D-IV Peserta yang sudah lulus PPG.
Kemendikdasmen Sediakan 139.000 Kuota untuk Guru
Kediri – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan bakal membuka seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) khusus formasi guru dengan kuota mencapai sekitar 139.000 kursi. Langkah ini diambil sebagai upaya serius pemerintah menuntaskan krisis kekurangan tenaga pengajar di berbagai penjuru Tanah Air.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, mengungkapkan bahwa total kekurangan guru saat ini menyentuh angka 464.856 orang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Defisit tersebut ditargetkan rampung secara bertahap dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
“Intinya, ada sekitar 464.000 formasi yang akan dibuka secara bertahap selama tiga tahun dengan pembagian 30 persen, 30 persen, dan 40 persen,” ujar Nunuk selepas menjadi pembicara kunci dalam acara Terpujilah Guru di Jakarta, Rabu (23/9).
Berdasarkan skema tersebut, kuota tahap awal yang dibuka pada tahun ini mencakup sekitar 30 persen dari total kekurangan guru nasional, atau setara dengan kisaran 139.000 formasi.
Kabar baik bagi para sarjana pencari kerja, seleksi CPNS guru kali ini terbuka secara luas untuk umum selama pelamar memenuhi persyaratan dasar sebagai PNS.
Menariknya, pendaftar tidak diwajibkan untuk sudah mengantongi sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebelum mendaftar. Secara rinci, formasi ini dapat diikuti oleh tiga kategori utama yaitu guru honorer yang memenuhi kualifikasi, lulusan baru (fresh graduate) jenjang S1 atau D-IV Peserta yang sudah lulus PPG.