Meskipun para mahasiswa Fakultas Kedokteran telah menyiapkan penyambutan dan memberikan ucapan selamat datang, Plt Dekan yang ditunjuk justru hanya merespon secara singkat melalui grup perpesanan yang masih menyertakan mantan Dekan Fakultas Kedokteran.
Sikap tersebut dinilai sangat tidak profesional dan tidak menghargai perjuangan para mahasiswa yang menanti kejelasan status mereka. “SK Plt sudah berakhir dua hari lalu. Besok mahasiswa Uncen tunjuk Dekan Fakultas Kedokteran dan SK definitif harus keluar besok. Jam 06.00 pagi lembaga Uncen harus ketemu mahasiswa, jika tidak kami akan segel kampus tanpa batas waktu yang tidak ditentukan,” tegas Darki dalam pernyataan tertulisnya.
Menjelaskan situasi di lapangan, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi pemalangan, Kamus Bayage, menegaskan bahwa penutupan fasilitas kampus akan terus dipertahankan sampai pimpinan lembaga Uncen memberikan ketegasan. Pihaknya menuntut kehadiran nyata para pejabat rektorat untuk menjawab secara terbuka seluruh poin aspirasi yang telah dilayangkan demi keberlangsungan studi mahasiswa kedokteran.
Kamus menambahkan bahwa mahasiswa tidak berniat merugikan proses akademik rekan-rekan mereka, tetapi langkah tegas ini terpaksa diambil demi keadilan bersama. Seluruh elemen mahasiswa sepakat mempertahankan barikade gerbang kampus hingga janji-janji pimpinan universitas direalisasikan secara konkret.
Ia menegaskan bahwa pembukaan palang gapura sangat bergantung pada itikad baik dari rektorat. Jika tanggapan resmi dari pihak kampus tak kunjung diberikan, maka seluruh aktivitas perkuliahan maupun pelayanan administrasi di Uncen Atas dan Uncen Bawah akan tetap dilumpuhkan total hingga pekan depan.
“Belum tahu pasti kita buka pemalangan ini, kami inginnya apa yang kami sampaikan kemarin itu segera ditindaklanjuti sehingga aktivitas di kampus kembali berjalan normal. Kalau tidak ada halangan, Senin atau Selasa depan kita akan buka, itu pun kalau ada jawaban,” ujar Kamus Bayage saat memberikan keterangan di lokasi, Kamis (17/9).
Di tengah eskalasi konflik administrasi yang kian memanas, kabar duka yang sangat mengejutkan tiba-tiba menyelimuti seluruh civitas akademika Universitas Cenderawasih. Pimpinan tertinggi kampus, Rektor Uncen Prof. Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, S.E., M.Sc.Agr., dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (17/9) subuh di Rumah Sakit Dok II Jayapura, Papua. Kepergian beliau secara mendadak meninggalkan kepedihan mendalam bagi seluruh civitas akademika dan masyarakat Papua.
Seketika itu pula, ketegangan aksi bergeser menjadi suasana duka cita yang mendalam. Pihak BEM dan MPM Uncen bersama seluruh perwakilan mahasiswa merilis imbauan umum kepada seluruh mahasiswa serta civitas akademika untuk mengheningkan cipta dan memberikan penghormatan terakhir. Dedikasi dan jasa almarhum Prof. Oscar Wambrauw dalam memajukan dunia pendidikan di Tanah Papua diakui akan terus dikenang dalam sejarah panjang perjalanan Uncen.